
Tiba-tiba Fikri pun mendekati Novita yang sedang duduk di bawah pohon bersama Isma...
“Assalamualaikum,” ucap Fikri.
“Wassalamu’alaikum,” ucap Novita dan Isma.
“Em aku ke kamar dulu ya Nov,” ucap Isma pergi.
“Nov,” ucap Fikri.
“Apa?” Tanah Novita.
“Kamu kenapa sih, kek nya akhir-akhir ini sering marah sama murid kelas 1?” Tanya Fikri.
“Gimana gak marah, murid nya bandel banget, gak bisa ngehormatin yang lagi bicara di depan,” ucap Novita.
“Nama nya juga santri baru,” ucap Fikri.
“Kamu juga, kenapa akhir-akhir ini sering ngehindar dari aku?” Tanya Novita.
“Gak ada yang ngehindar,” ucap Fikri.
Novita pun menatap Fikri....
“Kamu menghindar seolah-olah aku punya salah sama kamu, ok kalo aku memang punya salah aku minta maaf, tapi tolong jangan kaya gini, seolah-olah kita udah gak punya hubungan?” Ucap Novita.
“kita masih punya hubungan atau enggak sih,” sambung Novita.
Fikri langsung terdiam, Novita yang melihat Fikri terdiam tanpa bicara pun heran.....
“Fik jawab,” ucap Novita.
Fikri pun berniat ingin pergi, namun Novita menghalangi jalan Fikri....
“Kenapa kamu diam?” Ucap Novita.
“Masih kok,” ucap Fikri pergi meninggalkan Novita.
“Hah? Gitu doang?” Ucap Novita.
“Aku ada salah kali ya? Atau gimana sih? Ahhh,” ucap Novita kesal lalu pergi ke kamar.
Novita pergi ke kamar dengan perasaan yang sangat kesal Isma yang melihat tingkah Novita pun heran....
“Nov kenapa sih?” Ucap Isma.
“Benci aku sama si Fikri,” ucap Novita.
“Alah benci-benci nanti jadi cinta,” ucap Isma tertawa.
“Aku serius Isma!” Teriak Novita.
“Ya udah sih, gak usah marah-marah gitu, tenang,” ucap Isma.
Dengan seiringnya waktu, 1 Minggu pun berlalu dalam waktu satu Minggu Fikri tidak pernah memberi kabar apapun kepada Novita, bertemu di jalan pun seperti orang yang tidak kenal, Novita seperti di gantung-gantung oleh Fikri. Tepat hari ini hari Minggu semua santri membersihkan wilayah pesantren, Novita dan Isma membersihkan wilayah pesantren di bagian taman belakang....
“Panas banget ya hari ini, kenapa gak hujan sih,” ucap Isma.
“Iya, gak pernah hujan kek nya disini,” ucap Novita.
“Kemarau kali,” ucap Isma tertawa.
“Ngacok kamu,” ucap Novita.
“Eh Nov, kok akhir-akhir ini aku jarang ngeliat kamu bareng sama Fikri? Kamu lagi marahan?” Tanya Isma.
“Enggak, tapi gak tau kenapa dia, akhir-akhir ini sering menghindar gitu,” ucap Novita.
“Kamu punya salah kali?” Tanya Isma.
“Ya gak tau, salah apa coba aku? Ok kalo aku punya salah, tapi kasih tau aku biar aku bisa memperbaiki semua nya,” ucap Novita.
“Hm bingung aku,” ucap Isma.
Saat Isma sedang menyapu tiba-tiba Isma melihat Fikri mendorong kursi roda yang di naikin oleh Rifda....
“Nov, Novita,” ucap Isma kaget.
“Apa sih Is,” ucap Novita berhenti menyapu.
“Coba lihat tuh, itu kan Fikri ngapain dia dorong kursi roda nya Rifda,” ucap Isma.
“Eh iya ya, yaudah sih biarin aja,” ucap Novita.
“Yakin di biarin aja,” ucap Isma.
“Iya lah emang nya mau di apain,” ucap Novita.
“Kamu gak marah?” Tanya Isma.
“Enggak,” ucap Novita.
“Alah enggak-enggak, dalam hati, ku menangis membayangkan betapa terkejutnya Novita melihat ini semua,” ucap Isma menyanyi.
“Udah jangan nyanyi lihat tuh hari jadi mau hujan,” ucap Novita tertawa.
“Biarin,” ucap Isma.
Tiba-tiba Fikri dan Rifda berjalan kearah Novita dan Isma...
“Assalamualaikum,” ucap Rifda.
“Wassalamu’alaikum,” ucap Novita dan Isma.
“Apa kabar kalian?” Tanya Rifda.
“Alhamdulillah baik,” ucap Novita nada malas.
Fikri pun melihat ke arah Novita yang seperti nya marah, tapi Fikri memiliki alasan yang tepat untuk di jelaskan kepada Novita, namun ini bukan waktu yang tepat....
“Eh iya, Nov, Is, kalian datang ya di acara tunangan aku sama Fikri,” ucap Rifda tersenyum dan Novita sangat kaget.
Fikri pun langsung melihat ke arah Novita....
“Kenapa ngasih tau sekarang sih,” ucap batin Fikri.
“Is antar Rifda ke rumah Abi ya,” ucap Fikri.
“Dadah Novita,” ucap Rifda pergi bersama Isma.
“Nov, aku bisa jelasin semua nya,” ucap Fikri mendekati Novita.
“Apa? Kamu mau jelasin apa? Fik ini kabar yang aku dengar setelah selama 1 Minggu kamu gak ada ngasih kabar? Kenapa sih kamu selalu bikin aku nangis? Jangan mentang-mentang kamu tau aku cinta sama kamu, kamu permainan perasaan aku!” Ucap Novita menangis hingga duduk di tanah.
Fikri pun jongkok dan menatap Novita....
“Aku minta maaf Nov, aku gak bermaksud mainin perasaan kamu, maaf juga kalo aku selalu bikin kamu nangis,” ucap Fikri tunduk.
“Mungkin aku bukan laki-laki yang terbaik untuk kamu, mungkin aku gak pantas buat kamu, dan mungkin jodoh kamu bukan aku, tapi aku selalu berdoa buat kamu, semoga kamu mendapatkan laki-laki yang terbaik untuk kamu, maaf aku udah enggak bisa lanjutkan semua nya,” ucap Fikri tunduk yang membuat Novita kaget.
“Terima kasih sudah mengajarkan aku bahwa seorang ustadz itu tidak mempunyai hati nurani,” ucap Novita pergi sambil menangis.
Fikri pun memukuli wajah nya...
__ADS_1
“Ahhh, andaikan kamu tau nov apa yang lagi terjadi,” ucap Fikri penuh amarah.
Novita terus berlari keluar dari area pesantren, ia terus berlari sambil menangis hingga sampai Novita di sebuah taman, Novita langsung terjatuh sambil menangis....
“Ahhhhhhhh!” Teriak Novita menutupi wajah nya.
Tiba-tiba Azka datang dan langsung berdiri tepat di depan Novita, Novita membuka mata nya dan melihat Azka langsung memeluk Azka....
“Kamu kenapa Nov?” Tanya Azka.
Novita yang sadar ia sedang memeluk orang yang bukan mahram nya langsung memeluk pelukan nya, dan menghapus air mata nya....
“Eh kita duduk disana aja ya,” ucap Azka mengajak Novita ke sebuah warung yang menjual es kelapa muda.
Azka pun memesan es kelapa muda, tidak lama pesanan nya pun datang, Novita langsung meminum nya....
“Kamu kenapa sih Nov, cerita aja Insyaallah aku gak akan beri tau siapa pun,” ucap Azka.
“Fikri minta putus,” ucap Novita tunduk.
“Hah? Kok bisa?” Tanya Azka kaget.
“Gak tau di datang bareng Rifda, dan tiba-tiba Rifda bilang kalo Rifda mau tunangan sama Fikri, terus Fikri bilang dia gak bisa ngelanjutin hubungan nya sama aku,” ucap Novita tersenyum.
“Jadi Fikri balikan lagi sama mantan nya,” ucap Azka heran.
“Iya lah, orang mantan nya cantik gitu,” ucap Novita.
“Ini pasti ada apa-apa nya Nov, gak mungkin Fikri langsung mau gitu aja balik sama mantan nya,” ucap Azka.
“Ya udah lah mungkin bukan jodoh aku,” ucap Novita.
“Fik, Fik kurang sabar apa sih kamu punya cewek kaya Novita, berkali-kali kamu sakitin dia, dia masih tersenyum,” ucap batin Azka.
Tepat pukul 10:30 Novita dan Azka kembali ke pondok pesantren, Azka langsung menemui Fikri yang sedang di kamar....
“Fik,” ucap Azka duduk di sebelah Fikri.
“Apa?” Tanya Fikri.
“Kamu putusin si Novita?” Tanya Azka.
“Iya,” ucap Fikri.
“Kenapa?” Tanya Azka.
“Waktu itu ada kan aku main ke rumah Novita, pas aku pulang dari ruang Novita, ternyata di rumah sudah ada keluarganya Rifda, keluarga Rifda bilang kalo penyakit asma nya Rifda kambuh dan sangat parah, terus Rifda selalu memanggil nama aku, jadi keluarga Rifda minta tolong supaya aku nikahin Rifda,” ucap Fikri tunduk.
“Kenapa gak nolak?” Tanya Azka.
“Mana bisa aku nolak, keluarganya Rifda sujud syukur di kaki Abi aku,” ucap Fikri.
“Ah ribet amat sih,” ucap Azka.
Fikri pun terdiam, disisi lain Novita sedang di kamar sambil memeluk boneka yang di beri oleh Fikri, tiba-tiba Isma masuk dan duduk di sebelah Novita...
“Yang sabar ya Nov, mungkin Fikri bukan jodoh kamu,” ucap Isma memeluk Novita.
“Iya, tapi Cuma kecewa aja gitu, kenapa dia gak ada bilang dari awal sama aku,” ucap Novita.
“Mungkin dia belum waktu nya yang tepat, atau dia belum siap ninggalin kamu,” ucap Isma.
“Entah lah, intinya aku benci sama dia,” ucap Novita
“Kasihan Novita,” ucap batin Isma.
Jam pun menujukan pukul 12:00 semua santri shalat Dzuhur, setelah shalat Dzuhur semua santri ada yang ke kantin, ada yang di bawah pohon, ada juga yang di perpus, Novita dan Isma memilih ke kantin. Saat Novita ingin duduk tiba-tiba Rahma menyenggol Novita....
Pergi.
“Mangka nya jalan tuh pakek mata,” omel Novita.
“Hai semua dengerin sini-sini,” ucap Rahma.
“Tau gak sih ada ustadzah yang baru aja di putusin sama ustadz donk, kasihan banget ya,” ucap Rahma tertawa.
“Ustadz nya milih sama cewek yang lebih cantik dari dia,” teriak Rahma.
Novita yang emosi nya sedang tidak terkontrol langsung mendekati Rahma dan menatap Rahma dengan tajam....
“Kamu punya dendam pribadi apa sih sama aku?” Ucap Novita menatap tajam ke arah Rahma.
“Hm, gue gak suka tuh lihat wajah Lo yang sok jadi ustadzah,” ucap Rahma mendorong Novita.
Novita pun mendorong Rahma, dan saat itu terjadi lah pertengkaran antara Rahma dan Novita...
Saat Novita dan Rahma saling adu mulut dan saling mendorong, salah satu santri pun memanggil ustadz Fikri, dan tidak lama ustadz Fikri datang dan memisahkan mereka berdua....
“Stop!” Ucap Fikri nada tegas.
“Kalian gak malu apa bertengkar seperti itu,” ucap Fikri.
“Kamu juga Rahma, kamu santri baru disini! Dan kamu Novita kamu sudah menjadi ustadzah mana sikap malu kamu?” Ucap Fikri menatap Novita.
Novita pun menampar Fikri...
“Jaga bicara kamu! Kamu gak tau kejadian sebenarnya tapi kamu menghakimi aku? Di mana pikiran kamu?” Ucap Novita.
Isma pun mencoba menenangkan Novita...
“Nov udah,” ucap Isma.
“Ini ya semua, ustadzah yang tidak baik, mana ada ustadzah menampar ustadz,” ucap Rahma.
“Sudah cukup! Rahma kamu bersihkan toilet sekarang!” Ucap Fikri.
“Semua nya bubar,” ucap Fikri.
“Semoga dengan cara kamu nampar aku tadi, rasa sakit di hati berkurang,” ucap Fikri pergi.
“Nov, kamu gpp kan,” ucap Isma.
Tanpa Berbicara Novita pun pergi ke kamar, saat sampai di kamar pun Novita langsung menutupi wajah nya dengan bantal...
“Nov, udah,” ucap Isma.
“Aku aku pulang Is,” ucap Novita menangis.
“Ya jangan gitu donk,” ucap Isma.
“Gini ya Nov, kamu harus tetap disini, terus kamu harus ceria, supaya semua enggak menilai kamu kalo kamu itu susah move on dari Fikri, kalo kamu terlihat ceria, supaya Fikri menyesal sudah pergi ninggalin kamu demi Rifda,” ucap Isma.
“Tapi aku juga di buli sama anak kelas satu,” ucap Novita duduk.
“Ya mungkin ini cobaan kamu menjadi ustadzah,” ucap Isma.
“Hari yang sial ya hari ini,” ucap Novita.
“Sabar,” ucap Isma menenangkan Novita.
Malam pun tiba, setelah shalat isya semua santri kembali ke kamar untuk istirahat, Isma pun sudah tertidur tetapi tidak dengan Novita, Novita mengambil buku diary nya dan menulis....
From Novita: “hari Minggu di ponpes Al-Amin, menurut aku hari Minggu ini menjadi hari paling sial. Ternyata menjadi seorang ustadzah itu tidak segampang yang aku pikirkan selama ini, dan menjadi kekasih mu bukan sebahagia apa yang sebelumnya aku pikirkan. Menjadi ustadzah ternyata banyak sekali rintangan nya, yang harus mempunyai kesabaran dan kekuatan untuk menghadapi santri, dan menjadi kekasihmu bukan lah hal yang bahagia, selama bersama mu aku selalau menangis, dan hari ini hari kamu membuat hati ku hancur! Terima kasih karena mu aku banyak belajar.” _Novita_
__ADS_1
Setelah menulis diary pun, Novita langsung tidur. Pagi pun tiba, seperti biasa Novita mengajar di kelas 1....
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap Novita.
“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap all.
Saat Novita ingin memulai jam pelajaran, tiba-tiba salah satu santri mengetuk pintu....
“Assalamualaikum, maaf ustadzah,” ucap santri itu.
“Ada apa?” Tanya Novita.
“Hari ini kelas satu jam pelajaran nya olahraga, sudah di tunggu sama guru olahraga nya di lapangan, ana permisi,” ucap santri itu pergi.
“Ya udah semua nya ganti baju ya, langsung ke lapangan,” ucap Novita.
Semua santri pun mengganti baju, setelah ganti baju semua nya pergi kelapangan...
“Wah guru olahraga nya ganteng ya,” ucap santri.
“Assalamualaikum,” ucap Novita.
“Waalaikumsalam,” ucap ustadz yang bernama Reyhan.
“Kamu guru olahraga nya?” Tanya Novita.
“Iya, saya di tugaskan oleh Kiyai Umar,” ucap Reyhan.
“Ok, silahkan di mulai,” ucap Novita.
Sebelum melakukan olahraga semua santri wajib berdoa, setelah itu mereka pemanasan, dan setelah itu mereka bermain basket sesuai yang di beritahukan oleh Reyhan, semua santri putri berolahraga dengan sangat senang, sedang kan Novita duduk di kursi samping lapangan....
“Semua nya lanjut ya olahraga nya,” ucap Reyhan mendekati Novita.
“Hai,” ucap Reyhan duduk di samping Novita.
“Hai,” ucap Novita.
“Kenapa ngelamun?” Tanya Reyhan.
“Gpp,” ucap Novita.
“Oh iya kenalin nama aku Reyhan, aku di sini Cuma 2-3 bulan aja sih,” ucap Reyhan.
“Nama aku Novita,” ucap Novita tersenyum.
“Ustadzah ya?” Tanya Reyhan.
“Iya, lah kamu bukan ustadz?” tanya Novita.
“Aku gak pantas di panggil ustadz,” ucap Reyhan.
“Kenapa gitu?” Tanya Novita.
“Ya gpp,” ucap Reyhan.
Tepat jam 12:00 semua santri pergi untuk shalat Dzuhur. Setelah shalat Dzuhur kelas satu masuk lagi ke kelas untuk pelajaran selanjutnya....
“Ok, hari ini aku mau ngasih pelajaran tentang hijrah,” ucap Novita.
“Hijrah itu apa ustadzah,” ucap salah satu santri yang membuat Novita kaget.
Sebelum nya semua santri tidak pernah bertanya, semua sombong seolah-olah tidak perduli dengan pelajaran, hari ini Novita senang melihat santri mulai aktif...
“Kata hijrah (هِجْرَةٌ) berasal dari akar kata hajara (هَجَرَ) yang berarti berpindah (tempat, keadaan, atau sifat), atau memutuskan, yakni memutuskan hubungan antara dirinya dengan pihak lain, atau panas menyengat, yang memaksa pekerja meninggalkan pekerjaannya,” ucap Novita.
“Dalam pengertian syar’iy, hijrah berarti, “perpindahan Rasulullah saw. Bersama sahabat-sahabatnya dari Mekkah menuju Madinah, kira-kira tahun ke-13 dari masa kenabiannya”. Atau “perpindahan dalam rangka meninggalkan kampung kemusyrikan menuju suatu kampung keimanan, dalam rangka melakukan pembinaan dan pendirian masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Atau meninggalkan tempat, keadaan, atau sifat yang tidak baik, menuju yang baik di sisi Allah dan Rasul-Nya (kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw.),” ucap Novita tersenyum.
Ternyata dari luar, Reyhan mendengarkan Novita yang sedang mengajar....
“Emang nya hikmah berhijrah itu apa sih,” ucap Siti nada malas.
“Dalam QS al-Baqarah,2:218, seperti tersebut di atas menegaskan bahwa orang-orang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, pada hakekatnya, adalah orang-orang yang akan mendapatkan rahmat dan ampunan Allah secara sempurna,” ucap Novita.
“Berhijrah karena Allah, rezeki dunia dan akhirat (surga) akan menjadi tebusannya. Dalam QS al-Hajj, 22:58 ditegaskan,
وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمْ اللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا.
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah kemudian mereka dibunuh atau mati, maka Allah pasti akan memberikan mereka rezeki yang baik,” ucap Novita.
“Sampai sini paham?” Tanya Novita.
“Paham ustadzah,” ucap all.
Jam pun menujukan pukul 13:30 saat nya istirahat, semua santri keluar dari kelas menuju ke kantin, saat Novita keluar kelas Novita kaget karena Reyhan berdiri di samping pintu....
“Loh kamu ngapain di sini?” Tanya Novita heran.
“Gpp dengerin kamu ngajar aja,” ucap Reyhan.
“Oh, yaudah aku permisi dulu,” ucap Novita pergi.
Saat perjalanan menuju kamar, Novita bertabrakan dengan Fikri..
“Maaf ya gak sengaja,” ucap Fikri.
Novita terdiam...
“Nov, aku tau hubungan kita lagi gak baik karena kejadian kemarin, tapi gak baik memutus tali silaturahmi,” ucap Fikri.
“Gak ada yang mutus tali silaturahmi,” ucap Novita.
“Aku Cuma menjaga jarak dari orang yang sudah mempunyai calon istri,” ucap Novita pergi.
“Astagfirullah, sebenci itu Novita sama aku,” ucap batin Fikri pergi.
Setelah menyimpan barang-barang Novita menemui Isma yang sedang di kantin.....
“Dor,” ucap Novita mengagetkan Isma.
“Wassalamu’alaikum,” ucap Isma.
“Eh iya lupa,” ucap Novita tertawa kecil.
“Eh kata nya ada ustadz baru ya,” ucap Isma.
“Siapa? Reyhan?” Tanya Novita.
“Lah kok kamu dah kenal duluan sih,” ucap Isma.
“Orang dia habis ngajar di kelas satu,” ucap Novita meminum, minuman Isma.
“Ganteng gak Nov?” Tanya Isma.
“Enggak biasa aja,” ucap Novita.
“Iya bagi kamu mah Fikri paling ganteng,” ucap Isma.
“Ngadi-ngadi lu,” ucap Novita kesal.
“Novita ini kan es aku,” ucap Isma.
“Ya sory,” ucap Novita tertawa.
__ADS_1