"Kisah Cinta Dua Orang Pemuda.

"Kisah Cinta Dua Orang Pemuda.
24


__ADS_3

"Thrus..Sqhirt.."Suara-suara dari bur*ng Jimi yang memompa lubang Novi,Sedang Novi yang merasa nikmat hanya melenguh.


"Angh..heuk.."Suara Novi yang merasa nikmat karna sodokan-sodokan yang dilakukan oleh Jimi.


"Jimi dan Novi kini sedang bercinta di dalam rumah Jimi setelah keduanya keluar dari caffe mereka segera menuju rumah Jimi..rumah Jimi memang selalu sepi itu dikarenakan ayah dan ibu Jimi disibukan untuk kembali menemui kolega-kolega mereka untuk melakukan kerjasama kembali..disamping itu orang tua Jimi juga harus membayar kerugian-kerugian atas penggelapan yang dilakukan oleh staf menejer bagian keuwangan perusahaan,bahkan untuk menutupi semua utang-utang akibat penipuan itu mereka bahkan menjual beberapa aset-aset yang mereka miliki termasuk menjual rumah mewah yang mereka tempati dan membeli rumah yang lebih kecil dan sederhana.


"Bahkan mereka tidak sanggup untuk membiyayai Jimi kuliah itu sebabnya Jimi tidak berkuliah dan hanya tamatan sekolah menengah atas itu dikarenakan orang tua Jimi masih harus membiyayai sekolah adik Jimi yang masih sekolah menengah pertama di sekolah faforit ternama di kota itu.


"Dan Novi yang sudah tau akan hal itu sudah tidak terkejut lagi kini keduanya sedang bercinta tanpa seorangpun yang tau seperti yang selama ini sering mereka lakukan tapi..tanpa mereka sadari pak mun sudah membuntuti mereka dari belakang semenjak mereka keluar dari caffe sampai memasuki taxi hingga saat ini mereka sedang berada di dalam rumah untuk bercinta.


"Pak mun tidak melewatkan kesempatan itu untuk melapor kepada Farit."Dret..dret.."Suara getar ponsel Farit,Farit yang mendengarnya segera mengangkat.


"Ya..hallo ada perkembangan apa lagi pak mun.?"Pak mun segera menjawab pertanyaan dari Farit.


"Itu tuan..Setelah non Novi pergi dari rumah ibunya dia(Novi)menuju caffe di samping mall dan bertemu seorang pria dan mereka sangat mesra mereka keluar dari caffe dengan berpelukan dan sekarang mereka berada di rumah keluarga Andriyan tuan dan sekarang bahkan sudah larut tapi non Novi belum juga keluar dari dalam rumah itu.


"pak mun menceritakan kapada Farit mengenai Novi yang pergi keluar dari rumah ibunya hingga pergi ke Caffe dan sekarang berada di rumah Jimi andriyan syah..Farit yang mendengar ucapan pak mun kembali berbicara.


"Ok pak mun boleh pulang dan istirahat biarkan saja dia aku akan mencoba menelfon ibunya Novi.


"Dret..Dret.."Suara getar ponsel Sari,Sari yang mendengar segera mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo.


"Farit yang mendengar suara Sari segera berbicara."Hallo mbak apa Novi ada di rumah mbk.?soalnya tadi pak mun mengabari saya kalau Novi sepulang nya dari periksa kandungan ingin menginap di rumah mbk..saya khwatir makanya saya menelfon mbk mau memastikan saja.


"Mendengar apa yang di ucapkan Farit membuat Sari terpaksa berbohong untuk menutup-nutupi perbuatan Novi yang sampai sekarang belum juga pulang kerumah.


"Iya..mas sekarang Novinya sudah tidur bagaimana kalo besok menelfon lagi ke ponsel milik Novi,dengan begitu kan mas Farit bisa melakukan panggilan vidio.

__ADS_1


"Setelah mendengar ucapan Sari,dan Farit yang sudah memastikanya melalui Filing..akhirnya memutuskan untuk mengakhiri panggilanya itu.


"Kalau begitu baiklah sudah dulu mbk besok biar saya telfon ke ponsel Novi langsung."mendengar ucapan Farit,Sari hanya bisa memintak maaf.


"Maafkan saya mas Farit karena ponsel saya adalah ponsel model lama jadi hanya bisa menerima panggilan jadi biar besok saya beritau Novi kalau mertuanya menelfon."Setelah mendengar permintaan maaf Sari panggilan pun berakhir.


Kini Sari yang mencemaskan Novi segera menghubungi Novi.


"Aserehe..reha..rehe.."Bunyi nada dering ponsel Novi,Novi yang tengah bercinta melihat nama pemanggi dan mengabaikanya begitu saja.


"Heuk..A..ah..Nov..uh.."Akhirnya Jimi klim*ks juga dan merasa puas sambil mengelus-elus perut Novi dan mulai berbicara.


"Tadi siapa yang telfon.?


"Biasa..ibu aku sudah biarin saja"Novi menjawab ucapan Jimi dan Jimi kembali berbicara.


"Aku juga pengen nya gitu..kan gak mungkin Rizki mau nyentuh guwe tapi aku gak bisa se, enaknya keluar rumah mulai sekarang aku takut dicurigai..dan ini juga sudah malam aku mau tidur disini saja.. bangunkan aku besok pagi sebelum orang tuamu bangun lebih dulu atau setelah kedua orang tuamu pergi keluar rumah dan ingat kamu harus angkat telfonku bila rencana kita sudah akan dimulai."Novi yang mendengar ucapan Jimi pun segera memberi jawabanya dan berbicara ke pada Jimi.


"Ok sekarang kamu tidurlah."Jimi menyuruh Novi untuk tidur setelah pembicaraan keduanya berakhir tapi lagi-lagi ponsel Novi berbunyi karena kesal Novi pun segera mengangkatnya.


"Hallo ada apa lagi sih bu.!"Novi menjawab panggilan telfon dari ibunya dengan sangat kasar sang ibu yang mendengar segera berbicara.


"Nak..kamu dimana sekarang tadi mertuamu menelfon ibu dia khawatir sama kamu dan katanya besok akan menelfonmu."mendengar ucapan sang ibu Novi kembali berucap.


"Ibu..aku sedang ada di rumah temanku dan aku tidak akan pulang kerumah dan ibu ingat pesanku untuk mencari alasan saat mertuaku mencarikukan."Sari yang mendengar ucapan Novi segera menjawab.


"Iya ibu ingat tadi ibu bilang kamu sudah tidur."Novi yang mendengar ucapan ibunya segera menjawab.


"Bagus..kalau gitu aku tutup telfonya aku tidak akan pulang jadi ibu gak usah nunggui aku."Tut..tut..suara ponsel yang sudah di matikan oleh Novi.

__ADS_1


"Sementara itu..Dini dan Rizki mereka melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan Novi dan juga Jimi.


"Thrus..Sqrhit..Ah..kak..ken..berhenti.!"Dini yang berhasil di pompa oleh Rizki mencoba untuk menghentikan aksi Rizki.


"Tapi Rizki tidak mempedulikan ucapan Dini dan terus memompanya..yah..ini adalah pertamakalinya Rizki menyentuh Dini setelah satu minggu bertahan dengan sikap dingin Dini kini Rizki perlu melakaukan hal itu agar Dini tidak bisa lepas dari dirinya melihat Rizki yang diam mengabaikanya dan terus memompanya Dini hanya bisa pasrah menunggu Rizki untuk berhenti.


"Uh.."Rizki berhasil klima*ks..dengan nafas yang masih ter engah-enggah melihat Rizki yang sudah selesai dengan tubuhnya Dini tak melewatkan kesempatan itu untuk kembali berbicara dengan Rizki.


"Kak.!bukankah aku sudah bilang jangan sentuh Dini lagi sebelum keluar hasil tes DNA anak kak Novi aku gak mau..berurusan dengan kalian..dan bila kakak berani sentuh Dini seperti ini lagi Dini akan teriak biar kak Bima tau perbuatan kak Rizki kepada Dini selama ini."Mendengar apa yang Dini ucapkan pada dirinya Rizki pun mulai berbicara.


"Kenapa mesti nunggu hasil tes DNA.aku gak peduli itu anak siapa kalau pun benar itu anaku aku cuma akan memenuhi segala kebutuhanya dan tidak akan pernah menganggap nya anak..dan kalau pun kakak ingin menyentuhmu kamu dilarang untuk menolak kakak..kalau pun kamu ingin teriak dan memanggil Bima apa kamu tidak malu..pada kakak mu itu ini kan bukan pertama kalinya kita melakukan s*x"Mendengar jawaban Rizki,Dini kembali berbicara.


"Kakak benar-benar berengs*k apa kakak tidak malu pada kak Bima teman kakak sendiri..dan kalau kakak gini in Dini terus lama-lama Dini bisa hamil kak.


"Itu bagus donk kalau Dini hamil..cuma anak dari Dini yang kakak mau..dan untuk Bima..gak mungkin dia tau..Bima itu kalau sudah masuk kedalam kamar dirinya susah untuk keluar lagi entah apa yang dilakukanya di kamar he.. he..he..ini menguntungkan kakak jadi kakak bisa tidur denganmu..gak perlu lagi tidur di Sofa depan tv yah meski kakak harus mulai terbiasa untuk bangun pagi supaya tidak ketahuan oleh Bima."Rizki yang mendengar ucapan Dini segera menjawab sedang Dini yang kesal akan ucapan Rizki kembali berbicara.


"Kak serius Dini masih sekolah Dini gak mau tiba-tiba hamil seperti sebumnya Dini masih mau kuliah begitu lulus nanti jadi kak Rizki berhenti maksa Dini kak...Dini mohon.


"Gak bisa donk kalau gak begitu kamu pasti akan ninggalin kakak.. dan akan ada cowok-cowok yang akan deketin kamu separti si Rega itu kakak gak mau hal itu terjadi."Rizki kembali berbicara kepada Dini sedang Dini yang mendengar ucapan Rizki kembali berbicara.


"Kak..setiap orang pasti punya jodohnya sendiri jadi kakak jangan maksa gitu..kalau Dini beneran pergi gi.." Sebelum Dini selesai bicara Rizki segera memotong ucapan Dini."Gak.. jodoh itu ya sesuai dengan yang ada di sekitar kita..dan kita sudah kenal dari kecil sudah tau satu sama lain..dan kakak ini orangnya setia jadi Dini gak boleh ngomong yang aneh-aneh kalo Dini beneran pergi bisa-bisa kakak beneran jadi gila..sudah kamu tidur saja atau masih mau lanjut mainya.


"Dini yang barusan mendengar apa yang Rizki katakan seketika diam dan mulai membalikan badan memunggui Rizki yang tidur di sampingnya.


"Hari-hari berlalu dan bulan pun berganti kini Farit dan Helena sudah pulang dari acara bulan madu dan menjalankan aktifitas rutinya selama ini selain bekerja ke kantor tak lupa Farit bekerja setiap malam memompa Helena itu dikarenakan Farit ingin Helena cepat hamil sedangkan untuk Novi,Novi sendiri menjalani hari-hari damainya itu dengan menerima uwang bulanan dari Farit yang ditabung nya untuk menjalankan rencananya.


"Untuk Dini dan Rizki masih tetaplah sama..Dini berangkat sekolah tiap pagi setelah membuat sarapan untuk Bima dan Rizki kini Rizki sendiri sudah berkuliah dan mengambil jurusan menejemen bisnis..didalam pikiran Rizki dirinya ingin membantu Aji dalam mengurus perusahaanya kelak dan melindungi Dini dan keluarganya dari ancaman sang papa..Rizki sendiri semenjak keluar dari rumah dan menetap di rumah Dini hampir tidak pernah pulang kalaupun pulang itu untuk mengambil barang-barang miliknya yang benar-benar dibutuhkan melihat hal itu membuat Helena sedih dan Farit yang melihat sang istri bersedih memiliki rencananya sendiri untuk membuat Rizki pulang dengan sendirinya ke rumah.


"Untuk urusan kuliah author nya ngarang semua cerita ini karangan belaka dan bila ada kesalahan dalam hal perkuliahan dan jurusan harap di maklumi,soalnya author males brosing karna mata mulai sakit gara-gara sering lihat layar hp dan author sendiri mau tanya adik author yang kuliah juga males mesti nelfon maklum adik author kerja sambil kuliah temen-temen jadi author mau nanya ada apa aja jurusan kuliah selain bidan, perawat, dokter, hukum. author yang lihat dia sibuk jadi gak tega dan gak jadi tanya..temen-temen yg baca komen n like ya.

__ADS_1


__ADS_2