
pasukan Kimmy pun sampai ke istana fuinketsu, mereka pun di sambut oleh beribu pasukan dari sekte busuk itu.
"akhirnya kau datang juga Kimmy, reuni ini sungguh tidak tepat" kata seseorang dengan aura yang sangat kuat.
"sudah kuduga kau lah dalangnya Arzaa.." kata Kimmy
"tuan besar.." kata Mimi secara perlahan.
"ternyata kau masih hidup yah...apakah dia sudah melemah" kata Arzaa.
Kimmy,Mimi,Karin, dan Luo mereka secara bersamaan menatap tajam ke arah Arzaa.
"wah jangan marah dong...kalau begitu kita mulai saja permainan nya....seraaangg!!" kata Arza sambil menunjuk menandakan perintah menyerang.
"seraaang" kata Kimmy dengan tangan yang mengintruksikan menyerang.
pasukan mereka pun saling bentrok dan benar saja kalau pasukan fuinketsu sedang melemah dan pasukan Kimmy sangat mendominasi di medan perang ini...
"ada yang tidak beres...seharusnya mereka kabur karena pasukannya sedang melemah kenapa mereka malah melawan, bukankah ini seperti sebuah jebakan" kata Luo kepada Kimmy.
"aku juga merasa begitu...dimana dia sekarang?.....itu dia, kenapa dia kembali ke istana" kata Kimmy sambil menunjuk ke arah Arza.
"dia sangat santai...seperti sudah merencanakan sesuatu" kata Karin.
"aku akan mengikutinya...kalau ini memang jebakan tolong segera kabur secepat cepatnya" kata Kimmy.
"itu terlalu beresiko untuk mu Kimmy" kata Luo
__ADS_1
"kumohon kak sekali ini saja dengarkan aku oke.." kata Kimmy sambil memohon.
Luo pun menghela nafas pertanda mengizinkannya..
setelah mengikuti cukup lama ke istana itu Kimmy terkejut melihat persembahan dan wadah tubuh serta lingkaran mantra...
"sudah kuduga kau memancing kami kesini untuk memperlengkap ritual pemanggilan mu" kata Kimmy dari belakang.
"wah wah ternyata kau lebih cerdik dari yang kuduga bahkan kau bisa menyembunyikan keberadaan mu dengan sempurna Raja Iblis Kimmy" kata Arza dengan tersenyum..
"apa kau ingin mengacaukan dunia ini dengan memanggil makhluk terkutuk itu" Kata Kimmy
"Bisa jadi, tapi bukan itu tujuan utamanya..." Kata Arzaa dengan memainkan sebuah pedang..
"kalau begitu..." Kimmy pun menyerang dan di tangkis oleh Arza, mereka berdua bertukar serangan dengan seimbang.
"dia sangat kuat...bagaimana bisa...yah area ini penuh dengan sihir penguatnya dia menciptakan sebuah domain di sini" Kata Kimmy dalam hati.
Lalu Kimmy pun berubah ke mode dragonoid.
"ayo kita mulai" kata Kimmy sambil mengarahkan pukulannya ke arah Arza..
di sisi lain
"Mimi apa kau bisa langsung menghancurkan seluruh tentara ini kita harus segera menyusul Kak Kimmy" Kata karin.
"bisa saja...tapi pasukan ini terlalu banyak kalau aku langsung menghabisi semuanya sihirku akan habis" kata Mimi menjelaskan.
__ADS_1
"dia benar pasukan ini seperti tidak ada habisnya" Kata Luo.
"Tapi kak Kimmy dalam bahaya" kata Karin
"Kita percayakan ini kepdanya" kata Luo dengan tersenyum, sebenarnya Luo juga khawatir dengan adiknya itu tapi dia memilih untuk percaya kepadanya.
kembali ke pertarungn Kimmy dan Arza..
booom Arza terpental hingga menembus beberapa tembok istana yang tebal..
"hhh...kau memang sangat kuat Kimmy, tapi sudah cukup main main nya sekarang aktor utamanya akan muncul" kata Arza sambil batuk darah.
"apa..." kata Kimmy kaget
tiba tiba muncul kilatan kilatan petir yang menandakan sesuatu akan muncul.
bulan purnama pun memancarkan cahaya yang mengarah ke lingkaran Sihir itu...
"sialan aku terlambat.." kata Kimmy dengan gelisah.
Lalu disekitar badan seseorang yang disiapkan untuk menampung azazel sang primodial mulai di rasuki oleh awan awan hitam.
"sihir tingkat iblis..pemanggilan neraka" Ucap Arza.
lalu badan itu pun mulai bergerak dan membuka matanya yang berwarna merah lalu berdiri dan mengeluarkan sebuah pedang besar berwarna hitam yang mengerikan.
"Akhirnya aku bangkit" Kata Azazel dengan tersenyum puas...dia pun melibaskan senjatanya sehingga membuat seluruh istana itu hancur.
__ADS_1
"Azazel..." kata Kimmy dengan gemetar