'Kan Kurebut Istrimu

'Kan Kurebut Istrimu
Menuju ijab kabul


__ADS_3

Erkan hanya mengannguk seraya membayangkan pernikahan pertama mereka yang sangat sederhana, hanya ada Erkan dan mommynya Gelora, penghulu dan saksi.


"Mommy, Deddy..." sapa Gelora yang baru saja tiba bersama Nathan di tempat itu.


"Halo, sayang... Kenapa beru tiba?" tanya Rania.


"Itu, Om Nathan lama sekali!!" seru Gelora kesal.


"Hei-hei... Gelora, bukan om ya, tapi ka-kek." ucap Erkan membenarkan.


"Hei!! Apa yang kau ajarkan padanya?" ketus Nathan, dia tidak suka di panggil kakek. Nathan mengajarkan Gelora untuk memanggilnya om, atau uncle.


"Om, mana mungkin aku memanggil Om Nathan dengan ssbutan om dan anakku juga memanggil Om Nathan dengan sebutan om juga, seharusnya Gelora itu memangil Om itu dengan kakek atau opa." Jelas Erkan.


"Tidak bisa!! Apa aku setua itu, hingga harus di panggil kakek atau opa?" Bantah Nathan.


"Om, itu kenyataannya!!" jelas Erkan lagi.


Sementara saat keduanya sedang beraduh mulut, Rania telah mengajak Gelora untuk pergi berganti pakaian.


"Ayo, Gelora ikut mommy." ajak Rania dan anak itu pun mengikutinya.

__ADS_1


"Ada apa dengan Deddy dan om Nathan?" tanya Gelora bingung.


"Hm, kau jangan hiraukan mereka. Itu urusan orang dewasa, jika kau besar nanti kau akan mengerti." ucap Rania sambil menggandeng tangan Rania ke kamar ganti yang tersedia di sana.


"Hm, ok!!" seru Gelora dengan mengangkat kedua jempolnya.


*


Persiapan pernikahan yang begitu megah sudah 90 % terlaksana, kini hanya menunggu hari esok untuk acaranya.


Waktu berganti dengan sangat cepat, hari pernikahan pun tiba saatnya. Acara pagi ini adalah akad nikah untuk Erkan dan Rania.


Erkan tengah duduk di depan penghulu, untuk mengucapkan ijab kabul, tinggal menunggu Rania saja.


Untuk perwalian Rania ada adik dari ayahnya yang tinggal di kampung dan di jemput oleh Soni untuk pernikahan ini.


Rania keluar dari dalam kamar, menunu di mana Erkan berada saat ini. Erkan terpukau saat Rania tengah berjalan ke arahnya, matanya hingga tak bisa berkedip menatap kecantikan calon istrinya.


"Bidadariku tiba!!" Batin Erkan dengan tersenyum.


Rania nampak malu menjadi pusat perhatian, dia hanya dapat menundukan wajahnya seraya tersenyum kecil menghadapi semuanya. Tidak bisa dibohongi jika saat ini Rania merasakan kebahagian yang tiada duanya dan itu terlihat dari wajahnya yang berseri-seri dan senyum yang tak pernah pudar.

__ADS_1


Erkan tetap menatap Rania tanpa memalingkan wajahnya, sampai akhirnya dia di kejutkan oleh sapaan sang ibu.


"Hei.., kau bisa menatapnya nanti, sekarang ayo mulai ijab kabulnya." ucap Vanesha dengan tersenyum.


Erkan terperanjat saat Vanesha berbisik padanya, betapa malunya dia saat tertangkap basah mengagumi kecantikan calon istri hingga tak berkedip menatapnya. Para tamu undangan pun tersenyum melihat tingkah Erkan dan banyak juga yang memuji kecantikan pengantin wanita.


"Ck," Maikel berdecak kesal melihat calon pengantin yang berada di sana. Dia sangat iri dengan Erkan Rania, dia tak pernah melihat betapa cantiknya wanita yang pernah dia sia-siakan.


"Mengapa aku begitu bodoh!" gerutu batinnya.


Sekarang dia tak punya apa-apa lagi, bahkan Liandra telah meninggalkannya dan Rania kini telah menjadi istri orang.


.


.


.


.


By... By...

__ADS_1


__ADS_2