Zirah Garuda Putih

Zirah Garuda Putih
episode 7 dia datang


__ADS_3

hari ini rizna berulang tahun,dan aku ingin mengadonya sesuatu aku pun membeli sebuah parfum dan alat alat kecantikan yang lain supaya dia tambah cantik.


dia tinggal di sebuah hotel di kota aku pun kesana dan memberikan hadiah ku padanya


setelah mengetuk pintu beberapakali akhirnya dia membuka kan pintu untukku.


"ada apa" tanyanya dengan tersenyum dan menyuruhku duduk.


aku menyodorkan sebuah kado lalu terucap sebuah kata yang disertai dengan senyuman "terimakasih"


situasi pun agak canggung disitu...


"ayo kita ke guru sebentar" kata Rizna tiba tiba


"latihan lagi" kataku


"nggak pokoknya kamu ikut aja" katanya dengan menepuk pundakku


aku pun menirutinya ketika disana aku melihat guru mengisi air dan menyiramkannya kerizna seketika itu dia langsung bersinar.


"air apa itu guru" kataku


"air suci" jawabnya.

__ADS_1


lalu tiba tiba ada suara seperti helikopter ke situ dan aku pun melihatnya rizna pun keluar dan jengkel.


"kenapa kau kesini aku tidak ingin memiliki keluarga seperti dirimu" dia marah sambil menangis.


"lho kenapa nggak boleh suka suka gue dong apalagi ini upacara ulang tahun lho adek gue" kata orang itu, dia memiliki umur sekitar 25 tahun


"masa adeknya ulang tahun kakaknya nggak datengin" apa kakak jadi ini orangnya dan ditelapak tangannya juga ada tanda seperti milikku


"ada apa ya mas" kataku.


"hee....ada member baru ternyata" jawabnya.


lalu dia memperhatikanku dengan seksama"oo jadi ini anak garuda yang kata katanya bisa mengalahkanku" katanya dengan menunjukku


"kita lihat siapa yang akan mati" dia menyerang ku dengan satu pukulan aku terpental beberapa meter.


dia sangat kuat aku memasang kuda kuda dan bersiap untuk serangan selanjutnya, dia datang dengan secepat kilat dia pun mengeluarkan api hitam aku menghadang nya dengan elemen kristal.


"jurus hujan kristal" kataku kristal pun mulai berjatuhan dari atas langit.


dia pun menghindar dengan lincah dan sangat cepat, aku memakai elemen petir dan menyerangnya dengan cepat pula


aku dan dia seakan tidak terlihat. "jurus elemen angin angin tornado" lalu tornado datang aku mengarahkan ke dia dan dia pun dengan cepat kearahku

__ADS_1


"jurus pedang api" dia mengeluarkan pedang api nya dan aku pun menghindari nya pedang itu berwarna hitam dan dikelilingi oleh api hitam saat mengayunkan pedang itu ketanah, tanah itu terbelah


ini lebih kuat dari dugaanku


aku mengeluarkan zirah ku "kau sudah bisa menggunakan ya" katanya aku menyerangnya demgan membabi buta zirah ini terasa begitu ringan walau terbuat dari logam


aku mulai mengeluarkan pedang zirah tersebut dan kulapisi dengan 5 elemen


dia juga mengeluarkan zirah tersebut dan bertarung melawan ku, dia terbang keatas dan langsung mengeluarkan bola api yang sangat besar


"rasakan sebagian kecil dari kekuatan ku" Dia melemparnya kearahku aku membuat perlindungan dari kristal secara bertubi tubi tapi api hitam besar itu dapat menembusnya


aku pun merasakan hawa panas yang sangat, zirah ku kembali ketanganku tapi kenapa disaat saat seperti ini aku tidak dapat mengendalikan zirahku kembali,


akhirnya aku kalah ditepi jurang dibawahnya ada lava panas "selamat tinggal" katanya dia akan mendorong ku


dan dalam hati aku meminta maaf kepada rizna karena tidak bisa menolongnya "elemen kristal pagar kristal" mantra rizna dari kejauhan dia menghalangi dia untuk membunuh ku


"jangan tolong jangan kakak kumohon jangan bunuh dia ini semua slah ku aku lah yang menyuruh dia untuk membunuhmu aku menyuruhnya untuk latihan ke guru ini semua salahku kak" kata rizna dengan menangis


"kenapa kau ingin sekali aku terbunuh olehnya, kau tidak tau arti dari dunia ini dan kenapa aku menindas orang tua kita hmmm...seharusnya kau tidak perlu tau" rizna menangis


aku terbaring lemas dengan tubuh penuh luka dia menyuruh babu nya agar mengantar rizna pulang "udah sekarang selamat tinggal jagoan semoga tenang di neraka" katanya dia menendangku ke lava maafkan aku rizna aku tidak bisa melindungi kalian...

__ADS_1


bersambung


__ADS_2