"Kisah Cinta Dua Orang Pemuda.

"Kisah Cinta Dua Orang Pemuda.
35.


__ADS_3

Pagi ini setelah semua nya selesai mandi,Dini segera berkemas Dini cuma membereskan baju-baju yang dibawanya saja ketika mengontrak dulu sedang semua prabotan yang ada dikontrakan memang sudah menjadi salah satu fasilitas nya.


Dini dan juga ayah nya beserta Aini dan Rizki kini bersiap untuk pulang kerumah tapi saat dalam perjalanan mereka memutuskan untuk mampir ke rumasakit untuk melakukan pemeriksaan seperti rencana mereka semalam.


Dan saat ini Dini sudah berada di rumasakit setelah mendaftar Dini masih harus menunggu antrian untuk pemeriksaan kandunganya.


"Nandini aji saputri.."Terdengar suara petugas memanggil nama Dini,Dini yang mendengar segera mamasuki ruwangan bersama ayah dan juga Rizki."Kamu tunggu diluar saja gak enak bila banyak orang didalam."Aji yang melihat Rizki ikut masuk segera memintak nya untuk keluar.


"Tapi om..Rizki kan juga ingin tau keadaan anak Rizki om."Rizki pun segera menjawab begitu Aji menyuruhnya untuk keluar.


"Sudah ayah biarkan saja."Dini yang melihat ayah nya dan juga Rizki berbicara segera menengahi ucapan keduanya karena Dini merasa tidak enak terhadap dokter yang saat ini ada dihadapanya.


Dini pun segera duduk dan dokter yang sudah membaca catatan dari petugas segera berbicara."Disini tidak ada keluhan apa-apa cuma merasa sering lapar ya.


Dan Dini yang mendengar pun mulai berbicara."Benar dok saya sering sekali merasa lapar bahkan tengah malam saya terbangun untuk makan dan perut saya terlihat lebih besar dari hitungan bulan dok.


Dokter yang mendengar keluhan Dini kembali berbicara."Merasa lapar itu hal yang biasa karena apa yang ibu hamil makan itu bukan cuma untuk nutrisi sang ibu saja tapi itu juga untuk janin jadi tidak perlu merasa kuwatir dan kalo masalah perut yang lebih besar dari hitungan bulan sebaiknya kita periksa dulu.


Dini segera berbaring di atas bankar untuk pemeriksaan setelah dokter mengolesi gel berwarna bening kini dokter mulai meletakan tombol monitor di atas perut Dini dan mulai menggesernya kesana-kesini untuk melihat bayi yang ada dalam perut Dini sedang Aji mau pun Rizki yang dari tadi diam tidak melewatkan kesempatan untuk melihat layar monitor yang ada di depan dokter.


"Dan dokter yang memeriksa Dini kini mulai kembali berbicara setelah melihat kondisi janin yang ada di perut Dini.


"Wah bayinya sehat sekali dan ada dua selamat ya bu..ibu hamil anak kembar mungkin ini yang menyebabkan perut ibu lebih besar dari ibu-ibu hamil lainya dan mungkin harus lebih banyak istirahat karena hamil anak kembar itu lebih mudah lelah,dan nutrisinya harus lebih di jaga karena sekarang ibu kan makan bukan untuk berdua saja tapi bertiga apa mau tau jenis kelaminya.?


Aji,Rizki yang mendengar menjadi sangat senang kemudian Aji pun mulai berbicara."Iya dok saya mau tau jenis kelamin cucu-cucu saya." Baik cucu bapak ini."Ketika dokter mau memberi tau Aji,Dini yang mendengar ucapan sang ayah segera berbicara.


"Jangan dok..saya ingin ini menjadi kejutan."Mendengar ucapan Dini seketika Aji dan Rizki kecewa tapi Aji yang kecewa mencoba untuk kembali berbicara dengan Dini.


"Sayang ayah ingin tau jenis kelamin cucu-cucu ayah."mendengar ucapan Aji,Rizki juga mulai ikut berbicara.


"Iya Din kakak juga mau tau agar lebih mudah untuk bisa mencari nama untuk keduanya nanti."Mendengar ucapan Rizki dan keinginan sang ayah akhirnya Dini pun setuju dan mulai berbicara kepada dokter.


"Maaf dok saya ingin tau juga jenis kelaminya."Dokter yang mendengar pembicaraan ketiganya tadi cuma tersenyum karena baru kali ini dokter melihat keluarga yang berdebat tak kenal tempat.dan dokter pun akhirnya kembali berbicara.


"Satu laki-laki dan yang satu perempuan..karena ini kehamilan pertama harus lebih dijaga mengenai makanan-makanan yang ibu makan nanti."Setelah selesai pemeriksaan dan memberi resep yang berupa vitamin Dini dan Aji beserta Rizki keluar dari ruwangan dokter.


"Setelah menebus vitamin di apotik kini mereka kembali kerumah tapi dalam perjalanan Aji yang sangat antusias mengenai cucu yang belum lahir itu mulai berbicara.


"Sayang terimakasih kamu sudah memberi ayah cucu dua sekaligus dan itu laki-laki dan perempuan makasih sayang sekarang kalo ayah pulang kerja sudah tidak akan merasakan suasana sepi lagi,dan ayah bisa main dengan mereka berdua.


Mendengar ucapan Aji,Aini dan Dini cuma bisa tersenyum sedang Rizki yang mendengar mulai berbicara."Iya dong om..harusnya om itu terimakasih sama Rizki juga karena Rizki sudah bekerja keras hingga Dini hamil bukan cuma satu tapi dua."Rizki malah membanggakan diri tanpa rasa malu hingga membuat Aji kesal.

__ADS_1


"Untuk apa aku ber terimakasih padamu yang hamil kan Dini yang capek yang merasakan sakit itu kan anak ku..apa kamu mau menggantikanya."Mendengar kekesalan Aji,Rizki merasa canggung tapi Aini dan Dini malah tersenyum-seyum mendengar keduanya berdebat..Aji dan Rizki memang sudah seperti ayah dan anak sejak dulu bahkan sejak Farit dan Helena yang dulu pernah bercerai hingga membuat Rizki terabaikan jadi apa pun yang Aji katakan kepada Rizki begitu pun sebaliknya mereka tidak pernah merasa seperti orang asing karena mereka sering berbicara dan bercanda seperti biasa nya yang mereka lakukan.


"Om..tolong nanti di pertigaan jalan seblah utara turunkan Rizki disitu."Setelah pembicaraan tadi kini Rizki kembali berbicara kepada Aji agar menurunkanya di tempat tujuan Rizki.


Aji yang mendengar ucapan Rizki kembali berbicara."Memang kamu mau kemana.?


"Rizki mau pulang ke tempat kos Rizki om."Mendengar ucapan Rizki,Aji kemudian kembali berbicara.


"Ya sudah sekalian kamu beresin barang-barang mu mulai sekarang kamu tinggal dengan kita agar om juga bisa tenang kalau om pergi kerja dengan begitu Dini ada yang menemani.


"Rizki yang mendengar ucapan Aji kembali berbicara dengan sangat senang."Bener nih om..om mengijinkan Rizki tinggal dengan kalian.


"Ya..dan kamu sebaiknya kembali untuk kuliah lagi agar kamu bisa membantu om..om akan berusaha membiyayai uwang kuliah mu dan Dini..Dini juga harus kuliah juga meskipun sudah melahirkan nanti soal cucu-cucu om kalian harus bisa mengatur waktu untu merawatnya juga..aku juga akan membantu begitu pun bibi Aini iya kan Aini.


"Setelah melihat experesi senang Rizki,Aji kembali berbicara kepada Rizki dan memintak Dini untuk meneruskan pendidikanya usai lulus sekolah dan melahirkan nati dan mengatakan kepada Aini untuk membantu mengurus cucu-cucunya yang belum lahir itu Aini yang mendengar segera berbicara.


"Iya aku pasti akan membantu Dini merawat anak-anak nya,mas Aji gak perlu kuwatir." Mendengar jawaban Aini,Aji merasa lega dan kembali berbicara.


"Kalo begitu Rizki mulai sekarang kamu tidur dikamar tamu jangan ganggu Dini lagi sebelum kalian nikah.!dan kalian akan nikah setelah tiga bulan setelah Dini melahirkan karena itu kondisi Dini pasti sudah kembali sehat dan juga sudah selesai nifas apa kamu mengerti."Aji berbicara kepada Dini dan Rizki dan keduanya pun hanya menganguk meski sebenarnya Rizki sudah tidak tahan lagi untuk bisa menjamah Dini.


"Setelah sampai di tempat kos Rizki segera berkemas dan berpamitan kepada pemilik kos kini Rizki,Aji dan Aini beserta Dini kembali kerumah tempat tinggal Aji.


Beberapa bulan berlalu Rizki kembali kuliah dan diwaktu senggang nya Rizki membantu Aji dikantor dan ketika hari libur mereka habiskan bersama keluarga dengan bersantai-santai di belakang taman rumah mereka sambil mengobrol.


"Sebenarnya untuk urusan uwang kuliah setiap kali Aji bertanya kepada Rizki untuk biyaya semester awal Rizki selalu berbohong dengan mengatakan kalau dirinya sudah membayarnya dengan sisa uwang tabungan yang dimilikinya.


"Suatu hari ketika Rizki hendak mendaftar kuliah dirinya mendapat pesan singkat dari sang mama yang mengiriminya uwang untuk keperluan hidup Rizki,karena Helena sangat tau bahwa saat ini putranya pasti mengalami kesulitan dalam keuwangan dan menyadari kalau putranya tidak memiliki pengalaman kerja dan hidup di luar.


"Rizki yang mendapat pesan singkat dari sang mama segera menelfon Helena untuk bertanya dan mengembalikan uwang yang Helena kirimkan tapi dalam telfon Helena mengatakan kalau itu uwang miliknya bukan milik Farit sang papa,jadi Helena memaksa Rizki untuk menerima uwang bulanan yang dikirimkanya apa lagi setelah tau melalui telfon dari Rizki,yang menceritakan kalau Rizki dirinya sudah kembali kuliah dan sekarang tinggal bersama Aji dan Dini.


"Mendengar hal itu membuat Helena lega dan tidak ingin menambah beban Aji oleh sebab itu Helena terus memaksa Rizki untuk menerima uwang bulanan darinya tentu saja tanpa sepengetahuan Rizki juga kalau sebenarnya Helena mengirim uwang untuk nya secara sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan oleh Farit.


"Malam ini merupakan malam kesempatan bagi Rizki karena Aji pulang sangat terlambat dari biasanya..Rizki menggunakan kesempatan itu untuk menyelinap kekamar Dini karena benar-benar sudah tidak tahan lagi.


"Din..Dini..bangun Din."Rizki mencoba membangunkan Dini yang sudah tidur dengan cara mengusap-usap kepala Dini.


"Um..ada apa kak."Dini yang terus dipangil-panggil Rizki pun akhirnya terbangun dan bertanya kepada Rizki dan pembicaraan keduanya pun dimulai.


"Din kakak pingin main boleh ya sebentar saja.


"Tapi kak ayah bilang kan sudah gak boleh main-main lagi sebelum kita nikah.

__ADS_1


"Din kakak bener-bener pingin sudah gak tahan lagi,kakak akan pelan-pelan boleh ya..peraturan kan dibuat untuk dilanggar lagian mumpung ayah mu belum pulang.


Melihat Rizki yang memelas akhirnya Dini mau melakukan hubungan badan dengan Rizki.


"Umh..kak janji pelan-pelan ya."Dini kembali berbicara setelah selesai berciuman dengan Rizki,Rizki yang mendengar ucapan Dini kembali berbicara.


"Iya gini aja, Dini di atas kakak saja dengan begitu gak akan terlalu menekan perut Dini agar anak kita aman.


"Iya..aah..um..Dini pun mend*sah ketika Rizki melakukan foreplay..dan ketika pisang milik Rizki sudah masuk kedalam lubang bawah milik Dini,Rizki pun mulai memanju mundurkan pinggang Dini.


"Kak..apa kakak tidak merasa berat kalau Dini seperti ini.?soalnya kan ada si kembar juga dalam perut Dini dan juga baru sebentar Dini sudah capek."Kamu tahan sebentar lagi ya Din kakak akan lakukan dengan cepat agar kamu tidak capek lagi.


Dini kembali berbicara pada Rizki di saat mereka tengah bercinta dan Rizki yang mendengar ucapan Dini memintak Dini agar bisa menahanya sebentar lagi.


"Ah..aa.."Dini mulai mend*sah ketika Rizki mulai melakukanya dengan cepat.


"Din kamu sudah organ*sm*.?"Rizki tiba-tiba bertanya kepada Dini karena merasakan tubuhnya basah oleh cairan hangat yang ada di berutnya.


"Enggak belum kak..ada apa.?."Dini pun balik bertanya pada Rizki.


"Apa Dini gak merasa basah di bagian bawah Dini atau Dini kamu buang air kecil.?"Mendengar ucapan Dini,Rizki kembali berbicara dan bertanya sedang Dini yang mendapat pertanyaan menjadi bingung dan berfikir.


"Dini enggak buang air kecil ah.!apa jangan-jangan ini air ketuban kak..tapi kalau ini air ketuban kok Dini tidak merasakan sakit karna kontraksi dan juga perkiraan lahir masih dua minggu lagi kok kak."Dini membicarakan isi fikiranya kepada Rizki,Rizki yang mendengar segera kembali berbicara.


"Kalo begitu Dini berdiri dulu kakak mau pakai baju kita harus periksa kerumasakit sekarang, kakak gak mau terjadi apa-apa sama kamu dan si kembar."Mendengar ucapan Rizki,Dini malah masih bertanya.


"Tapi kak menurut buku kesehatan ibu dan anak yang diberikan kepada Dini..disitu semua sudah tertulis tanda-tanda kelahiran dan cara-cara perawatan bayi Dini sudah baca semua..kalau benar ini tadi yang keluar air ketuban kok Dini tidak merasakan sakit akibat kontraksi sudah lah kak gak usah kawatir kita lanjut kan yang tadi saja.


"Enggak..kita gak akan lanjutkan yang tadi kita lakukan,sudah kamu pakai bajumu juga kita kerumasakit sekarang karena kakak bener-bener kuwatir sama kamu karena itu cairan yang sangat banyak."Rizki kembali berbicara dan memintak Dini untuk bersiap-siap karena mereka sekarang akan kerumasakit.


"Rumasakit.


Saat ini Dini tengah melakukan pemeriksaan dan benar saja kalau cairan yang Dini keluarkan adalah air ketuban Dini masih tidak percaya karena dirinya tidak mengalami kontraksi-kontrasi yang menandakan tanda-tanda melahirkan Dini yang penasaran pun bertanya pada perawat dan dokter yang berjaga malam setelah mendengar penjelasan dokter.


Bahwa melahirkan ada juga yang tidak merasakan kontrasi-kontraksi yang disebutkan Dini barusan,setelah faham akan ucapan dokter Dini pun segera dimintak untuk melakukan puasa karena Dini akan melahirkan secara secar..karena Dini tidak mengalami konteraksi,itu menandakan kalau tidak adanya pembukaan jalan lahir disamping itu Dini juga tengah mengandung anak kembar jadi Dini akan menjalani oprasi sesar karena hal-hal tersebut Dini pun mulai ketakutan.


"Kak..Dini takut bagaimana ini."Dini pun terlihat pucat karena harus melahirkan sekarang dan secara sesar juga.


"Dini tenang ya kalau Dini ketakutan nanti kakak takut nya Dini dan sikembar kenapa-napa jadi Dini harus tenang ingat kan senam hamil yang sering Dini lakukan atur nafas dan harus berfikiran tenang."Melihat Dini yang ketakutan Rizki mencoba untuk menenangkanya.


"Kamu duduk dulu ingat Dini harus tenang ok. kakak akan menelfon ayah mu agar datang kesini dan kakak akan mengabari bibik Aini juga agar datang dengan membawa persiapan bayi yang sudah kamu siapan di tas."Rizki kembali memintak Dini untuk tenang dan mulai mengabari Aji dan Aini perihal Dini yang akan melahirkan dan memintak untuk membawa persiapan persalinan yang sudah Dini siapkan jauh-jauh hari sebelumnya,itu karena Rizki dan Dini datang tanpa membawa persiapan apa pun saat datang ke rumasakit.

__ADS_1


__ADS_2