
hari ini sekolah libur karena Minggu saatnya untuk melatih elemen elemen ku untuk membentuk jurus jurus baru.
aku ingin membuat sebuah Golem dari tanah dan kayu, satu Golem dari tanah dan satu Golem dari kayu.
disini aku berhasil membuat Golem tanah dengan tinggi 8 meter aku menaikinya dan mengendalikannya, dan Golem itu bergerak tapi ya gitu ini membutuhkan manah cukup besar tapi karena manahku berasal dari energi alam aku tak berpengaruh sekali pun
dan aku pun mencoba membuat Golem kayu ini sangat susah sekali membentuk nya aku pun membuat Golem yang cukup lebih besar dari Golem tanah tadi Golem itu berekor naga dan gampang dikendalikan dan berukuran 100 meter ini lebih besar dari yang kubayangkan.
aku bisa melihat seluruh desa dari sini "hoi"terjak seseorang.
aku menoleh dan ternyata itu adalah Rizna "ada apa" jawabku aku menghancurkan Golem ku.
"dipanggil guru" jawabnya
"oke sekarang" tanyaku
"iyh lah" kata Rizna
"oke" aku pun naik mobilnya dan pergi ke gunung itu "assalamualaikum guru" "waalaikumsalam"jawabnya
"ada apa guru" "aku harus segera mengajarimu pengeluaran zirah dengan ini manahmu akan terkuras hampir habis oke" kata guru itu
__ADS_1
"kenapa tergesah gesah guru" jawabku
"sebentar lagi orang itu pasti akan kesini, kau harus membuat perlawanan lalu kabur oke" kata guru
"baiklah guru" kataku pasrah.
aku pun mengikuti guru kelapangan dan duduk bersila ia pun mengeluarkan zirah nya aku terkejut sekaligus takjub "ini adalah zirah singa kau juga akan kuajari menggunakan zirahmu itu" katanya
"sekarang fokuskan manahmu kedalam tanda itu dan berikan semua manahmu" aku pun mengfokuskannya dan zirah itu keluar dan manah ku tersedot sangat hebat dan badanku mulai lemas tapi zirah itu berhasil keluar, karena kehabisan mana aku pun pingsan.
aku berhasil tapi gitu juga manahku terkuras habis karena aku menggunakan semuanya walau sudah di mode alam tetap saja seluruh manahku tersedot.
melihat bahwa aku masih di atas lereng gunung di bangunan pelatihan aku pun ke lapangan dan mencoba zirahku dan itu berhasil aku mengeluarkan zirah dari tanda itu tapi aku sulit bergerak aku tidak menyerah dan terus melatihnya agar aku bisa menggerakkan tubuhku dengan lihai
padahal zirah itu tidak terlalu berat "bagaimana" kata guruku "masih sulit bergerak guru" "kau baru pertama mencobanya punyamu memang membutuhkan keseimbangan antara manah dan energi zirah" kata guru
okelah aku terus melatihnya dan benar saja aku mulai lihai dalam menggunakannya, aku bergerak sesuai dengan gerak tubuh biasanya.
" oke mari kita uji" kata guru "baik guru" jawabku
guru pun mengeluarkan zirah singanya dan mulai menyerang ku aku pun menangkisnya dan ia pun menyerang ku dengan membabi buta aku menangkis semua serangan nya.
__ADS_1
"oke giliranku" kataku aku pun menyerangnya dengan pukulan ku dan dia menangkisnya dengan mudah aku menyerangnya terus menerus dan kelihatan nya dia kualahan dan mengeluarkan pedang yang diambil dari tanda zirahnya.
pedang itu terlihat sangat kuat dan memiliki energi luar biasa dia menyerang ku dan aku menghindarinya dan serangan itu mengenai sebuah batu besar dan batu itu terbelah dengan mudah
aku pun meniru gerakannya dan mengeluarkan pedang yang sama dan kami beradu pedang dilapangan tampak seluruh tanah penuh dengan sayatan pedang dan dia pun menyerangku dari belakang dan memukul kepalaku kearah bawah aku yang tak sempat menghindar langsung jatuh
"kau kurang berhati-hati" kata guru"iyh maaf guru" jawabku.
setelah pukulan telak dari guru, kami kembali ke aula...
ya udah kalau gitu ini sudah mulai magrib kalian pulang lah" "baik guru, ayo Rizna" ajakku "oke" jawabnya
...perjalanan pulang...
"kau sudah bisa menggunakan zirah itu" tanyanya "iyh bisa akhirnya aku bisa menggunakannya"jawabku
" terima kasih" kata Rizna "kenapa?" tanya ku "makasih sudah menurutiku dan mengikuti kemauan ku aku yakin kamu pasti nggak sejalan dengan ku" dan "nggak pa pa" kataku sambil tersenyum.
"apa motivasi mu untuk menurutiku sampai sejauh itu" kata rizna.
"aku merasa.... kalau aku harus mengikuti alur ini" kataku dengan senyuman.
__ADS_1