
Hari ini waktu menunjukan pukul sepuluh pagi setelah bangun tidur dan mencuci muka Bima segera berpamitan kepada Dini untuk segera pulang mandi dan mengganti pakaian karena Bima ada kuliah siang ini jadi Bima harus cepat-cepat pulang dan bersiap bahkan Bima tidak sempat memakan sarapan yang dibelikan Rizki untuk dirinya Bima pun segera berpamitan kepada Dini dan tak lupa juga memintak Rizki untuk menjaga Dini.
*
Dek..kakak pulang dulu..soalnya kakak ada kuliah siang ini..kakak bahkan belum ada ke sempatan untuk bertemu dengan dokter yang sudah menanganimu..padahal kakak ingin bertanya mengenai kondisimu yang sebenarnya..tapi apa boleh buat sepertinya kakak tidak dapat bertemu dengan dokter yang menanganimu itu kakak mintak maaf kakak harus segera pulang karena ada kuliah yang mengharuskan kakak untuk mengikutinya kalau kakak tidak masuk hari ini kakak takut akan mengurangi nilai kakak ketika wisuda nanti jadi kakak benar-benar mintak maaf..kamu baik-baik sama Rizki dulu ya dek dan kamu Rizki guwe mintak tolong lo jagain adek guwe.
Dini yang mendengar kata-kata kakanya segera menjawab.
*
Kak Bima tenang saja Dini sudah merasa mendingan kok dan Dini akan menuruti apa yang akan dokter katakan nanti dan Rizki yang mendengar permintaan Bima untuk menjaga Dini juga segera membalas ucapan Bima.
*
Kamu tenang saja bro..guwe pasti jagain Dini kok dan Bima yang sedikit kecewa karen tidak bisa bertemu dengan dokter yang merawat Dini untuk menanyakan kondisi adiknya.,kembali berbicara.
*
sudahlah siapa tau nanti sore kakak bisa bertemu dengan dokter yang merawatmu untuk menanyakan kondisimu..hah..apa boleh buat kalau begitu kakak pulang dulu oiya Rizki guwe mintak tolong..tolong lo jaga adek guwe..guwe mau pulang dan bersiap untuk kuliah dulu..entar sore guwe kesini lagi jangan lupa tanyain ke dokter kapan adek guwe boleh pulang.
Setelah berbicara dan berpamitan dengan sang adik dan juga Rizki.,Bima pun segera keluar dari ruangan rawat Dini dan segera pulang ke rumah.
*
Tak lama setelah kepulangan Bima dokter Anita pun datang kekamar Dini untuk obserfasi mengenai kondisi Dini dan dokter segera masuk kedalam kamar rawat Dini dan mulai menanyakan kondisi Dini saat ini.
Gimana keadaan anda nona Dini.?
apa sudah merasa baikan.
*
Iya dok..saya sudah agak mendingan cuma masih terasa sedikit lemah..dok saya mau bertanya.. sebenarnya saya sakit apa kenapa perut bagian bawah sering terasa nyeri dan saya tiba-tiba mengeluarkan banyak darah.
Dini yang penasaran akan kondisi tubuhnya sebelum dibawa keruma sakit pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertanya kepada dokter yang telah merawatnya itu mengenai kondisi tubuhnya.
*
Iya Dok..saya juga penasaran kenapa tiba-tiba Dini mengalami pendarahan.
Sebelum dokter menjawab pertanyaan dari Dini..Rizki pun juga segera ikut bertanya kepada Dokter tentang kondisi Dini sebelumnya karena Dini maupun Rizki tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi..kenapa Dini tiba-tiba mengalami pendarahan dan Rizki sendiri juga merasa penasaran akan keadaan yang mereka alami sebelumnya.
*
Ekhem..
sebelum menjawab pertanyaan Dini dokter pun melihat Dini dan Rizki secara bergantian kemudian menghela nafas sesaat sebelum menjawab pertanyaan dari Dini maupun Rizki dan dokter pun segera menjelaskan kepada keduanya.
Jadi begini..nona Nandini sebenarnya anda mengalami pendarahan karena keguguran..
*
Apa..!? bagai mana mungkin dok.
Dini dan Rizki keduanya terkejut mendengar apa yang dokter katakan barusan dan dokter Anita yang ucapanya terpotong karena Dini dan Rizki yang terkejut kembali berbicara.
*
__ADS_1
Jadi begini..nona Dini mengalami pendarahan karena tekanan yang terlalu keras ketika sedang berhubungan badan..tekanan saat berhubungan badan yang sangat keras bisa mengakibat kan keguguran akibat tekanan-tekanan tersebut apa lagi kondisi kehamilan nona Dini masih sangat rentan di semester awal seharusnya di kehamilan muda berhubungan badan memang masih di perbolehkan asalkan berhati-hati dan tidak terlalu menekan perut..hal ini wajar kalau tidak diketahui oleh nona Dini disamping itu nona Nandini belum berpengalaman..karena ini kehamilan nona Dini yang pertama..dan tolong untuk diingat ketika nona Dini kembali hamil nantinya..tolong di ingat dikehamilan yang masih muda untuk lebih berhati-hati dalam berhubungan badan.
*
Rizki yang mendengar apa yang dokter katakan merasa malu pada dirinya sendiri dan juga menyesal sudah membuat Dini merasa kesakitan hingga kehilangan bayinya..Rizki benar-benar menyesal dalam hatinya dan mulai mendengarkan apa yang dokter Anita katakan selanjutnya.
*
Berhubungan badan boleh asal lebih berhati-hati dan justru sebaliknya bila kandungan sudah menginjak delapan bulan atau mendekati kelahiran berhubungan badan lebih sering..minimal seminggu dua kali itu malah lebih baik karena bisa dengan sendirinya membuka jalan lahir agar kelak melahirkan dengan mudah.
Dokter Anita pun menjelaskan panjang lebar kepada Dini dan Rizki..dan Dini yang memang sudah mengerti akan penjelasan dari dokter Anita pun masih berfikir karena merasa masih ada yang mengganjal di dalam hatinya pun kembali bertanya.
*
Dok..masih ada yang ingin saya tanyakan.
kalau saya hamil kenapa saya tidak
merasakan apa-apa dok.
*
Kondisi kehamilan setiap orang berbeda ada yang memang kuat dan tidak merasakan mual muntah atau pun lemas..bahkan bisa makan apapun seperti orang yang normal tidak seperti sedang hamil.
tapi ada juga kondisi dimana ada yang merasa mual muntah bahkan tidak nafsu makan bahkan tidak suka mencium bau-bau tertentu. bahkan bisa sampai kekurangan cairan karena tidak bisa makan apa pun tapi kondisi yang seperti itu hanya akan berlangsung sampai usia kandunan tiga sampai empat bulan saja jadi bila nona Dini tidak menyadarinya hal itu bisa dimaklumi karena belum berpengetahuan.
Dokter Anita pun menjelaskan membali kepada Dini dan mengakhiri ucapanya.
*
Dok..kapan Dini sudah diperbolehkan untuk pulang.
*
Kalau kondisi nona Dini sudah tidak merasa lemas lagi nanti sore sudah boleh pulang tapi ingat untuk istirahat yang banyak jangan terlalu capek dulu kalau begitu saya permisi dulu karena masih ada pasien lain yang harus saya kontrol kondisinya.
Dokter Anita segera menjawab pertanyaan dari Rizki dan juga pamit untuk keluar dari ruang rawat Dini.
Setelah dokter Anita keluar dari ruangan Dini kini tinggal Dini dan Rizki yang berada dalam ruangan tersebut dan perdebatan antara ke duanya pun tak terelakan lagi.
*
Din..kok kamu bisa enggak tau kalau kamu sedang hamil.?!
coba kalau kamu menyadarinya aku gak mungkin paksa kamu buat berhubungan..kalau begini selain membuat kamu kesakitan aku juga harus kehilangan anakku.
Rizki yang mendengar Dini ke guguran..karena akibat ulahnya malah menyalahkan Dini karena tidak mengetahui kalau dirinya hamil dan Dini yang merasa disalahkan oleh Rizki menjadi emosi.
*
Aku tau apa kak..aku sendiri juga enggak tau kalau aku hamil dan bukanya tadi kamu sudah mendengar apa yang dokter Anita jelaskan..dan kenapa kamu selalu menyalahkan aku..kenapa aku yang selalu salah kamu itu benar-benar egois kalau kamu terus menyalahkanku baiklah anggap saja semuanya salahku.
Dini segera mengakhiri ucapanya dan mengabaikan Rizki.
*
Rizki yang melihat Dini diam dan mengabaikanya kembali berbicara.
__ADS_1
Argh..sudahlah..kakak harap kalau kamu hamil lagi kamu bisa segera menyadarinya agar kejadian ini tidak terulang lagi.
*
Drt..drt..drt..suara getar ponsel Rizki.
Tak terasa hari sudah siang dan ternyata dari tadi ponsel Rizki terus bergetar dan Rizki yang mengabaikan ponselnya dari tadi segera melihat kearah ponsel karena merasa diacuhkan oleh Dini..Rizki pun segera melihat kearah ponselnya siapa kira-kira yang sudah menghubunginya dan betapa terkejutnya Rizki mendapati panggilan tak terjawab sebanyak itu dari Novi ketika Rizki hendak menaruh ponselnya kembali tiba-tiba Novi kembali menelfonya dan kali ini Rizki menjawab panggilan telfon dari Novi.
*
Ya hallo ada apa kamu menelfonku.?
*
Rizki..ada sesuatu yang penting yang harus aku bicarakan sama kamu berdua saja kita harus ketemu.
Novi yang mendapat jawaban dari Rizki segera berbicara kepada Rizki.
*
Guwe sibuk gak ada waktu buat ketemuan sama kamu.
Rizki kembali menjawab ucapan Novi dengan sangat ketus.
*
please Ki..ini penting kita benar-benar harus ketemuan..sekarang lo dimana biar guwe yang datang buat nemuin lo.
Novi kembali berbicara kepada Rizki dengan sedikit memaksa.
*
Baiklah temui guwe di rs PERMATA BUNDA di ruang nomor sembilan kelas satu guwe lagi ada di ruma sakit soalnya..kalau memang ada yang lo mau bicarakan datang kesini saja.
Rizki pun kembali menjawab ucapan Novi melalui telfon.
*
Ok.guwe kesana sekarang.
Novi kembali berbicara kepada Rizki sebelum menutup telfon.
*
Tut..tut..tut..bunyi suara ponsel.
setelah mematikan ponsel Novi segera pergi ke ruma sakit PERMATA BUNDA untuk menemui Rizki..sepanjang perjalanan Novi sudah merangkai kata-kata dan membawa sebuah bukti untuk membuat Rizki tidak bisa berkutik lagi bila Rizki sampai menolak dirinya nanti.
*
*
Teman-teman tetimakasih sudah membaca novel-novel saya meskipun novel saya tak sebagus dan semenarik novel lainya tapi saya benar-benar bersukur sudah bisa membuat novel saya sendiri hasil pemikiran sendiri dan saya juga benar-benar berterimakasih kepada para pembaca semua karena sudah meluangkan waktu untuk membaca novel saya.
maaf bila lama up dan blm sempat revisi novel yang satunya lagi..karena saya dan keluarga saya lagi sakit semua jadi tidak tau kapan bisa atau sempat buat revisi atau pun up lagi.
Saya hanya bisa berdoa semoga saya sekeluarga segera diberi kesembuhan dan keselamatan dan begitu pun para pembaca semoga senantiasa sehat dan selamat dimana pun kita berada.
__ADS_1
AMIN ALLAHUMMA AMIN.