
Sore ini Dini pulang dari ruma sakit dengan di jemput oleh Bima tentu saja sepulang Bima dari kuliah..Bima yang mendapat telfon dari Rizki yang memberitaukanya kalau Dini sudah diijinkan pulang oleh dokter sore ini bila kondisi Dini benar-benar sudah membaik.
*
Dini..Rizki dan Bima kini telah bersiap-siap untuk pulang ke rumah..dalam perjalanan pulang tidak ada satu pun yang memulai pembicaraan,Dini sudah memikirkan apa yang sudah Rizki katakan sebelumnya dan berniat untuk tetap diam agar Bima sang kakak tidak merasa kawatir kepadanya mengenai masalah yang terjadi antara dirinya dan juga Novi,begitu pun dengan Rizki..Rizki sendiri tidak ingin memberitau Bima keadaan yang sebenarnya.,mengenai Novi yang datang siang tadi menemuinya di ruma sakit untuk meminta pertanggung jawaban darinya.
*
*
Sesampainya dirumah Dini segera masuk dan menuju kedalam kamar nya untuk beristirahat sementara Rizki langsung berpamitan kepada Bima untuk pulang karena sejak kemarin Rizki belum pulang kerumah dan Rizki pikir pak tua yang ada dirumahnya pasti akan mengomel-ngomel karena sejak kemarin selain tidak pulang kerumah..Rizki sendiri tidak mengangkat telfon dari pak tua itu..jadi hari ini Rizki berniat untuk pulang kerumah dan Rizki pun segera berpamitan kepada Bima.
*
*
Bim..guwe pulang dulu..tolong lo jagain Dini buat guwe karena sepertinya guwe tidak bisa kesini lagi,orang tua itu pasti mengomel karena sejak kemarin guwe gak pulang dan gak angkat telfon darinya Rizki pun segera berpamitan untuk pulang ke rumah nya kepada Bima.
*
Lo nyantai aja bro..gak usah lo suruh guwe.. guwe pasti jagain Dini lah..Dini kan adek guwe..dan satu hal lagi lo masih panggil bokap lo dengan sebutan pak tua..sampai kapan lo mau panggil bokap lo dengan sebutan seperti itu meski kamu marah.,OmFarit itu kan tetap papamu dan bukanya masalah kedua orang tuamu sudah selesai begitu lama.,bahkan sejak kamu masih kecil gak baik lo ki..bukanya aku sok menasehati tapi keadaan Om Farit juga tidak berdaya.
*
*
Bima menjawab ucapan dari Rizki dan sekaligus bertanya kepada Rizki kenapa masih saja memanggil papa nya sendiri dengan sebutan pak tua.
*
Heh..tak berdaya katamu..karena tak berdayanya dia itu..aku menyebutnya pak tua karena hanya orang-orang yang sudah tua yang tidak berdaya akan keadaan..orang yang tidak bisa memperjuangkan hak atau pun cintanya.. untuk apa aku harus menghormatinya orang yang tidak bisa mempertahankan istrinya apa pun yang terjadi.,jadi jangan harap dia bisa mengatur hidup ku..sudahlah aku pulang dulu gak ada habisnya kalau kita membicarakanya.. yang ada malah membuatku semakin kesal.
Rizki mengakhiri pembicaraanya dengan Bima dan segera pulang kerumah.
*
*
Sesampainya Rizki dirumah Rizki yang baru saja masuk kedalam rumah ternyata sudah ditunggu oleh Farit..Farit sengaja pulang lebih awal dari kantor hanya untuk bisa bertemu dengan Rizki kalau-kalau Rizki sudah pulang,meskipun hubungan Rizki dan Farit tidak cukup baik,meski begitu Farit sebagai papa dari Rizki selalu menghawatirkanya..begitupun dengan Rizki meski selalu menghabiskan waktu dan hari-harinya lebih sering dan lebih banyak dirumah Dini tapi Rizki selalu pulang kerumah.. kalau pun Rizki tidak pulang Rizki akan menelfon asisten rumah tangga yang bekerja dirumahnya untuk menyampaikan kepada Farit kalau dirinya tidak pulang..dengan begitu Farit akan merasa tenang..karena kemarin Rizki tidak pulang dan tidak mengangkat telfon dari papa nya itu membuat Farit kawatir dan pulang lebih cepat untuk bertemu dengan Rizki seperti hari ini dan saat Farit dan Rizki saling bertemu..Farit pun berusaha untuk bertanya kemana saja putranya itu..kenapa sampai tidak pulang dan tidak menjawab telfon darinya.
__ADS_1
*
*
Rizki..kamu baru pulang.?! sini dulu..duduk lah dulu ada yang ingin papa katakan..kamu dari mana saja.?kenapa kemarin tidak pulang bahkan tidak mengangkat telfon dari papa..apa kamu tau..papa sangat menghawatirkamu meskipun papa tidak pernah ada waktu untuk bisa bersama mu tapi setidaknya bicaralah kalau ada apa-apa nak.
*
Rizki yang mendengar papanya menyuruhnya untuk duduk dan secara langsung bertanya kepadanya apa yang membuatnya tidak pulang dan tidak menjawab telfon darinya segera menjawab.
*
*
Papa tidak perlu kuwatir..aku kalau tidak di rumah Bima mau ada dimana lagi kemarin aku tidak pulang karena harus menemani Dini,di ruma sakit jadi papa tidak perlu lagi menghawatirkanku.
Rizki segera menjawab apa yang papanya tanyakan dan segera bangun dari duduk nya untuk menuju ke kamar tapi sebelum Rizki melangkah kan kaki Farit kembali bertanya.
*
*
Memang Dini sakit apa.?sampai harus dibawa keruma sakit dan lagi kenapa kamu tidak segera memberitau papa..apa sekarang Dini sudah tidak apa-apa.
*
*
Sebelum Rizki kembali kekamar nya Rizki yang mendapat pertanyaan sang papa mengenai kondisi Dini segera menjawab pertanyaan dari sang papa.
Papa tenang saja Dini sudah membaik kok.. makanya Rizki pulang,sudah lah pa..berhenti ikut campur dengan apa yang aku lakukan sekalipun aku tidak pulang kerumah..dan berhenti menjadi orang tua yang peduli akan anaknya.
*
*
mendengar apa yang Rizki ucapkan barusan membuat Farit menjadi marah dan pertengkaran antara keduanya pun terjadi.
Rizki.!apa yang barusan kamu ucapkan seburuk apa pun papa..papa tetap lah papa kamu..papa ini bertanya karena kawatir ke padamu tapi sikap macam apa ini..kenapa setiap kali papa ingin berbicara baik-baik tapi kamu selalu seperti ini cara menanggapinya.
__ADS_1
Farit yang marah membentak dan meluapkan semua emosinya kepada Rizki.
*
*
Sudah lah pa.! jangan ikut campur lagi..mengenai apa pun urusanku meski papa adalah papaku tapi hubungan kita tidak sedekat itu..hubungan kita jadi seperti ini..ini salah siapa.!?kalau bukan salah papa.! kalau saja papa tidak bercerai dengan mama dan hidup terpisah aku pasti tidak akan menjadi seperti ini setiap kali aku melihat keluarga teman-teman ku yang utuh aku selalu iri dan aku benci diriku yang seperti itu..itu membuat hatiku sakit aku akan menjadi seseorang yang memperjuangkan apa yang harus aku perjuangkan.
aku tidak ingin menjadi seperti papa seorang yang pengecut.
Rizki yang merasa tersudutkan oleh kata-kata sang papa meluapkan semua perasan yang dipendamnya sejak kecil.
*
*
Kamu.!! apa kamu tau seberapa papa sudah memperjuangkan hubungan papa dengan mama mu..tapi perasaan tidak bisa dipaksakan mama mu sejak awal memang tidak pernah mencintai papa..meskipun kamu sudah lahir diantara kita tapi kelahiranmu pun tidak bisa menggerakan hatinya jadi untuk apa rumah tangga ini diperjuangkan sudahlah..kamu pasti akan mengerti suatu saat nanti.
Farit yang tadinya marah kepada Rizki kini hanya bisa pasrah dan mencoba menjelaskan kepada Rizki keadaan yang sebenarnya terjadi antara Farit dan Helena.
*
*
Setelah pertengkaran antara Farit dan Rizki kehidupan keduanya kembali seperti semula mereka saling mengacuhkan satu sama lain dan mereka menjalani kehidupan itu sudah bertahun-tahun..karena rasa kecewa Rizki terhadap kedua orang tuanya membuat Rizki selalu mengabaikan apa yang coba papanya katakan..meskipun Farit ingin memulai hubungan yang baik dengan Rizki dengan berbicara secara baik-baik bahkan Farit ingin lebih dekat dengan Rizki setidaknya kalau pun bukan sebagai ayah dan anak setidak nya mereka bisa berhubungan atau berbicara layaknya seorang teman itulah yang selalu Farit harapkan tapi harapan tinggalah harapan karna rasa kecewa Rizki yang sangat mendalam kepadanya membuat hubungan mereka semakin renggang.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Buat teman-teman terima kasih sudah membaca novel saya bukan cuma sekali.,saya tetap akan terus berterimakasih kepada teman-teman yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel karya saya..maaf bila ada kekurangan atau pun kesalahan..masalah Dini&Rizki yang begitu fulgar dalam berhubungan..kita bicara realita saja..jaman sekarang memang banyak kok yang begitu..anak-anak muda sekarang dan rata-rata orang tua mereka tidak mengetahui.
karena apa.?! seorang kenalan saya dulu juga begitu dan mereka akhirnya nikah kok walau hamil duluan.
dan mengenai masalah kandungan.. keguguran..masalah oprasi masalah medis yang saya tulis disini ini merupakan cerita-cerita nyata..dari sumbernya..karena apa.?karena mereka teman-teman krabat saya..yang mengalami jadi kalau pembaca merasa ada yang salah dalam hal medis di novel ini tolong maklumilah diri saya yang kurang tau..atau pun kurang dalam pengetahuan dan pengalaman karena saya hanya bisa mengandalkan cerita orang-orang yang sudah mengalaminya.
Kembali lagi mengenai sex antar anak muda semoga anak muda yang membaca novel ini bisa berpikiran bijak untuk tidak mengikutinya dan untuk orang tua semoga kita bisa lebih memperhatikan pergaulan anak-anak kita.
bukan maksut menuduh atau pun menasehati kita harus bisa membedakan antara hubungan yang satu dengan yang lainya.
sekali lagi terima kasih banyak teman-teman.
__ADS_1
tetap saya tunggu kritik dan saranya apa pun itu baik maupun buruk INSAK,ALLAH.saya akan legowo.
DAN SATU HAL LAGI SAYA AKAN REVISI BILA NOVEL NYA SUDAH TAMAT ITU PUN KALAU LUANG..KARENA SAYA SEORANG IBU JADI MASALAH WAKTU NGANGGUR ITU HARUS SELALU MEMPERHATIKAN WAKTU.