
"Hari ini Rizki pulang kuliah dengan gembira seperti biasanya karena akhir-akhir ini hubunganya dengan Dini berjalan sangat baik Rizki pulang kuliah sambil membawa makanan kali ini Rizki membawa sifood untuk Dini sesampainya di rumah,Rizki mencoba untuk membuka pintu tapi sayang pintunya terkunci Rizki pikir Dini menguncinya dari dalam hingga Rizki menekan bel untuk yang kesekian kalinya tapi meski bel telah ditekan untuk yang kesekian kalinya tidak ada yang membukakan pintu Rizki pun kembali berfikir.
"Kenapa tidak ada yang membukakan pintu apa Dini tidak ada di rumah."Setelah menerka-nerka kemudian Rizki pun segera masuk kedalam rumah menggunakan kunci cadangan miliknya Rizki segera masuk kedalam rumah.
"Setelah masuk Rizki segera menuju dapur untuk meletakan sifood diatas piring kemudian pergi menuju lantai atas kamar Dini,begitu sudah memasuki kamar Dini dan melihat kamar yang kosong Rizki cuma bisa menebak bahwa pikiranya tadi benar,Dini sedang tidak ada dirumah untuk menghilangkan rada lelah Rizki segera mandi karena hari memang sudah sore..setelah ritual mandi selesai Rizki kini segera turun ke ruang tengah untuk menunggu Dini dan Bima pulang sambil nonton tv.
"Tak terasa jam sudah cukup lama berlalu tapi yang ditunggu belum juga pulang Rizki dengan gelisah berjalan kesana kemari dari kembali kekamar Dini sampai membuka kamar Bima karena saking cemasnya.
"Dan kini sudah tengah malam Rizki semakin gelisah karena sejak tadi menelfon ke ponsel milik Dini maupun Bima tidak ada jawaban sama sekali hanya bunyi panggilan dari operator yang mengatakan nomor yang anda tuju sedang tidak aktif."Karena hanya panggilan dari operator terus yang menjawab ponsel Bima dan Dini membuat Rizki semakin gelisah dan berfikir akan hal-hal yang tidak di inginkanya.
"Karena gelisah Rizki segera berjalan menuju kamar Bima dan mengecek semua Barang-barang milik Bima dan Rizki mendapati bahwa barang-barang milik Bima masih ada dan hanya beberapa keperluan cowok yang tidak ada semacam gel rambut parfum dan hal-hal sepele yang tidak ada menurut Rizki.
"Karena tidak menemui kejanggalan dikamar Bima,Rizki kini kembali berjalan keatas menuju kamar Dini tentunya setelah memeriksa kamar Bima,Rizki kini membuka lemari pakaian milik Dini dan Rizki terkejut karena mendapati lemari Dini yang hampir kosong dan hanya menyisakan beberapa baju saja kemudian Rizki berbalik mengecek meja rias Dini dan membuka semua laci yang ada dimeja tersebut dan Rizki kembali mendapati meja rias Dini yang kosong hanya meninggalkan beberapa buku catatan dibawah laci tersebut.
"Rizki segera membukanya dan membacanya siapa tau Rizki bisa menemukan jejak Dini begitu pikir Rizki tapi didalam buku catatan Dini hanya berisi isi hati Dini selama ini,dan juga mengenai dirinya dan hal-hal yang tidak bisa Dini ceritakan ke orang lain Rizki bahkan membaca tulisan Dini yang seminggu ini dirinya lalui bersama Rizki dengan gembira tapi sayangnya di dalam diary milik Dini,Dini tidak menuliskan ancaman Farit yang memintaknya untuk pergi dari Rizki oleh karena itu Rizki segera menutup buku diary milik Dini karena dirasa tidak ada yang penting.
"Disaat ingin menaruh buku diary ketempat semula Rizki melihat sebuah amplop panjang Rizki tak melewatkan hal sekecil apa pun Rizki segera membukanya dan membacanya disitu tertera tulisan yang menyatakan hasil chek up kesehatan Dini,dan tulisan tersebut menyatakan bahwa tubuh Dini semua sehat dan tulisan yang menyatakan bahwa Dini positif hamil dengan disertai tes peks yang menunjukan dua garis merah.
"Setelah mengetahui kenyataan bahwa Dini hamil dan Dini yang kini pergi meninggalkan dirinya,Rizki semakin gelisah dan tidak bisa tidur tapi Rizki tidak kehilangan akal Rizki akan mencari Dini dan Bima sampai menemukan mereka.
"Ke,esokan harinya.
__ADS_1
"Pagi ini setelah mandi dan bersiap Rizki pergi kesekolah Dini untuk mencari tau perihal kepergian Dini dan begitu sampai di sekolah Rizki bertemu dengan kepala sekolah yang juga merupakan mantan kepala sekolah nya dulu Rizki pun berbicara berdua dengan kepala sekolah setelah mereka duduk berhadapan.
"Pak saya mau tanya mengenai siswa yang bernama Nandini aji saputri,apa bapak tau sekarang dia ada dimana."Rizki pun segera bertanya kepada kepala sekolah mengenai Dini.
"Yang bapak tau Nandini aji saputri itu memintak surat pindah sekolah setelah seminggu sebelumnya ijin sakit dan bapak juga enggak tau mereka pindah kemana."kepala sekolah pun segera menjawab pertanyaan dari Rizki dan setelah berbasa-basi Rizki pun segera pergi karena tidak menemukan hasil yang diinginkanya.
"Tak sampai disitu kini Rizki mendatangi kampus Bima..Rizki segera mencari mahasiswa yang satu jurusan dengan Bima dan bertanya mengenai siapa teman dekat Bima dikampus tersebut dan mahasiswa tersebut menunjuk kearah Farelino to sandy.
"Tak butuh waktu lama setelah mendapat pertolongan dari mahasiswa yang tak dikenalnya Rizki segera berjalan menemui Farel dan bertanya.
"Apa anda Farel teman Bima.?
"Ya ada apa.?!."Farel segera menjawab ucapan Rizki dan kali ini Rizki mengulang pertanyaanya kepada Farel.
"O..yang aku tau Bima sudah mintak ijin ke pihak kampus untuk cuti kuliah sementara karena ada urusan keluarga yang mendesak.
"Apa.?! kalo boleh tau ada masalah apa dengan keluarga Bima."Rizki segera bertanya kembali kepada Farel begitu mendengar ada masalah yang mendesak didalam keluarga Bima.
"Aku kurang tau juga,yang aku dengar sih Bima mau ke surabaya."Farel kembali berbicara kepada Rizki.
"Apa kamu tau alamat Bima yang ada di surabaya.?"Rizki kembali bertanya kepada Farel untuk memberitaunya alamat Bima disurabaya dan Farel segera menjawab.
__ADS_1
"Aku tidak tau.
"Mendengar ucapan Farel,Rizki pun kembali bicara."Kalau begitu apa boleh aku pinjam ponselmu untuk menghubungi Bima karena ponselku kehabisan batrai.
"ya silahkan."Farel segera memberikan ponselnya kepada Rizki.
"Rizki meminjam ponsel Farel untuk menghubungi Bima dengan alasan batrai ponsel miliknya yang sudah habis dan Farel pun mengijinkanya tak butuh waktu lama Rizki menelfon Bima dan kali ini ponsel Bima aktif berbeda dengan panggilan melalui ponsel milik Rizki setiap Rizki menelfon Bima dengan menggunakan ponselnya,yang ada selalu nada sibuk tapi begitu meminjam ponsel Farel panggilan Bima malah aktif dan saat ini sedang menghubung hal ini pun sudah di prediksi oleh Rizki.
"Halo."Bima menjawab panggilan Rizki melalui ponsel milik Farel.
"Ini guwe.!sialan lo Bim.!lo sama Dini pergi gak bilang-bilang ke guwe."Mendengar suara Bima seketika Rizki marah dan pertengkaran mereka lewat ponsel pun tak terelakan lagi.
"Ngapain guwe meski bilang ke elo mulai sekarang kita gak ada hubungan lagi dan lo..jangan ganggu guwe dan keluarga guwe lagi lo urusin aja keluarga lo nyesel guwe kenal dan berurusan sama lo dan keluarga lo.
"Mendengar apa yang Bima katakan membuat Rizki kembali bertanya."Katakan kemana lo sama Dini pergi guwe denger lo disurabaya Bim.! jawab guwe kan guwe sudah bilang guwe dan Novi itu gak punya hubungan apa-apa Bim.
"Mau lo punya hubungan sama Novi atau cewek manapun guwe gak peduli yang penting lo jangan ganggu guwe dan adek guwe lagi kalo lo ingin tau yang sebenarnya ngapain lo tanya ke guwe tanya aja ke bokap lo yang licik itu."Tut..tut.."Setelah berbicara kembali dengan Rizki,Bima segera mematikan ponselnya.
"Setelah selesai Rizki segera mengembalikan ponsel milik Farel dan tak lupa mengucapkan terimakasih Rizki pun segera pulang menuju rumah..kali ini Rizki pulang menuju rumahnya sendiri untuk bertanya kepada sang ayah apa yang sudah dilakukanya kepada Dini dan keluarganya.
"Sementara itu Farel mendapat pesan singkat dari Bima."Oi..sialan lo ngapain lo pakek pinjami si berengsek itu ponsel lo.
__ADS_1
"Guwe juga gak bisa nolak cok..dia bilang kalo tu orang masih ke rabat lo."Farel segera membalas pesan singkat yang Bima kirim karena Farel tidak ingin Bima menyalahkanya karena memang begitulah yang Rizki katakan ketika meminjam ponselnya.