
''apa kau benar benar akan membawanya kerumah mu'' kata Karin kembali ''iyah mau bagaimana lagi masa aku meletakkan dia dijalan ini juga tanggung jawabku yang membuat dia pingsan'' kataku.
lalu kami pun sampai di rumah dan ryue pamit untuk pulang ''lalu kenapa kau masih disini" kataku "yah kan aku sudah bilang bahwa aku akan tinggal disini" kata Karin dengan membawa tas berisi pakaian "ha apa kau sudah gila lalu kapan kau mengemasi barang barang itu" kataku "yah aku tidak mengemasi aku membeli yang baru karena aku sedang tidak ingin pulang" kata Karin lalu masuk kerumah ku dengan perasaan tak berdosa.
"oke kan rumahku ada 2 kamar kamar ini untuk mu dan gadis naga ini dan kamar ini untukku oke'' kataku tapi gadis naga ini belum sadar juga apa dia mati kataku dalam hati, tidak berselang lama kemudian dia pun bangun "Didi mana aku'' kata naga itu kepadaku.
''dirumahku'' kataku dia pun biasa saja ''o jadi aku pingsan dan aku kalah, hah raja iblis memang hebat kau bahkan lebih kuat dari adikku'' kata naga itu
''oh iya namamu siapa'' kata Karin ''nama ku luo Yi, Ryo Luo Yi'' kata gadis naga itu bernama luo Yi ''oo jadi itu nama mu nama ku Karin dan ini Risuke salam kenal yah'' kata karin.
__ADS_1
''memang siapa adik mu'' kataku dengan penasaran.
nama adikku adalah Kimi, Ryo kimi dia seorang raja iblis dia disegel 1000 tahun yang lalu karena kecerobohannya'' kata luo Yi ''jadi dia masih hidup sampai sekarang'' kataku ''iya dia tersegel di pertengahan benua Eropa oleh orang yang disebut pahlawan dunia Canon, dia menerima ajakan damai Canon karena sudah berperang lebih dari 1 tahun, lalu perjanjian nya di tengah Eropa di sebuah bangunan Colosseum, setelah sampai sana para manusia licik itu menyegel Kimi di dalam tanah'' kata luo Yi ''aku tidak yakin dia tidak dapat mematahkan segel itu'' kataku ''sebenarnya dia bisa bahkan mereka membutuhkan waktu 15 hari untuk menyegelnya karena membunuhnya itu sudah tidak mungkin lalu pahlawan itu mengatakan sesuatu kepada Kimi dan dia pun tersegel'' kata Luo Yi.
''yah mulai sekarang kau tinggal bersama kami oke'' kata Karin ''hah kenapa kau seenaknya memutuskan'' kataku ''kan kau yang membawanya kemari jadi dia tinggal disini'' kata Karin dengan melotot kearahku ''baiklah baiklah'' kataku ''tapi aku tidak membawa baju ganti'' kata Luo Yi ''tidak apa apa nanti aku beli ini'' kata Karin ''baiklah malam ini aku yang membuat makan malam'' kata Karin ''hah tapi aku ingin memakan mi cup yang ada di rak ku masih sisa satu'' kataku ''sudah sudah hari ini hanya masakan ku yang harus kalian makan'' kata Karin sambil membawa panci lalu Luo Yi pun tertawa.
setelah makan aku pun berbicara ''oke karena aku adalah pemimpin di rumah ini maka aku membagi 3 peraturan nomer 1 jangan pernah memasuki kamarku nomer 2 jangan pernah merusak barang barang ku meskipun barang ku tidak begitu banyak sih nomer 3 tidak boleh ribut oke itu dia peraturannya'' kataku dengan menunjukkan 3 jariku, mereka pun hanya mengangguk.
''oh iya Risuke Kun kamu tidak punya ponsel ya'' kata Karin ''punya ponsel yang diberikan akademi tapi tidak pernah ku pakai'' kataku ''makanya kau selalu telat informasi bahkan saat semuanya libur kau malah masuk sendirian'' kata Karin ''oke oke nanti akan ku cas dulu'' kataku sambil beranjak mengambil ponsel ku ''oh iya Karin san ponsel itu apa'' kata Luo Yi ''ponsel adalah alat untuk berkomunikasi jarak jauh yang berdasarkan dari teknologi berupa listrik dan besi yang di padatkan nih aku kasih kamu ponsel ku, yang ini nggak pernah aku pakai sama sekali jadi pakailah sudah aku isi data kok'' kata Karin, Luo Yi menerima ponsel itu dengan wajah bingung sambil menyalakan nya ''nanti aku ajari ketika di kamar ayo kita ke kamar dulu'' kata Karin ''jangan lupa tutup pintu dan matikan lampunya'' kataku dengan suara keras ''iya iya'' kata Karin lalu mematikan lampu.
__ADS_1
keesokan paginya aku bangun jam setengah 4 pagi untuk mandi dan bersiap untuk sholat subuh aku memakai peci dan sarung.
setelah sholat aku pun ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk ku makan dan kagetnya ada Karin disitu ''apa yang kau lakukan disini'' kataku ''aku mau memasak untuk sarapan lali kenapa kau memakai rok seperti itu dan apa itu toga hahaha'' kata Karin meledekku sambil tertawa ''ini itu peci dan ini sarung bukan rok'' kataku dan aku pun melihat senyum Karin yang mirip dengan Rahma dan kebencian dari dalam diriku pun mulai memudar aku pun tersenyum.
'' jadi kau orang Islam'' kata Karin aku hanya mengangguk sambil mengatur hp ku ''kau tau tuhan itu tidak ada kalau Tuhan itu ada kenapa kejahatan masih ada di dunia ini katanya tuhan adalah maha benar dan membenarkan'' kata Karin, lalu aku diam sejenak dan berkata ''apa kau tau tukang cukur itu tidak ada'' kataku ''apa maksudmu lalu kemarin yang kita jumpai itu di perempatan kota bukan tukang cukur'' kata Karin ''tidak tukang cukur itu tidak ada kalau tukang cukur itu ada kenapa orang orang berambut panjang sepertiku ada'' kataku ''karena kau tidak pergi mencukur rambutmu ke tukang cukur'' kata Karin ''ha itu dia jawabannya tuhan itu ada tapi manusia tidak mau mendekatkan diri kepada Tuhan itu sebabnya orang orang jahat itu ada'' kataku, Karin pun terdiam dan melanjutkan kegiatan memasaknya, lalu ada Luo Yi yang menyimak kami dari tadi ''wah masuk akal sekali ucapan mu kau membuatku percaya lagi kepada Tuhan'' kata Karin menuju meja makan.
''oke makanan sudah siap'' kata Karin sambil menyiapkan sendok piring ''apa kau tidak apa menjadi seperti pembantuku'' kataku kepada Karin ''tidak aku tidak merasa begitu aku hanya ingin berhutang Budi padamu karena kau memberi tempat tinggal untukku'' kata karin aku pun hanya diam dan memandangi gadis bermata biru itu.
''oke ayo kita berangkat sekolah'' kata Karin ''lalu bagaimana dengan Luo Yi '' kataku ''tenang saja dia ingin dirumah saja katanya dia tidak suka bertemu banyak manusia'' kata Karin ''baiklah apa kau nanti ingin ikut denganku'' kataku '' kemana'' kata Karin ''kita nanti akan menyelamatkan kimi'' kataku.
__ADS_1