'Kan Kurebut Istrimu

'Kan Kurebut Istrimu
Vanesha Dirga


__ADS_3

Dengan segera, Rania menghapus cairan bening itu lalu duduk bersama Erkan.


"Tentu saja sayang! Deddy juga bahagia." Ucapnya.


"Kita mau ke mana?" Tanya Rania.


"Pergi menemui ibuku!" Jawab Erkan.


Deg... Deg... Deg... Deg...


Rania tak menyangka, jika Erkan akan mengajaknya menemui ibunya, dia berpikir, jika Erkan hanya akan mengajak mereka jalan-jalan saja.


"Apa sudah selesai?" Tanya Erkan, dan mendapat anggukan dari Rania dan Gelora, bersamaan.


"Ayo!!" Ajak Erkan, mengambil tangan Gelora, dan menggandengnya.


Gelora mengikuti langkah Erkan dan juga meraih jemari Rania, mereka bagai keluarga bahagia yang berjalan beriringan sambil bergandeng tangan.


*


*


Saat ini Erkan, Rania, dan Gelora telah sampai di rumah yang tak terlalu besar.


Rumah itu adalah rumah peninggala kakek Erkan, ayah dari Vanesha Dirga, yaitu ibu Erkan. Vanesha kembali ke rumah itu setelah kematian suaminya dan tak pernah kembali ke mansion hingga sekarang.


Erkan mengajak Rania dan juga Gelora untuk masuk.


Tok tok tok tok


Tak lama kemudian seseorang membuka pintu, wanita tua yang mungkin berumur 60 tahun. Wanita itu menatap Erkan dan juga Rania serta Gelora yang berada di depan pintu.


"Slamat siang, Bu!" Ucap Rania menyapa lebih dulu, karena melihat wanita tua itu terpaku menatap mereka bertiga yang berdiri di depan pintu.


"Apa ini ibunya? Tapi nggak ada mirip-miripnya!" Batin Rania.


"Huuss!! Bi," Erkan mengetahui apa yang ada di pikiran Rania saat ini, hingga dia mengkode Ranian, dan menyapa wanita tua yang ada di depannya.


"Tuan!!" Seru wanita tua yang berada di depannya.


"Bi, ibu ada?" Tanya Erkan.

__ADS_1


"Ada, Tuan! Masuk-masuk. Ayo, nyonya pasti senang dengan kedatangan, Tuan."


Wanita itu adalah pelayan yang di bawah oleh Vanesha dari mension bersamanya, dia sudah mengabdi pada keluarga Dimatra selama 25 tahun, semasa Erkan masih kecil dia menjadi pengasuhnya hingga Erkan dewasa dan menikah dia tetap mengabdi pada keluarga itu dan memutuskan ikut dengan Vanesha, yang sudah menganggapnya sebagai saudara.


"Duduk dulu, Tuan. Nyonya sedang istirahat, biar Bibi buatkan minum." Wanita itu berlalu menuju dapur untuk membuat minuman.


"Itu siapa?" Tanya Rania dengan berbisik.


"Itu, pelayan dari mansion yang ikut dengan Ibu saat meninggalkan mansion." Jawab Erkan.


"Owh, aku kira itu ibumu!" Seru Rania sambil cekikikan.


"Mommy, kenapa?" Tanya Gelora yang merasa heran.


"Hm, tidak sayang. Mommy sedang mengingat serial tv yang lucu!" Jawabnya asal, apa yang terpikir di pikirannya saja.


Gelora hanya menganggukan kepalanya, tanda mengerti.


"Ini Tuan, Nona, dan Nona kecil silakan di minum." Ucap Bibi.


"Bi Rani, apa ibu baik?" Tanya Erkan.


"Tuan, sudah 2 bulan ini nyonya sakit, namun tidak mau di bawah ke rumah sakit atau pun ke rumah sakit." Jelas Rani.


"Saya mau ketemu ibu, Bi!" Seru Erkan.


"Mari Tuan, saya antar ke kamar nyonya," ajak Rani dan Erkan segera beranjak dari kursinya mengikuti Rani di depannya.


Klek


Pintu kamar terbuka, terlihat seorang wanita sedang terbaring lemah di kasur dalam kamar itu, Erkan masuk dalam kamar bersama Rani juga.


"Nyonya!!" Panggil Rani.


"Uhuk.., ada apa Rani?" Tanya Vanesha dengan suara yang sangat pelan dan pandangan yang tertutup.


"Nyonya, Tuan Erkan ada di sini!" Ucap Rani, memberitahukan.


Perlahan mata tua itu terbuka mencari sosok yang dikatakan Rania padanya.


Erkan mendekat dan Rani memundurkan tubuhnya, untuk memberi ruang kepada 2 orang yang telah lama baru bertemu.

__ADS_1


"Bu," panggil Erkan dengan menggenggam jemari-jemari yang mulai keriput itu.


"Bu, maaf! Aku salah, tidak pernah mengujungi Ibu!" Ucap Erkan.


"Tidak apa, di mana cucu Ibu?"


"Ada di sini, Bu!" jawab Erkan.


"Bi, panggilkan mereka!" pinta Erkan pada bi Rani.


Rania dan Gelora masuk ke dalam kamar Vanesha, mereka melihat wanita paru baya itu sedang terbaring di kasur, sangat lemah dan kusam.


"Deddy..." panggil Gelora.


"Sini! Ini Oma!" jelas Erkan yang melihat Gelora bingung.


"Oma! Oma Gelora?" tanya anak itu dengan kejutnya.


"Iya, ini Oma Vanesha, Oma kamu, ibu ayah juga!" jelas Erkan.


"Oma..." panggil Gelora. Vanesha segera mengangkat kepalanya dan bersandar di sandaran terpat tidur dengan di bantu Erkan.


"Oma, sakit?" Tanya Gelora.


"Tidak sayang, nenek cuma lemas saja. Sini peluk Oma!" Pinta Vanesha.


"Oma!! Gelora seneng punya Oma. Kenapa Oma, tidak tinggal bersama Deddy dan Gelora?"


"Maaf, sayang! Oma tidak bisa tinggal bersama kalian!" Vanesha melirik seorang lagi yang berada di kamarnya.


Erkan pun melirik ke arah Rania yang tengah berdiri tak jauh darinya.


"Siapa itu, Nak?" tanya Vanesha.


"Itu... Mommy Gelora!" ucap anak kecil itu dengan tersenyum.


.


.


.

__ADS_1


.


By... By...


__ADS_2