
''maafkan kami tuan, kami gagal dalam misi kali ini'' kata seorang gadis yang tak lain adalah kakanya karin
''hmm...yah sebenarnya aku sedikit kecewa..'' kata seorang pria yang duduk di sebuah singgasana, kata kata itu membuat 4 orang yang berlutut itu sangat ketakutan,
''yah tapi bagaimana lagi lawanmu adalah dia, sepertinya dia dan Kimmy sekarang mulai bergerak, ini akan sangat menarik'' kata orang itu.
itu membuat 4 orang yang berlutut itu mengambil nafas lega.
''sekarang sembuhkan luka kalian, dan panggil sang destroyer kesini'' kata orang itu.
lalu datanglah seorang wanita dengan 2 tanduk di kepalanya dan membawa pedang yang amat besar.
''sekarang adalah tugas mu, buatlah dia mengeluarkan seluruh kekuatannya dulu lalu mundurlah, jangan sampai kau mati oke'' kata orang itu kepada wanita itu
''baik tuan'' kata wanita itu dengan nada datar.
*
*
*
*
''jadi apa saja yang akan kau minta'' kata Luo kepadaku
''sesuai apa yang ku rencanakan, aku akan mendeteksi di mana biang dari kekacauan ini dengan bola ini'' kataku sambil menjejerkan bola bola itu.
''hei hei jangan serakah gitu dong bagi buat aku juga'' kata Kimmy dari belakang.
''hmm sepertinya bola ini bisa mengabulkan 3 keinginan saja'' kata Luo
''karin apakah kau tidak meminta sesuatu'' kata Kimmy.
''tidak kau saja kak Kimmy'' kata Karin dengan nada sedih, lalu Kimmy pun menghampiri karin
''kamu tidak usah khawatir, riski akan menyelamatkan kakak mu, saat ini dia tau dimana dia berada, jadi jangan terlalu dipikirin oke'' kata Kimmy
''baik kak'' kata Karin dengan senyuman
tak berselang lama ada sebuah energi yang amat besar yang mulai mendekati Rumahku.
''Kimmy sepertinya kita akan kedatangan tamu yang cukup tangguh'' kataku
''hmm aku juga merasakannya ini gawat, kalau kita membiarkan nya disini, dia bisa menghancurkan tempat ini'' kata Kimmy
''kita cegah dia di depan'' kata Luo berlari ke depan pintu,aku,Kimmy dan Karin pun mengikuti Luo dan benar saja dia sudah berada di halaman rumah dengan membawa pedang yang di seret hingga menimbulkan percikan api ketika bersentuhan dengan paving.
''auranya sangat mengerikan'' kata Karin
''ini seperti auramu dan diablo Kimmy'' kataku
''sialan ini pasti orang itu'' kata Kimmy
lalu dia pun menatap tajam ke arahku..
__ADS_1
''target telah di temukan'' kata wanita itu lalu dengan cepat mengayunkan pedangnya ke arahku, tapi berhasil di tahan oleh Luo.
''cepat pindahkan kita ke tempat yang sepi'' kata Luo sambil menahan serangan gadis itu, aku pun men teleportasi mereka ke sebuah gurun, lalu gadis itu memperkuat serangannya hingga Luo terpental jauh beberapa meter.
''dia kuat'' kata Luo
''dia hanya manusia buatan yang di ambil dari gen Diablo dan Kimmy, baiklah mau main main sebentar'' kataku, lalu aku mengeluarkan pedang merah ku.
''nampaknya ini akan sangat seru'' kataku dan menyerangnya tapi dua berhasil menahannya.
''wah wah ini sangat menarik kau bisa menahan kekuatan fisik ku'' kataku lalu menendangnya hingga membuat nya terpental beberapa meter tapi dia masih berdiri tegak aku pun terus menyerangnya secara membabi buta.
''ini tidak mungkin dia lebih kuat dariku'' kata Kimmy.
''bahkan stamina nya tidak bisa diukur, sepertinya dia bukan manusia''
karin hanya diam dan mengamati pertarungan.
''tidak terlihat'' kata karin
terlihat raut muka Kimmy yang khawatir...
*
*
*
*
*
"ini tuan kopi yang anda minta" kata seorang pelayan
"ya" kata orang itu.
"sepertinya aku ya yang harus menggunakan kekuatan penuh'' kata orang itu
*
*
*
*
kembali ke pertarungan...
aku menebasnya hingga ia terpental beberapa ratus meter, nampak dia seperti kesakitan saat memulihkan dirinya.
"sekarang buatlah ledakan energi untuk membunuh mereka semua'' kata telepati seseorang dari jauh
lalu dia pun mengumpulkan energi yang sangat banyak sekali...
''awas dia ingin meledakkan diri" kata Kimmy
__ADS_1
"haa...sudah selesai ya, kalau begitu..." kataku lalu berlari dengan kecepatan cahaya kearah nya dan mencekik nya, lalu energi yang dia kumpulkan pun hilang seketika,
"apa" kata mereka bertiga terkejut
*
*
*
"sialan, dia kuat sekali rencana ku gagal lagi" kata orang itu, sambil menghantam sebuah tembok dengan kesal.
*
*
*
"kau kesakitan ya" kataku,lalu aku mencabut inti sihir yang ada di dadanya, dan mengganti dengan inti sihir yang ku buat dan ia pun pingsan.
alangkah terkejutnya aku dia berubah menjadi seorang anak kecil.
"gawat gelombang sihir saat membuat inti sihir tidak pas" kataku.
mereka pun menghampiri ku...
"pertarungan yang hebat" kata Luo
"kelihatannya dia belum bisa mengontrol kekuatannya dengan baik" kata Kimmy
"hmm..sepertinya dia kelelahan, apa sebaiknya kita bawa pulang dulu, tapi tunggu sebentar tadi perasaan dia lebih besar deh kok dia jadi anak kecil gini" kata Karin
"yah mungkin efek dari ledakan tadi" kataku berbohong
"hmm..baiklah kita bawa dia pulang dulu kasian sepertinya dia juga dikendalikan" kata Luo.
kami pun membawa pulang anak itu untuk mencari informasi.
*
*
*
*
"sialan dia membunuhnya" kata orang itu kesal
"tapi tuan sepertinya dia berencana untuk kesini" kata seseorang di samping orang itu
"kau tau dari mana" kata orang yang duduk di singgasana
"dia selalu ingin mencari dalang dari insiden penyerangan yang kita lakukan, kemungkinan dia akan mencari sampai kesini" kata seseorang yang di samping orang itu
"hhhhh....jadi begitu ya, baiklah jika dia ingin kemari, aku juga akan menyelesaikan proyek azazel ini secepat mungkin.
__ADS_1