"Kisah Cinta Dua Orang Pemuda.

"Kisah Cinta Dua Orang Pemuda.
26


__ADS_3

"Tak terasa sudah malam Bima maupun Rizki menjadi heran karena sejak pulang sekolah Dini tidak keluar kamar bahkan tidak memasak untuk mereka merasa ada yang tidak beres Bima yang di ikuti Rizki dari belakang segera menuju kekamar Dini untuk melihat adiknya itu.


"Sesampainya di kamar Bima segera membuka pintu dan masuk begitu saja memang pintu kamar Dini tidak pernah terkunci hal itu memudah kan Bima untuk melihat kondisi adik nya itu dan hal itu pula yang menjadikan kesempatan untuk Rizki selalu tidur bersama Dini,sebenarnya semenjak kejadian pertama dirumah antara Rizki dan Dini..Dini mulai mengunci pintu kamarnya tapi Rizki berhasil membukanya dan memaksa Dini agar mulai tidak mengunci pintu kamar dan juga agar dirinya(Rizki)mudah untuk masuk.


"Bima segera menghampiri Dini dan mencoba membangunkan Dini."Dek..bangun ini sudah malam kamu gak masak untuk kakak.?dek..adek.


"Bima yang terus memanggil Dini sambil menggoncang-goncang pundak Dini tidak mendapat respon Bima menjadi panik dan segera membangunkan Dini secara paksa..Dini yang tiba-tiba dibanggunkan menjadi sedikit linglung ketika kesadaran mulai kembali Dini segera berbicara.


"Kak Bima ada apa kak.


"Bima yang mendengar ucapan Dini kembali berbicara."Kakak hanya terkejut kamu tidur lama sekali makanya kakak datang untuk melihatmu ada apa.?kenapa mukamu pucat sekali.


"Mendengar ucapan Bima kini giliran Rizki mendekat kearah Dini lebih dekat untuk melihatnya secara lekat-lekat karena apa yang diucapkan Bima benar kini giliran Rizki yang berbicara."Din..kamu pucat apa kamu sakit.?sakit dibagian apa kenapa diam saja ayo sekarang kita kerumasakit untuk check up kesehatan.


"mendengar apa yang Rizki ucapkan barusan Dini yang terdiam mulai berbicara agar Bima sang kakak tidak merasa cemas."Aku tidak apa-apa kok kak..cuma merasa pusing dan lemas badanku juga terasa meriang itu saja paling nanti juga hilang sendiri.


"Mendengar ucapan Dini dan Rizki tadi Bima menjadi tidak tenang dan memaksa Dini agar mau pergi periksa ke ruma sakit."Gak.!pokok nya kamu harus periksa kerumasakit sekarang biar kakak tenang Din.


"Iya..biar aku saja yang mengantarmu. "mendengar ucapan Bima,Rizki segera menawarkan diri untuk mengantar Dini ke rumasakit untuk periksa.


"Entah karena apa tiba-tiba Dini merasa kesal dengan Rizki,Dini segera berbicara yang membuat Rizki kecewa."Aku akan pergi untuk periksa tapi aku gak mau dianter kak Rizki biar kak Bima saja yang mengantar Dini.


"Baiklah..sekarang kamu bersiap-siap dulu biar kakak tunggu di bawah,ayo sekarang kamu juga keluar biar Dini bersiap lebih dulu dan kamu jaga rumah saja."Setelah selesai berbicara dengan Dini, Bima segera berbicara dengan Rizki untuk mengikutinya keluar dari kamar Dini karena Dini harus bersiap diri untuk pergi periksa mendengar ucapan Bima dan penolakan dari Dini tadi membuat Rizki terdiam dan merasa kesal Rizki yang kesal karena Dini menolak untuk diantar oleh nya padahal Rizki sangat kuatir akan kondisi Dini dan Rizki terus merasa cemas kalau hanya bisa menunggu dirumah.


"Setelah selesai berbenah diri Dini menuruni tangga badanya terlihat sangat lemas melihat hal itu membuat Rizki kembali berbicara. "Din..kamu terlihat lemas sekali gak bisa..pokoknya kakak akan ikut kamu dan Bima ke rumasakit.


"Kalau kak Rizki ikut..aku tidak jadi pergi ke rumasakit pokoknya.!"Dini yang mendengar ucapan Rizki kembali berbicara agar Rizki tidak ikut pergi ke rumasakit..karena dalam pikiran Dini mau dirumasakit atau dirumah pasti Rizki akan menggangunya karena tidak ingin diganggu itulah Dini menolak Rizki untuk ikut medengar ucapan sang adik yang tidak akan pergi untuk periksa..Bima seketika melotot kearah Rizki dan mulai berbicara.


"Eh..lo dirumah aja..guwe gak mau adek guwe gak jadi periksa gara-gara lo kalo adek guwe kenapa-kenapa gimana lo juga gak mau kan hal itu terjadi,makanya udah lo dirumah aja..nanti kita bakal balik cepet kok.


"Mendengar ucapan Bima,Rizki hanya bisa diam dan pasrah karena Rizki tidak ingin Dini kenapa-kenapa..akhirnya Dini dan Bima pergi menuju rumasakit dengan menggunakan motor."Dek kamu pegangan kakak yang erat agar tidak jatuh karena badanmu sangat lemas apa kamu ngerti.


"Bima memberitau Dini agar berpegangan karena melihat kondisi tubuh Dini yang sangat lemah..sesampainya di rumasakit setelah mendaftar dan tidak perlu begitu lama menunggu akhirnya kini giliaran nama Dini dipanggil setelah mendengar namanya dipanggil Dini segera masuk keruang dokter dan mulai untuk melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


"Apa keluhan nona Dini.?"dokter mulai mengajukan pertanyaan kepada Dini mengenai keluhanya sebelum dilakukan pemeriksaan.


"Badan saya terasa meriang dan tubuh saya rasanya lemas dok akhir-akhir ini."Dini yang mendengar pertanyaan dokter segera menjawab mendengar jawaban Dini dokter pun kembali bertanya.


"Sudah berapa hari.


"mungkin sekitar hampir semingguan dok.Dini segera menjawab pertanyaan dokter dengan tidak pasti karena dirinya tidak menghitung kapan dirinya mulai merasa sakit.


"Kalau begitu silahkan berbaring"Dokter segera memintak Dini untuk berbaring untuk melakukan pemeriksaan.


"Dokter jaga yang memeriksa Dini bernama Agus kurniawan dan karena tidak menemukan sakit Dini dokter pun meminta Dini agar di okname untuk memulihkan kondisi tubuh Dini yang terlihat sangat lemas untuk sementara dugaan dokter Dini hanya mengalami dhidrasi dan dokter pun menyarankan Dini untuk di infus dan memberinya obat penurun panas dan bila belum membaik juga dokter menyarankan untuk melakukan check up kesehatan secara menyeluruh dan dokter pun kembali berbicara.


"Untuk saat ini di infus dulu..dan bila besok belum membaik sebaiknya nona Dini melakukan check up kesehatan secara menyeluruh."mendengar hal itu Dini segera menyetujuinya dan keluar dari ruangan dokter dan berbicara kepada Bima yang dari tadi menunggunya di luar ruangan.


"Kak dokter memintak Dini untuk okname karena dugaan sementara cuma dhidrasi."mendengar ucapan Dini,Bima segera memintak adiknya duduk diruang tunggu.


"Kalau begitu kamu tunggu kakak disini dulu biar kakak yang urus ruangan untuk kamu."Bima segera memesan kamar inap di rumah sakit tersebut untuk Dini.


"Bima yang terus mengabaikan panggilan Rizki kini mau tidak mau mulai mengangkatnya dan sebelum Bima berbicara Rizki sudah dulu berbicara dan marah-marah."Bim ngapain aja sih lo baru angkat telfon guwe lo tau gak guwe bener-bener kuwatir karena lo dan Dini belum pulang juga jam segini.


"Mendengar ucapan Rizki yang marah pada dirinya kini giliran Bima yang bicara kepada Rizki."Lo gak usah kuwatir Dini baru saja mendapat perawatan Dini harus okname malam ini karena kondisinya yang sangat lemah jadi lo gak usah kuatirin Dini guwe akan jaga adek guwe.


"Gak kuatir gimana aku mau kesana lo dirumasakit mana.?"mendengar ucapan Bima,Rizki segera memintak Bima memberitaukan rumasakit mana yang Dini dan Bima datangi dan Bima yang mendengar sengaja tidak memberitaukanya karena Bima yang melihat Dini menggelengkan kepalanya Bima pun segera mematikan ponselnya dan mulai bertanya kepada Dini.


"Kenapa dek.?!melihat reaksimu apa Rizki pernah melakukan sesuatu padamu karena selama ini kakak melihat kamu biasa saja dalam menghadapi nya."Dini segera menjawab pertanyaan sang kakak.


"Aku males aja kak gak tau kenapa hari ini rasanya aku kesal banget sama dia jadi biarkan saja dia kalau dia(Rizki)datang yang ada aku gak bisa istirahat."mendengar ucapan Dini,Bima pun hanya mengangguk tanda setuju.


"Senentara itu di tempat Jimi.


"Jimi yang baru bangun sore tadi tidak melihat ke layar ponselnya sama sekali apa kah ada panggilan masuk atau chat..Jimi dengan santainya bermalas-malasan hingga dirinya tersadar ada janji dengan temanya untuk ketemuan malam ini Jimi pun segera mandi dan berbenah diri tak lupa sebelum pergi Jimi melihat jam yang ada di layar ponsel miliknya itu melihat begitu banyak panggilan dari Novi dan juga pesan yang Novi kirimkan Jimi segera membuka pesan tersebut dan segera membacanya.


"Setelah selesai membaca tanpa berpikir lagi Jimi segera menuju ke rumasakit permata bunda tempat Novi melahirkan dan juga untuk menemui temanya yang kebetulan piket malam di rumasakit tersebut teman Jimi ini adalah seorang perawat laki-laki bernama Yoga kurnia,Yoga dan Jimi mereka saling kenal lewat teman mereka dalam acara pesta s*x yang diadakan salah satu teman mereka dan tentunya sebelum keluarga Jimi bangkrut waktu itu dan mereka masih berhubungan hingga sekarang..jadi ini adalah kesempatan Jimi untuk meminta bantuanya sekaligus ingin melihat Novi dan anaknya.

__ADS_1


"Jimi segera melajukan motornya dan setelah sampai di rumasakit Jimi segera menghubungi temanya itu pembicaraan mereka cukup singkat karena Jimi cuma mengatakan kepada Yoga kalau dirinya sudah sampai dirumasakit dan sedang menunggu di salah satu taman di area rumasakit seblah utara.


"Yoga yang mendengar ucapan Jimi pun segera menemui Jimi..karena Yoga yang mendapat giliran piket malam hari ini tidak begitu sibuk makanya begitu Jimi datang dan bilang ingin memintak bantuanya Yoga segera menemuinya dan pembicaraan keduanya pun di mulai.


"Lo udah lama nunggu bro.?"Yoga bertanya kepada Jimi sambil memberi segelas kopi sedang Jimi yang mendengar langsung menjawab.


"Gak kok guwe juga baru datang terus langsung telfon lo..oiya Ga..guwe butuh bantuan lo..lo bisa gak tolongin guwe..soalnya ini penting dan asal gak ketahuan guwe rasa pekerjaan lo tetep bakal aman kok gak mungkin lo di pecat."Mendengar apa yang di ucapkan Jimi,Yoga kembali berbicara untuk bertanya.


"Wih..gila.!? belum apa-apa lo udah ngomong gitu memang lo butuh bantuan guwe dalam hal apa.?! kalo guwe sanggup guwe bantu tapi kalau di luar kemampuan guwe apa lagi kalo sampai guwe di pecat dari kerjaan guwe gak bisa bro lo tau kan sekolah perawat itu ngabisin banyak uwang dan belum tentu ketika kita sudah jadi perawat dengan mudah masuk ke rumasakit untuk berkerja kita juga butuh orang dalam yang mencarikan kita tempat di rumasakit tempat kita bekerja dan asal lo tau itu gak gratis..jadi kalo masalah lo besar guwe gak bisa bantu guwe gak mau kalo sampai kehilangan pekerjaan guwe.


"Mendengar ucapan Yoga,Jimi terlihat sedih untuk menarik perhatian Yoga agar Yoga mau membantunya dan Jimi pun kembali berbicara."Guwe cuma mau lo malsuin hasil tes DNA anak guwe lo tau kan Novi pacar guwe yang pernah lo ent*t waktu di pesta dia sudah ngelahirin anak guwe..dan Novi sendiri sudah menikah dengan Rizki narendra sasongko anak pemilik perusahaan iklan dan percetakan itu..karena guwe gak mau tanggung jawab akan kehamilanya dan Novi yang takut akan aborsi terpaksa kita jebak si Rizki teman dari pacar Novi yang dulu.


"Masalahnya si Rizki ini meski mau menikahi Novi karena terpaksa atas ancaman ayahnya tapi Rizki itu tidak pernah menyentuh Novi dan untuk menghindari kecurigaan keluarga Rizki,ayah mertua Novi akan melakukan tes DNA besok guwe cuma mintak lo buat malsuin aja kok kamu pasti bisa lah guwe mohon guwe gak ingin anak guwe hidup menderita setidaknya ini yang bisa guwe lakuin untuk anak guwe..dan lo bantulah Novi lo kan pernah ent*t dia juga dan guwe gak marah karena lo juga dalam kondisi mabuk.


"Mendengar semua cerita Jimi Yoga menjadi tidak tega kepada temanya itu dan menyetujuinya tapi dengan sebuah syarat."Ok guwe akan usahain gimana pun caranya tapi gak gratis lo harus berani bayar setidak nya seratus juta dan guwe masih boleh pakek Novi lo gak keberatan kan.


"Gila duwit segitu banyak nya dari mana guwe dapet kalo lima puluh juta guwe masih sanggup tapi kalau lebih guwe gak bisa tolonglah demi pertemanan kita kalo lo masih mau ent*t Novi guwe gak masalah selama Novi nya mau."Jimi kembali bicara kepada Yoga.


"Heh Jim apa lo gak takut itu beneran anak lo apa bukan lo kan sering jual Novi ke om-om Novi itu banyak yang pakek dan guwe juga pernah pakek dia..apa lo gak kuatir kalo lima puluh juta ok lah guwe usahain duwit ini juga bukan untuk guwe doang duwitnya untuk nyuap orang bagian laborat."Yoga yang mendengar ucapan Jimi pun kembali bertanya dan menyetujuinya.


"Dan Jimi yang mendengar ucapan Yoga kembali berbicara."Guwe yakin itu anak guwe karena meski Novi banyak yang pakek duwit hasil dia ngent*t selalu dibagi ke guwe dan Novi selalu memakai k*nd*m hanya saat ngent*t ama aku aja karena guwe gak suka pakek itu k*nd*m dia itu tipe orang setia guwe suruh ngapain aja pasti mau sayangnya guwe udah miski kalo bokap guwe gak bangkrut guwe pasti bisa bahagiain dia dan dia tau betul itu..dan meski tanpa tes DNA guwe yakin anak yang dia lahir itu anak guwe.


"Setelah terjadi kesepakatan antara Yoga dan Jimi kini keduanya mulai mengobrol kehal-hal lain tak terasa sudah waktunya Yoga untuk kembali keruangan nya dan pergi lagi untuk mengontrol pasien..dan Jimi pun juga pamit pulang tapi sebelum pulang Jimi menyempatkan diri untuk ke bangsal mawar tempat Novi dan bayi nya berada bangsal mawar adalah ruangan vip yang berisi satu orang satu kamar.


"Jimi segera masuk untuk menemui Novi,dan Jimi sangat beruntung karena tidak ada satu orang pun yang berjaga di samping Novi..sedang Helena terpaksa di bawa pulang sore tadi oleh Farit karena Farit tidak ingin Helena merasa tidak nyaman karena harus tidur di rumasakit sedangkan Sari ibu dari Novi sendiri belum mendapat kabar dari Novi mau pun Farit perihal Novi yang sudah melahirkan..Jimi yang melihat Novi segera menghampiri dan mengelus kening Novi tentunya setelah melihat kondisi anaknya yang tertidur di box bayi.


"Novi yang merasakan usapan dikening nya seketika terbangun dan membuka mata..melihat Jimi Novi pun segera berbicara."Kenapa baru datang lo..udah baca pesan guwe kan.? gimana udah ketemu teman lo..yang dulu lo ceritain bakal bantu kita.


"kamu tenang saja aku baru saja ketemuan denganya dan dia setuju tapi dengan syarat uwang sebesar lima puluh juta dan dia mau ngent*tin lo..kalo lo..nya mau,kalo gak juga gak masalah kita sudah sejauh ini kita harus berhasil lo..udah bekerja keras maafin guwe,guwe gak bisa bikin hidup lo..bahagia malah bikin kita hancur bersama."Jimi yang mendengar ucapan Novi kembali berbicara dan memintak maaf sedang Novi yang mendengar ucapan maaf dari Jimi kembali bicara.


"Gak apa-apa kok Jim ini mungkin terdengar gila tapi lo..pernah bikin hidup guwe bahagia dan guwe merasa kita ini sama karena cuma kamu yang mengertin aku..untuk masalah uwang aku udah siapin lima puluh juta aku punya kok kamu tenang saja aku trasfer nanti bagai mana pun kita harus berhasil. "Pembicaraan keduanya pun berakhir dan Jimi pun pulang kerumah setelah menemani Novi meski sebentar.


"*Capek ngetik komen donk kalau ada yang salah maklumilah..karena author buka**n dari petugas kesehatan*.

__ADS_1


__ADS_2