Zirah Garuda Putih

Zirah Garuda Putih
pertempuran


__ADS_3

''hey hey Yang benar saja ini bisa menjadi pembantaian sepihak lho'' kata pangeran berambut pirang ''hah Kau pikir aku akan kalah semudah itu'' kata aku ''tapi sebelum pertarungan ini dimulai ini taruhannya apa ya masak pangeran nggak ada jaminan apa-apa nggak malu apa'' kataku dengan lantang ''Hah taruhan ya oke aku akan memberimu tempat tinggal VIP gedung Timur sekolah gimana'' katanya dengan santai ''oke'' kataku ''tapi kalau kau kalah kau harus menyerahkan gadis manis di belakangmu itu'' kata Pangeran itu ''oke oke siap kalau begitu ayo kita mulai pertandingannya'' kataku sambil memasang kuda-kuda ''apa kau gila ha kau akan menyerahkan aku ke mereka'' kata rahma dengan kesal ''tenang saja aku akan menang kok'' kataku, tapi karena ucapan pangeran itu seluruh cewek yang ada di pertandingan itu bersorak ke rahma, tapi sepertinya dia tidak menghiraukanya.


''oke kedua belah pihak bersiap mulai'' semua penonton pun berteriak nggak kusangka bakal serame ini wah wah ''aku mulai...berhati-hatilah rakyat jelata teknik roh zirah gorila pukulan gorila'' kata pangeran berambut merah hmm zirah gorilla nampaknya menarik pukulan roh yang sangat besar menuju ke arahku aku pun mengepalkan tanganku dan mengaktifkan Haki di tanganku tanganku pun berubah menjadi hitam pekat


seperti besi lalu aku menahannya dengan pukulan santai,


semuanya pun kaget Bagaimana bisa teknik roh dipatahkan begitu saja ,Huh Haki memang OP memang sangat efektif untuk melawan roh '''apa tidak mungkin'' kata Pangeran berambut merah ''Oh jadi kau juga menggunakan Haki'' kata Pangeran tertua

__ADS_1


''wah wah Ayo dong semangat lagi masa cuma gini doang'' kataku sambil mengejek Mereka pun kelihatannya kesal dan mengeluarkan zirah roh mereka satu persatu dimulai dari pangeran tertua dengan zirah roh hiu dan Pangeran kedua dengan zirah roh Kijang dan Pangeran ketiga dengan zirah roh gorila dan pangeran ke-4 dengan zirah roh musang putih dan Pangeran kelima dengan zirah roh beruang mereka berubah Aura yang sangat mencekam nampaknya mereka sangat mahir dalam menggunakan kekuatan roh lalu senar tertua menyerangku dengan tombak api kematian ''jurus roh tingkat menengah tombak api kematian'' siapa menyerang dengan sebuah tombak secara bertubi-tubi ke arahku aku pun hanya memanfaatkan Haki melihat masa depan dan Haki penguat untuk menghindar


Serangan yang sangat dahsyat Kalau menurutku, serangan ini banyak menguras mana tapi dalam model zirah,mereka akan menyerap energi alam secara signifikan aku tidak bisa begini terus Jika Aku Bertahan aku bisa kalah


disaat aku menahan Pangeran kedua dengan roh Kijangnya dengan cepat menuju ke belakangku dan menyerang dengan pedang air miliknya ''jurus tingkat tinggi teknik pedang roh penebas alam kematian'' ini gawat aku bisa mati aku harus menggunakan Jurus Dewa Asura ''teknik roh tingkat atas jurus amukan Dewa Asura'' Lalu aku pun berpindah secepat kilat untuk menghindarinya ''huh selamat'' kata aku dengan lega


aku pun menyerang menuju ke Pangeran ketiga lalu mendaratkan pukulan telak ke dadanya zirahnya pun pecah dan dia terluka parah dan pingsan "apa dengan sekali Serang'' kata penonton ''wah wah aku terlalu berlebihan ya'' kataku sambil tersenyum

__ADS_1


''jangan senang dulu rakyat jelata'' kata pangeran ke-4 sambil menyerang dengan senjata Palunya ''teknik roh tingkat tinggi pukulan Palu bertubi-tubi'' dia pun menyerangku secara bertubi-tubi dan Aku Pun bergerak secepat kilat ke belakangnya


''kalau malu itu di lihat dong Apa yang di Palu malu angin Bos'' kataku lalu memukulnya tepat di punggungnya dan membuat zirahnya pecah dan dia pun pingsan.


''oke tinggal tiga lagi'' kata aku ''Kenapa kau begitu sombong'' kata Pangeran kedua ''lho aku nggak sombong hanya menghitung Kalian kan tinggal 1..2..3...tiga kan'' kata aku sambil tertawa Pangeran ke-5 pun datang dari belakangku ''teknik roh tingkat iblis cakaran beruang'' katanya ''wah wah wah tiba-tiba sekali'' kataku sambil menghindar ''sial dia cepat sekali'' kata Pangeran itu sambil kesal aku pun menuju ke arahnya dengan kecepatan tinggi lalu memberikan pukulan keras ke dadanya Walaupun dia bertahan menggunakan tangan zirahnya pun juga pecah seperti yang lainnya ''wah wah tinggal dua nih.'' ''nampaknya kau lumayan menghajar adik-adikku yang bodoh itu apa kau bersenang-senang'' kata Pangeran pertama


''Wah jangan tanyakan itu ya pasti aku bersenang-senang lah rasa yang sangat mantap'' kataku sambil tersenyum ''sekarang tinggal kau dan aku Leon kau mundurlah kau tidak akan kuat melawan orang gila ini'' kata Pangeran pertama ''baik Kakak'' kata Pangeran kedua ''wah wah wah kenapa kamu ngusir adikmu Kasihan dia'' kataku ''sudah jangan berisik sekarang tinggal kau dan aku ayo kita bersenang-senang'' kata Pangeran itu sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2