
hari-hari kujalani dengan sebuah latihan dan kerja keras dengan Ambisi untuk membalas dendam dan Pada suatu hari Rahma mengajakku ke sebuah sekolah "kau tahu ksatria di luar negeri itu sangat hebat, sihir mereka maupun teknologi-teknologi mereka jauh di atas kita, kita harus belajar di sini untung lagi di sini" katanya dengan lantang "kau sekolah saja aku nggak mau ,ngapain juga" kataku sambil Mengayunkan pedang "kita harus sekolah berdua karena saat ini ada pendaftaran di Sekolah terkenal Eropa turnamen khusus untuk dua orang pemenang akan mendapatkan beasiswa sampai lulus" katanya dengan serius "ya kan kau bisa ikut sendiri" kataku sambil beranjak mau pergi aku risih soalnya "Apa kau tidak ingin menjadi lebih kuat Dasar bodoh" katanya sambil tersenyum, Aku pun tidak terima lalu menyerangnya dari belakang dengan sebuah pedang kayu yang ku buat latihan tadi
lalu dia hanya menahannya dengan satu tangan aku pun kaget Kenapa dia bisa sampai sekuat itu aku pun menghela nafas "Baiklah aku akan ikut" kata aku, "besok jam 06.00 pagi kau harus sudah siap" katanya sambil pergi, aku pun diam saja dan melanjutkan latihanku.
__ADS_1
keesokan harinya aku bersiap yang artinya bersiap itu ya membawa makanan yang banyak hahaha aku hanya membawa tas penuh dengan makanan lalu kami berangkat ke sebuah sekolah yang amat besar bahkan lebih besar dari sekolahku sebelumnya ada lift-nya sangar-sangar Kami pun menuju tempat pendaftaran, "Mbak mau daftar turnamen Akademi" kata Rahma kepada mbak kasir "oke turnamen dimulai nanti jam 09.00 Mohon untuk tidak terlambat ini tiketnya dan notanya" kata Mbak kasir sambil menyerahkan nota dan 2 tiket. "masih jam 09.00 nanti kamu kok Akas banget" kataku sambil mengeluh "loh aku berangkat jam segini supaya nanti nggak antri Biasanya kalau di atas jam 08.00 nanti sangat antre" katanya aku pun hanya mengangguk dan mengambil makanan dari tasku "Buset banyak banget makanan kenapa tas sebesar itu kok isi semuanya makanan" katanya sambil memukul kepalaku "ya biarin lah mungkin saja sampai nanti malam seleksinya, Udah lah aku mau sarapan dulu Kalau kau mau ambil aja" kataku sambil menyantap makanan jam 09.00 pun tiba seluruh peserta dipanggil ke dalam arena pertarungan besarnya sih kira-kira dua kali Stadium sepak bola dan diinstruksikan kepada semua peserta untuk memasuki area tersebut "Selamat pagi semuanya terima kasih telah berpartisipasi di pertandingan Akademi Kharisma. di pertandingan awal semester ini dua pemenang juara 1 dan 2 akan mendapatkan beasiswa sekolah di sini sampai lulus," kata Sang MC di Akademi tersebut dan semuanya pun bersorak "Oke tanpa berlama-lama saya Sebutkan peraturan di pertandingan kali ini boleh saling membunuh dan tidak boleh keluar dari Arena semua diperbolehkan membawa senjata andalan mereka masing-masing sihir pedang dan lain-lain Oke tanpa berlama-lama mari kita mulai pertandingan kali ini dalam hitungan 3" kata sang MC yang mulai menghitung
"ini gila kita diperuntukkan untuk saling membunuh" kataku kepada Rahma "kau hanya perlu membunuh semua orang kecuali aku oke" kata Rahma dengan santainya "2,1 mulaaaaaii" kata Sang MC tersebut dan pertandingan pun dimulai aku memilih ke belakang saja soalnya kan pertandingannya kan jelas di tengah aku minggir-minggir aja supaya nggak terlalu terlibat Nanti aja ketika musuhnya tinggal sedikit hahaha
__ADS_1
dia menebas semuanya Sambil tertawa. "oke baiklah aku di sini saja aku tadi kan bawa permen ya makan permen dulu ya kan" kataku sambil duduk mengunyah permen aku hanya menikmati pertandingan memang kekuatan sihir di sini sangat hebat mereka semua memiliki tingkatan yang sangat tinggi penggunaan elemen yang terkontrol tidak heran orang Eropa memang sangat kuat "woi pendek Kenapa kau duduk saja" kata seseorang dari arah samping "hah apa" kataku sambil menoleh ke dia "seharusnya di saat seperti ini kau tidak boleh santai" katanya lalu dia Mengayunkan pedang yang amat besar aku pun menghindarinya "Oh lumayan" katanya sambil tersenyum "haha lumayan seharusnya itu kamu yang lumayan, Oke majulah" kataku dia pun menyerang dengan membabi buta dan aku menangkisnya dengan pedang yang kubawa lalu aku berjalan ke samping dan menebasnya "so easy Bro" kataku sambil pergi untuk mencari tempat duduk yang lebih aman Tapi apa dia mati ya, Aku nggak tahu pokoknya aku pergi .aku pun pergi dan menuju pojok Arena dan duduk di sana sambil mengamati Rahma yang sedang membantai semua calon siswa di sana ya bagaimana lagi Rahma kan cantik Sayang kalau nggak diawasi hahaha
pertarungan pun berjalan sampai jam 02.00 siang Yah kalian tahu sendiri lah menunggu selama 5 jam itu lama kan dan di sana yang tersisa atau yang masih berdiri itu aku Rahma dan 6 murid lainnya Aura mereka sangat kuat ya tidak heran ya dia kan masih berdiri Ya jelas kuat lah lalu juri pun berkata "pertarungan hari ini berakhir ada 8 peserta yang masih berdiri oke diharapkan peserta yang masih berdiri besok datang ke sini di jam 09.00 sama dengan pagi ini." lalu banyak sekali pasukan medis yang datang untuk mengobati para peserta
__ADS_1
ngeri juga ya banyak sekali darah Memang mereka tidak ragu untuk membunuh aku pun pulang dengan Rahma "Kenapa kau tadi Hanya duduk saja" kata Rahma sambil meninjuku "kan aku kan udah bilang aku itu males tapi kan Yang penting kan masuk final ya kan" kataku sambil merenges lalu Rahma pun memukul kepalaku pukulannya itu ya paling pukulan cinta Hahaha "kira-kira besok Gimana ujiannya ya" kata Rahma "ah jangan khawatir kita nggak akan saling membunuh kok" kami pun pulang ke penginapan dan menunggu esok hari.