12 Detik!

12 Detik!
Murid Pindahan


__ADS_3

... Naga yang telah selesai membereskan rumah karena baru pindah, didatangi oleh Kong atasannya di BIN (Badan Intelijen Negara). Mereka langsung terduduk untuk membahas misi Naga kali ini....


“1 minggu yang lalu saya mendapatkan informasi ada seorang siswa SMA yang terjatuh dari lantai 4, namun dengan kondisi yang aneh. Siswa tersebut tidak merasakan sakit dengan luka yang ada disekujur tubuhnya, bahkan terkadang siswa ini seperti berusaha menggigit perawat yang merawatnya. Satu hari kemudian sang ayah dari siswa ini membawa anaknya pergi meskipun lukanya belum sembuh dan siswa ini tidak pernah terlihat kembali di sekolahnya.” Jelas Kong dengan sangat serius.


“Saat ini apa kesimpulan anda Pak?” tanya Naga dengan sopan.


“Mengingat sang ayah pernah bekerja di Seungil Farmasi dan sekarang menjadi salah satu guru kimia di SMA BKS, saya menduga dia memasukan sesuatu ke dalam tubuh anaknya. Sesuatu yang membuat otak anaknya terangsang untuk menggigit atau memakan daging segar dan menyebarkan sesuatu dalam dirinya ke manusia yang digigitnya seperti zombie.” jawab Kong penuh pertimbangan.


“Zombie?” tanya Naga mengkonfirmasi.


“Ya, Tugasmu kali ini adalah memastikan hal tersebut dengan mencari tahu semua hal tentang Virli Ivanov sang ayah, karena jika hipotesisku benar, kita perlu segera mengetahui bagaimana penyebarannya, pencegahannya, dan cara mengatasinya.” lanjut Kong tegas.


“Saya mengerti Pak!” jawab Naga tegas tanpa keraguan.


“Saya mengandalkanmu, Naga!” balas Kong penuh harap.


...


... Paginya setelah selesai sarapan Naga langsung berangkat ke SMA BKS tempat dimana dia akan menjalankan misinya sebagai salah satu siswa disana. Naga yang perlu menyelesaikan beberapa hal sebelum memulai kelas, akhirnya baru bisa mulai bergabung pada jam mata pelajaran kedua hari itu. Naga didampingi oleh wali kelasnya masuk ke dalam kelas dan diminta untuk memperkenalkan dirinya....


“Halo, perkenalkan saya Naga Zenn biasa dipanggil Naga. Mohon bantuan dan kerja samanya.” kata Naga memperkenalkan diri di depan kelas.


“Wah benar - benar perkenalan yang singkat dan padat ya.” komentar sang wali kelas sambil tersenyum.


“Silahkan duduk di tempat yang kosong!” kata sang wali kelas sambil menunjuk kursi kosong di pojok kanan paling belakang dari hadapannya.


“Terima kasih.” jawab Naga yang langsung berjalan menuju kursinya.


... Melihat dan mendengar nama Naga, Sasha langsung teringat masa kecilnya sewaktu masih di panti asuhan. “Phi, jika kamu nanti diadopsi apakah kamu akan ganti nama?” tanya Sasha polos....

__ADS_1


“Tentu.” jawab Phi dengan penuh antusias.


“Kamu mau ganti nama jadi apa?” tanya Sasha penasaran.


“Hmmm ... mau ganti nama jadi Naga.” jawab Phi bangga.


“Kenapa Naga?” tanya Sasha.


“Supaya namaku ada ditengah daftar abses, jadi kalau nanti aku dipanggil baik dari absen pertama ataupun terakhir aku tetap di absen paling tengah.” jawab Naga polos yang membuat Sasha tersenyum karena di panti asuhan mereka sering ada kegiatan yang dipanggil berdasarkan daftar absensi namun terkadang dari mereka ada yang masih belum siap dan ingin tampil setelah teman - teman yang lain.


“Kalau kamu gimana Sha?” lanjut Naga.


“Aku gak akan ganti nama, Phi.” jawab Sasha.


“Kenapa?” tanya Naga heran.


“Kalau aku ganti nama, nanti kamu gak akan kenal lagi sama aku kalau ketemu pas dewasa.” jawab Sasha sambil tersenyum.


...


“Naga!” balas Naga sambil tersenyum tipis dan menjawab tangan Juju.


... Tidak lama setelah Naga duduk dan sang wali kelas keluar dari kelas, guru biologipun langsung masuk untuk memulai mata pelajaran kedua pada hari itu. Naga mengikuti pelajaran biologi seperti siswa yang lain, namun ditengah pembelajaran Naga teringat bahwa dia tidak pernah mengalami hal yang terjadi saat ini karena pendidikan dan pelatihannya sebagai mata - mata sejak usia dini. Selama satu jam sang guru biologi menjelaskan mata pelajarannya kepada semua murid, namun selama beberapa saat dia melihat Naga yang sedang memikirkan hal lain....


“Hei anak baru!” panggil sang guru biologi ramah yang membuat Naga langsung melihat ke arahnya.


“Tolong jawab pertanyaan no 18!” pinta sang guru ramah yang membuat Juju memperlihatkan soal yang dimaksud sang guru.


“Kromoson X berasal dari sang ibu dan tidak terjadi pemisahan pada ayah menyebabkan sindrom Turner. Itu merupakan kelainan kromosom, yang mana semua atau sebagian dari satu kromoson X hilang atau memiliki kelainan yang lainnya dan tidak disebabkan oleh kromoson sisanya. Karena B dan C benar, maka 5 adalah jawabannya.” jawab Naga lugas sambil berdiri yang membuat semua teman - temannya berdecak kagum tidak terkecuali Tea sang peringkat pertama di sekolah dan Sasha.

__ADS_1


“Benar, bagus sekali.” balas sang guru biologi sambil tersenyum bangga yang tidak lama kemudian bel tanda jam pelajaran telah selesaipun berbunyi.


“Tolong kerjakan sisa pertanyaanya pada lembar jawaban yang tersedia untuk minggu depan ya!” perintah sang guru biologi mengakhiri pembelajarannya.


“Baik Pak!” jawab seluruh murid kompak.


“Kerja yang bagus, terima kasih.” balas sang guru biologi sambil tersenyum bangga lalu keluar kelas.


“Permisi Naga!” sapa Sasha yang baru saja menghampiri Naga dan membuat Naga menatap ke arahnya.


“Tulisan nama kamu Naga biasakan?” tanya Sasha mengkonfirmasi sambil menunjukan sebuah label yang bertuliskan Naga.


“Iya betul.” jawab Naga datar.


“Kamu gak keberatankan kalau aku masukin kamu ke jadwal piket hari kamis?” lanjut Sasha.


“Tentu.” jawab Naga singkat sambil menatap Sasha.


“Ok, makasih ya.” balas Sasha yang langsung menempelkan label bertuliskan Naga di jadwal piket hari kamis.


“Apa kamu langsung jatuh cinta pada pandangan pertama?” tanya Juju sambil tersenyum jahil melihat Sasha yang sedang menempelkan nama Naga di jadwal piket.


“Hmm?” Naga kebingungan sambil melihat ke arah Juju.


“Gak perlu malu kok, wajar. Sasha salah satu cewek tercantik di sekolah ini dan di kelas kita ada 2 bidadari paling cantik di sekolah ini, Sasha sama Tea, cuman Tea sifatnya sangat dingin makanya dia dapat julukan ‘Cold Princess’. Sedangkan Sasha kebalikannya, sang Dewi Fajar.” jelas Juju sambil tersenyum yang direspon datar oleh Naga.


“Ju mau jadi gak?” panggil Ilham.


“Jadi Ham.” jawab Juju yang langsung pergi bersama Ilham.

__ADS_1


... Naga yang sedang duduk menunggu jam pelajaran ketiga sebelum istirahat makan siang membuat origami pesawat dari kertas bekas dihadapannya. Sasha yang secara tidak sengaja melihat hal tersebut langsung terkejut dan mengingatkannya kepada Phi teman masa kecilnya saat di panti asuhan....


“Naga, apakah kamu Phi sahabat masa kecilku yang paling berharga dan sangat kurindukan ?” bisik Sasha dalam hati yang terus melihat ke arah Naga.


__ADS_2