
Tiga hari kemudian.
Tak terasa sudah tiga hari Dini izin tidak masuk sekolah karena sakit dan selama tiga hari itu juga..Rizki juga memintak izin ke pihak sekolah dengan alasan yang sama..Rizki sengaja ikut-ikutan izin tidak masuk ke sekolah tentu saja dengan alasan yang sudah sangat jelas menurut dirinya sendiri,itu dikarenakan Rizki ingin menemani Dini selama beristirahat untuk pemulihan.
Sementara itu selama tiga hari ini Novi juga tidak dapat bertemu dengan Rizki..setiap Novi datang kerumah Rizki untuk berangkat ke sekolah seperti biasa tapi Rizki yang ditunggu-tunggu sampai jam berangkat sekolah lewat pun tak kunjung menampakan batang hidungnya itu membuat Novi berfikir untuk menemui Rizki disekolah nya akan tapi tetap saja hasilnya nihil karena itu Novi segera mencari informasi dari teman Rizki mengenai Rizki yang tidak dapat ditemuinya dan teman Rizki yang bernama Abas pun memberitaunya dengan mengatakan kalau selama tiga hari ini ternyata Rizki sudah izin kepada pihak sekolah dengan alasan sakit..setelah mendengar informasi tersebut membuat Novi kembali berfikir kalau Rizki tidak ada dirumah maupun disekolah sudah bisa dipastikan kalau selama ini Rizki pasti sedang bersama dengan Dini.
Novi yang baru memikirkanya saja sudah merasa sangat kesal karena Novi benar-benar tidak ingin melepaskan Rizki begitu saja meskipun dari awal Novi ingin menjebak Rizki tapi tidak dapat dipungkiri kalau Novi sudah ada sedikit rasa suka kepada Rizki..Novi yang tidak ingin melepaskan kesempatan untuk mendapatkan Rizki pun kini mulai berfikir agar Rizki mau bertanggung jawab akan dirinya sekalipun Rizki bukanlah pelaku utama yang menghamili dirinya.
Novi tau kalau Rizki sering menghabiskan waktu dirumah Dini tapi Novi juga bukanlah orang yang bodoh yang dengan sengaja atau dengan mudahnya mendatangi rumah Dini hal itu bisa saja Novi lakukan tapi Novi kembali memikirkan konsekuensi yang akan diterimanya nanti bila itu sampai dirinya lakukan itu dikarenakan Novi tidak ingin membuat keributan atau masalah kepada Dini karena Novi takut berurusan dengan Bima karena Bima bukanlah orang yang dengan mudah melepaskan siapa pun yang mencoba menyakiti keluarganya karena hal itu lah Novi harus berfikir seribu kali bila ingin menemui Rizki dirumah Dini.
Karena masih belum bisa menemui Rizki dan mendapatkan jalan keluar Novi pun mulai kembali berfikir agar bisa menemui Rizki dan mendapat pertanggung jawaban darinya dengan cara apa pun kini Novi mau tidak mau harus memakai cara terakhir yaitu menemui orang tua Rizki omFarit yaitu papa Rizki.ya Novi akan menemui ayah Rizki besok pagi sebelum pergi kesekolah.
Sementara itu dirumah Dini.
Rizki kini masih setia untuk menunggu Dini di dalam kamarnya Rizki terus berusaha untuk melayani Dini kalau-kalau Dini butuh sesuatu agar Dini tidak turun dari tempat tidur dan tetap terus berbaring di atas ranjangnya tapi gara-gara hal itu malah membuat Dini semakin kesal dengan Rizki yang melarangya untuk melakukan kegiatan ini dan itu sekali pun itu untuk berjalan kearah balkon,Dini yang sangat kesal tidak bisa lagi menahan kekesalanya dan mulai berbicara kepada Rizki.
__ADS_1
Kak..Dini mau ketoilet.
Dini harap kakak tidak melarang Dini untuk turun dari tempat tidur karena tidak mungkin kan kakak membiarkan Dini untuk pipis disini.
Dini sengaja berbicara kepada Rizki untuk pergi ke toilet selain benar-benar ingin buang air kecil Dini sengaja ingin menghindar dari Rizki yang selalu menempel pada dirinya.
Kalau begitu ayo sini kakak akan membawamu ke kamar mandi.
Rizki yang mendengar ucapan Dini yang ingin ketoilet segera menghampiri Dini dan ingin menggendonya kekamar mandi.
Hah.!? kakak.!! Dini pun berteriak kepada Rizki yang telah mengabaikan apa yang diucapkanya dan mulai berbicara kepada Rizki.
Setelah Dini berteriak kepada Rizki dan meluapkan kekesalnya Dini segera memintak Rizki untuk segera menjauh dari sisi ranjangnya karena Dini ingin turun dan berjalan sendiri ketoilet tapi Rizki yang keras kepala seperti biasanya tidak mendengarkan apa yang Dini ucapkan malah segera bergerak menggendong Dini dan membawanya kedalam kamar mandi.
Dini sebaiknya kamu berpegangan dulu dengan gagang handuk disampingmu itu karena kakak akan membantumu melepas celana yang kamu pakai.
__ADS_1
Semampainya didalam kamar mandi Rizki segera menurunkan Dini dan memintak Dini untuk berpegangan pada gagang handuk agar tidak jatuh dan mendengar apa yang Rizki katakan untuk membantunya melepas celana membuat Dini terkejut dan kembali berbicara kepada Rizki.
Apa.!!
Dini yang terkejut mulai kembali berbicara kepada Rizki.
Kak..tolong hentikan sikap konyol mu ini tanpa bantuanmu aku bisa melakunya sendiri..apa kakak pikir aku tidak malu apa.
Mendengar apa yang Dini ucapkan membuat Rizki kembali bertanya.
Untuk apa kamu merasa malu bukankah kakak sudah melihat semuanya kakak bahkan sudah berkali-kali merasakanya jadi untuk apa kamu malu ayo sini kakak bantu kamu untuk menurunkan celanamu.
Rizki mengatakan kata-kata mesumnya kepada Dini dengan santainya dan tanpa merasa malu atau pun canggung.
Dini yang mendengar apa yang barusan Rizki katakan sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya bisa pasrah dengan semua prilaku Rizki kepada dirinya..Dini bahkan gagal untuk bisa sendiri meski pun itu didalam toilet Rizki benar-benar seperti hantu yang terus berada di sisi Dini membuat tiga hari waktu istirahat Dini menjadi lebih terkekang meskipun setiap hari Dini sudah terkekang dengan keberadaan Rizki yang setiap hari-harinya berada dirumah bersamanya tapi karena Dini yang mengalami sakit akibat ke guguran membuat Dini malah semakin dan semakin terkekang dengan semua tingkah laku Rizki kepadanya.
__ADS_1
Maaf teman-teman semua baru bisa up karena kemarin-kemari saya lagi revisi novel saya yang berjudul CINTAI AKU ITU PUN BLM SELESAI.
SETELAH SELESAI REVISI INSAK,ALLAH mau saya lanjut kan lagi dan terimakasih sudah membaca.