
"Drap..drap.." Suara langkah kaki Rizki..Rizki berjalan sangat cepat dan segera membuka pintu rumah untuk menemui papa nya..Rizki benar-benar marah..sebenarnya Rizki sudah menelfon kantor Farit tapi salah satu staf yang mengangkat telfon kantor mengatakan kalau Farit sedang tidak ada dikantor melainkan sudah keluar kantor untuk makan siang dirumah.
"Rizki yang sudah ada didalam rumah segera menuju ruang makan tapi sebelum sampai tempat tujuan Rizki melihat papa dan mama nya yang sedang bercengkerama diruang keluarga melihat hal itu Rizki segera menghampiri sang papa dan perdebatan keduanya pun tak terelakan lagi.
"Pa.! apa yang papa lakukan ke Dini dan Bima pa.?!kenapa mereka pergi dari rumah mereka."Tanpa basa-basi Rizki yang sudah ada di depan Farit seketika bertanya sambil berteriak.
"Apa maksut mu..papa gak ngerti.!apa hubungan mereka yang pergi dari rumah mereka dengan papa."Farit yang mendengar ucapan Rizki berpura-pura tidak tau.
"Mendengar alasan Farit,Rizki kembali berbicara kepada Farit." Alah.! sudah lah pa.. gak perlu papa berbohong kebohongan papa itu sudah gak mempan untuk ku..jadi katakan apa yang papa perbuat ke mereka..sampai mereka pergi dari kota ini.
"O..itu bagus dong dengan begitu kamu bisa menikahi Clarisa..kamu itu sudah papa jodohkan dengan Clarisa.
"Pa.!aku gak mau papa mengatur hidupku apa lagi sampai mencampuri siapa yang harus aku nikahi..aku itu cintanya sama Dini pa..dari dulu sampai sekarang aku hanya melihat Dini seorang,kenapa papa gak ngeti-ngerti juga..dan saat papa dan mama pisah om Aji dan keluarganya yang selalu ada untuk aku pa..aku ingin menjadi bagian keluarga mereka yang sesungguh nya dengan menikahi Dini tapi apa yang papa lakukan ke mereka sampai mereka pergi meninggalkanku.
"Rizki kembali berbicara kepada Farit setelah mendengar ucapan Farit yang seperti menyepelekan pertanyaan Rizki.
"Berapa kali papa bilang pernikahanmu dan Clarisa itu untuk membuat masa depan kamu dan keluarga kita semakin lebih baik kedepanya dan bila kamu menikahi Dini hanya karena balas budi kepada mereka karena telah menjagamu dari dulu,papa rasa itu tidak perlu kamu lakukan karena dari dulu papa juga sudah banyak membantu Aji dalam bisnis.
"Apa.?! dulu apa maksut papa?."Mendengar ucapan Farit,Rizki pun kembali bertanya.
"Papa akan bicara terus-terang papa sudah memutus kontrak kerja sama papa sama Aji dan sebagai gantinya papa kasih anak perusahaan yang ada disurabaya..semua sudah papa selesaikan lewat notaris jadi kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi."Mendengar ucapan Farit seketika Rizki berteriak.
"Aagrh.! apa sih yang papa inginkan.!sudah aku bilang jangan mencampuri urusan Rizki termasuk siapa yang akan jadi istri Rizki pa.bukankah Rizki sudah menikahi Novi sesuai keinginan papa.! sudah lah sekarang Rizki mintak alamat tempat tinggal om Aji yang ada di surabaya.
__ADS_1
"Papa gak punya papa juga gak tau alamat nya si Aji."Farit kembali bicara pada Rizki yang memintak alamat Aji yang ada di surabaya.
"Papa mau berbohong lagi..terus gimana papa mengirim berkas-berkas dokumen ke om Aji..apa papa tau Dini lagi hamil pa."Rizki yang medengar ucapan Farit kembali bicara karena merasa Fatit berbohong padanya.
"Papa benar-benar tidak tau karena papa mengirimnya ke alamat kantor bukan alamat rumah dan kalo pun Dini hamil ya..biarkan saja untuk apa kamu pedulikan.
"Pa.! Dini itu lagi hamil dan itu anak Rizki darah daging Rizki pa.
"Rizki-Rizki mau sampai kapan kamu itu dibodohi oleh perempuan macam Dini dan Novi,apa kamu tau papa sudah membereskan masalahmu dengan Novi harusnya kamu itu bersukur..bukanya malah masih saja dengan mudahnya di bodohi.
"Farit pun berbicara sambil mencibir Rizki sedang Rizki yang merasa ucapan Farit sudah keterlaluan pun kini kembali berbicar.
"Pa.. apa papa sudah lupa siapa yang sudah memaksaku menikahi Novi,bukanya itu papa-papa sendiri yang sudah memaksaku untuk bertanggung jawab kepada Novi demi cucu papa saat itu dan papa sangat yakin kalau itu cucu papa bahkan saat aku terus menolak Novi dan anak yang ada dikandunganya papa mengancamku dengan menyakiti om Aji..padahal papa dan om Aji sudah seperti saudara..tapi aku salah ternyata papa tidak bisa di percaya harusnya aku tidak mendengarkan papa utuk menikahi Novi sekalipun menikah siri,aku sudah sangat menyakiti Dini gara-gara papa bahkan kini anaku yang belum lahir juga harus menderita.
"Saat dengan Novi papa trus berusaha agar aku bertanggung jawab tapi kenapa dengan Dini papa malah berusaha untuk memisahkan kami apa salah Dini pa."Setelah mendengar semua ucapan-ucapan Rizki kini Farit kembali bicara.
"Pa.! Mas.!"Mendengar ucapan Farit barusan membuat Rizki dan Helena berteriak secara bersamaan dan Helena yang lebih bayak diam dari tadi melihat pertengkaran ayah dan anak itu ini mulai ikut berbicara kepada Farit.
"Mas..! kenapa kamu segitunya memaksa Rizki biarkan saja Rizki dengan pilihanya tidak semua perjodohan berhasil seperti kita dan kita cukup beruntung karena kita pada akhirnya saling cinta..jadi biarkan Rizki bertanggung jawab kepada Dini.
"Kalian ini kenapa sih aku ini cuma ingin kalian hidup nyaman.! senyaman-nyamanya aku tau dengan diriku saja kalian sudah merasa hidup nyaman tapi apa salahnya kalau mas ingin kalian merasakan kenyamanan yang lebih."Farit mencoba berbicara melalui sudut pandangnya Helena yang mendengar hanya bisa menggelengkan kepala sedang Rizki yang mendengar malah semakin kesal kepada papanya itu dan kembali bicara.
"Pa.! itu namanya serakah.
__ADS_1
"Plak..!"beraninya kamu mengatakan itu kepada papa mu sendiri."Seketika Farit menampar pipi Rizki karena ucapan Rizki yang di tujukan kepadanya.
"Kenapa itu kenyataanya kan Clarisa.! Clarisa lagi sudah berapa kali Rizki bicara secara berulang-ulang kalo papa sangat menyukai Clarisa papa saja sana yang menikahinya."Setelah meluapkan amarahnya Rizki segera beranjak pergi tapi kali ini sebelum Rizki pergi Farit kembali mengancamnya.
"Kalau kamu berani keluar rumah lagi kali ini papa akan memutuskan hubungan kita kamu bukan anak papa lagi..papa tidak akan memberimu apa pun lagi..bahkan papa tidak akan memberimu warisan sepesar pun."Mendengar ancaman Farit,Rizki yang hendak pergi kembali berbalik bada dan berbicara kepada Farit untuk yang terakhir kalinya.
"Pa..apa papa kira aku takut,tidak masalah aku tidak mendapat apa pun dari papa termasuk warisan dari papa aku akan pergi dan berusaha untuk mandiri semampuku setidaknya aku tidak seperti seseorang yang bahkan tega merendahkan temanya sendiri karena keserakahan.
"Brak.!."Suara pintu rumah yang di tutup dari luar oleh Rizki ketika hendak pergi meninggaljan rumah..Rizki pergi tanpa membawa apa pun selain kartu kredit dan beberapa uwang tunai didompetnya.
"Rizki kembali kerumah Dini untuk mengemas beberapa baju dan memasukanya kedalam ransel dan Rizki pun segera memesan tiket kereta api dari jakarta ke surabaya untuk menemui Dini meski Rizki tidak tau alamat rumah Dini tapi Rizki tau alamat kantor Aji jadi Rizki memutuskan datang ke surabaya dan mencari tempat kos untuk dirinya tinggal sementara,Rizki mencari tempat kos melalui aplikasi yang ada di ponselnya.
"Meski rumah Dini sudah di iklankan untuk di jual tapi Keluargan Dini,belum membereskan semua barang-barang yang ada dirumah tersebut rencananya barang-barang tersebut akan dibereskan begitu rumah itu sudah laku dijual.
"Sementara itu Jonathan dan istrinya pergi mengunjungu Jimi di penjara dan betapa terkejutnya kedua orang tua Jimi melihat keadaan Jimi yang penuh luka,dipenjara Jimi selalu di buli oleh Jejen..Jejen yang arogan dan menjadi kejam setelah masuk penjara gara-gara membantu Jimi dulu,kini malah terkenal didalam penjara dan Selalu membuli Jimi hingga Jimi pernah dirawat gara-gara Jejen yang terus menghajarnya.
"Meskipun sudah dipisahkan sel antara Jejen dan Jimi tapi saat ada inpeksi dan sedang berkumpul di lapangan untuk pembinaan Jenen tak melewatkan kesempatan untuk memukuli Jimi,Jimi yang tadinya terus mengalah karena rasa bersalah telah menyeret Jejen masuk ke dalam penjara kini sudah habis kesabaran dan mulai melawan, jadi setiap ada kesrmpatan untuk bertemu mereka pasti berkelahi adu jotos.
"Kedua orang tua Jimi hanya bisa bersedih melihat kondisi sang anak tanpa bisa berbuat apa-apa untuk menolong sang anak,tapi satu hal yang membuat Jimi ingin berubah dirinya ingin menjadi seseorang yang berguna dan Jimi sudah menyesali semua perbuatanya dan bertobat.
"Tak lupa Jimi menceritakan tentang Novi yang melahirkan anak nya Jimi memintak kedua orang tuanya membantu Novi dalam materi semampun mereka untuk membantu membesarkan sang cucu dan melihat cucunya bila ada waktu luang.
"Setelah mendengar cerita Jimi tentang hubunganya dengan Novi dan kini Novi yang sudah melahirkan anak Jimi membuat kedua orang tua Jimi datang ke rumah Novi,kedua orang tua Jimi datang menemui Novi melalui alamat yang Jimi berikan dan kini keduanya datang untuk melihat sang cucu.
__ADS_1
"Sesampainya di rumah Novi kedua orang tua Jimi disambut oleh Sari dan Novi dengan sangat baik karena bagaimana pun,kedua orang tua Jimi juga memiliki hak untuk melihat sang cucu..didalam perbincangan antara dua keluarga kedua orang tua Jimi pun memberitau tentang kondisi Jimi yang dipenjara dan kesediahan mereka sebagai orangtua yang tidak bisa me olong Jimi.
"Mendengar cerita tentang Jimi melalui kedua orang tua Jimi,hal itu pun kini membuat Novi menjadi sedih dan bertekat untuk mengunjungi Jimi ke,esokan harinya.