
"Skip,seminggu kemudian.
"Tak terasa,sudah satu minggu Dini izin tidak masuk sekolah karena mengalami morning sickness karena dirinya tidak ingin teman-temanya tau kalau dirinya tengah hamil morning sickness Dini sangat parah dirinya kali ini bukan cuma merasa lemas tapi juga merasa sering mual-mual dan ingin muntah berbeda ketika dirinya hamil dulu meski terasa mengantuk dipagi hari dan tidak bisa makan tapi Dini masih bisa untuk memakan es krim dan Bima yang melihat kondisi adiknya merasa kuwatir tapi tetap tidak tau apa yang sebenarnya terjadi kepada Dini karena Dini tidak memberitau keadaan nya yang sebenarnya kalau dirinya sedang hamil begitu pula dengan Rizki,Dini juga tidak memberitau kondisinya setiap Rizki bertanya.
"Disaat Bima pergi kuliah begitu pula dengan Rizki,hari ini Farit yang sengaja memutuskan libur dari pekerjaan kantor berniat menemui Dini..karena Farit merasa harus menyelesaikan segala urusan yang memang harus diselesaikan dengan Dini secepat mungkin dan kini Farit sudah berada di depan pintu rumah Dini dan bersiap untuk menekan bel.
"Ding..dong.."bunyi bel rumah Dini,Dini yang sedang berada di dalam kamar begitu mendengar suara bel rumah dengan lesu berusaha untuk keluar kamar dan turun kebawah untuk melihat siapa yang datang.
"Dini segera membuka pintu dan Dini sangat terkejut melihat Farit lah yang datang kerumahnya."Om..?
"Iya ini om ada yang ingin om katakan sama kamu dan kakak mu apa om boleh masuk."Melihat Dini yang terkejut akan kedatanganya Farit tanpa basa-basi segera berbicara kepada Dini maksut kedatanganya.
"Iya..silahkan masuk om."Dini segera mempersilahkan Farit untuk masuk.
__ADS_1
"Dan ketika sudah berada di dalam ruang tamu Farit pun segera duduk."Om mau minum apa biar Dini buatkan."Dini tak lupa segera menawari Farit minuman..sedang Farit yang mendengar kembali berbicara.
"Tidak usah..om cuma sebentar dan om cuma mau bicara sama kamu dan kakakmu.
"Kak Bima belum pulang om kalau pulang palingan nanti sore sekitar pukul tiga jadi kalau om mau bicara sama Dini saja nanti biar Dini juga kasih tau kak Bima."Dini segera menjawab pertanyaan Farit dan Farit pun mengerti kemudian Farit kembali berbicara kepada Dini.
"Baiklah kalau begitu,tapi kenapa kamu terlihat pucat apa kamu sakit.?!kalo kamu sakit sebaiknya kamu cepat pergi berobat kasihan ayah mu..bila tau kamu disini sedang sakit sementara ayahmu di surabaya masih harus memikirkan kondisi anak perusahaan disana yang belum setabil-setabil juga,kamu ngertikan maksut om."Sebelum berbicara Farit yang melihat kondisi Dini pun bertanya.
"Tidak kok om Dini cuma kecapean saja."Dini segera menjawab pertanyaan Farit."Farit kemudian kembali berbicara.
"Dan..apa kamu tau..sebenarnya Farit mau menikahi Novi itu terpaksa om yakin Rizki sudah menjelaskanya padamu tapi apa kamu tau alasan Rizki setuju menikahi Novi."Mendengar ucapan Farit kali ini Dini yang penasaran pun mencoba bertanya.
"Memang apa alasan kak Rizki menikahi Novi om.?
__ADS_1
"Alasanya cuma sepele menurut om..om acam Rizki kalau tidak mau bertanggung jawab kepada Novi..om tidak akan membagi hasil perusahaan yang om dan ayahmu kelola bersama,om akan memutuskan hubungan kerjasama om dan ayahmu dan om juga cuma akan kasih anak perusahaan yang ada di surabaya yang saat ini ayahmu coba untuk membuatnya setabil kamu tau kan sejak perusahaan di surabaya itu dibangun sampai pengoprasian nya tidak pernah stabil sejak awal dan itu malah menghabiskan keuntungan induk perusahaan..jadi om berniat untuk memberikan perusahaan itu kepada ayahmu.
"Farit yang mendengar pertanyaan Dini karena penasaran akhirnya pun berbicara kepada Dini sedang Dini yang mendengar apa yang barusan Farit katakan merasa tak percaya Farit setega itu kepada dirinya dan keluarganya kemudian Dini kembali berbicara kepada Farit.
"Om jahat apa salah ayah..ayah itu teman om kalian berteman sejak lama tapi kenapa om tega dan Dini juga kak Bima sudah menganggap om itu seperti ayah kami sendiri tapi kenapa om tega.
"Tak masalah kamu anggap om ini kejam yang pasti om ingin kamu menjahui Rizki..karena om tau tidak mungkin Rizki mau meninggalkanmu karena itu om tidak peduli apa yang kamu lakukan buat Rizki meninggalkanmu dan bila perlu kamu yang pergi meninggalkanya biarkan Rizki kembali ke rumah untuk mengurus istri dan anaknya Farit kembali menjawab pertanyaan Dini.
"Mendengar ucapan Farit membuat Dini bertanya-tanya kenapa Farit begitu membencinya."Kenapa om begitu membenci Dini memang salah Dini apa.
"Kamu tidak punya salah apa-apa itu karena om sudah menjodohkan Rizki dengan Clarisa mereka itu bagaimana pun harus menikah dan asal kamu tau bila om tidak setuju Rizki dengan mu apa lagi dengan Novi coba kamu pikirkan kira-kira apa yang akan om lakukan kepada Novi menurutmu..kamu itu masih kecil tidak tau menau masalah orang dewasa jadi sebaiknya kamu nurut buat Rizki pergi dari sisimu atau kamu saja yang pergi meninggalkanya atau kamu ingin om menjalankan ancaman om kepada ayah mu.. kalau kamu takut ayahmu hidup susah gimana dengan om asalkan kamu tau jika Rizki dan Clarisa menikah bukan cuma aset-aset kita bertambah setelah terjadinya ikatan keluarga tapi bila om membiarkanmu dan Rizki bersama apa keuntungan yang akan kamu dan keluargamu berikan untuk penyatuan keluarga.
"setelah selesai berbicara dan menjelaskan kepada Dini kini Farit segera bangkit dari duduknya dan pergi keluar rumah meninggalkan Dini yang terdiam.
__ADS_1
"Dini hanya bisa menangis dirinya tidak menyangka Farit setega itu kepada keluarganya hanya karena harta..Dini tidak pernah menyangka kalau Farit yang merupakan teman dari kecil sang ayah hingga sekarang tega kepada ayah nya.