12 Detik!

12 Detik!
Lari!


__ADS_3

... Naga yang melihat serangan para zombie di kantin langsung mengerti situasi dan kondisi saat itu. Dengan tenang dan cekatan Naga berlari menghindari para zombie untuk keluar dari kantin. Setelah berhasil keluar dari kantin Naga berniat melakukan beberapa hal kepada para zombie, sehingga ketika ada zombie yang kembali berlari mengejarnya dia mensleding zombie tersebut hingga terjatuh lalu mematahkan kakinya yang membuat zombie tersebut tidak bisa kembali berdiri. Naga yang lanjut berlari kembali di kejar oleh beberapa zombie, satu zombie diantaranya Naga lawan dengan cara mematahkan lehernya yang membuat zombie tersebut benar - benar mati dan zombie lainnya Naga pukul hingga terduduk didinding lalu Naga hancurkan kepalanya dengan sekali tendangan yang juga membuat zombie tersebut benar - benar mati....


... Naga yang sedang lanjut berlari bersama siswa lainnya disergap oleh seorang zombie yang membuat dirinya terjatuh dan siswa yang bersamanya langsung digigit oleh zombie. Secara tidak sengaja Naga melihat jam ditangannya yang menunjukan pukul 12.30.09 dan dia langsung menarik zombie tersebut dan mematahkan lehernya. Siswa yang bersama Naga tadi langsung bangkit kembali dan sudah menjadi zombie, reflek Naga langsung melihat jam tangannya yang menunjukan pukul 12.30.21....


“12 detik.” bisik Naga dalam hati yang langsung menghancurkan kepala zombie di hadapannya sambil melihat keadaan sekitar untuk memilih rute pelarian.


... Ketika Naga hendak masuk ke gedung kelas Naga melihat beberapa siswa yang sedang berlari menyalamatkan diri. Seorang siswa yang berlari di lapangan tanpa berteriak hanya dikejar oleh beberapa zombie yang masih dapat dihitung dengan jari. Seorang siswa yang berlari di jalan masuk sekolah berlari sambil menjerit histeris dikejar oleh lebih dari 10 zombie dan terus bertambah. Kemudian ada seorang siswa yang berlari ke arah belakang sekolah dan terjatuh, namun para zombie yang berlari ke arahnya hanya melewatinya selayaknya air yang melewati bebatuan di sungai....


...


... Sasha yang terpisah dengan Intan saat para zombie mulai menyerang kantin berlari dengan tenang dan perlahan sambil memperhatikan situasi dan kondisi. Saat hendak naik ke lantai 2 Sasha bertemu dengan Ilham dan Intan yang sedang berlari dari arah lorong belakang kantin. Di lantai 2 mereka bertemu dengan Laxus dan Tea yang berlari hendak turun ke lantai 1....


“Lantai 1 terlalu banyak zombie!” kata Ilham ketakutan saat bertemu Laxus dan Tea.


“Kita naik ke lantai 3!” pinta Laxus yang langsung diikuti semuanya sambil berlari.


... Ketika mereka baru tiba di lantai 3, Juju, Riki, Gari, dan Yona sedang berlari ke arah mereka. “Naik ke lantai 4!” teriak Juju yang membuat Ilham, Laxus, Intan, Sasha dan Tea langsung berlari naik ke lantai 4 setelah mereka melihat banyak zombie dibelakang Juju dan kawan - kawan juga di lorong arah lainnya....


... Ketika tiba di lantai 4 para zombie dari lantai 5 mulai turun dan mengejar mereka, Laxus mencoba membanting dan menghajar mereka untuk mengulur waktu agar teman - temannya bisa berlari mencari ruang kosong. Ilham, Gari dan Juju langsung melepaskan jendela kelas terdekat untuk digunakan sebagai tameng dan mendorong para zombie yang berdatangan dari lantai 5 membantu Laxus. Ketika mereka sedang sibuk dengan zombie yang berdatangan dari lantai 5 muncul para zombie dari sisi lorong lainnya berlarian ke arah mereka. Riki dengan badan besarnya langsung melepaskan pintu kelas terdekat menjadikannya tameng untuk melindungi sisi yang lain dibantu oleh siswi - siswi yang ada....


... Riki dibantu Yona, Sasha, Intan, dan Tea terus mendorong para zombie sampai mereka melewati ruangan lab kimia. Yona dan Intan langsung mencoba membuka pintu lab kimia yang ternyata dikunci oleh gembok. Kemudian Intan melihat hidrant alat pemadam di dalam gedung tidak jauh dari para zombie di hadapan Riki....

__ADS_1


“Riki, ayo dorong lagi!” pinta Intan yang langsung membantu mendorong para zombie diikuti oleh Yona.


... Setelah zombie terdorong melewati hidrant pemadam kebakaran, Intan langsung mengambil selang pemadam kebakaran dan menggunakan moncong selangnya untuk memukul gembok yang mengunci ruang lab kimia. Naga yang baru tiba di lantai 4 melihat zombie berkerumun di suatu area namun tertahan menyadari bahwa ada siswa yang sedang berusaha menahan para zombie. Mengetahui hal tersebut Naga langsung berlari ke arah kerumunan zombie dan meloncati para zombie menggunakan tumpuan dinding lorong, kepala para zombie dan langsung menendang beberapa zombie yang berada di balik tameng pintu yang di dorong Sasha....


“Berikan padaku!” pinta Naga kepada Intan yang belum berhasil membuka ruang lab kimia.


... Setelah Intan memberikan moncong selang pemadam kebakaran kepada Naga, Naga langsung berhasil merusak gemboknya dengan sekali pukulan dan membuka ruang lab kimia. “ayo masuk!” teriak Naga yang membuat Intan, masuk terlebih dahulu diikuti Yona, Sasha, dan Tea....


... Naga membantu Riki menahan para zombie dan siswa lainnya yang masih menahan para zombie berjalan mundur perlahan mendekati pintu masuk lab kimia. Gari langsung masuk ke dalam lab kimia setelah berada di depan pintu, diikuti oleh Ilham, Laxus, dan Naga. Riki masuk ke dalam lab kimia terakhir yang tetap menjadikan pintu yang dia copot sebagai tameng hingga akhirnya Ilham menutup pintu lab kimia dan memisahkan mereka dengan para zombie di luar....


... Setelah berada di dalam lab kimia mereka langsung terduduk menghela napas untuk beristirahat sejanak. “Ham ada apa?” tanya Intan yang melihat Ilham murung saat berada di dekat Ilham....


“Gara - gara aku Gian jadi zombie.” jawab Ilham penuh penyesalan.


“Aku lihat kok Gian berusaha ngorbanin kamu dan Intan untuk nyelamatin dirinya sendiri dan ketika kamu mukul Gian, aku percaya kamu gak niat untuk numbalin Gian agar kamu bisa selamat.” lanjut Sasha yang membuat Ilham melihat ke arah Sasha.


“Hoo iya, makasih ya waktu dikanti kamu nyelamatin aku beberapa kali.” kata Intan sambil tersenyum yang membuat Ilham menatap mata Intan dan seketika dia mengerti bahwa yang dilakukannya hanya sebuah pembelaan diri tidak bermaksud untuk membunuh Gian.


“Apakah ada yang memegang hp?” tanya Yona penasaran kepada semua temannya di lab kimia.


“Semua hp kita kan masih di ruang guru Yon.” jawab Gari.

__ADS_1


“Ah iya, bagaimana ini? Apakah orang - orang diluar bisa mengetahui apa yang terjadi di sekolah kita dan datang untuk nyelamatin kita tanpa kita telepon?” keluh Yona yang kebingungan.


“Permisi, boleh aku bertanya?” izin Naga ke semua teman barunya.


“Ada apa Ga?” tanya Juju mencarikan suasan karena Naga merupakan murid baru.


“Ketika Sasha dan teman - teman yang lain membawa siswa yang sakit ke UKS apakah kalian lihat siswi itu terluka dibagian yang lain, mungkin luka gigitan atau luka apapun itu? Dan boleh ceritakan apa yang terjadi di UKS? Tanya Naga sambil melihat ke arah Sasha.


“Apa kamu berpikir semua ini berawal dari Sean?” tanya Laxus mengkonfirmasi.


“Ah iya!” kata Sasha tiba - tiba yang mengingat sesuatu.


“Aku lihat jari telunjuk Sean berdarah seperti tertusuk sesuatu padahal sejauh yang aku ingat saat Sean di gendong Laxus gak nyentuh benda apapun.” lanjut Sasha menjelaskan.


“Sean juga sempat menggigit perawat UKS saat dia hendak dibiuskan?” tambah Intan mengkonfirmasi.


“Benar, dia menggigit perawat UKS saat dibius.” kata Laxus membenarkan.


“Kalau semuanya berawal dari Sean, tapi kenapa Sean gak jadi zombie pas jatuh di kelas? Kita semua udah lihat bagaimana orang yang tergigit berubah jadi zombie dalam waktu singkatkan tadi.” komentar Riki yang kebingungan.


“Inang pertama!” jawab Tea yang membuat semuanya langsung melihat ke arah Tea.

__ADS_1


“Jika semua zombie ini berasal dari sebuah virus dan Sean adalah inang pertama, mungkin virus itu berevolusi dengan inang pertamanya sehinga butuh waktu lebih lama untuk Sean berubah menjadi zombie dan jika memang perawat UKS yang digigit Sean adalah zombie pertama yang menyebarkan zombie di sekolah ini harusnya perawat tersebut membutuhkan waktu lebih cepat untuk berubah jadi zombie daripada Sean dan lebih lama daripada zombie siswa yang kita lihat saat berlari menyelamatkan diri kesini.” jelas Tea dengan muka serius.


__ADS_2