
"Tap..tap..klek."Suara langkah kaki Aji yang baru tiba dirumah dan ketika Aji membuka pintu Aji terkejut melihat Rizki yang ada dirumah nya dan sedang duduk diruang tamu.
"Kenapa kamu bisa disini.?!"Melihat Rizki,Aji pun langsung bertanya kepada Rizki sedang Rizki yang melihat Aji dan mendapat pertanyaan dari Aji segera berdiri dan mulai berbicara.
"Om..Rizki tau om pasti tidak ingin bertemu Rizki dan om pasti benci kepada Rizki dan juga keluarga Rizki tapi om,Rizki benar-benar ingin menemui Dini tolong kasih tau dimana Dini sekarang."Mendengar ucapan Rizki,Aji kemudian kembali berbicara.
"kamu kan sudah tau kalo aku tidak ingin berurusan dengan keluarga kalian lagi kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi sesuai keinginan papa mu itu,jadi sekarang pergilah om capek.!om tidak ingin menguras tenaga om lagi untuk saat ini.
"Tapi om..Rizki benar-benar harus menemui Dini,Rizki ingin menemui Dini dan melihat kondisi Dini om masalah nya Dini saat ini sedang hamil anak Rizki.
Rizki pun mengatakan kepada Aji kalo Dini sedang hamil dan mengandung benihnya seketika Aji terkejut dan marah.
"Apa yang kamu katakan barusan dasar bajin*an.!jangan coba-coba membohongi ku.! gak ayah gak anak kalian itu sama saja."Melihat Aji yang marah Rizki kembali berbicara sambil memberi hasil chek up Dini dan Aji yang marah pun terkejut dan segera mengambil hasil tes tersebut.
Aji membaca nya dengan seksama begitu selesai membaca Aji pun berniat menghajar Rizki tapi segera dihentikan oleh Aini yang keluar karena mendengar suara ribut-ribut dan Aini segera berbicara untuk menenangkan Aji.
"Mas sabar.?! duduk dulu aku tau kamu marah tapi untuk saat ini yang terpenting adalah Dini kamu tau dimana Dini sekarang.?! kita harus membawanya pulang kalo memang benar Dini sedang hamil jadi mas harus tenang dan Rizki sebaiknya kamu katakan yang sebenarnya kepada mas Aji."Setelah menenangkan Aji,Aini kemudian berbicara kepada Rizki.
Aji pun menuruti ucapan Aini kemudian Aji duduk di sofa begitu pun Rizki kemudian Rizki mulai bercerita mengenai dirinya yang memaksa Dini dalam hubungan badan dan bahkan Rizki menceritakan ancaman papa nya yang membuatnya menikahi Novi hingga kebenaran kalo anak Novi bukan lah anaknya dan dirinya kini yang diusir oleh Farit karena menolak perjodohanya dengan Clarisa mendengar cerita Rizki kemudian Aji pun mulai berbicara dengan sangat frustasi.
"Sialan.! dasar berengsek aku gak nyangka Farit benar-benar bajin*an.!bahkan anak sendiri diusirnya apa segila itu papa mu dengan harta?!aku tau kalo aku ini temanya sejak kecil dan aku juga orang miski jadi selama ini Farit tidak memandangku sebagai teman hanya karna harta bahkan dirinya tega memutus hubungan kerjasama kita selama ini dan mengambil semua keuntungan dari bisnis bersama apa kamu tau bisnis yang aku jalankan dengan papa mu itu adalah hasil jerih payah istriku.!
Melihat Aji yang frustasi karena perusahaan dan masalah yang dirinya sebabkan membuat Rizki merasa sangat bersalah dan Rizki pun memberanikan diri untuk bertanya kembali mengenai Dini.
"Om maafin Rizki om,Rizki tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu om bahkan Rizki sudah menyakiti Dini tanpa Rizki tau jadi tolong kasih tau dimana Dini sekarang berada om..Rizki mohon Rizki akan bertanggung jawab Rizki akan menikahi Dini om."Mendengar ucapan Rizki barusan membuat Aji kembali berbicara.
"Menikahi Dini?! kamu punya apa untuk menikahi Dini,sekarang kamu sendiri tidak punya apa-apa kamu ingin aku membiarkan Dini hidup susah dengan mu apa kamu masih kurang membuat anaku sampai seperti ini."Rizki yang mendengar kata-kata Aji hanya bisa memohon kepada Aji agar bisa menikahi Dini dan menerima dirinya.
"Om aku memang sudah tidak punya apa-apa sejak aku memilih untuk bisa bersama Dini karena fasilitas yang Rizki miliki bukanlah milik Rizki tapi milik papa om,jadi aku juga sudah tidak meneruskan untuk kuliah lagi aku akan bekerja agar bisa menghidupi Dini om..kalo aku ingin harta dan hidup nyaman saat ini aku tidak mungkin ada disini menemui om jadi Rizki mohon ijinkan Rizki menikahi Dini dan Rizki mohon om mau menerima Rizki sebagai anggota keluarga om.
Setelah mendengar Rizki yang memohon-mohon membuat Aji kembali berbicara dengan nada pasrah.
"Kalo kamu benar-benar mencitai Dini dan ingin menjadi bagian anggota keluarga kami kenapa kamu tega membuat Dini hamil duluan padahal sudah jelas papa mu yang berengsek itu tidak mungkin setuju dengan hubungan kalian,kalo untuk om sendiri asalkan anak-anak om bahagia om tidak masalah anak-anak om menikahi pilihan mereka..om bicara begini untuk anak-anak om,bukan berati om sudah memaafkan mu.
"Mas sudah kita harus segera menjemput Dini mas."Aini yang dari tadi diam dan menahan diri agar tidak menangis karena mendengar pembicaraan Aji dan Rizki pun kini mulai berbicara untuk mengingatkan Aji bahwa saat ini harus lebih prioritas ke Dini terlebih dulu.
__ADS_1
"Sialan anak kurang ajar.! berani-berani nya membohongi ayah nya sendiri saat datang ke surabaya aku tidak curiga sedikit pun dan melihat Dini yang sangat memohon agar di ijinkan untuk satu kos dengan temanya pun membuatku menyetujuinya tanpa berfikir dasar kurang ajar."Setelah mendengar ucapan Aini membuat Aji marah-marah karena Bima yang sudah membohonginya dan Aji yang marah pun segera menekan ponselnya untuk melakukan panggilan ke ponsel Bima.
Tut..tut.."Dasar.!kenapa gak diangkat-angkat."Aji yang melakukan panggilan ke ponsel Bima di buat marah karena Bima yang tak kunjung mengangkat ponselnya.
Melihat Aji yang gelisah Aini mencoba untuk menenangkan Aji."Sabar mas tunggu sebentar lagi siapa tau Bima juga lagi sibuk.
waktu pun berlalu sekitar setengah jam Aji kembali menelfon Bima."Tut..tut.."Ya ada apa ayah menelfon Bima."tanpa rasa bersalah Bima menjawab panggilan ponsel Aji,Aji yang merasa lega karena panggilan ponsel yang sudah terhubung pun kini mulai marah-marah.
"Bima.!kenapa baru dijawab pangilan ayah..apa kamu tau setengah jam rasanya ayah sudah sangat sulit bernafas ayah sangat cemas apa kamu tau,sekarang ayah tanya dimana adik mu Dini berada."Mendengar pertanyan-pertanyan sang ayah membuat Bima balik bertanya.
"Memang ada apa sama Dini apa Dini menelfon ayah.?!dan aku tadi tidak segera menjawab panggilan ponsel ayah itu dikarenakan aku sedang membantu temanku untuk membuat filem conseling."Mendengar Bima yang balik bertanya membuat Aji kembali berbicara dengan marah.
"Bima.!ayah tanya sekali lagi dimana adik mu sekarang..ayah sudah tau semuanya jadi, jangan coba-coba membohongi ayah lagi karena ayah akan menjemputnya sekarang."mendengar amarah sang ayah Bima pun akhiranya mengatakan semuanya.
"Dini ada di sebuah kontrakan..Bima menyewa kontrakan yang temen bima rekomendasikan disana Dini akan aman ayah, itu menurut Bima sebelum ayah mengetahui kebenaran nya karena disana ada orang tua teman Bima juga yang membantu Bima untuk mengatakan ke warga kalau Dini sudah berkeluarga dan suaminya tengah pergi jauh untuk bekerja,jadi para warga yang ada disana tidak akan ada yang curiga kalo Dini hamil diluar nikah dan Dini juga menjalani home scoling untuk semester terakhir ini oiya ayah..?!dari mana ayah tau jangan bilang si brengs*k Rizki itu datang menemui ayah.
"Ya kamu benar saat ini si brengs*k itu ada dihadapan ayah sekarang segera kasih tau alamat Dini ayah akan menjemputnya sekarang juga."Aji segera mengiyakan ucapan Bima mengenai Rizki dan memintak Bima untuk segera memberitau alamat Dini berada.
Setelah Bima memberitau Aji alamat Dini,Aji dan Rizki beserta Aini segera meluncur menuju kontrakan Dini sekarang.
Dini yang berada dikontrakan seorang diri tidak takut akan apa pun karena Dini berfikir Dini tidak akan membuat sang ayah kecewa pada dirinya yang hamil diluar nikah Dini fikir akan merahasiakan sang anak sampai setidaknya anaknya nanti sudah lahir itu sebabnya Dini merasa harus kuat untuk hidup sendiri.
Dini yang tengah malam masih terjaga pun segera membuka pintu setelah sebelumnya terkejut melihat sang ayah dari balik gorden jendela entah kebetulan atau tidak akhir-akhir ini Dini sering merasa lapar ditengah malam dan Dini selalu memasak mie instan untuk mengganjal perutnya Dini pun juga harus menahan keinginan nya untuk memakan-makanan kesukaanya karena di kontrakan Dini jauh dari penjual makanan entah itu siang atau malam itu sebabnya membuat Dini selalu memintak sang kakak Bima,untuk mengiriminya makanan kecil atau pun makanan delivery dengan begitu Bima lah yang membayar semua makanan Dini.
Dini yang hendak menyantap makananya terpaksa berhenti kemudian karena mendengar suara ketukan Dini pun memutuskan berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang sedang mengetuk pintu.
Dini terkejut melihat sang ayah yang sedang berdiri didepan pintu kontrakanya Dini yang mengintip dari balik gorden jendela tadi segera membukakan pintu.
Klek.."Ayah.."Suara pintu yang dibuka Dini dan Dini segera menyebut kata ayah dengan berhambur kedalam pelukan sang ayah tanpa menyadari kalau Rizki juga ada di hadapanya.
"Bagai mana keadaan mu sekarang.? kenapa tidak berkata yang sebenarnya kepada ayah,ayah sangat cemas maaf..ayah tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk Dini."Aji dan Dini berbicara didepan pintu sambil berpelukan melepas rindu mereka Dini pun tak kuasa menahan air matanya dan mihat hal itu Aini yang ikut dalam menjemput Dini segera berbicara.
"Mas..gimana kalo kita bicara di dalam ini sudah sangat larut gak enak bila ada orang lewat yang melihat."Mendengar ucapan Aini kini Aji dan Aini berserta Rizki masuk kedalam rumah sedang Dini pun segera sadar kalau Rizki juga ikut datang tapi Dini hanya bisa diam tidak berani melihat Rizki karena Dini sadar kalau dirinya sudah bersalah telah meninggalkan Rizki begitu saja.
Setelah didalam rumah Dini di bantu Aini untuk membuatkan minuman kopi untuk Aji dan Rizki setelah mengantarkan minuman kemudian Dini kembali berbicara kepada ayah nya.
__ADS_1
"Ayah..apa ayah sudah makan.?!
"Mendengar pertanyaan Dini,Aji pun segera menjawab."Ayah sudah makan tadi dikantor sebelum pulang kerja.
Mendengar ucapan ayah nya kini Dini memberanikan diri bertanya kepada Rizki."Kalau kakak apa kakak sudah makan.?!"Rizki merasa senang karena mendengar Dini berbicara padanya dan Rizki pun menjawab ucapan Dini.
"Kakak belum makan tapi kakak tidak merasa lapar..kalo Dini lapar Dini bisa makan dulu sebelum kita ngobrol bersama disini.
"Kalau begitu Dini mau kakak dan Dini makan bersama."Dini segera mengatakan ingin makan bersama dengan Rizki karena ketika membuat kopi dengan Aini tadi Dini yang melamun membuat Aini bertanya dan setelah Dini mengatakan bahwa Rizki terlihat sangat kurus Aini pun mengatakan kalau sejak pagi Rizki menunggu Aji hingga malam hanya untuk mengetahui keberadaan dirinya dan hal itu membuat Dini kepikiran kalau selama ini Rizki tidak menjaga kondisi tubuh nya.
"Melihat Dini menarik tangan Rizki untuk berdiri dan mengatakan ingin makan bersama Rizki,Aji pun menjadi sangat mengerti betapa putrinya mencintai Rizki bahkan sejak mereka kecil dalam hati Aji diriya akan memaafkan Rizki dan merestui hubungan keduanya meski Fatit sudah tidak menganggap Rizki sebagai anak tapi Aji akan menganggap nya anak sendiri mulai sekarang dan Aji tau betul meski Farit dan Rizki adalah ayah dan anak tapi Rizki tidak lah buruk seperti papa nya.
Aji hanya tersenyum melihat tingkah Dini yang manja kepada Rizki dengan kondisi perutnya yang sudah besar dan Dini yang merasa di perhatikan oleh Aji merasa malu kemudian memintak ijin sang ayah untuk pergi makan dan Dini segera menarik tangan Rizki karena dirinya sudah sangat malu didepan sang ayah sesampainya dimeja makan.
Rizki segera duduk untuk makan dan ketika Dini sudah menyiapkan piring untuk Rizki dan membuka tudung saji Rizki terkejut melihat mie instan yang sudah sangat mengembang karena sudah dingin."Rizki pun kembali bicara.
"Kamu makan mie Din.?!kan kakak sudah bilang jangan banyak makan mie instan meskipun kamu sangat menyukainya disitu banyak pengawet dan perasa kamu kan punya radang Din.jangan makan yang banyak mengandung perasa berapa kali kakak ingatkan ditambah lagi kamu sedang hamil."Mendengar omelan Rizki,Dini hanya cemberut dan mulai bicara.
"Iya Dini ingat kok kak tapi disini jauh dari penjual makanan ditambah lagi Dini sering lapar tengah malam kak,jadi kita makan ini saja dulu ya Dini sudah lapar."Melihat Dini yang memelas Rizki hanya mengangguk dan memaklumi nya untuk kali ini Dini dan Rizki pun mulai makan bersama melihat Dini yang lahap memakan mie instan membuat Rizki sedih karena tidak bisa memenuhi keinginan Dini disaat-saat Dini menginginkan makanan-makan yang mungkin di inginkanya.
Setelah keduanya selesai makan kini mereka ber empat tengah duduk diruang tengah depan tv melihat Dini yang sudah agak susah duduk di bawah membuat sang ayah bertanya kepada Dini mengenai kandunganya.
"Din ayah mau tanya sama kamu berapa usia kandungan mu sekarang."Mendengar pertanyaan sang ayah Dini pun mulai berbicara dan bercerita.
"Kalau menurut Dini ini sudah mau memasuki bulan kelima ayah tapi anehnya perut Dini sangat besar kata ibu-ibu yang ada di sekitar sini tidak seperti orang hamil pada umumnya dan Dini juga mudah lapar."Mendengar cerita Dini,Aji pun diam dan berfikir sedang Aini kini mulai berbicara dan bertanya karena penasaran akan ucapan Dini karena maklum saja Aini tidak bisa hamil karena Aini mandul.
"Apa kamu sudah pernah pergi untuk periksa lagi."Dini yang mendengar ucapan Aini kembali berbicara."Belum tante Dini cuma priksa terakhir itu sebelum pergi kesurabaya dan itu juga saat Dini pertama kalinya tau kalau Dini sudah hamil sepuluh minggu waktu itu..Dini merasa terus gak enak badan dan sampai harus okname segala.
"Jangan-jangan saat kamu dianter Bima ke rumasakit Din."Umm.."Belum juga Dini melanjutkan ceritanya Rizki tiba-tiba memotong ucapan Dini dan Dini hanya bisa bergumam.
"Kalau begitu besok setelah kamu membereskan semua barang-barang mu kita pulang dan sebelum pulang kita akan mampir ke rumasakit untuk pemeriksaan."Mendengar cerita Dini dan Dini yang hanya bergumam membuat Aji ingin mengetahui kondisi Dini dan cucunya yang belum lahir itu.
Setelah selesai berbicang-bincang Aji memutuskan untuk pergi tidur lebih dulu karena sudah sangat lelah,begitu pun Aini sedang Rizki yang duduk dibawah sambil bersender di sofa malah asik sendiri mengusap-usap perut Dini yang duduk di depanya..ya Rizki duduk bersender dengan kaki terlentang dengan posisi Dini yang berada di dalam pelukanya Rizki tidak peduli meski Aji ayah dari Dini ada di seblahnya karena Aji dan Rizki nantinya tidur di ruang tengah sedang Aini dan Dini tidur di kamar itu karena kontrakan Dini sangat kecil cuma ada satu kamar dan yang merupakan ruang tamu itu juga merupakan ruang tengah untuk nonton tv.
"Baru bisa up maaf soalnya aku sakit dan ini baru sembuh anak-anak juga baru baikan kondisi tubuh nya oiya sebelumnya aku sudah nulis di draf tapi entah kenapa malah ilang semua naskah ku jangan lupa komen dong dan like nya makasih untuk semua para pembaca.
__ADS_1