
aku pun berangkat kesekolah dengan persiapan yang biasanya karena ini adalah sekolah sihir dan madrasah keduanya di gabung. aku selalu bodoh dalam hal sihir dan aku ingin menghafal alqur an saja lah tapi tidak bisa seluruh mata pelajaran selalu sihir
aku lah yang paling bodoh kalau tentang sihir tapi sultan itu sangat pandai kalau masalah sihir dan ditambah dia bisa silat dan juga tampan makannya banyak cewek cewek suka padanya
dia teman sebangkuku aku berjalan keatas tangga disana terdapat 30 cewek dan mereka adalah teman sekelas ku aku memang sangat bosan hari ini karena kelas hari ini adalah kelas sihir
aku tidak pernah berhasil dalam praktek itu sangat sulit, di zaman ini sudah tidak ada senjata api dan sejenisnya karena disini seluruh orang didunia mengandalkan sihir dan manah,
mereka dan senjata api nuklir dan lainnya tidak mempan terhadap mereka. aku malas banget semua murid dibagikan buku sihir dan di praktekkan di bangku masing masing tulisannya begitu membingungkan untukku
aku hanya mengikuti instruksi saja dan membacanya hmmm ini sangatlah membosankan aku berpikiran mau kabur dari kelas tapi kelas itu kelas sihir sulit untuk keluar karena pelindung merah.
__ADS_1
sejenak aku berpikir tentang mimpiku dan aku melihat telapak tanganku aku kaget besi sebesar besi jagung dan berbentuk persegi menancap disana, tapi tidak sakit sama sekali aku coba untuk melepaskannya tapi tidak bisa karena seperti anggota tubuh semakin menariknya semakin sakit aku membiarkannya saja.
aku memandang sultan yang dikelilingi banyak cewek jujur aku iri tapi yah gitu apa dayaku. setelah itu aku memilih untuk tiduran saja disaat aku mulai terlelap guru sihir itu memanggilku "riski maju, tidur saja kamu,kapan bisanya!"
dengan wajah malas aku pun maju sungguh malas sekali "oke sekarang tunjukkan manahmu" aku pun menunjukkan manahku
"dan sekarang bulatkan menjadi elemen angin" dipercobaan ini aku selalu gagal elemen ku adalah angin tapi aku tidak bisa menguasainya sama sekali seluruh teman temanku sudah dilevel akhir dan akan menuju ahli elemen, tapi aku teknik dasar saja belum bisa karena itu aku sering diejek oleh kawan sekelas ku
aku menurunkan manah ku dan semua bertepuk tangan aku sangat senang "tumben" kata guruku "hhh iyh lah pak" kataku sambil bergurau aku pun kepikiran tentang tanda di telapak tangan ku apa ini gara gara tanda itu gak usah dipikir lah yang penting tadi aku bisa.
aku pun kembali merebahkan tubuhku dan sedikit mengintip sultan yang melatih elemen apinya menjadi lava aku memperhatikanya diam diam aku menirukan nya lalu wuuhs api keluar dari tangan ku semua menoleh kearah ku dan guru sihir itu pun menoleh dan menuju kearahku
__ADS_1
"coba lakukan lagi" dan aku pun melakukan nya api pun keluar berkobar kobar "cukup" "sekarang tirukan aku" dia mencoba membuat elemen air brruuuas air keluar dari tanganya aku pun menirukanya dan air pun keluar dari tangan ku
" kamu ayu sini tunjukkan elemen tanah mu" ayu pun mengayunkan tangannya ketanah dan menepuknya seketika tanah bergetar dan mengeluarkan gumpalan tanah yang amat besar
"cukup!,coba tirukan" aku menirukannya dan berhasil melakukan apa yang ayu lakukan "sekarang sultan kamu mempunyai 2 elemen kan, api dan petir tunjukkan padanya yang petir dam riski tirukan"
"baik guru" kata sultan menggabungkan tangannya dan merentangkannya keluar petir berwarna biru " riski tirukan" aku menirukan apa yang sultan lakukan aku pun mengeluarkan petir tapi beda warna petir yang kugunakan berwarna hitam pekat dan mengerikan aku serontak langsung menghilangkannya
. " ternyata penguasa 5 elemen bagus sekali seumur hidup aku baru melihatnya" kata guru sihir. semua hanya ternganga melihatku dengan 5 elemen.
meskipun ini sebuah keajaiban tapi ini sangat menakjubkan, 5 elemen ini sangat tidak wajar....
__ADS_1
...****************...