
Pagi pun tiba, Novita, Isma, Azka dan Fikri sedang memasukkan barang-barang mereka ke dalam mobil, mereka berempat pun berpamitan kepada Ustadzah Fatimah dan kiyai Khalid, setelah berpamitan pun mereka masuk ke dalam mobil dan pergi ke bandara, saat sampai di bandara Azka dan Fikri membeli tiket, kurang lebih 1 jam menunggu, pesawat yang akan mereka naikin akan terbang, semua pun masuk ke dalam pesawat. Kurang lebih 2 jam, mereka pun sampai di bandara Samarinda, mereka berempat menaiki taxi untuk sampai di ponpes Al-Amin. Tepat pukul 12:00 siang, mereka sampai di ponpes Al-Amin, mereka berempat langsung menemui kiyai Umar, kiyai Umar yang melihat mereka berempat pun sangat bahagia, apa lagi kiyai Umar sangat rindu dengan putra nya yaitu Fikri.
“Assalamualaikum,” ucap mereka berempat.
“Wassalamu’alaikum,” ucap kiyai Umar tersenyum.
“Alhamdulillah kalian sudah pulang, selamat ya Novita Isma udah resmi jadi ustadzah,” ucap kiyai Umar.
“Iya kiyai,” ucap Isma dan Novita tersenyum.
Kiyai Umar pun mengizinkan Novita dan Isma pulang terlebih dahulu...
“Hm, hari ini Kalian pulang ke rumah ya, kan udah 3 tahun kalian enggak ada pulang, kiyai kasih waktu 1-2 Minggu,” ucap kiyai Umar.
“Serius kiyai? Makasih kiyai,” ucap Novita dan Isma dengan wajah senang.
“Iya,” ucap kiyai Umar.
“Ya udah kiyai kita berdua permisi dulu ya, assalamualaikum,” ucap Novita dan Isma pergi.
“Hm ada yang terpisah nih,” ucap Azka menyindir Fikri.
“Maksudnya gimana?” Tanya kiyai Umar.
“Anu, Fikri capek bi Fikri masuk ya,” ucap Fikri pergi.
Di sisi lain tepat jam 15:00 Novita dan Isma sampai di rumah masing-masing, ibu dan mamah Isma Sangat bangga terhadap mereka berdua, Novita dan Isma pun melepas rindu. Setelah shalat asar Novita dan Isma pergi berkumpul di Cafe, bersama Bibah, dan Dila.....
“Hai semua,” ucap Novita dan Isma.
“Assalamualaikum,” ucap Dila dan Bibah.
“Hehe, waalaikumsalam,” ucap Novita nyengir.
“Ustadzah kok gak ngucapin salam,” ucap Dila.
“Dih, nama nya juga lupa, kita bukan malaikat yang tidak mempunyai kesalahan,” ucap Novita.
“Iya-iya ustadzah,” ucap Bibah dan Dila serentak.
“Eh kalian tau gak,” ucap Isma.
“Ya enggak lah kan kamu belum ngomong,” ucap Bibah.
“Iya juga sih,” ucap Isma.
“Udah Cepetan ngomong nya,” ucap Novita.
“Si Novita, udah jadian sama Fikri,” ucap Isma mengangkat kedua alis nya.
“Hah? Serius,” ucap Bibah dan Dila kaget.
“Oh kirain kamu mau ngomong apa,” ucap Novita.
“Udah berapa lama?” Tanya Bibah.
“Ya kurang lebih 1 tahun lah,” ucap Novita.
“Cieee, ampuh ya jalan di sepertiga malam nya,” ucap Dila.
“Lah kamu Is, kok jalan di sepertiga malam nya enggak ampuh-ampuh, apa jangan-jangan emang Azka bukan jodoh kamu kali,” ucap Bibah tersenyum.
Jujur Isma saat mendengar kata-kata Bibah ia langsung terdiam seribu bahasa, bahkan Isma rasa nya ingin pulang saja, namun Isma hanya tersenyum, Novita yang melihat Isma pun mengerti apa yang Isma rasa kan....
“Udah lah Is nyerah aja,” ucap Bibah.
“Iya udah nyerah kok,” ucap Isma tersenyum terpaksa.
Terkadang orang berbicara tanpa berpikir perasaan, orang lain, tapi kita harus tersenyum jangan sedih, apa lagi sampai kita ingin marah.....
“Ih, ya enggak boleh nyerah lah, tidak ada hasil yang mengkhianati kerja keras,” ucap Novita.
“Iya, tapi nanti dari pada lebih kecewa dari ini kan bahaya,” ucap Bibah.
“Udah sih, jodoh kan udah ada yang ngatur, ngapain pada ribut sih,” ucap Dila.
“Eh aku pulang ya, aku capek banget, sumpah, assalamualaikum,” ucap Isma pergi.
“Wassalamu’alaikum, eh Is,” ucap Novita mengejar Isma.
Sampai di parkiraan Novita menarik tangan Isma....
“Is,” panggil Novita sambil menarik tangan Isma.
“Kenapa nov?” Tanya Isma.
“Kenapa pulang?” Tanya Novita.
“Aku capek,” ucap Isma.
“Aku tau kamu sakit hati ya sama omongan nya Bibah, udah jangan di pikirin,” ucap Novita.
“Enggak, aku Cuma capek aja sumpah,” ucap Isma.
“Ya udah pulang bareng aja sama aku,” ucap Novita.
“Iya,” ucap Isma.
Disisi lain, kiyai Umar mendekati Fikri yang sedang duduk di kamar....
“Fik,” ucap kiyai Umar duduk di sebelah Fikri.
“Abi,” ucap Fikri.
“Abi mau tanya,” ucap kiyai Umar.
“Tanya apa bi?” Tanya Fikri.
“Tadi maksud nak Azka apa ya? Kamu udah punya kekasih baru?” Ucap kiyai Umar.
“Hm, iya bi Fikri punya kekasih baru, yang menurut Fikri dia cocok banget sama Fikri,” ucap Fikri tunduk.
“Siapa nak?” Tanya kiyai Umar.
“Novita bi,” ucap Fikri.
“Kapan kamu akan melamar dia?” Tanya kiyai Umar.
“Tepat di hari ulang tahun ku yang ke 19 tahun dan saat dia berusia 17 tahun,” ucap Fikri.
“Berarti kamu akan melamar dia saat bulan 8 tanggal 2?” Ucap kiyai Umar.
“Benar bi,” ucap Fikri tersenyum.
__ADS_1
“Memang nya saat kamu tepat usia 19 tahun dia sudah tepat usia 17 tahun?” Tanya Abi.
“Iya bi, karena dia ulang tahun saat bulan 6 dan tanggal 21,” ucap Fikri.
“Baik lah, Abi merestui, tapi ingat jangan pernah berbuat macam-macam,” ucap kiyai Umar.
“Siap bi,” ucap Fikri.
Malam pun tiba, Novita menatap bintang dan bulan dari jendela, tiba-tiba ibu Novita masuk kamar Novita dan mendekati Novita....
“Nov,’ ucap ibu Novita tersenyum.
“Ibu, kenapa?” Tanya Novita.
“Selamat ya udah jadi ustadzah anak ibu, ibu punya sesuatu buat kamu,” ucap ibu memberikan sebuah kado.
“Apa ini buk?” Tanya Novita sambil mengambil kado itu.
“Ini kado dari ibu dan ayah, coba buka,” ucap ibu.
Novita pun membuat kado itu, dan isi kado itu adalah voucer jalan-jalan keliling Samarinda dan menginap di sebuah hotel, untuk dua orang, Novita yang melihat itu pun sangat senang...
“Makasih ya buk,” ucap Novita memeluk ibu nya.
“Sama-sama,” ucap ibu tersenyum.
“Tapi buk kok voucer nya ada dua?” Tanya Novita.
“Ajak sahabat kamu lah,” ucap ibu.
“Hehe iya juga sih,” ucap Novita tersenyum.
Disisi lain, Isma sedang duduk di meja belajar sambil membaca buku novel, tiba-tiba mamah Isma mendekati Isma...
“Lagi belajar ya,” ucap mamah.
“Hehe enggak kok, ini lagi baca novel aja, ada apa mah?” Tanya Isma.
“Karena kamu udah lulus dan udah jadi ustadzah, mamah punya hadiah untuk kamu,” ucap mamah.
“Apa tuh mah,” ucap Isma penasaran.
“Ini,” ucap mamah memberikan 2 tiket masuk ke wahana bermain selama 24 jam.
“Ini serius mah? Makasih mah,” ucap Isma memeluk mamah nya.
“Sama-sama, ajak Novita ya,” ucap mamah.
“Pasti,” ucap Isma.
Pagi pun tiba, Isma dan Novita sudah janjian di taman.....
“Sory ya Is lama, supir taxi nya nyetir mobil nya lelet,” ucap Novita tersenyum.
“Gpp Santi aja, aku ada sesuatu kamu,” ucap Isma tersenyum.
“Kok sama?” Ucap Novita.
“Oh ya, aku ada 2 tiket untuk masuk ke wahana bermain,” ucap Isma.
“Aku ada 2 tiket juga untuk jalan-jalan plus untuk menginap di hotel 1 malam,” ucap Novita.
“Hah? Serius yaudah yok sekarang yok,” ucap Isma.
Mereka berdua pun pulang untuk membereskan barang-barang mereka, setelah semua selesai mereka pergi ke hotel, dan mereka masuk ke kamar yang sudah di beritahu oleh pegawai hotel nya....
“Ah kali ini mantap banget dah,” ucap Novita.
“Iya, jalan-jalan berdua,” ucap Isma
“Nanti kalo kamu dah nikah sama Fikri kamu pasti gak akan jalan-jalan sama aku lagi,” ucap Isma.
“Ya kita bisa aja kalo jalan-jalan Cuma enggak satu kamar aja,” ucap Novita.
“Hm,” ucap Isma.
“Dah yok keluar kita ke tempat liburan melihat pemandangan,” ucap Novita.
“Ayok,” ucap Isma.
Saat Novita dan Isma keluar, tiba-tiba Novita dan Isma kaget, karena ada seseorang yang keluar dari kamar yang tepat bersampingan dengan kamar Novita dan Isma, dan orang itu adalah Fikri dan Azka.....
“Kalian,” ucap Azka.
“Kalian ngapain disini?” Ucap Novita.
“Lagi liburan lah,” ucap Fikri.
“Demi apa?” Ucap Novita kaget.
“Kalian ngapain?” Tanya Fikri.
“Liburan juga,” ucap Novita.
“Ya udah sih liburan bareng-bareng kan bisa,” ucap Isma.
“Iya,” ucap all.
Akhirnya mereka keluar hotel dan pergi berkeliling kota Samarinda, lalu mereka turun di tempat taman bermain, sesuai tiket dari mamah Isma, mereka berempat masuk dan memilih apa yang akan mereka main kan, tetapi seperti biasa Novita bermain bersama Fikri, sedangkan Azka bersama Isma. Setelah Novita dan Fikri puas menaiki wahana yang ekstrem mereka berdua beristirahat sambil memakan es krim.....
“Seru banget sumpah,” ucap Novita tersenyum.
“Oh iya, kok kamu bisa juga liburan?” Tanya Novita.
“Abi ngasih voucer buat aku sama Azka,” ucap Fikri.
“Oh, kok bisa pas ya,” ucap Novita tersenyum.
“Oh iya, ibu kamu sama ayah kamu udah tau tentang hubungan kita?’ tanya Fikri yang membuat Novita kaget, karena ia lupa memberitahu kepada ibu dan ayah nya.
“Hm, aduh yaAllah maaf hamba harus berbohong kalo enggak Fikri pasti kecewa sama aku,” ucap batin Novita.
“Nov, kok bengong?” Tanya Fikri.
“Udah, tadi malam aku ngasih tau nya pas ibu sama ayah ngasih voucer ini,” ucap Novita tersenyum.
“Alhamdulillah, Abi juga sudah merestui,” ucap Fikri.
“Serius? Alhamdulillah,” ucap Novita tersenyum.
“Ternyata Fikri beneran serius sama aku, kalo enggak, ngapain dia secepat itu ngasih tau kiyai Umar, aduh Novita kenapa kamu bisa lupa sih,” ucap batin Novita.
Disisi lain, Azka dan Isma pun sudah puas bermain, baru kali ini Isma melihat Azka tertawa lepas saat menaiki wahana-wahana yang ada disini, Isma dan Azka beristirahat sambil meminum es dan memakan pentol....
__ADS_1
“Suka gak kamu Is naik wahana itu?” Tanya Azka.
“Suka banget, malah gak mau turun aku,” ucap Isma tersenyum.
Azka pun tersenyum...
“Boleh tanya gak?” Ucap Isma.
“Tanya apa?” Tanya Azka melihat ke arah Isma.
“Kamu itu emang cuek, atau gimana sih?” Tanya Isma.
“Sebenarnya sih enggak, Cuma kadang bingung mau ngomong apa, aku gak pandai cari topik pembicaraan yang bagus,” ucap Azka.
“Oh gitu,” ucap Isma.
“Maaf ya kalo kamu selama jalan sama aku, aku cuekin,” ucap Azka tunduk.
“Gpp santai aja,” ucap Isma tersenyum.
“Iya,” ucap Azka.
Tepat pukul 12:00 mereka memutuskan untuk ke masjid melaksanakan shalat Dzuhur, setelah shalat Dzuhur mereka pergi ke sebuah warung untuk makan siang, tidak lama mereka memesan pesanan mereka pun datang. Saat mereka asik makan tiba-tiba Rifda datang bersama dengan teman nya yang bernama Wulan....
“Eh Fikri,” ucap Rifda.
Fikri yang melihat Rifda pun kaget, apa lagi Novita....
“Eh Rif,” ucap Fikri.
“Boleh gabung,” ucap Rifda.
“Boleh gabung aja,” ucap Novita.
“Kalian apa kabar? Oh iya kata nya Isma sama Novita udah resmi ya jadi ustadzah, selamat ya,” ucap Rifda tersenyum.
“Iya, makasih,” ucap Novita dan Isma.
“Lagi liburan ya?” Tanya Rifda.
“Iya,” ucap all.
“Rencana nya mau ke mana habis ini?” Tanya Rifda
“Belum ada tujuan,” ucap Fikri.
“Gimana kalo ke pantai, bareng aku sama Wulan,” ucap Rifda.
“Boleh,” ucap Novita yang membuat Isma heran.
“Kok aneh sih? Bukan nya nolak gitu,” ucap batin Isma.
Setelah selesai makan siang pun semua pergi ke pantai, kurang lebih setengah jam mereka sampai di pantai, Novita dan Isma pergi ke pinggir pantai sedang kan Fikri dan Rifda di atas batu karang. Diam-diam Novita mendekati Fikri dan Rifda dari kejauhan, dan mendengarkan obrolan mereka...
“Aku masih ingat loh dulu kita liburan disini,” ucap Rifda tersenyum.
“Iya,” ucap singkat Fikri.
“Oh, jadi dulu Fikri sama ustadzah Rifda pernah kesini, pantas,” ucap batin Novita menahan air mata.
Tiba-tiba Rifda memegang tangan Fikri, tetapi Fikri melepaskan tangan Rifda dari tangan nya, Novita yang melihat dari kejauhan pun beristigfar.....
“Hin, jujur dari kejadian itu aku menyesali semua nya, kamu masih sayang kan sama aku?” Ucap Rifda melihat Fikri.
“Rif, kamu apa-apaan sih, kamu ngomong ngacok tau gak,” ucap Fikri.
“Aku yakin aku belum bisa ngelupain aku,” ucap Rifda.
“Alhamdulillah aku sudah bisa melupakan kamu,” ucap Fikri yang membuat Rifda kaget.
“Bercanda kamu,” ucap Rifda tersenyum.
“Aku gak pernah bercanda tentang perasaan,” ucap Fikri.
Rifda diam seribu bahasa...
“Rif, biarkan semua nya berlalu, aku harap kamu bisa ikhlaskan aku, anggap aja aku enggak pernah hadir di hidup kamu, lupakan semua,” ucap Fikri.
“Hin, kamu dulu bilang, aku adalah orang yang pertama dan terakhir kamu, tapi hanya kesalahan sepele kamu ninggalin aku, kamu gak ada niat bantuin aku berubah,” ucap Rifda.
“Aku pengen merubah kamu, tapi hati aku bukan untuk kamu lagi, kita beda pendapat, kita beda tujuan, selama 2 tahun aku pertahanan hubungan kita, aku selalu memaafkan kesalahan kamu saat kamu sedang emosi, tapi aku gak bisa, aku juga manusia yang ingin di perhatian, pengen di hargai, dan sekarang aku sudah dapat itu semua,” ucap Fikri.
Rifda emang orang yang sangat emosi, terkadang jika emosi nya sedang tidak terkontrol dia bisa melukai orang lain.....
“Jadi kamu udah punya pacar baru?” Tanya Rifda.
“Iya,” ucap Fikri.
Rifda pun tiba-tiba langsung memeluk Fikri, Novita yang melihat itu pun kaget, hingga saat Novita ingin lari ia menginjak sebuah kaleng yang bunyi nya sangat keras, Fikri pun yang melihat Novita langsung melepaskan pelukan Rifda, dan langsung mengejar Novita....
“Nov,” panggil Fikri menarik tangan Novita.
Novita pun menghapus air mata nya dan tersenyum....
“Iya,” ucap Novita tersenyum.
“Kenapa disini, kan masih ngobrol lanjut aja,” sambung Novita tersenyum.
“Aku pamit dulu ya, aku mau ke Isma,” ucap Novita menahan tangis lalu pergi.
“Ahhh, ini semua gara-gara kamu Rifda!! Ngapain pakek meluk sih, kamu kan tau kita bukan muhrim,” ucap Fikri penuh marah lalu meninggalkan Rifda.
Novita terus berlari menuju Isma, saat bertemu dengan Isma Novita langsung memeluk Isma, Isma heran mengapa Novita menangis.....
“Nov, dengerin penjelasan aku dulu ya,” ucap Fikri.
Novita pun melihat ke arah Fikri....
“F-Fik,” ucap Novita tersedu-sedu.
“Kenapa kamu ada disini?” Ucap Novita menghapus air matanya.
“Nov plus itu enggak seperti apa yang kamu bayangin,” ucap Fikri.
“Gpp kok, besok juga aku udah lupa sama masalah itu,” ucap Novita tersenyum.
“Pulang yok Is, aku mau pulang, aku udah luas sama liburan nya,” ucap Novita pergi.
“Fik! Berapa kali kamu bikin Novita nangis kaya gitu? Berapa kali!” Bentak Isma.
“Jangan mentang-mentang kamu tau dia cinta sama kamu, terus kamu seenak nya sakitin dia! Dia manusia yang harus di ngertiiin, sekali lagi kamu bikin dia nangis, aku pastikan kamu akan kehilangan dia!!” Ucap Isma sangat marah lalu pergi.
“Fik, kamu kenapa sih bikin Novita nangis terus,” ucap Azka.
__ADS_1
“Ahhh!!!!” Teriak Fikri penuh emosi.