"Kisah Cinta Dua Orang Pemuda.

"Kisah Cinta Dua Orang Pemuda.
10


__ADS_3

Lepaskan.!! lepaskan pakaianmu sekarang atau kamu ingin kakak sendiri yang melepaskanya.?jawab.!


Rizki menyuruh Dini segera melepas semua pakainya itu.


*


*


Dan Dini yang ketakutan hanya bisa menuruti keinginan Rizki.


Rizki pun segera menarik Dini dan menjatuhkanya ke atas tempat tidur.


Rizki mulai mencium Dini dengan paksa bahkan Rizki juga menggigit pundak dan dada milik Dini yang menyebabkan Dini kesakitan.


*


*


Ah~hentikan .! ini sakit berhenti menggigitku kak.


Dini meminta Rizki untuk berhenti menggigitnya.


*


*


Tapi Rizki yang sedang marah tidak mendengarkan perkataan Dini,Rizki bahkan dengan egoisnya memasukan batang miliknya kedalam milik Dini dan dengan kasarnya Rizki terus mempercepat tumbukanya membuat Dini yang merasakan sakit,harus terus menahanya.


*


*


Rizki masih terus saja melakukan aksi kasar nya itu,bahkan Rizki tidak puas hanya dengan satu gaya saja,Rizki memaksa Dini untuk melakukan gaya ***** ***** menungging dan lagi-lagi Rizki memasuki Dini dari belakang dengan kasar..Dini terus menahan perutnya yang sakit karena harus menahan aksi dari Rizki,setelah dirasa puas dengan apa yang dilakukanya kepada Dini,Rizki pun menghentikan aksinya itu.


*


*


Dini yang kesakitan hanya bisa meringkuk sambil memegangi perutnya..sementara Rizki yang berbaring di samping Dini karena lelah berniat untuk memejamkan kedua matanya tapi hal itu tidak jadi dilakukanya karena tangan Dini yang gemetar berusaha untuk membangunkanya.


*


*


Kak..kakak..pe..perut..perut Dini.. sa..sakit sekali kak..tolong Dini.


Dini yang kesakitan memintak tolong Rizki.


*


*


Sedang Rizki yang mendengar Dini memintak tolong dengan suara yang lemah pun segera bangun untuk melihat keadaan Dini.


*


*


Astaga..!!Din..kok bisa kayak begini..kamu tunggu ya kakak pakai baju dulu.


Rizki yang melihat Dini mengeluarkan banyak darah segera memakai baju..dan mengantar Dini ke ruma sakit..hanya dengan Dini yang dibalut selimut karena Rizki tidak ingin mengulur waktu lagi untuk segera membawa Dini ke ruma sakit.


*


*


Sesampainya diruma sakit Dini segera di bawa ke unit gawat darurat..disana Dini masih harus menunggu dokter kandungan tapi setelah mendapat pertolongan sementara.


*


*


Tak butuh waktu yang lama dokter kandungan pun tiba dan bertanya ke pada Rizki.


*


*


Maaf..siapa keluarga pasien.


Dokter sepesialis kandungan dan ke bidanan yang bernama Anita damayanti pun bertanya.


Dan Rizki yang ada tak jauh dari bangkar Dini berbaring pun segera menjawab.


*


*


Saya.. Dok,saya tunangan pasien,Rizki berbohong dengan mengatakan kalau dirinya tunangan Dini,dan Rizki segera menjawab pertanyaan dari Dokter.


*


*


Apa yang sebenarnya terjadi.?kenapa bisa sampai mengalami pendarahan seperti ini.


Dokter pun kembali bertanya.


*


*


Ha..Apa.?pendarahan dok.


Rizki yang tidak tau apa pun kalau Dini mengalami pendarahan tercengang.


*


*


Baiklah siapa nama anda..dan pasien.


Dokter pun kembali bertanya dan menanyakan nama Rizki dan Dini.


*


*


Nama saya Rizki narendra sasongko,dan pasien bernama Dini dok,tepatnya Nandini aji saputri dok.


Rizki pun menjawab pertanyaan dari dokter.


*


*


Baiklah silahkan isi data diri anda dan pasien dengan salah satu perawat disana.


Dokter pun menunjuk meja bagian resepsonis untuk mendata pasien yang masuk.


*


*

__ADS_1


Saya akan melakukan USG untuk mengetahui apa penyebab pasien mengalami pendarahan dan menyiapkan tempat untuk menindak lanjuti,tapi sebelum itu.


suster..!!


Dokter pun memanggil salah satu perawat yang ada di seblahnya,dan perawat tersebut bernama Ana.


Sus..tolong kamu kasih pasien satu buah obat untuk menghentikan pendarahanya sebelum kita menindak lanjuti..karena saya akan melakukan USG terlebih dulu sebelum mengambil langkah selanjutnya ingat satu buah pil saja.


Dokter yang bernama Anita damayanti pun memberitau perawat yang bernama Ana agar memberi Dini satu buah pil sebelum melakukan tindakan selanjut nya.


*


*


Saat Dokter membuka selimut yang menutupi badan Dini,dokter pun sangat terkejut melihat tubuh Dini yang penuh dengan gigitan dan tanda merah,tapi sebagai seorang dokter.


dokter Anita pun mengabaikan apa yang dilihatnya dan segera melakukan pemeriksaan USG.


*


*


Dokter segera menaruh gel bening di atas perut Dini dan segera memeriksa apa yang menyebabkan Dini mengalami pendarahan yang begitu banyak.,tak butuh waktu lama setelah pemeriksaan tersebut..diketahui kalau ternyata Dini sudah hamil selama tuju minggu, Dokter pun segera memanggil perawat untuk membawa Dini ke salah satu ruangan untuk melakukan kuret.


Sus..tolong kamu bawa pasien ke dalam salah satu ruangan oprasi karena kita harus segera melakukan kuret karena ternyata pasien mengalami ke guguran.


tapi sebelum itu kamu tolong bersihkan dulu bagian bawah milik pasien dan segera lakukan pembiusan karena kita harus segera membersihkanya.


Dokter pun memintak perawat untuk membawa Dini ke salah satu ruangan oprasi dan membiusnya sebelum melakukan kuret.


*


*


Baik dok.?!


suster segera membawa Dini ke dalam ruangan untuk melakukan kuret.


*


*


Setelah melakukan pembiusan kini Dokter tengah bekerja untuk membersihkan rahim Dini agar tidak menimbulakan penyakit dikemudian hari dokter melakukanya dengan sangat baik cepat dan cekatan.,setelah pembersihan selesai Dini pun segera di pindahkan kedalam ruangan untuk pemulihan,dua jam kemudian Dini pun tersadar dari obat bius yang ada di tubuhnya.


sementara itu Rizki yang telah mengurus segala pendaftaran dirumah sakit telah memesan ruangan kelas nomor satu untuk Dini.


*


*


Dan Dini pun segera dipindakan kedalam ruangan perawatan tersebut,setelah dari ruang pemulihan.


Rizki terus berada di samping Dini..yang baru saja sadar di ruang pemulihan tadi,dan sekarang setelah pindah ke ruang perawatan, Rizki pun masih setia menunggu Dini disamping nya.


*


*


Din..bagai mana perasaanmu apa masih ada yang tersa sakit.?


Rizki bertanya kepada Dini sambil memegang telapak tangan Dini.


*


*


Tapi tak ada jawaban yang keluar dari mulut Dini tak lama kemudian Rizki mendapat telfon dari Bima.


*


*


ya halo ada apa Bim.?


Rizki bertanya kepada Bima.


*


*


Eh Ki..lo dimana.? kenapa rumah sepi.,Dini juga tidak ada dirumah.?lo tau Dini ada dimana.?


kok itu anak tumben jam segini belum pulang.


Bima bertanya kepada Rizki mengenai Dini yang tidak biasanya pulang terlambat dan belum ada dirumah pada jam-jam tersebut.


*


*


Lo gak usah kawatir,guwe lagi bersama Dini.


Rizki menjawab pertanyaan dari Bima.


*


*


Kak..kak Bima..


Dini memanggil nama Bima.,Dini ingin Bima datang kerumah sakit menemuinya dan Rizki yang mengerti maksut Dini pun segera memberi tau Bima kalau saat ini Dini ada dirumah sakit.


*


*


Bim..sebenarnya Dini ada dirumah sakit sama guwe.,guwe gak tau kapan Dini bisa pulang, guwe belum bertanya sama dokter.


Rizki pun memberi tau Bima kalau Dini sedang dirawat di rumah sakit.


*


*


Apa.!!emang adek guwe sakit apa.?! sampai harus di okname segala.


Bima masih bertanya kepada Rizki.


dan Rizki pun tidak tau harus jujur apa berbohong ke pada Bima.


*


*


Guwe..juga belum tau jelasnya Bim.


Rizki kembali menjawab pertanyaan Bima.


*


*


Ok..ok..guwe kesana sekarang.,kalian ada diruma sakit mana.?

__ADS_1


Bima pun kembali bertanya Dini dirawat di ruma sakit mana.


*


*


Rumah sakit PERMATA BUNDA Bim.


ruang kelas satu.,nomer sembilan.


Rizki memberi tau Bima kalau saat ini,Dini dan dirinya ada diruma sakit PERMATA BUNDA,di ruangan kelas satu nomer sembilan.


*


*


Tak butuh waktu lama Bima pun sampai dirumah sakit tersebut,setelah mendapati ruangan dimana Dini dirawat,Bima segera masuk dan duduk disamping Dini untuk melihat keadaan adiknya itu.


*


*


Dek..memang kamu sakit apa.?! kenapa sampai dioknam segala apa nya yang sakit.?coba kamu bicara sama kakak.


Bima pun berbicara kepada Dini sambil mengusap-usap kepala Dini sedang Dini yang mendengar ucapan Bima mencoba menutupi perbuatan Rizki selain Dini sendiri sebenarnya akan merasa malu juga.,kalau sampai sang kakak mengetahui kebenaranya kalau sebenarnya Dini mengalami pendarahan setelah di paksa Rizki untuk bercinta denganya, dan Rizki yang sangat kasar ketika melakukanya.


*


*


Tidak ada apa-apa kok kak,Dini hanya merasa lemas karena ke kurang cairan dan nuterisi saja.


Dini berbohong kepada kakaknya Bima.


*


*


Astaga cuma gara-gara itu ternyata.?


memang akhir-akhir ini kamu susah makan makanya Dek,kamu harus lebih menjaga pola makanmu mulai dari sekarang mengerti,kalau ayah sampai tau kan kakak yang bakal kena marah.


Bima mencoba memberi saran kepada Dini adiknya itu sedang Dini yang mendengar Bima menasehatinya hanya tersenyum dan mengangguk.


*


*


Sementara Rizki yang mendengar kalau Dini menutupi perbuatanya merasa sedikit malu kepada Dini.,dan hanya duduk diam di sofa sambil melihat Bima dan Dini ber interaksi antara keduanya.


*


*


Dek..kalau begitu kapan kamu sudah boleh pulang.


Bima kembali bertanya kepada Dini.


*


*


Dini belum tau kak..kita tanya dokternya saja nanti,kalau melakukan pemeriksaan lagi.


Dini menjawab pertanyaan Bima.


*


*


O..kalau begitu biar kakak memberi tau ayah kalau begitu.


Bima berencana memberi tau ayah nya perihal Dini yang masuk ruma sakit.


*


*


Jangan kak..kasihan ayah..ayah pasti sibuk itu terbukti ayah belum menghubungi kita sejak dua bulan ini.


Dini mencoba memberi tau kakaknya agar tidak menghubungi ayahnya selain takut sang ayah yang akan kuwatir Dini tidak ingin ayahnya merasa bersalah karena meninggalkan mereka untuk dinas ke surabaya.


*


*


Setelah pembicaranya dengan Dini selesai.kini Bima berjalan menghampiri Rizki yang sedang duduk di sofa dan Bima pun ikut mendudukan dirinya disamping Rizki dan mulai membuka pembicaraan.


*


*


Ki..makasih ya lo sudah tolongin adek guwe, guwe gak tau kalau gak ada lo gimana nasib adek guwe yang tiba-tiba pingsan hanya karena kurang cairan dan vitamin.


Bima berterimakasih kepada Rizki yang menolong Dini dengan membawanya ke rumah sakit.sementara Rizki yang mendengar ucapan terimakasih dari Bima merasa canggung karena perbuatanya ke pada Dini.


*


*


Biasa saja bro..sudah-sudah sebaiknya kamu juga istirahat saja,kamu pasti juga capek kan.


Rizki mencoba mengalihkan pemberbicara Bima,dengan memintak Bima untuk mengistirahat kan badanya.


*


*


Makasih bro lo emang temen guwe yang terbaik.


Bima pun kembali berbicara setelah itu Bima pun beristirahat dengan tidur di sofa.,tentu saja setelah Rizki berdiri untuk pindah duduk di samping dini.


*



Man-teman Maaf bila ada yang salah mengenai bab medis,yang ada di chapter ini dan chapter yang selanjutnya nanti.



Terus terang mengenai kejadian bab keguguran dan kuret..ini pengalaman teman-teman dan saudara dari suami saya..saya sendiri tidak pernah mengalaminya.


Nauzubilahi minzalik jangan sampai.


dan alhamdulilah saya sudah styril.


Tiga anak lebih dari cukup dan sudah gak mungkin mempunyai keturunan lagi menurut medis.



Saat ini corona di wilayah saya sangat parah dan keluarga saya juga pada kurang enak badan,jadi mohon do'a nya men-teman semoga saya dan para pembaca diberi keselamatan dan kesehatan dimanapun kita berada.Amin🙏


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA,DI TUNGGU KRITIK DAN SARANYA.

__ADS_1



__ADS_2