"Kisah Cinta Dua Orang Pemuda.

"Kisah Cinta Dua Orang Pemuda.
23


__ADS_3

"Setelah menutup,ponselnya kini Farit kembali ingin melakulan aksinya lagi terhadap Helena karena Farit ingin Helena cepat hamil tapi.. Helena sudah terlanjur tertidur lebih dulu karena kelelahan dan Farit yang melihatnya menjadi mengurungkan niatnya karena merasa kasihat terhadap sang istri yang terus-terusan melayani suaminya itu dalam berhubungan s*x.


"Sementara itu di tempat Novi.


"Nak..kapan kamu datang.?"Sari ibu dari Novi bertanya kepada putrinya itu karena ketika Novi masuk kedalam rumah saat itu Sari sedang mencuci baju di belakang rumah dan Novi yang mendengar pertanyaan sang ibu malah berbicara dengan nada yang kasar.


"Memang kenapa kalau aku kembali kerumah.! apa aku sudah tidak boleh pulang kerumahku sendiri.!"Sari yang mendengar ucapan putrinya itu dengan nada kasar segera berbicara agar Novi tidak semakin menjadi-jadi dalam berbicara.


"Bukan begitu nak..kamu kan baru satu minggu menikah.?tapi sudah pulang kerumah apa ada masalah."Sari kembali bertanya kepada Novi putrinya itu.


"Denger ya bu..aku mau pulang apa enggak ibu gak usah ikut campur urusanku mending ibu urusi masalah ibu sendiri dengan begitu itu sudah membantuku dan satu hal lagi kalau..mertuaku itu menelfon dan menanyakan keberadaanku disini aku harap ibu mau mengatakan yang sebenarnya kalau aku memang ada di sini dan menginap disini apa ibu ngerti.!Novi kembali berbicara dengan ibunya itu dan Sari pun balik bertanya kepada putrinya itu.


"Novi memang sebenarnya ada apa..kamu tidak membuat masalah kan.?coba kamu katakan yang sebenarnya ada apa.


"Dengar ya bu..ibu lakuin saja apa yang aku katakan karena aku mau pergi menemui Jimi dan mungkin aku gak akan menginap disini jadi kalau mertuaku itu tanya tentang aku..ibu bilang saja kalau aku lagi tidur atau lagi ngapain kek."mendengar ucapan putrinya itu Sari kembali bertanya karena mencemaskan Novi.


"Novi..kamu tidak sedang bertengkar dengan suamimu kan apa terjadi perselisian antara kamu dan keluarga suamimu..kamu itu sudah menikah apa pun yang terjadi kamu harus sabar dan tahan..ibu tidak ingin kamu menderita nak.


"Ibu..ibu pikir aku mau hidup susah terus..aku mau merubah hidupku tidak peduli Rizki mencintaiku atau tidak persetan dengan semua itu aku harus pergi menemui Jimi untuk menyusun rencana..apa ibu tau.?! om Farit sepertinya memintak pak mun untuk mengawasiku..dan akan melakukan tes DNA.begitu anak ini lahir kalau aku sampai ketahuan aku tidak bisa merampas semua harta om Farit apa ibu ngerti.!"Novi kembali berbicara kepada ibunya itu.


"Astaga nak..katakan kenapa kamu sampai seperti ini.! jadi anak yang kamu kandung itu bukan anak Rizki.?! kalau sampai kamu ketahuan bagai mana.?! sebaik nya cepat kamu akui saja yang sebenarnya kepada mertuamu itu sebelum mereka mengetahui lebih dulu nak dengan begitu kamu mungkin masih bisa di maaf kan oleh mereka."Sari kembali berbicara dan mengingatkan Novi agar mau mengakui semuanya mengenai anak yang dikandungnya itu kalau itu bukanlah anak dari Rizki.


"Apa.! mengakui enak saja gak.! aku gak mau hidup susah terus-menerus dan asal ibu tau sebaiknya ibu membantuku dan apa ibu tau anak yang aku kandung ini anak Jimi dan Jimi tidak mau membesarkanya Jimi tidak mau menikahiku..lagian aku sudah susah payah menjebak Rizki jadi bagaimana bisa aku melepaskanya dan ini juga ide dari Jimi..agar anaknya bisa hidup enak tanpa harus dia(Jimi) yang membesarkanya dan lagian harta ayah sudah habis buat mengobati penyakit ayah dan ibu yang hanya menganggur mengurus ayah dulu..tapi sekarang ayah sudah tiada dan ibu juga hanya bisa bekerja sebagai buruh cuci mana bisa buat aku hidup enak kayak teman-temanku yang anak orang kaya itu sudah aku mau keluar ingat apa pesanku..bila mertuaku menelfon bilang kalau aku lagi tidur atau lagi ngapain kek,pokok nya ibu harus cari alasan ngeti.

__ADS_1


"Brak.! "suara pintu rumah yang ditutup oleh Novi sedangkan Sari hanya bisa diam mendengar dan melihat tingkah anaknya itu dan Sari hanya bisa menyesal karena tidak pernah membuat Novi bahagia sesuai apa yang Novi inginkan selama ini.


"Di depan gang rumah..Novi segera memasuki taxi yang di pesanya itu ketika sedang di rumah ibunya..sebelum pertengkaran keduanya dimulai Novi sudah memesan taxi terlebih dulu kini Novi segera meluncur menuju caffe tempat dirinya dan Jimi janjian..sedang pak mun yang segera mematikan ponsel setelah melapor pada Farit kini membuntuti taxi yang di naiki oleh Novi dari belakang..setelah sampai pada tempat tujuan Novi tak lupa segera membayar ongkos taxi dan segera menemui Jimi.


"Sedang pak mun memarkirkan mobilnya di tempat yang tidak begitu menarik perhatian karena pak mun takut Novi mengenali mobil majikanya itu dan pak mun hanya bisa memantau Novi dari jauh.


"Kini Novi dan Jimi keduanya sedang duduk berhadap-hadapan..dan pembicaraan keduanya pun dimulai.


"Kenapa lama sekali..apa kamu tau aku sudah menunggumu dari tadi kamu bawa uwang yang aku mintak kan."Jimi mulai berbicara kepada Novi.


"Tentu saja bawa tapi aku tidak bisa kasih kamu banyak aku takut om Farit tau kalau uwang yang dia berikan habis."kini Novi menjawab perkataan Jimi.


"Kalau sudah di berikan ya sudah mau habis apa enggak kenapa kamu mesti takut."Jimi kembali berbicara pada Novi.


"Sial mana cukup buat bayar utang judi online ku."Jimi kembali bicara dan Novi yang mendengar segera bertanya dan mulai bicara.


"Apa.! kamu itu sudah tidak punya apa-apa tapi masih saja suka berjudi..apa kamu tidak bisa cari kegiatan lain."Novi kembali berbicara kepada Jimi.


"Diam.! sejak keluargaku bangkrut mana ada yang mau membantuku heh.!teman yang dulu ngemis-ngemis sama aku aja sudah tidak mau mendekat dan para p*r*k itu juga gak ada yang mau muasin aku mentang-mentang aku sudah miskin jadi yah dari pada aku stres mending aku ikutan judi online sapa tau kan bisa menang."Jimi kembali bicara pada Novi.


"Dasar bodoh..dari pada judi mending kamu cari kerja kamu sudah lulus meski tidak lanjut kuliah kan masih ada pekerjaan yang bisa kamu lakukan kalau aku tidak menjebak Rizki untuk menikah denganku mau kamu kasih makan apa anakmu ini."lagi-lagi Novi berbicara kepada Jimi


"Ya apa lagi dari pada lahir menderita kayak kamu dan aku mending di gugurin aja bereskan."Jimi kembali bicara pada Novi dengan santay nya.

__ADS_1


"Sial.! lo itu benar-benar kejam gak cuma menjualku kepada om-om kamu bahkan mau membunuh anakmu sendiri."Novi kembali berbicara pada Jimi.


"Bicara realistis saja..itu kenyataan."lagi-lagi Jimi bicara dengan santay nya pada Novi.


"Oiya ada yang mau aku katakan ini menyangkut kita berdua."Novi kembali berbicara.


"Om Farit sepertinya mencurigaiku aku yakin itu pasti om Farit menyuruh seseorang entah siapa itu untuk mengawasiku makanya tadi aku sedikit lama aku harus membuat alasan ke dokter kandungan dan pak mun memaksa untuk mengantar dan kemudian terpaksa deh aku periksa kandunganku..dan aku mencari alasan lain ya itu aku ingin menginap di rumah ibu makanya baru sekarang aku bisa keluar menemuimu..dan satu hal lagi om Farit mau melakukan tes DNA begitu anak ini lahir kamu cari ide lah agar anak kita tidak ketahuan kalau bukan anak Rizki kamu harus bantuin aku dengan begitu kita bisa hidup enak.


"Kamu tenang saja aku ada kenalan seseorang tapi kamu harus siapkan biayanya kamu tau kan memalsukan hasil laborat itu mahal."mendengar ucapan Jimi,Novi kembali bicara.


"Aku tau makanya kamu berhenti berjudi donk agar aku bisa ngumpulin uwang buat bayar orang nanti,inikan demi agar kita hidup enak.


"Ok tapi kamu harus terus kasih aku uwang aku gak mau kerja pokoknya hasil uwang bulanan mu dari om Farit kamu harus bagi sama aku."Jimi kembali bicara pada Novi,sedang Novi yang mendengar ucapan Jimi kembali bicara dengan nada kesal


"Sialan.! aku kan harus nabung kok kamu masih tega mintak.


"Apa boleh buat aku masih harus ngelunasin utang-utangku dan aku kan juga butuh makan."Jimi kembali bicara pada Novi,Novi yang mendengar ucapan Jimi hanya bisa pasrah.


"Ya sudah."medengar Novi yang setuju Jimi kembali berbicara kepada Novi mengenai keinginan nya yang lain.


"Novi kita main yuk aku kangen nih pingin main tapi gak ada yang mau kalau aku gak bisa bayar jadi sebelum kamu pulang kita main dulu yuk gimana.


"Ok ayok aku juga sudah lama pingin si Rizki bahkan sudah tidak pernah pulang setelah dia(Rizki) menikah denganku sudah bisa dipastikan pasti dia sedang di rumah Dini..ah masa bodo..kalau pun pulang palingan dia gak mau nyentuh guwe..kalau begitu tunggu apa lagi yuk."Mendengar ucapan Jimi,Novi segera mengiyakan keinginan Jimi dan setelah selesai bicara dengan Jimi kini Jimi dan Novi segera pergi menuju rumah Jimi untuk bercinta.

__ADS_1


__ADS_2