"Kisah Cinta Dua Orang Pemuda.

"Kisah Cinta Dua Orang Pemuda.
7


__ADS_3

Setelah keluar dari hotel,Rizki segera pulang tapi seperti biasa Rizki tidak pulang kerumahnya melainkan ke rumah Dini.


Dalam perjalanan pulang Rizki selalu berfikir kenapa dia bisa sampai tertidur ketika menjalankan rencananya dengan Bima,dan tak terasa Rizki sudah sampai didapan rumah Dini.


*


*


Klek...!!


Rizki membuka pintu rumah Dini dan segera masuk..Rizki pun berjalan masuk begitu saja sampai Rizki tiba diruang tengah,Rizki melihat Dini yang sedang asik menonton acara tv dan Bima yang juga ada diseblah Dini.


*


*


Tanpa banyak bicara Rizki segera mendudukan dirinya diseblah Dini..dengan wajah yang terlihat lelah..


Rizki merasa lelah karena terus memikirkan kejadian di hotel tadi dan Rizki berharap rencananya dan Bima tidak akan terjadi kesalahan.


sedang Dini yang berada di dekat Rizki dan melihat wajah lelah Rizki berusaha mengabaikanya sampai Rizki berbicara padanya.


*


*


Sayang..ambilkan kakak minum,kakak capek sekali.


Rizki memintak Dini untuk mengambilkanya air minum..Rizki memang dengan sengaja menyuruh Dini karena ada hal yang harus dibicarakanya dengan Bima.


*


*


Sedang Dini yang mendengar Rizki memintaknya untuk mengambil air minum pun segera berdiri dan berjalan menuju dapur.


*


*


Bim..guwe dari tadi terus berfikir mengenai masalah di hotel tadi sepertinya ada yang salah deh Bim.


Rizki mulai berbicara kepada Bima..mengenai masalah di hotel tadi.


*


*


Tadi guwe sampai capek memikir kanya,apa jangan-jangan memang ada yang salah ya Bim.?


Rizki kembali berbicara kepada Bima


*


*


Gak mungkin lah Ki..memang kalau terjadi kesalahan..di bagian mana.?


coba kamu ceritakan.? bukanya tadi rencana kita berjalan lancar-lancar saja.


kali ini Bima yang berbicara kepada Rizki untuk menjelaskan dibagian mana menurut Rizki yang terasa salah.


*


*


Harusnya ketika guwe kasih minum ke Novi, Novinya pingsan,karena obat bius yang ada dalam botol bir yang guwe tuang kedalam gelas..tapi belum sempet guwe kasih ke dia tadi guwe malah minum jus jeruk yang ada di seblah nya bro.. karena guwe haus,habis itu guwe gak ingat lagi bro..tau-tau guwe sudah diatas kasur..dan yang membuat guwe terkejut ketika guwe mau bangun guwe dalam keadaan telanjang bro.


Rizki menjelaskan semuanya kepada Bima.


*


*


Sial.!! jangan-jangan lo emang main beneran sama dia atau lo beneran suka sama dia..kalau hal itu beneran sampai terjadi mending lo mulai dari sekarang jahui adek guwe.


kali ini Bima menjawab pertanyaam dari Rizki sekaligus mengingatkan Rizki kalau sampai Rizki beneran ada main dengan Novi,Rizki sebainya siap-siap meninggalkan Dini.


*


*


Kok..lo ngomong gitu sih bro gak mungkin aku duain Dini.,kamu tau sendiri aku cinta sama dia..dan aku bukan pengecut seperti papaku yang engak bisa mempertahankan wanita yang dicintainya..aku ngomong gitu agar kamu itu bantuin aku..karena aku merasa ada yang salah tadi dalam rencana kita tapi kamu kok malah mojokin guwe si bro..aku jadi kayak gini juga gara-gara bantuin lo..tapi lo malah ngancem hubungan guwe dengan Dini sial.?! lo bro.


*


*


Ok..ok..maafin guwe..yang aneh kok lo bisa pingsan gara-gara jus yang lo minum.? apa jangan-jangan ada obat juga didalam jus itu..gak mungkin kan lo kasih obat dalam jus yang lo pesen sendiri..


kali ini Bima yang berbicara kepada Rizki.


*


*


Masalahnya bukan guwe yang pesen jus itu tau-tau ada jus dalam satu nampan bersama botol bir..guwe kira itu punya Novi jadi sebelum dia minum ya guwe minum,selain haus juga agar dia nanti tidak punya alasan buat nolak minum bir yang guwe kasih.,tapi sial nya habis minum itu jus..guwe malah gak ingat apa-apa tau-tau guwe ada di atas kasur dalam ke adaan telanjang bro..gak mungkin kan dia kuat angkat guwe ke atas kasur..lebih gak mungkin lagi kalau guwe sendiri yang sengaja ada diatas kasur apa lagi dalam keadaan telanjang kan.?atau jangan-jangan kita yang malah terjebak bro..atau jangan-jangan ada yang bantui dia dan rencana kita malah menjadi gagal.


kali ini Rizki yang berbicara kepada Bima dan menjelaskan hal-hal yang janggal menurut nya.


*


*

__ADS_1


Tapi saat guwe datang tidak ada siapapun disana selain kalian berdua yang ada di atas kasur bro..jadi guwe kira tadi lo ngikuti rencana kita pura-pura tidur.,tapi guwe juga gak nyangka kalau lo beneran telanjang di balik selimut..Hah..sudalah moga-moga aja gak ada apa-apa antara lo dan Novi guwe percaya sama lo.


Bima pun mengakhiri pembicaraanya kepada Rizki karena mendengar langkah kaki Dini yang berjalan mendekat menuju ke arah mereka.


*


*


Kak..ini minumnya.


Dini membawa satu botol air minum dan satu gelas air..Dini sengaja membawa satu botol air minum juga.,kalau-kalau Rizki masih merasa kurang dan ingin minum lagi jadi dari pada bolak-balik Dini membawa satu botol air juga buat berjaga-jaga.


*


*


Terimakasih sayang..


Rizki berterima kasih kepada Dini sambil memeluk pinggang Dini yang berdiri di depanya tanpa mempedulikan Bima yang melihat ke arah mereka.


*


*


Ah..Sial.?! guwe pergi bikin panas guwe aja lo bro kayak nyamuk deh guwe kalau gini.


Bima yang melihat pun segera pergi setelah menyelesaikan ucapanya.


*


*


Kak..cepet minum dong kok malah masih peluk Dini.,malu tau..kak Bima saja sampai pergi.


Dini memintak Rizki untuk segera mengambil air yang di pegang Dini dan meminum nya bukanya malah asik memeluk dirinya.


*


*


Rizki yang mendengar ucapan Dini pun segera mengambil gelas yang berisi air dari tangan Dini dan meminumnya.


*


*


Ah~akhirnya hilang sudah hausku makasih..sayang.


Rizki berterimakasih kepada Dini..yang sudah mengambilkanya air.


Hum..


Dini yang mendengar Rizki berterimakasih kepada nya hanya berguma.


*


*


*


*


Bruk..ah...?!


Rizki menarik tubuh Dini dan menjatuhkanya agar duduk di pangkuanya.


*


*


Kak..apa yang kakak lakukan.?biarkan aku duduk sendiri..jangan kayak gini kak..


Dini berusaha meronta agar bisa berdiri dan pindah dari pangkuan Rizki.


*


*


Biarkan kakak memeluk mu sebentar.


kakak ridu sekali denganmu..


Rizki memintak Dini agar diam dalam pangkuanya.


*


*


Tapi tidak lama kemudian tangan Riski sudah mulai aktif menjamah tubuh Dini kemana-mana membuat Dini sendiri harus menahan diri..karena tangan Rizki selalu menyentuh bagian-bagian sensitif milik nya yang membuat Dini sendiri menjadi terangsang.


*


*


kak..Ah~su..sudah..


Dini memintak Rizki untuk mengakhiri aksi dari tanganya itu.


*


*


Sayang..boleh ya.? kakak ingin..

__ADS_1


Rizki memintak Dini melayaninya karena Rizki benar-benar ingin melakukan hubungan intim dengan Dini.


*


*


Ta..Ah~ta..tapi..ada kak Bima kak.


Dini menjawab perkaraan Rizki sekaligus mengingatkanya kalau saat ini Bima sedang ada di rumah.


*


*


Hush..biar kakak yang bekerja..kamu cukup nikmati saja kita pelan-pelan saja agar Bima tidak mendengar um..mau ya.?


Rizki memintak persetujuan dari Dini dan Dini pun hanya menganggu mengiyakan permintaan dari Rizki.


*


*


Entah karena sudah merasa terangsang atau karena memang masih ada rasa cinta kepada Rizki.,yang membuat Dini kali ini pun membalas ciuman dari Rizki,kini Dini mulai bersikap aktif dan Rizki yang menyadari perubahan sikap Dini pun menjadi senang..


*


*


Saat keduanya telah asik berciuman kini tangan Dini mulai melepas kancing kemeja yang dipakai oleh Rizki..Dini berhasil melepas kancing baju Rizki bagian atas,dan menurun kanya sampai bahu dan ketika Dini hendak berpindah ke ceruk leher Rizki untuk dicium nya betapa terkejutnya Dini..Dini melihat tanda merah disana dan hal itu membuat Dini tiba-tiba berhenti melakukan aksinya itu.


*


*


Dini tau betul arti tanda merah itu..karena setiap kali Rizki memaksanya Rizki selalu meninggalkan banyak tanda merah ditubuh nya bahkan sejak pertama Rizki mengambil keperawananya waktu itu.,Dini sendiri sempat kaget dan binggung..kenapa tanda merah di tubuhnya begitu banyak dan susah hilang tapi ketika semua tanda merah itu telah hilang dan ketika Rizki memaksanya untuk bercinta lagi tanda merah itu pun muncul kembali jadi Dini sudah tau betul arti tanda merah di tubuh Rizki kali ini.


*


*


Dan seketika Dini pun menjadi kesal melihat tanda merah di ceruk leher Rizki.,Dini pun langsung memarahi Rizki.


*


*


Kakak.! apa kakak pikir aku ini hanya pelampiasanmu saja.? kalau memang kakak sudah punya wanita yang kakak cintai harusnya kakak berusaha setia dong bukan malah kayak gini.?main sana main sini harusnya aku tau kakak itu tidak bisa dipercaya dan tidak seharusnya aku nurutin kakak..karena selain denganku kakak juga pasti bercinta dengan wanita lain kan.?jadi mulai sekarang jangan sentuh aku lagi.


Setelah meluapkan amarahnya Dini segera berdiri dan mulai berjalan meninggalkan Rizki.


*


*


Ha.?! apa..maksutmu Din.?! kakak tidak.


Rizki yang terkejut dengan ucapan Dini berusaha untuk menghentikan Dini.


*


*


Dini..tunggu..apa maksutmu.?apa salah kakak.!!


Rizki yang berhasil mengejar Dini berusaha memintak penjelasan dari Dini.


*


*


Harusnya kakak mikir sendiri seperti apa sifat kakak selama ini enggak perlu Dini jelaskan pokoknya mulai sekarang jangan sentuh Dini jangan paksa Dini lagi..!!


Dini pun mendorong tubuh Rizki agar menjauh darinya dan Dini pun segera menutup pintu kamarnya.


*


*


Sementara itu Rizki yang masih belum faham maksut kata-kata Dini pun menjadi kesal.


*


*


Argghh..sial..!!


Dini kenapa sih kok tiba-tiba jadi marah.


ah sudahlah sebaiknya aku pulang saja.


*


*


Rizkipun memutuskan untuk pulang kerumahnya,sesampainya dirumah Rizkipun segera mandi dan ketika Rizki sudah selesai mandi dan akan memakai pakainya betapa terkejutnya Rizki.,mendapati lehernya yang mem merah bahkan ada dua tanda merah di ceruk lehernya dan di bagian bahu..membuat Rizki sangat marah dan kesal.


*


*


Brak..!!sialan..apa yang sebenarnya terjadi.? apa ini ulah Novi.? tapi kenapa aku tidak ingat apa-apa Argh..pantas saja Dini tiba-tiba marah..pasti gara-gara ini.,gagal deh guwe dapat jatah..sial.!! sekarang Dini benar-benar marah apa yang harus guwe lakuin.


Rizki masih marah-marah sendiri karena tidak dapat mengingat apapun yang terjadi di hotel.

__ADS_1


__ADS_2