Zirah Garuda Putih

Zirah Garuda Putih
bertemu sang angsa


__ADS_3

ya ini perjalananku berpisah dengan Risna aku berjalan-jalan sambil menengok kanan kiri juga lah nanti kalau ke depan terus ya nggak ketemu hahaha bercanda,


Aku berjalan terus dan mencari ke arah barat hingga aku sampai di kota yang cukup besar kota itu sangat makmur kelihatannya karena aku lihat sandang pangan di sana Sepertinya begitu mencukupi banyak orang di sana kemari aku pun sampai di sebuah gang Gang tersebut sangat gelap aku pun masuk ke sana karena aku mencium seperti bau darah manusia setelah beberapa Aku berjalan terdengar suara cekikian aku pun penasaran dan melihatnya ternyata itu adalah para iblis yang sedang memakan manusia kulihat beberapa tengkorak di sana ternyata iblis ini sudah lama tinggal di sini dan memakan Para manusia. setelah itu iblis tersebut menyadari kehadiranku dan berniat menyerangku aku pun menahannya dengan pedang Zirah dan memenggal kepala mereka dan kulihat dengan teliti ternyata ada sebuah rumah yang cukup amat besar aku pun masih ke sana ternyata banyak sekali orang yang dipenjara di sana Aku pun tak tinggal diam aku melepaskan seluruh orang yang di sana hingga menarik segerombolan iblis Mereka mencoba menyerangku dari segala arah tapi mereka bukanlah tandinganku aku pun memakai jurus 5 elemen dan membuat bor batu dan aku pun melayangkan berbatu tersebut ke arah para iblis itu hanya dalam sekejap mata aku berhasil membasmi para iblis itu

__ADS_1


aku pun bertanya kepada para tahanan "Ada apa sebenarnya ini" kataku dia menjawab Desa ini menggunakan tentara iblis oleh karena itu Desa ini sangat maju semua tentara iblis ditugaskan untuk menjajah semua wilayah dan sebagai gantinya mereka menggunakan rakyat-rakyat lemah untuk dijadikan tumbal makanan para iblis rumah ini adalah sarang para iblis kau harus segera membakar rumah ini" katanya "baiklah" kataku aku pun menyuruh semua warga untuk keluar dari rumah tersebut dan aku menggunakan jurus elemen api dan membakar seluruh rumah tersebut terjadi kehebohan besar di desa tersebut para petinggi desa tersebut datang dan ingin menangkapku "kurang ajar kau beraninya kau Mengusik makanan kami" kata para tertinggi desa tersebut "loh ya nggak papa lah makanan itu ya sayur daging sapi kerbau kambing macam itulah banyak yang bisa dimakan ngapain kamu makan manusia itu nggak ada gila-gilanya kau ya" kataku sambil meledek Mereka pun mengeluarkan sihir yang amat Dahsyat 4 elemen dari 4 petinggi tersebut menyerangku aku pun mengaktifkan zirahku tak menahan seluruh serangan tersebut tanpa luka gores sedikitpun oh "hanya ini lemah" kataku sambil meledek dan tertawa aku pun menyerang para petinggi desa tersebut dengan menggunakan pedang zirah aku menebas mereka semua hanya dengan satu serangan "lemah" kataku Sambil tertawa lalu pemimpin desa tersebut datang sihirnya tidak main-main,Aura yang dikeluarkan setara dengan guru sekolah atas dia menyerangku dengan tombak api serangannya sangat dahsyat hingga membuatku terpental "Kau hanya bocah jangan main-main"


aku pun tertawa "Mari kita coba siapa yang main-main" kataku aku pun mengeluarkan pedang zirah yang dilapisi dengan 5 elemen dan menggunakan pembukaan teknik Terlarang Yang Kau pelajari selama Berkelana "teknik pertama gerbang kehancuran Asyura" badanku menjadi berapi merah menyala aku pun segera beradu pedang dengannya dia menggunakan tombak dan aku menggunakan pedang aku pun berhasil menggulingnya dengan serangan telak hingga dia memunculkan wujud aslinya wujud iblis dengan sayap dan ekor api dia menyerangku dengan bola api yang amat besar hingga siap menghancurkan desa tersebut aku pun mengeluarkan sihir elemen air untuk menahan serangan tersebut agar tidak sampai menjatuhkan desa setelah serangan tersebut dengan secepat kilat aku menuju ke iblis tersebut dan menebas kepalanya.

__ADS_1


Dia berkata kau "sang garuda kan?" katanya "iya" jawabku "Apa yang kau lakukan Kau Hanya mengundang raja iblis dengan menyerang para iblis itu apa kau mau dihabisi oleh raja iblis" katanya "aku tidak takut" kata aku dengan tegas aku pun pergi tapi dia mengikutiku dan berkata padaku "Aku adalah sang angsa dan anggota dari empat hewan legendaris yang kau Pimpin Namaku Rahma" "oo" jawabku dengan datar dia memang sangat cantik bahkan lebih cantik dari Risna tapi entah kenapa aku tidak terlalu menyukainya karena ya itu alasannya dia nggak jelas ya itulah pokoknya


setelah pulang aku pun membeli bahan pokok untuk makan dari desa tersebut dan melanjutkan perjalananku.

__ADS_1


__ADS_2