
"Klek.."suara pintu terbuka Dini yang masih diruang tamu segera menengok dan melihat seseorang yang baru saja datang membuatnya menangis sejadi-jadinya.
"Kak..hik..hiks Dini harus bagaimana kak."Dini segera berdiri dan menghambur di pelukan sang kakak.
"Kenapa..memang Dini kenapa.?tenang dulu coba kamu ceritakan kepada kakak."Bima yang baru saja datang sempat terkejut melihat sang adik yang ada diruwang tamu sedang menangis mencoba bertanya.
"Dini akan bilang tapi janji kakak tidak akan marah sama Dini."Sebelum berbicara Dini membuat Bima berjanji agar tidak marah bila mendengar ceritanya.
"Baik kakak janji."Bima pun segera berjanji dan Dini mulai bercerita kalau Farit barusan datang dan mengatakan kalau memintak dirinya untuk meninggalkan Rizki begitu pula hingga ke hal Farit yang mengancam dirinya dan sang ayah tak lupa Dini juga memberikan hasil tes DNA Rizki dan anak Novi.
"Mendengar semua cerita Dini hal itu membuat Bima seketika semakin marah dan ingin pergi untuk menemui Farit tapi berhasil dicegah oleh Dini dan kini gantian Bima yang berbicara kepada Dini.
"Dek kita harus pindah dari rumah ini ayah sudah menjualnya..ayah sudah mengiklankan rumah ini melalui surat kabar di surabaya yang ayah kelola..kita tidak punya modal lagi dan asal kamu tau..kakak ingin sekali menemui om Farit dan menghajarnya tapi ayah sudah berpesan agar kakak tidak membuat keributan yang nantinya akan membuat kita dalam masalah yang lebih besar..sial.!om Farit itu bukan sekedar mengancam kamu dan Rizki dek..tapi om Farit sudah melakukan ancamanya itu..kakak juga baru tau sekarang karena ayah menelfon kakak tadi dikampus itu sebabnya kakak bolos satu mata kuliah karena kakak merasa tidak bisa berkonsentrasi.
__ADS_1
"Kakak..juga bertanya kepada ayah alasan om Farit melakukan itu dan apa kamu tau hal konyol yang di ucap kan om Farit dirinya bilang ayah sudah gagal dalam mensetabilkan perusahaan yang disurabaya dan malah membuat keuntungan hilang sia-sia untuk perusahaan sekecil itu,karena di anggap tidak konsisten oleh om Farit,om Farit ternyata sudah memintak seorang notaris datang ke surabaya untuk serah terima perusahaan dan pembatalan kerjasama yang selama ini mereka lakukan dan itu sudah terjadi dua minggu yang lalu saat ayah menelfon menanyakan kabar kita tapi ayah malah baru sekarang mengatakanya itu sebabnya kakak pulang cepat karena ingin memberitaumu tapi si sialan Farit itu malah datang kesini dan mengancamu.
"Bima yang merasa kesal membuat dirinya mengumpat Farit,dan Dini yang melihat sang kakak sangat marah merasa takut untuk mengakui kehamilan nya tapi nasi sudah jadi bubur selain ayah nya yang dalam kondisi sulit Dini dan Bima juga harus merelakan rumah tempat mereka menyimpan kenangan semasa kecil hingga remaja membuat Dini mau tidak mau akhirnya memberanikan diri untuk berbicara kepada Bima dan mengakui kehamilanya.
"Kak..ada yang ingin Dini akui tapi setelah kakak mendengarnya Dini harap kakak tidak memberitaukan hal ini kepada ayah karena Dini tidak ingin menambah beban ayah kak.
"Memang Dini melakukan apa sampai harus dirahasiakan dari ayah.?!"Bima pun menjawab ucapan Dini sedang Dini yang mendengar ucapan Bima kembali berbicara setelah menyapkan hatinya.
"Apa kamu bilang.! jangan katakan itu anak Rizki.!"Bima yang terkejut menjadi sangat marah sedang Dini yang melihat amarah sang kakak mencoba memberanikan diri untuk kembali bicara.
"Iya kak..kak Rizki memaksa Dini melakukan itu hanya karena Dini sudah tidak peduli lagi padanya waktu itu..sebenarnya Dini mengacuhkan kak Rizki karna kak Rizki pernah menolak pernyataan cinta Dini dulu, karena Dini pikir kak Rizki tidak punya rasa kepada Dini tapi gara-gara-aku mengacuhkanya kak Rizki memperk*saku disekolah dan semenjak itu sampai saat ini kak Rizki terus melakukan nya tapi saat kak Rizki bilang cinta sama Dini,Dini sangat senang Dini menyukai kak Rizki dari dulu kak,meski kak Rizki sangat posesif ke Dini tapi sekarang om Farit malah berbuat jahat ke ayah semua salah Dini kak..kalau sampai ayah tau Dini hamil sebelum nikah ayah pasti kecewa Dini malu pada ayah kak apa yang harus Dini lakukan..hiks..hiks.
"Sialan..benar-benar baji*gan gak ayah gak anak kelakuanya sama kakak pikir dia tidur di sofa depan tv selama ini kamu juga Din.! kenapa kamu mau terus-terusan di tiduri sama dia.!dasar baji*gan awas saja ntar kalo dia balik kesini guwe bakal."kak.! kakak gak boleh sakiti kak Rizki yang jahat itu om Farit,om Farit bahkan tega mengancam kak Rizki sampai kak Rizki rela tinggal sama kita."Mendengar ucapan Dini membuat Bima menjadi marah dan ketika Bima mengancam Rizki didepan Dini membuat Dini memotong ucapan Bima.
__ADS_1
"Aagrh.!sialan..!ok kakak gak bakal apa-apa in si Rizki tapi kakak harap kamu abaikan dia mulai sekarang seminggu lagi kita berangkat ke surabaya setelah selesai berkemas kakak akan mengurus surat pindah sekolah mu dan kakak akan mintak cuti kuliah sementara kakak akan mencarikan rumah untuk kamu tinggali di surabaya sampai kamu melahirkan, Din.!Din tinggal setengah semester lagi kamu lulus tapi kamu malah hamil gimana ini.! mau tidak mau kamu harus ikut home scooling karena perutmu itu pasti sudah besar hah..kakak akan mencari alasan kepada ayah agar kamu bisa di ijinkan untuk tinggal sendiri nanti setibanya di surabaya.
"Tak terasa sudah sore hari dan Rizki pun juga sudah pulang kerumah dan membawakan manisan kedongdong untuk Dini karena sebemum Rizki pergi kuliah Rizki sempat bertanya apa yang ingin Dini makan dan tanpa sadar Dini mengatakan kalau dirinya ingin makan manisan ke dongdong setelah pulang kuliah Rizki pun mencari-cari penjual manisa ke dongdong dan beruntung nya Rizki,Rizki berhasil membeli nya.
"Setelah menyerahkan kepada Dini kini ketiganya berkumpul di meja makan tanpa sepatah kata pun Rizki yang melihat Bima merasa aneh karena Rizki merasa Bima sangat membencinya andaikan buka karena permintaan Dini,sudah pasti Bima habis-habisan menghajar Rizki,sedang Dini yang melihat sang kakak yang menahan amarahnya hanya bisa diam.
"Dini berfikir sebelum pergi Dini ingin menghabiskan waktunya dengan Rizki tanpa pertengkaran oleh sebab itu Dini memintak Bima untuk bersabar sampai mereka pergi ke surabaya Dini merencanakan kepergianya dengan Bima tanpa memberitau Rizki dan hanya membawa beberapa barang yang dibutuhkan saja.
"Sementara itu ditempat Farit.
"Helena merasa heran dengan suaminya dari mana saja dirinya berada kenapa baru pulang ternyata Farit,menemui seseorang selain Dini.
"Sementara itu Novi kini sedang merasa tenang setelah Farit dan Helena percaya bahwa anaknya itu cucu mereka Novi kini bak ratu dirumah Farit.
__ADS_1