
"tampaknya aku telah di bebaskan dari segel itu dan mendapatkan tubuh baru" kata azazel sambil memandangi tangannya.
"selamat datang tuan azazel, aku disini sudah lama menyambutmu" kata Arza dengan membungkuk.
"oo jadi kau yang membebaskanku, oke baiklah akan ku biarkan kau hidup" kata azazel sambil melirik ke arah Arza.
"terimakasih atas kemurahan hati anda.." kata Arza sambil tersenyum.
"dia sudah gila, apa kau sadar yang kau lakukan." kata Kimmy berteriak kepada Arza.
"sepertinya aku pernah mendengar suara ini...(melirik ke arah Kimmy) hhh...Kimmy tak kusangka kita bertemu lagi...sepertinya saat itu aku sedikit lengah sampai sampai kau berhasil menyegel ku" kata Azazel tertawa.
Kimmy pun sangat panik di saat begini aku belum kunjung kembali.
"Mimi kemarilah..." kata Kimmy bertelepati kepada mimi.
"kenapa kau diam saja Kimmy apakah karena kau sekarang sendirian..ayo menarilah aku akan sedikit bermain main dengan mu lagi.." kata Azazel dengan mengacungkan pedang nya.
tak berselang lama dari atas turunlah mimi dengan pedang besarnya menembus atap istana.
"aku datang mama" kata Mimi dengan tersenyum.
mimi mengubah bentuk menjadi wanita dewasa...
"maaf saja yah aku tidak sendirian..." kata Kimmy sambil bersiap memyerang.
"Mimi dengarkan aku, kita harus menahannya sampai Riski datang, kita harus mencegahnya agar tidak sampai keluar dari istana ini" kata Kimmy kepada Mimi.
"baiklah majulah kalian berdua" kata Azazel dengan kuda kuda bertahan.
mereka pun beradu pedang antara kimmy,Mimi vs Azazel meskipun Azazel terlihat tidak mnggunakan sihir apapun atau Kimmy dan Mimi terlihat sangat kewalahan saat beradu pedang.
disisi lain Karin dan Luo bisa menembus pasukan fuinketsu dan menuju kedalam istana...
tapi mereka berdua di hadang oleh Arza dan juga kakak Karin.
"kakak..." kata Karin dengan mata berlinang.
"wawah pertemuan kakak adik yang mengharukan" kata Arza dengan tersenyum.
"Arza...dia mirip sekali dengan nya" kata Luo dalam hati.
"jangan lengah Karin aku akan benar benar membunuhmu" kata kakak karin.
__ADS_1
"wah wah kau sepertinya sangat membenci adikmu vin" kata Arza dengan mengelus kepalanya.
"sialan" kata karin lalu segera menyerang Arza tapi di tangkis oleh Vin.
"Aku lah lawanmu" kata Vin sambil menahan pedang Karin.
Karin pun menghela nafas...
"baiklah aku akan membawamu pulang kakak" kata karin sambil perlahan melapisi pedangnya dengan Haki.
"kalau begitu aku lah lawanmu" kata Luo langsung menyerang dengan sebuah tinjuan dan sempat ditangkis oleh Arza meskipun dia mundur beberapa langkah.
"oke ayo kita mulai" kata Arza.
mereka pun saling bertarung...
Karin pun mulai menyerang Vin dengan pedang zirahnya dengan membabi buta.
"nampak nya serangan dan kekuatan mu sudah berubah" kata Vin sambil mengimbangi serangan Karin.
"tebasan neraka.." teriak karin, Vin pun tak sempat menghindar dan terkena serangan itu dan terpental hingga membentur sebuah bukit.
lalu luo sedang bertarung sengit melawan arza kekuatan mereka hampir seimbang...tapi sayangnya dari belakang Tiba tiba Luo tertusuk oleh salah satu tombak panglima fuinketsu yang menembus perutnya..
"kak Luo..." kata Karin sambil menuju ke arah Luo.
"aku tidak apa apa kau fokus saja dengan lawanmu" kata Luo.
"tidak aku akan melindungimu" kata Karin.
"tak kusangka kau mudah sekali tertipu, tombak itu terbuat dari timah panas walaupun itu kulit naga tetap akan tertembus...nampaknya Vin tidak bisa membunuh adiknya sendiri, aku akan melakukannya untukmu Vin" kata Arza sambil mengeluarkan belati yang dilapisi petir berwarna hitam.
"Lari Karin itu sangat berbahaya" kata Luo.
"tidak aku akan melindungimu" Karin pun memasang kuda kuda dan melapisi pedangnya dengan Haki penuh...
wuush dengan kecepatan cahaya Arza menyerang Karin, tapi Karin berhasil menahan serangannya....
"lumayan tapi belum cukup untuk menahan serangan ini" Arza pun memperkuat serangan nya dan pedang Karin
pun patah, lalu jruus darah pun mangalir di area itu dengan suara petir yang menggelegar...
"kakak..." kata Karin lirih.
__ADS_1
Luo hanya terdiam melihat Vin yang menahan serangan itu dengan tubuhnya.
"dasar bodoh" kata Arza sambil melepaskan tangannya dari badan Vin yang penuh darah.
Luo pun segera menggunakan dragon blaster dan mengenai Arza hingga ia terpental beberapa kilo meter.
"kenapa kak...kenapa kakak melindungiku..." kata karin sambil meneteskan air mata.
"kau memang adik yang cengeng tapi mereka tidak bisa membunuhmu hanya karena matamu berwarna biru...padahal kau tidak tahu apa apa soal mata itu mereka tidak berhak mengambil keputusan itu..." kata Vin sambil batuk darah
"apa yang kau katakan kak" kata Karin sambil memeluk kakaknya.
tiba tiba dia melihat flashback saat memeluk kakaknya disana ternyata Vin adalah ksatria kebanggaan sekte meskipun dia seorang perempuan, dia selalu di tugaskan dalam misi misi penting oleh para tetua, tapi suatu saat adik perempuannya lahir dengan mata biru yang amat indah, ini menjadi perdebatan antar tetua kalau anak pemimpin sekte rembulan biru itu harus di bunuh.
tapi Ayah Vin jelas jelas menolak dan memikirkan cara lain untuk mengelabuhi para dewa itu hal ini tentu saja tidak bisa dibantah oleh tetua.
tapi diam diam beberapa tetua memanggil Vin dan memberikannya misi untuk membunuh adiknya itu, awalnya dia mengiyakan misi itu, tpi saat dia hampir membunuh adiknya dia melihat adiknya yang masih lugu dan tidak tau apa apa harus menanggung beban ini.
dia pun kembali kepada tetua untuk memikirkan cara yang lain karena itu menurutnya sangat tidak adil bagi adiknya.
"sepertinya kau sama saja dengan ayah mu yang egois dan mementingkan diri sendiri" kata salah satu tetua.
"kalau kau memang tidak mampu membunuhnya biar aku kirim orang lain untuk membunuhnya" kata tetua lainnya.
mendengar hal itu amarah Vin sangat memuncak dia pun dengan sekejap melumpuhkan ketiga tetua itu.
"kurang ajar apa yang kau lakukan" kata satu dari tiga tetua.
"dasar penghianat sekte" kata tetua lainnya.
"siapapun yang ingin menyentuh adikku, aku pasti akan membunuhnya" kata Vin lalu membunuh ketiga tetua itu...
Vin pun menjadi penghianat sekte dan meninggalkan sekte itu lalu berkelana dan bergabung ke organisasi fuinketsu.
melihat kenangan itu mata dari Karin pun berubah menjadi merah tmdan terdapat 3 titik hitam dimatanya lalu rambutnya berubah menjadi warna putih berkilau...
"kurang ajar" kata Karin dengan Nada marah
.
.
.
__ADS_1
.