
Saat Novita memasukkan tangan nya ke dalam kantong baju Novita menemukan sesuatu....
“Eh bentar ini kok di kantong baju aku ada Surat sih?” Ucap Novita mengeluarkan surat nya.
“Coba baca,” ucap Fikri.
Novita pun membaca surat itu....
From ustadzah Fatimah: “selamat menikmati jalan-jalan, maaf ya Ustadzah sudah berbohong, ustadzah tau kok tentang hubungan kalian, jadi ustadzah dan kiyai Khalid udah sepakat supaya kalian bisa melepas rindu. Tapi ingat ya jangan berbuat macam-macam, jaga rasa percaya ustadzah, selamat jalan-jalan.” _to Novita_
“Astagfirullah, jadi ini Cuma kerjaan nya ustadzah Fatimah,” ucap Novita.
“Iya gak nyangka aja gitu,” ucap Fikri.
“Tapi senang kan kamu,” ucap Novita.
“Eleh kamu juga senang kan,” ucap Fikri.
“yaAllah terima kasih atas apa yang telah engkau berikan kepada hamba, hamba bersyukur yaAllah engkau Meridho hubungan hamba,” ucap batin Novita penuh bersyukur.
“Jadi ini mau jalan ke mana?” Tanya Fikri.
“Ke mana ya?” Ucap Novita.
“Bingung,” ucap Novita.
“Eh, kamu udah pernah kan ke Surabaya, jadi kamu pasti tau tempat yang paling bagus disini,” ucap Novita.
“Oh iya aku tau,” ucap Fikri.
“Ya udah ayok,” ucap Novita penuh semangat.
Mereka pun pergi menuju sebuah danau, di danau itu terdapat kapal ya akan mengajak keliling sekitar danau itu, Fikri mengajak Novita menaiki kapal itu. Saat sudah sampai di tengah danau pemandangan nya sangat indah, hari ini hari yang paling bahagia di hidup Novita yang tidak akan pernah terlupakan.....
“Wahh bagus banget,” ucap Novita terbaru.
“Suka?” Tanya Fikri.
“Iya suka banget,” ucap Novita tersenyum.
Mereka pun saling bermain air, Fikri senang bisa melihat wajah ceria Novita lagi, semenjak satu Minggu yang lalu Fikri jarang melihat wajah tersenyum Novita, pokok nya hari ini hari yang paling bahagia....
“Kamu sering ya kesini sama ustadzah Rifda,” ucap Novita.
“Enggak, Rifda aja belum pernah ke Surabaya,” ucap Fikri.
“Serius?” Ucap Novita.
“Iya, kiyai Khalid aja enggak tau tentang hubungan aku sama Rifda,” ucap Fikri.
“Oh gitu,” ucap Novita tersenyum.
“Kenapa senyum-senyum gitu?” Tanya Fikri.
“Gpp seneng aja gitu, ternyata aku wanita spesial ya, buktinya aku kamu kenalin sama kiyai Khalid, pertama kali di bawa kesini,” ucap Novita.
“Aku tidak akan membawa kamu ke tempat yang sudah pernah di kunjungi Rifda,” ucap Fikri.
“Kenapa?” Tanya Novita.
“Karena, aku tau wanita itu rapuh jika di bawa ke tempat yang sudah di kunjungi oleh mantan kekasih nya, dan aku gak mau itu terjadi sama kamu,” ucap Fikri.
“yaAllah meleleh aku,” ucap batin Novita.
Novita hanya mengangguk dan tersenyum, Novita benar-benar bangga terhadap Fikri, tidak salah jika banyak wanita yang ingin menjadi kekasihnya.
“Ok, aku mau tanya sama kamu, kalo seandainya aku bikin kamu marah kesal, apa kah kamu akan memukul aku?” Tanya Novita.
“Untuk apa? Setiap manusia pasti pernah khilaf, dan pasti pernah berbuat salah, jadi sebagai laki-laki tidak berhak memukul wanita dengan alasan dia membuat aku kecewa,” ucap Fikri.
“Terus? Apa yang kamu lakukan?” Tanya Novita.
“Akan aku nasehatin dan aku maafkan, tapi jika di mengulangi nya lagi, aku akan meninggal kan nya,” ucap Fikri.
Novita pun tersenyum, benar-benar bangga pada Fikri...
Fikri pun berhenti menggayung kapal nya, dan ia berbalik tanya kepada Novita...
“Loh kenapa berhenti?” Tanya Novita.
“Sekarang aku mau tanya sama kamu,” ucap Fikri.
“Tanya apa?” Ucap Novita.
“Saat ini kan hubungan kita lagi di Landa cobaan, jika suatu saat aku tidak sengaja menyentuh wanita itu apa kah kamu akan pergi meninggalkan aku?” Tanya Fikri.
“Tergantung,” ucap Novita.
Fikri menatap Novita heran....
“Tergantung, kamu nyentuh wanita itu pakek perasaan atau tidak sengaja, jika kamu menyentuh wanita itu pakai perasaan aku mundur,” ucap Novita tersenyum.
“Ingat, saat itu aku mundur, tapi jika kita jodoh, Allah akan mempersatukan kita lagi,” ucap Novita tersenyum.
“Tapi aku berdoa itu semua tidak akan pernah terjadi,” ucap Novita.
Fikri hanya tersenyum mendengar ucapan Novita, di danau itu lah kisah cinta mereka terbuka, saling membuka satu sama lain....
Jam pun menujukan pukul 12:00 Fikri dan Novita pergi ke masjid untuk shalat Dzuhur, setelah shalat Dzuhur mereka berhenti di sebuah cafe untuk makan siang....
“Mau pesan apa?” Tanya Novita.
__ADS_1
“Terserah kamu,” ucap Fikri.
Novita pun memesan makanan, tidak lama makanan pesanan mereka pun datang....
“Habis ini mau kemana lagi?” Tanya Fikri.
“Hm, balik aja ke pondok,” ucap Novita.
“Kenapa?” Tanya Fikri.
“Gpp sih, Cuma bingung aja mau kemana lagi coba?” Ucap Novita.
“Yakin?” Tanya Fikri.
“Iya, yakin, lagian kan bukan muhrim berduaan lama-lama,” ucap Novita.
“Iya,” ucap Fikri.
Disisi lain, Isma dan Aisyah sedang duduk di tempat biasa mereka berkumpul, Aisyah seperti orang bingung, cemas, karena harus nya Fikri dan Novita sudah pulang, tetapi kok belum pulang.....
“Kenapa sih Syah?” Tanya Isma.
“Ini, kok Novita sama Fikri belum pulang ya,” ucap Aisyah.
“Ya mungkin belum selesai ngajar nya,” ucap Isma.
“Ya kali lama banget gini,” ucap Aisyah.
“Ya udah sih biarin aja,” ucap Isma.
“Ih nanti kalo mereka CLBK lagi gimana, terus mereka balikan,” ucap Aisyah nada marah.
“Syah, kamu egois tau gak! Kamu mementingkan perasaan kamu sendiri, kamu gak mikirin perasaan orang lain, emang kamu pikir kamu nyuruh Novita putus sama Fikri, Fikri mau sama kamu? Enggak! Karena Fikri tau kamu itu wanita yang jahat,” ucap Isma pergi.
Aisyah pun yang mendengar ucapan Isma pun langsung menyadari apa yang ia lakukan salah, Aisyah memutuskan untuk meminta maaf kepada Fikri dan Novita nanti...
Tepat jam 14:00 Novita dan Fikri sampai di ponpes, Novita dan Fikri berhenti di depan rumah ustadzah Fatimah, ustadzah Fatimah melihat Novita dan Fikri tersenyum....
“Hm, puas jalan-jalan nya,” sindir ustadzah Fatimah.
“Belum sah ustadzah jadi belum puas,” ucap Fikri.
Novita yang mendengar ucapan Fikri pun tersenyum.....
“Mangkanya cepat di halalkan,” sambung kiyai Khalid.
“Insyaallah kalo sudah lulus tes,” ucap Fikri.
“Berarti kalo gak lulus tes enggak di halalkan,” ucap ustadzah Fatimah.
“Enggak gitu juga ustadzah,” ucap Fikri.
Semua pun tertawa...
“Syah,” ucap Novita kaget.
“Udah gak usah kaget gitu, aku Cuma mau bilang, maaf ya aku udah merusak hubungan kalian, aku sadar apa yang aku lakukan ini salah,” ucap Aisyah.
“Syukur deh kalo kamu udah sadar, Syah, jujur ya aku sama Novita enggak putus, Cuma kami menjaga jarak, supaya kamu mau memaafkan Novita,” ucap Fikri.
“Iya maafin kita juga ya, aku yakin ada laki-laki yang lebih baik dari Fikri, jodoh udah ada yang ngatur Syah jadi kamu jangan risau gitu,” ucap Novita.
“Iya,” ucap Aisyah.
Setiap masalah pasti ada jalan ada jalan keluar nya, sekarang Aisyah tidak akan mengganggu hubungan mereka lagi....
Malam pun tiba, seperti biasa setelah shalat isya Novita dan Isma diam di kamar sambil ngerumpi....
“Nov, kek nya aku gak mau deh jadi ustadzah,” ucap Isma.
“Lah kok gitu,” ucap Novita kaget.
“Ya gpp malas aja gitu, iya aku tau pekerjaan ini mulia, tapi aku mau jadi penulis buku dan bisa membuka usaha sendiri,” ucap Isma.
“Ih kok gitu sih, kan kita dah janji bakal sama-sama terus,” ucap Novita memanyunkan bibirnya.
“Nov, kita itu Cuma bisa berencana tapi Allah yang menentukan, sekarang gini deh, kita punya jalan masing-masing kita punya impian masing-masing, aku dukung kamu kalo kamu jadi ustadzah, aku selalu ada di belakang kamu memberikan kamu semangat,” ucap Isma.
“Terus kamu bakal mundur dari tes ini?” Tanya Novita.
“Iya, aku ada panggilan dari penerbit untuk mengirimkan naskah, supaya naskah aku bisa jadi buku,” ucap Isma.
“Kenapa gak kamu terusin aja, tapi sambil kamu nulis naskah gitu,” ucap Novita.
Isma pun terdiam....
“Kamu jangan mundur dari ini, ok kalo kamu mau jadi penulis tapi jangan mundur dari tes ini, sayang loh kamu udah mempertahankan Hingga 6 bulan,” ucap Novita.
“Iya aku lanjut,” ucap Isma.
“Nah gitu kan enak,” ucap Novita.
Pagi pun tiba, kini Novita, Isma, dan juga Aisyah sudah tidak lagi bertengkar, jadi mereka berjalan untuk pergi ke ruangan masing-masing untuk mengejar. Tepat pukul 12:00, semua santri termasuk ustadzah, dan juga ustadz melaksanakan shalat Dzuhur, setelah melaksanakan shalat Dzuhur semua para santri pergi ke kantin untuk makan siang, begitu juga dengan Novita, Isma, dan juga Aisyah tapi tidak dengan Fikri dan Azka. Fikri dan Azka masih di musholla....
“Fik,” ucap Azka mendekati Fikri.
“Apa?” Tanya Fikri.
“Kamu kemaren pas nembak Novita gimana?” Tanya Azka.
“Kenapa? Kok kepo,” ucap Fikri tertawa kecil.
__ADS_1
“Ya enggak Cuma tanya,” ucap Azka.
“Mau nembak Isma ya,” ucap Fikri menatap Azka.
“Enggak, orang Cuma mau tau aja,” ucap Azka.
“Alah bohong,” ucap Fikri.
“Kamu kan pernah nembak Khanza masa iya mau nembak cewek lagi masih ragu,” ucap Fikri.
“Siapa yang nembak Khanza?” Tanya Azka.
“Setan, ya kamu lah, kan kamu ada hubungan tuh kemarin-kemarin sama si Khanza,” ucap Fikri.
“Orang itu di jodohin sama umi,” ucap Azka.
“Hah? Pantes gak langgeng,” ucap Fikri.
“Lah kamu sama Rifda gak di jodohin gak langgeng juga,” enek Azka.
“Kita kan sebagai manusia hanya bisa berencana tapi Allah yang menentukan,” ucap Fikri.
“Iya-iya ustadz Fikri calon imam nya ustadzah Novita,” ucap Azka.
Fikri hanya tersenyum....
“Udah ceritain gimana kamu kok bisa nembak Novita,” ucap Azka.
“Ya gitu,” ucap Fikri.
“Ya gitu nya gimana?” Tanya Azka mulai kesal.
“Pakai perasaan jangan pakai peluru,” ucap Fikri tertawa.
“Mboh lah,” ucap Azka kesal lalu pergi.
“Baper dih,” ucap Fikri.
Saat Novita, Isma dan juga Aisyah selesai makan siang mereka berjalan menuju tempat biasa mereka nongkrong, di tengah perjalanan mereka bertiga melihat Azka jalan seperti orang yang sangat kesal.....
“Kenapa tuh Is,” ucap Novita.
“Lah mana saya tau,” ucap Isma.
“Udah lah ayok,” ucap Aisyah.
Akhirnya mereka pun sampai di tempat biasa....
“Nov kamu kemarin jalan-jalan ke mana?” Tanya Aisyah.
“Jalan-jalan ke danau,” ucap Novita
“Ngapain di danau?” Tanya Isma.
“Naik perahu, keliling di tengah danau,” ucap Novita.
“Nasib jomblo apa lah daya ya Is,” ucap Aisyah.
“Nah iya tuh,” ucap Isma.
“Jangan gitu donk kan aku jadi gak enak,” ucap Novita.
“Ya di enakin gitu aja repot,” ucap Isma.
“Eh ke musholla yok temanin aku, mukena aku ke tinggalkan,” ucap Novita.
“Pergi aja kalo sendiri,” ucap Isma.
“Ayok nah,” ucap Novita.
“Sendiri aja lah Nov, tenang gak bakal kita tinggalin kok,” ucap Isma.
“Ya udah,” ucap Novita pergi.
Novita pun sampai di musholla, saat Novita mengambil mukena nya, ia melihat Al Qur’an ada di atas mukena nya ia, Novita pun membuka Al Qur’an itu, dan ternyata Al Qur’an itu milik Fikri, Novita tersenyum dan saat Novita ingin menaruh di lemari tiba-tiba ada sebuah foto yang jatuh dari dalam Al Qur’an. Novita pun mengambil dan melihat foto itu, betapa kaget nya Novita melihat itu foto ustadzah Rifda dan Fikri, Novita kecewa karena Fikri masih menyimpan foto ustadzah Rifda, Novita pun mengambil foto itu lalu pergi dari musholla....
Novita pun pergi menemui Isma dan Aisyah di bawah pohon, Isma dan Aisyah heran melihat Novita menangis, selama ini Isma Sangat jarang melihat Novita menangis seperti ini, Novita pun langsung pergi ke kamar, saat sampai di kamar Novita memeluk guling sambil nangis. Isma dan Aisyah pun mengejar Novita di kamar, dan mendekati Novita.....
“Nov, kamu kenapa?” Tanya Isma.
Novita tidak menjawab, ia diam saja sambil menangis.....
“Udah yuk keluar mungkin Novita butuh waktu sendiri,” ucap Aisyah.
Aisyah dan Isma pun memutuskan pergi keluar, saat itu hati Novita benar-benar hancur, kalo orang masih menyimpan foto mantan kekasih nya artinya dia belum bisa melupakan mantan kekasihnya itu. Novita menangis sambil melihat foto ustadzah Rifda bersama Fikri begitu dekat, sekali Novita melihat hati nya benar-benar....
“Kenapa dia bilang jatuh cinta sama aku kalo masih suka sama Rifda, berarti dia jadiin aku pelampiasan doang donk? Ahahhhhh!!!” Ucap Novita sambil menangis.
Jangan pernah menyimpan foto mantan kekasih jika sudah mempunyai pasangan baru, karena jika pasangan baru kita mengetahui itu semua akan membuat ia menangis, “Ketika seorang wanita menangis karena perbuatan seorang lelaki, maka malaikat akan mengutuk setiap langkah lelaki itu.. “ (Imam Ali r.a). Karena Wanita adalah makhluk yang unik dan istimewa. Sungguh, wanita sangat dimuliakan dalam Islam. “Sesungguhnya dunia ini adalah perhiasan dan tidak ada di antara perhiasan dunia yang lebih baik daripada wanita yang sholihah.” (HR. Ibnu Majah)......
Malam pun tiba, saat pulang dari shalat isya, dan Novita bertemu dengan Fikri, Novita langsung pergi. Fikri melihat sifat Novita pun heran, lalu Fikri bertanya kepada Isma.....
“Is, Novita kenapa?” Tanya Fikri.
“Gak tau dari tadi siang dia nangis, di tanya in diam aja,” ucap Isma.
“Loh kenapa?” Ucap Fikri bingung.
“Jangan bilang kamu yang bikin Novita nangis,” sambung Aisyah.
“Loh seharian tadi gak ketemu tuh sama Novita,” ucap Fikri.
__ADS_1
“Ya udah lah kita duluan ya assalamualaikum,” ucap Isma dan Aisyah pergi.