
''kakak'' kata karin dengan lirih, lalu menghampiri kami dengan berlari.
''sial'' kata gadis itu.
''dia kakakmu'' kataku.
''iya dia kakakku'' balas karin.
kami yang ada di dalam arena pun kaget dan heran apalagi squad gadis itu.
''aku sebenarnya sudah mengetahui kau mengikuti turnamen ini dan itu akan membuatku kerepotan makanya aku menutupi wajahku dan memilih untuk tidak menyerang squadmu dulu tapi kau malah datang kesini, lalu apa yang kau lakukan disini bersama teman pecundangmu itu anak manja'' kata gadis itu
''pulanglah kak, semuanya merindukanmu termasuk ayah'' kata karin.
''hah..ayah aku tidak mengenal sosok seperti itu'' balas gadis itu.
''kenapa kau jadi seperti ini kak'' kata Karin.
''sebaiknya kau mengganti kata panggil itu, dan aku sudah pernah bilang kepadamu kau hanya boleh menemuiku dengan niat membunuh tapi kalau belum ada niat itu dalam hatimu maka akulah yang akan membunuhmu'' kata gadis itu sambil mengayun kan pedangnya ke arah karin, aku pun langsung menahan serangan itu dengan 1 tangan.
''ternyata ada orang lain yang bisa menahan pedangku selain tuan ku'' kata gadis itu lalu menarik pedangnya dan menjauh dengan posisi siaga.
''tuan??'' kataku dalam hati.
''risuke-kun tolong menjauh lah aku yang akan menghadapinya'' kata karin dengan mengeluarkan zirah angsa dengan pedangnya.
''hhh...akhirnya mereka memberimu zirah itu ya, majulah'' kata gadis itu.
lalu mereka pun saling beradu pedang dengan teknik yang sama, kelincahan dan ketangkasan mereka imbang dan tidak dapat di bedakan,
''sekarang lebih kuat dari yang ku kira, baiklah aku akan serius'' kata gadis itu, lalu memakai sebuah gelang dan mengeluarkan aura yang sangat besar dengan haki yang luar biasa.
''ayo kita mulai'' kata gadis itu.
dengan secepat kilat dia langsung menyerang karin, untung saja karin dapat bertahan dari serangan itu dan mundur beberapa meter.
Lalu tidak mau kalah karin pun mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menggunakan sihir penguat hingga mengeluarkan cahaya putih yang terang.
__ADS_1
''ayo kita mulai kak'' kata Karin.
mereka pun bertarung di langit langit area turnamen itu sedang kan aku pergi menuju salah seorang squad gadis itu yang di lawan karin tadi yang sedang sibuk mengeroyok Luo.
''lawanmu itu aku'' kataku dengan menarik bajunya lalu membantingnya ketanah.
''sialan'' kata orang itu.
''hmm...sepertinya kau terlalu lemah, kalau aku memakai sihir penguat bisa saja kau terbunuh walau aku menahan diri,bagaimana kalau begini...aku akan menggunakan kekuatan fisik saja bagaimana?'' kataku sambil memasang senyum mengejek.
''sialan kau meremehkanku, oke itu terserah padamu kalau kau terbunuh jangan dendam ya'' kata orang itu dengan angkuh nya.
''hhh oke'' dia pun menyerang dengan menggunakan sihir penguat badan tingkat tinggi.
dia menyerangku dengan membabi buta dengan pedangnya dan aku hanya menghindarinya, aku bisa membaca semua pergerakannya, lalu diapun menggunakan sihir teleportasi jarak dekat dengan begitu di bisa sangat cepat pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
''matilah'' kata orang itu dari belakang dengan memgayunkan pedang nya, aku pun dengan tepat menahannya dengan kedua jari ku.
''apa'' kata orang itu bingung
''hmm, aku punya saran untuk mu, kalau kau menyerang jangan sambil berteriak oke'' kataku.
''oh maaf'' aku pun melepaskannya.
''menurut ku ini tidak adil kalau kau terus yang menyerang. kalau begitu sekarang giliranku'' akupun bergerak ke arah nya dengan kecepatan cahaya.
''apa'' dia pun memasang posisi bertahan dengan pedang sebagai tameng, aku pun memukul pedangnya sehingga hancur ber keping keping.
''wah sepertinya aku terlalu berlebihan'' kata ku, lalu aku pun memegang dan sedikit meremas kepalanya lalu ku angkat.
''siapa yang menyuruhmu'' kataku, dia diam saja tidak mengucap sepatah kata pun.
''siapa yang menyuruhmu'' kataku untuk kedua kalinya dan aku sedikit menekan keras kepalanya dan dia pun merasa sangat kesakitan.
''ampuni aku yang menyuruhku adalah raja Iblis viscount'' kata orang itu dengan suara yang serak, lalu aku pun melepaskannya, dan menekan inti sihir nya sehingga dia pingsan.
lalu aku melihat Kimmy dan Luo yang sedang duduk menonton Karin dan Kakaknya bertarung.
__ADS_1
''apa kalian sudah selesai'' kataku.
''sudah'' sambil menunjuk ke arah orang yang sudah babak belum di hajar.
sementara itu pertarungan antar saudara itu berlangsung sengit Karin yang terus menerus menggunakan kekuatan zirah hampir kehabisan mana.
''aku sudah bilang kau harus dengan niat membunuh untuk dapat mengalahkan ku'' kata gadis itu
''aku berjanji kepada ayah untuk membawamu pulang'' kata karin dengan terenga engah.
''karin sudah cukup kalau kau terus menerus menggunakan zirah maka itu dapat merusak tubuhmu'' kata Kimmy, Karin pun tidak mendengar apa yang Kimmy katakan dia terus menerus menyerang kakaknya hingga penglihatannya pun mulai pudar karena zirah itu mulai menghisap energi kehidupannya dan karena kelengahan karin itu, Kakaknya berhasil menebas karin hingga dia terhempas keras ke tembok dan pingsan, Kakaknya pun mau menebasnya untuk kedua kali tapi dia di tahan oleh Kimmy, dan Kimmy pun menatap tajam Kakaknya Karin dengan mengeluarkan aura yang sangat mengerikan.
''hentikan, kalau kau sentuh dia lagi kau akan kubunuh'' kata Kimmy.
''Raja Iblis Kimmy'' kata kakak karin dengan ketakutan setengah mati, lalu dia pun perlahan mundur dan pergi.
Kimmy pun segera menyembuhkan Luka luka karin, tak lama kemudian Karin sadar lalu Kimmy pun memeluknya.
''kenapa kau sangat keras kepala, tolong jangan buat aku khawatir'' kata Kimmy
Tak terasa setengah jam lagi turnamen selesai kami mendapat seluruh bola kristal dan bersiap menjadi pemenangnya.
''oke pertandingan telah selesai pemenangnya adalah kelompok sate duren'' kata seorang panitia yang bertugas menentukan pemenang dengan speaker para penonton pun ber sorak sorah.
''ha sate duren apa itu'' kata Kimmy.
Lalu mereka memeriksa ID card mereka masing masing dan benar saja ID mereka Sate Duren
''kenapa namanya jelek sekali, dasar bodoh'' kata Kimmy sambil meninju perutku.
''aa...sakit sekali padahal aku sudah memakai haki untuk mengantisipasi hal seperti ini'' kataku
''rasakan itu'' kata Kimmy
''ini untuk penyamaran dasar bodoh'' kataku sambil memegang perutku
''apakah tidak ada yang lebih keren'' kata Kimmy
__ADS_1
kami pun saling adu mulut...
Luo hanya tersenyum memandang i kami lalu dia melihat kearah Karin dengan tatapan kosong.