
Tet..tet..
bel tanda pulang sekolah pun berbunyi.
Rizki pun masih diam menunggu Dini bangun tanpa ada niat untuk membanggun kanya,dan tak terasa waktu sudah mulai senja, Rizki pun kini mulai membangunkan Dini untuk mengajaknya pulang.
*
*
Din..bangun Din..
Rizki mencoba membangunkan Dini tapi Dini masih tidak bergeming hingga membuat Rizki kembali membangunkanya sambil mengguncang-guncang tubuh Dini.
*
*
Din..bangun..bangun Nandini.!
ini sudah senja..apa kamu tidak mau pulang.
*
*
Dini yang mendengar bahwa hari telah senjapun seketika terbanggun karena kaget.
*
*
Apa.! kenapa kakak tidak membangunkanku dari tadi, jadi aku sudah melewatkan jam pelajaran ke dua dan sekarang sudah jam segini pasti ayah marah kalau aku pulang terlambat.ini semua gara-gara kakak.! bagai mana kalau nanti ada tugas aku harus bagai mana.?
__ADS_1
*
*
Dini merasa kesal dengan apa yang sudah Rizki perbuat padanya..sementara Rizki yang melihat Dini kesal mencoba untuk menenangkanya dan mencoba mengambil hati gadis yang sudah lama di cintainya itu secara diam-diam.
*
*
Iya..kakak tau kakak salah..kamu berhak marah dan kesal sama kakak, tapi kalau kamu cemas akan pelajaran sekolahmu dan tugas yang mungkin diberikan guru..kamu tidak perlu khuwatir nanti kakak yang akan mengajarimu langsung dengan bertanya kepada salah satu teman terbaik kakak ok.
Dini yang mendengar penjelasan dari Rizki hanya diam dan segera kembali ke dalam kelas untuk mengambil tas yang tertinggal.
*
*
Rizki yang dari tadi mengikuti Dini tidak melewatkan kesempatan untuk mengantarnya pulang.meski Dini tidak mau dan tidak suka tetapi Rizki selalu bisa mencari alasan yang masuk akal dan hal itu membuat Dini kesal dalam diam.
*
*
Dini yang merasa kesal kepada Rizki..menyuruhnya untuk berhenti mengikuti Dini dari belakang.
*
*
Heh..siapa juga yang mengikutimu.
kamu itu terlalu sombong Dini,aku tidak mengikutimu..untuk apa aku mengikutimu jalan rumah kita searah..emang ini jalan nenek moyangmu.
__ADS_1
Rizki membalas kata-kata Dini dengan kata-kata yang tidak kalah menyebalkan dan hal itu membuat Dini semakin marah dan kesal kepada Rizki.
*
*
Ini memang bukan jalan nenek maupun kakek ku,tapi setidak nya kakak bisa cari jalan lain..selain lewat jalan ini..kenapa aku selalu harus melihat mu di rumah maupun disekolah bisa-bisa aku mati kesal karnamu.
mendengar ucapan Dini yang terakhir membuat Rizki tiba-tiba menjadi marah.
*
*
Dini..! Rizki membentak Dini karena ucapanya barusan.dan Rizki mulai berbicara panjang lebar dengan tidak tau malunya.
jalan menuju rumah kita searah dan kita juga bertetangga..kita harus hidup rukun..saling berbagi sebagai tetangga dan juga teman.
jadi kamu tidak boleh berkata seperti itu lagi mengerti.lagian kalau kakak pilih jalan lain akan lebih jauh kalau harus berputar,ini juga sudah senja gak baik bagi anak perawan pulang sendiri bukanya lebih baik berdua dari pada sendiri dan bukanya itu akan berbahaya untuk mu pulang sendiri.
*
*
Dengar ya kakak.. lebih baik aku pulang sendiri itu lebih aman dari pada harus jalan berdua sama kamu.
yang berbahaya itu kamu..kamu lupa apa yang sudah kamu lakukan kepadaku tadi..dan satuhal lagi terimakasih atas status baruku karena kamu, aku sekarang memang gadis tapi bukan perawan puas kamu sekarang.
setelah marah-marah Dini sekarang hanya bisa diam dan pasrah karena Rizki yang selalu mengabaikan ucapanya.
*
*
__ADS_1
semoga suka dan gak garing ya😷