
Keduanya telah terbuai dengan permainan masing-masing, yang saling memberi kenikmatan pada lawan main mereka. Membangkitkan gejolak gairah yang ada dalam diri mereka, hingga seseorang menghentikan aktifitas keduanya.
"Heeiii!!!" Pekik seorang pria dari arah luar mansion.
"Paman!!" Seru Erkan setelah memalingkan wajahnya.
"Apa kalian tidak punya o tak." Bentak Nathan seraya masuk ke dalam mansion.
"Apa mansion ini kekurangan ruangan, untuk kalian melakukan itu?" Lanjut Nathan.
Tiba-tiba saja Tubuh Erkan bergetar hebat, matanya pening. Erkan tak bisa mengendalikan dirinya lagi dan segera membawah lari Rania masuk ke dalam kamar tamu yang tak jauh dari tempat itu.
Praak. Pintu tertutup dengan sangat keras.
Nathan hanya bisa menganga melihat kejadian itu. Benaknya bertanya-tanya, ada apa dengan anak itu?
Nathan tak habis pikir, kenapa Erkan tak bisa menahan dirinya. Dia merasa sangat kesal dengan semua yang baru saja terjadi.
Kini Nathan masuk menuju ruang tamu, walau pun dia di sambut dengan hal aneh, namun saat ini ada hal penting yang harus di sampaikannya pada Erkan dan dia terpaksa harus menunggu Erkan keluar dari ruangan itu baru bisa menyampaikan hal penting yang akan di sampaikannya.
"Aah...." Suara setan keluar dari kamar yang di tempati Erkan dan Rania saat ini, membuat Nathan merinding membayangkan apa yang terjadi antara keduanya.
"Ck, jiwa casanovaku merontah!!" Umpat Nathan.
Sudah beberapa hari ini Nathan di sibukan oleh sesuatu hal, karena itu dia tidak bisa menuntaskan ritualnya bersama wanita-wanita yang sering menaiki ranjangnya.
Sedangkan di dalam kamar, Erkan sedang tersiksa dengan hasratnya sendiri.
"Aku tidak tahan!" Seru Erkan.
__ADS_1
"Aku akan membantumu!" Ucap Rania pasrah, melihat Erkan yang menderita karena hasrat yang tidak tersampaikan.
"Tidak Rania." Jawab Erkan. Dan Rania tidak memaksa.
Saat ini Erkan sedang berbaring di sofa dengan berbantalkan paha Rania, karena mengendalikan hasratnya, tanpa sengaja Erkan mengcengkeram salah satu bukit Rania membuat Rania mendesah.
"Astaga!! Apa yang harus kulakukan!" Batin Rania. Lalu dengan cepat dia meraih ponselnya dan segera bertanya di mba google dan keluarlah hasil yang di carinya.
"Haa... Menuntaskan!! Yang benar saja." Gerutu Rania dalam hati. Rania mengeser kembali ponselnya ke bawah dan menemukan kembali apa yang di cari.
"Ini dia!!" Gumam Rania.
"Erkan, Erkan... Ayo ikut aku." Rania membantu Erkan untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Rania membantunya lagi untuk masuk di bathtup kemudian menyalahkan air dingin, masuk ke dalam bathtup. Merendam tubuh Erkan dalam bathtup kemudian menyiram kepalanya menggunakan gayung.
"Rania keluarlah!" Pinta Erkan dengan memejamkan matanya.
Erkan hanya diam, saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Di luar Nathan sedang gelisah, karena hingga tiga puluh lima menit, dua orang yang berada dalam kamar tamu tak kunjung keluar juga.
Dengan penasaran Nathan mendekat ke arah pintu, mencoba mendengar suara dari kamar tersebut. Dia mencoba menempelkan telinganya di sana mencari suara dari dalam kamar.
"Tidak ada suara. Kemana mereka?" Gumam Nathan.
Nathan sungguh penasaran saat ini. Hingga dia terlihat sangat frustasi, sampai mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Si al!" Umpat Nathan. Dia kembali ke kursi dengan pemikirannya sendiri.
__ADS_1
Saat ini Erkan telah keluar dari kamar mandi, setelah di rendam oleh Rania bahkan mereka basah bersama.
Keadaan Erkan sudah lebih baik. Hanya saja kepalanya masih sedikit sakit. Erkan memakai handuk sebatas pinggang, sedangkan Rania memakai jubah mandi yang terdapat di kamar itu.
"Apa yang terjadi padamu?" Tanya Rania dengan pensaran.
"Tadi... Nanti saja aku jelaskan!" Seru Erkan menyelah sendiri ucapannya.
"Kenapa harus nanti?" Tanya Rania.
"Aku ganti baju dulu!" Seru Erkan seraya ingin keluar dari kamar.
"Di luar ada Om Nathan!" Seru Rania sebelum Erkan keluar.
"Astaga, aku melupakannya!" Erkan menggerutu ini akan menjadi obrolan yang sangat lama dengan Nathan.
"Aku harus mengambil pakaian untuk kita. Kau tunggu di sini saja. Tutup pintunya!" Pinta Erkan segera berlalu keluar dari kamar.
Klek
Hampir saja Nathan jatuh di lantai kamar tamu itu saat Erkan membuka pintu.
"Eeh..."
.
.
.
__ADS_1
.
By... By...