Yang Tak Mungkin, Menjadi Mungkin

Yang Tak Mungkin, Menjadi Mungkin
PART 15


__ADS_3

Setelah shalat Dzuhur pun Azka menemui Isma yang sedang duduk di bawah....


“Assalamualaikum,” ucap Azka.


“Wassalamu’alaikum,” ucap Isma.


“Udah selesai tema kultum nya?” Tanya Azka.


“Belum, oh iya kalo bertema hewan kesayangan nabi Muhammad gimana?” Usul Isma.


“Bagus,” ucap Azka.


“Ok,” ucap Isma.


Mereka pun menyiapkan naskah kultum nya bersama-sama, setelah semua selesai pun, Azka kembali ke kamar nya begitu juga dengan Isma....


“Assalamualaikum,” ucap Isma masuk kamar.


“Wassalamu’alaikum,” ucap Novita.


“Gimana Nov luka di kepala kamu?” Tanya Isma.


“Udah lumayan membaik, gimana? Udah selesai?” Tanya Novita.


“Alhamdulillah udah,” ucap Isma.


“Bertema apa?” Tanya Novita.


“Tentang hewan kesayangan nabi Muhammad Saw,” ucap Isma.


“Wihh bagus-bagus,” ucap Novita.


Dengan berjalannya waktu, tiba lah hari dimana kelulusan tes Novita dan juga Isma, apakah mereka lulus menjadi seorang ustadzah? Hanya kultum mereka hari ini yang akan memutuskan apa kah mereka lulus atau tidak. Santri sudah berkumpul di tengah lapangan untuk mendengarkan kultum dari Isma dan juga Novita....


“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap kiyai Khalid.


“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap all.


“Hari ini adalah acara kultum kelulusan calon ustadzah yaitu Novita dan Isma, semoga acara nya di lancarkan oleh Allah,” ucap kiyai Khalid.


“Aamiin,” ucap all.


“Langsung kita mulai saja, yang pertama kali kultum adalah Novita,” ucap kiyai Khalid.


“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap Novita.


“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap all.


“Ana berdiri di atas sini untuk menjelaskan tentang pergaulan bebas, mungkin di sini ada yang belum tau apa itu pergaulan bebas. Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang yang melewati batas kewajiban, tuntutan, aturan, syarat, dan perasaan malu,” ucap Novita.


“Pergaulan bebas menurut agama, pengertian pergaulan bebas menurut agama adalah proses dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan. Pergaulan bebas tertuang dalam surah An-Nur ayat 30-31 bahwa hendaknya kita menjaga pandangan mata dalam bergaul. Sebagai makhluk sosial, manusia tak bisa lepas dari yang namanya masyarakat. Begitu pula dengan remaja, ia memerlukan interaksi dengan orang lain untuk mencapai kedewasaannya. Yang perlu dicermati adalah bagaimana seorang remaja itu bergaul, dengan siapa, dan apa saja dampak pergaulannya itu bagi dirinya, orang lain, dan lingkungannya.” Sambung Novita.


“Bagaimana kalo kita bergaul dengan non muslim? Pergaulan Seorang Muslim dengan Non Muslim


Dalam perkara-perkara umum (sosial) kita tetap menjalin hubungan yang baik dengan non muslim sekalipun. Contoh baik: Nabi berdiri ketika iring-iringan jenazah non muslim melewati beliau,” ucap Novita.


“Sedangkan Pergaulan Sesama Muslim


Sesama muslim adalah bersaudara, seperti tubuh yang satu dan seperti satu bangunan yang kokoh dan saling mendukung antar bagiannya. Pergaulan sesama muslim dibalut dengan ukhuwah islamiyah. Ada banyak hak saudara kita atas diri kita, diantaranya sebagaimana dalam hadits Nabi:


1) Jika diberi salam hendaknya menjawab


2) Jika ada yang bersin hendaknya kita doakan


3) Jika diundang hendaknya menghadirinya


4) Jika ada yang sakit hendaknya kita jenguk


5) Jika ada yang meninggal hendaknya kita sholatkan dan kita antar ke pemakamannya


6) Jika dimintai nasihat hendaknya kita memberikannya. Juga: tidak meng-ghibah saudara kita, tidak memfitnahnya, tidak menyebarkan aibnya, berusaha membantu dan meringankan bebannya, dan sebagainya,” ucap panjang Novita.


Semua santri sangat memperhatikan Novita yang berbicara di atas panggung, Isma yang melihat Novita pun takjub, apa lagi Fikri....


“Islam adalah agama yang syamil (menyeluruh) dan mutakamil (sempurna). Agama mulia ini diturunkan dari Allah Sang Maha Pencipta, Yang Maha Mengetahui tentang seluk beluk ciptaan-Nya. Dia turunkan ketetapan syariat agar manusia hidup tenteram dan teratur. Berikut yang harus diperhatikan oleh setiap muslim agar mereka terhindar dari perbuatan zina yang tercela,” ucap Novita dengan nada yang semangat.

__ADS_1


“hendaknya setiap muslim menjaga pandangan matanya dari melihat lawan jenis secara berlebihan. Dengan kata lain hendaknya dihindarkan berpandangan mata secara bebas. Perhatikanlah firman Allah berikut ini, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman; hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga ***********; yang demikian itu adalah lebih baik bagi mereka…katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman; hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya…” (QS. 24: 30-31),” ucap Novita memandang semua santri.


“Dalam bergaul juga mempunyai manfaat tersendiri, Imam Ali RA berkata, “bergaullah dengan orang yang bertakwa dan berilmu, niscaya kalian bisa mengambil manfaatnya, karena bergaul dengan orang yang suka berbuat baik bisa diharapkan (kebaikannya). Jauhilah kerusakan, sungguh jangan bergaul dengan orang -orang yang rusak moralnya, karena bergaul dengan mereka akan menular kepada Anda. Janganlah menjalin hubungan dengan orang yang hina (rendah akhlaknya) karena itu akan menular kepadamu. Pilihlah temanmu,” ucap Novita tersenyum.


“Kesimpulan


Dari uraian di atas jelaslah bagi kita bahwa pria dan wanita memang harus menjaga batasan dalam pergaulan. Dengan begitu akan terhindarlah hal-hal yang tidak diharapkan. Semoga Allah senantiasa membimbing kita dan menjauhkannya dari perbuatan tercela dan perbuatan yang tidak terpuji, aamiin,” ucap Novita.


“Aamiin,” ucap all.


“Sekian penjelasan dari ana mengenai tentang pergaulan bebas, ana akhiri assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap Novita turun dari panggung.


“Waalaikumsalam,” ucap all sambil teluk tangan.


Novita bersyukur telah menuntaskan semua nya, walaupun jantung Novita mau copot saat kultum di depan banyak orang seperti itu, sekarang saat nya giliran nya Isma...


“Baiklah sekarang saat nya Isma,” ucap kiyai Khalid.


Isma pun menaiki panggung....


“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap Isma.


“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap all.


“Ana berdiri di atas sini untuk menjelaskan hewan kesayangan nabi Muhammad Saw, mungkin sebagian santri belum mengetahui hewan yang paling di sayang nabi Muhammad Saw,” ucap Isma tersenyum.


“Kucing menjadi hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW. Kucing juga merupakan hewan yang jauh dari sifat najis. Ini membuat kucing menjadi pilihan peliharaan favorit banyak orang. Nabi Muhammad SAW sendiri memiliki kucing bernama Muezza,” ucap Isma.


“Menurut hadis sahih Imam Bukhari, hukuman bagi yang menyiksa binatang kesayangan Nabi tersebut sangat serius. Dalam sebuah riwayat diceritakan ada seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri. Hukuman bagi wanita ini menurut Nabi Muhammad SAW adalah siksa neraka,” ucap Isma.


“Sebagai seorang muslim kita hendaknya menyayangi binatang apa pun, tidak hanya kucing. Sebab, apa yang diciptakan Allah di bumi ini tidak ada yang sia-sia, pasti memiliki maksud dan manfaat bagi kita,” ucap Isma melihat ke semua santri.


Saat Isma sedang menjelaskan tiba-y ada salah satu santri meminta Isma untuk menceritakan tentang nabi Muhammad memotong jubah nya karena tidak ingin mengganggu kucing yang sedang tidur, Isma pun menceritakan nya.....


“Nabi Muhammad SAW memiliki kucing menggemaskan yang diberi nama Mueeza. Suatu ketika, baginda Nabi Muhammad SAW hendak mengambil jubahnya namun justru Nabi menemui Mueeza sedang tertidur lelap di jubahnya itu. Karena tak ingin mengganggu Mueeza yang tengah tidur, Nabi akhirnya memotong belahan lengan jubah yang sedang ditiduri Mueeza itu.Begitu Nabi pulang ke rumah, Mueeza terbangun, merunduk dan kemudian sujud kepada Nabi Muhammad seolah menunjukkan permintaan maaf kepada majikannya itu. Sebagai bentuk balasan, Nabi pun mengelus kucing mungil itu sebanyak tiga kali,” ucap Isma tersenyum.


“Wuju kasih sayang Nabi bahkan sering ditunjukkan saat beliau menerima tamu di mana Nabi sering menggendong Mueeza di pangkuannya dan dielusnya. Kasih sayang Nabi terhadap kucing itu semakin bertambah karena Mueeza kerap mengeong saat mendengar azan dan seperti mengikuti alunannya,” ucap Isma tersenyum membuat semua santri juga tersenyum.


Novita tersenyum mendengar kultum Isma, Azka yang dari tadi tidak tersenyum pun akhirnya tersenyum....


“Sekian kultum dari ana, ana akhiri assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap Isma turun dari panggung.


“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap all bertepuk tangan.


“Alhamdulillah semua telah selesai, kiyai dan para ustadz senior akan berunding apakah mereka berdua lulus mengikuti tes menjadi ustadzah? Atau tidak?” Ucap kiyai Khalid.


“Karena sebentar lagi saat nya shalat Dzuhur, kita shalat Dzuhur dulu, setelah shalat Dzuhur acara kita lanjut, kiyai akhiri, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap kiyai Khalid.


“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap all.


Semua santri pun bubar untuk melaksanakan shalat Dzuhur, begitu juga dengan Isma dan Novita, saat perjalanan menuju musholla, Isma dan Novita selalau berdoa agar mereka lulus mengikuti tes ini...


“Is, semoga lulus ya,” ucap Novita.


“Aamiin,” ucap Isma.


Setelah shalat Dzuhur pun semua nya santri kembali lagi ke lapangan untuk mendengarkan apa kah Novita dan Isma lulus tes ini atau tidak. Sedangkan Isma dan Novita benar-benar deg-degan karena takut tidak lulus, bayangin aja kalo enggak lulus udah 1 tahun bertahan disini? Dan tiba-tiba enggak lulus, itu kecewa banget...


“Alhamdulillah tadi kami sudah berunding dan memutuskan........ Novita dan Isma lulus tes ini, dan mereka sah menjadi Ustadzah di ponpes Al-Amin,” ucap kiyai Khalid tersenyum.


Isma dan Novita mendengar itu pun langsung sujud syukur, Isma dan Novita benar-benar bersyukur, mereka berdua pun naik ke atas panggung untuk menerima sertifikat dan sebuah piagam. Banyak pengalaman yang mereka ambil dari ponpes Al-Hikmah, tepat jam 14:40 acara pun selesai, Isma dan Novita berkumpul di rumah kiyai Khalid untuk membicarakan tentang kepulangan mereka....


“Selamat ya lulus ikut tes ini, dan sudah resmi jadi ustadzah,” ucap ustadzah Fatimah.


“Na’am ustadzah,” ucap Isma dan Novita serentak.


“Ngomong-ngomong tentang kepulangan kalian, kalian akan pulang besok ke ponpes Al-Amin, kami benar-benar berterimakasih sama kalian berdua karena kalian berdua santri ponpes Al-Hikmah mendapatkan banyak pelajaran,” ucap kiyai Khalid.


“Kami berdua kiyai harus nya berterima kasih, makasih udah Nerima kami dengan baik,” ucap Novita.


“Iya sama-sama,” ucap kiyai Khalid.


“Kalo kalian main kesini, pintu gerbang terbuka lebar untuk kalian berdua,” ucap ustadzah Fatimah.


“Iya ustadzah,” ucap Isma dan Novita.

__ADS_1


“Ya sudah kalian istirahat sekalian beresin barang-barang nya takut ada yang ketinggalan,” ucap kiyai Khalid.


“Iya kiyai, kami berdua permisi assalamualaikum,” ucap Isma dan Novita pergi.


Kini perasaan Novita dan Isma sudah lega, tetapi mereka juga sedih berpisah dengan santri-santri di ponpes Al-Hikmah, Isma dan Novita duduk di bawah pohon bersama Aisyah....


“Selamat ya buat kalian,” ucap Aisyah tersenyum.


“Nanti kalo udah pulang jangan lupain aku ya,” ucap Aisyah.


“Insyaallah enggak,” ucap Isma.


Tiba-tiba Fikri dan Azka datang....


“Selamat ya buat kalian berdua,” ucap Fikri.


“Iya makasih,” ucap Novita dan Isma serentak.


“Selamat ya Is,” ucap Azka.


“Hah? Ini Cuma ngucapin ke aku doang?” Ucap batin Isma.


“Iya makasih ya,” ucap Isma.


“Besok kita pulang, jangan lupa beresin barang-barang kalian,” ucap Fikri.


“Siap,” ucap Novita.


“Ya udah kita duluan ya,” ucap Azka dan Fikri Pergi.


“Sedih ya pisah dari Fikri?” Ucap Novita melihat Aisyah.


“Apa an sih enggak,” ucap Aisyah.


“Hm,” ucap Novita.


“Ke kantin yok, makan siang, kan ini makan siang terakhir kita,” ucap Aisyah.


“Ayok,” ucap Isma dan Novita.


Mereka pun pergi ke kantin untuk makan bersama dan bercanda gurau, karena hari ini hari terakhir Novita dan Isma disini, Aisyah akan merasa kesepian saat Isma dan Novita pergi, tapi Aisyah tidak mungkin menghalangi mereka untuk pulang. Ingat ada pertemuan pasti ada perpisahan.....


Malam pun tiba, malam ini Novita, Isma dan Aisyah duduk di depan kamar, sambil berpelukan....


“Kalo kalian pergi aku bakal kesepian lagi,” ucap Aisyah.


“Nanti kan ada yang tes lagi, nah jadi teman kamu,” ucap Novita.


“Iya lagian setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan,” ucap Isma tersenyum.


“Iya kamu jangan sedih donk, nanti kita ke pikiran kamu terus gimana?” Ucap Novita.


“Aku nyesel udah bikin masalah kemarin sama kamu Nov, harus nya kita habiskan waktu itu bersama-sama, tapi semua udah terlambat,” ucap Aisyah.


“Ih, gpp kalo, dari masalah itu kita bisa belajar, ambil hikmahnya, kalo gak gitu kita gak punya pengalaman,” ucap Novita.


“Iya, kita harus belajar dari kesalahan, supaya di masa depan kita gak punya kesalahan,” ucap Isma.


“Oh iya nanti kan kalo udah pulang Is boleh main hp, Syah kamu ada hp gak?” Tanya Novita.


“Enggak,” ucap Aisyah.


“Yah, Hm padahal dengan menggunakan hp kita bisa berkomunikasi,” ucap Novita.


“Iya benar banget tuh,” ucap Isma.


“Yah gimana donk,” ucap Aisyah.


“Tapi aku punya sesuatu,” ucap Aisyah mengambil 3 buah gelang.


“Nih, ini buat Novita, ini buat Isma, ini buat aku,” ucap Aisyah.


“Dengan ini Insyaallah kita akan mengingat satu sama lain,” ucap Aisyah.


“Ok Syah,” ucap Isma dan Novita serentak.

__ADS_1


Malam yang sangat indah untuk mereka bertiga, dan ini malam terakhir untuk mereka bertiga, tidak menyangka bahwa waktu berjalan sangat cepat, guna kan waktu bersama sebaik-baiknya, jadi tidak akan menyesal di kemudian hari jangan gunakan waktu untuk berkelahi karena itu tidak ada guna nya, tapi gunakan waktu bersama untuk bertukar cerita, dan mencari pengalaman bersama-sama. Tapi tak apa jika semua sudah terjadi, dengan ini kita bisa belajar bahwa kita tidak boleh egois, jangan mementingkan diri sendiri, dan selalu jaga perasaan satu sama lain, itu lah kunci sebuah pertemanan ataupun persahabatan.....


__ADS_2