
“Jangan mendekat!” pinta Tea ramah yang tahu Sasha mulai berjalan mendekatinya.
“Ayo pergi bersama kami!” ajak Sasha yang cemas dengan kondisi Tea sambil menahan tangisnya.
“Kubilang jangan mendekat!” teriak Tea dengan wajah yang penuh darah dan membuat Sasha terkejut ketakutan.
... Seketika Tea langsung berlari ke arah Sasha dan mendorongnya hingga terjatuh. Sasha yang sudah terjatuh berusaha menahan Tea agar tidak memakannya hidup - hidup. Naga yang melihat hal itu langsung berlari dengan cepat, namun Laxus menghalau Naga agar tidak menyerang Tea....
“Tea!” panggil Laxus sambil berusaha menarik Tea dari Sasha.
“Tea, ini aku Sasha.” kata Sasha berusaha menyadarkan Sasha sambil menangis ketakutan.
... Naga yang berusaha kembali menyerang Tea ditahan oleh Laxus. “Minggir!” pinta Naga dengan tatapan nafsu membunuh....
“Aku akan hentikan Tea!” teriak Laxus yang susah payah menahan Naga.
“Tea, jangan begini kumohon!” teriak Laxus yang mulai tidak sanggup menahan Naga sambil menangis khawatir.
... Sasha yang sudah tidak sanggup menahan Tea melepaskan pegangannya ke tubuh Tea dan pasrah untuk digigit Tea. Namun Tea segera tersadar dan membuatnya menangis kencang yang membuat Naga berhenti....
“Kamu bisa menggigitku Tea.” kata Sasha sambil menangis pasrah.
“Aku tidak apa - apa.” tambah Sasha yang menangis ketakutan.
... Tea langsung bangkit dan pergi meninggalkan mereka sambil menangis ketakutan akan dirinya sendiri yang hendak memakan Sasha. Laxus yang berusaha mengejar Tea langsung di cekik oleh Naga dan diangkat. Sasha yang melihat hal itu langsung bangun dan berusaha menghentikan Naga....
“Berhenti Naga!” pinta Sasha sambil menangis.
“Sudah kukatakan, tidak peduli siapapun aku akan membunuh orang yang akan melukaimu.” jawab Naga yang masih mengangkat Laxus sambil mencekiknya membuat Laxus kesulitan bernapas.
“Hentikan Naga, kumohon!” pinta Sasha sambil memeluk Naga untuk mendorong dan melepaskan cekikannya pada Laxus.
... Laxus langsung terbatuk - batuk setelah cekikan Naga terlepas sambil terbungkuk. Melihat Tea yang sudah pergi Laxus berusaha mengejar dan mencari keberadaan Tea. Sedangkan Sasha masih memeluk Naga untuk menahannya agar tidak melakukan sesuatu kepada Laxus sambil menangis. Tea berlari dengan cepat untuk meninggalkan teman - temannya sambil menangis....
... Akhirnya Naga, Laxus, Sasha, Ilham, Intan dan yang lainnya berhasil tiba dizona karantina untuk menyelamatkan diri. Mereka langsung disambut pihak militer dan diberikan beberapa perlengkapan untuk membersihan diri dan tempat untuk beristirahat. Naga yang tiba di area karantina langsung melaporkan semua temuannya selama perjalan dari SMA BKS hingga tiba di zona karantina....
__ADS_1
“Apa kamu tahu guru bernama Virli Ivanov?” tanya salah satu militer wanita saat menginterogasi Dara.
“Aku hanya ikut kelas pagi karena ada pelatihan, jadi aku tidak mengenalnya.” jawab Dara tenang.
...
... Naga yang mengetahui siswa dari SMA BKS sedang diinterogasi langsung mendatangi Kong dan Jendral Komando. “Apa yang kalian lakukan? Bukankah informasi dariku sudah cukup? Aku tidak akan meminta kalian berhenti, tapi aku yang akan menghentikannya sendiri dengan caraku!” kata Naga kesal dengan tatapan penuh nafsu membunuh dan langsung pergi ke ruang tempat siswa SMA BKS diinterogasi....
“Anda masih menginterogasi siswa SMA BKS?” tanya Kong kecewa.
“Ya aku, akui itu sebuah kesalah mengingat apa yang telah kita lakukan pada mereka.” jawab sang Jendral Komando merasa bersalah.
...
“Apa dia pernah mengatakan sesuatu yang tidak biasa atau bersikap aneh?” tanya sang militer wanita kepada Mira.
“Bukan itu yang penting sekarang! Aku sudah kelas 12, bagaimana dengan ujian masuk perguruan tinggi?” tanya balik Mira.
“Jika ada yang ingin dikatakan, katakanlah!” pinta sang militer wanita kepada Yona dan Yona hanya terdiam membisu sambil meneteskan air mata.
“Jika kamu membantu penyelidikan ...” belum selesai sang militer wanita berbicara Intan langsung memotongnya.
“Tidak, aku tidak akan meminta apapun lagi pada orang dewasa, jadi jangan meminta aku membantu penyelidikan.” kata Intan tegas sambil berkaca - kaca dan tiba - tiba Naga langsung masuk.
“Hentikan semua ini, biarkan mereka beristirahat!” pinta Naga dengan tatapan tajam ke arah sang militer wanita.
“Maaf, tapi anda siapa?” tanya balik sang militer wanita yang tetap berusaha ramah.
“Aku? Nobody.” jawab Naga dingin yang membuat sang militer wanita tersenyum sinis.
“Kami mengerti situasi kalian, tapi ini bukan sebuah candaan.” tegur sang militer wanita yang mulai serius.
“Aku tidak bercanda, kuyakinkan itu sudah lebih dari cukup!” jawab Naga dengan tatapan penuh nafsu membunuh dan tiba - tiba handphone sang militer wanita berdering.
“Hentikan interogasi, sudah cukup masalah kita dengan para zombie jangan membuat masalah baru jika bertemu prajurit hasil project alpha dengan kode nama nobody. Biarkan mereka istirahat dan melanjutkan kehidupan mereka!” pinta suara dari balik telepon yang membuat sang militer wanita ketakutan sambil melihat Naga.
__ADS_1
“Kalian boleh kembali, terima kasih atas kerja samanya.” kata sang militer wanita sambil bergetar ketakutan mengetahui siapa Naga sebenarnya.
... Naga, Laxus, Intan, dan yang lainnya langsung keluar menuju tempat mereka beristirahat masing - masing. “Semoga kalian bisa nyaman di tempat ini ya, walaupun mungkin tidak sebagus tempat tinggal kalian dulu.” kata Naga membuka pembicaraan denga mereka semua....
“Terima kasih Naga atas bantuannya.” kata Ilham sambil tersenyum yang dibalas senyum oleh Naga.
“Naga apa kamu juga akan tinggal disini?” tanya Sasha penasaran.
“Ya, karena ada beberapa hal yang harus kuselesaikan.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Sasha.
“Istirahatlah Sha, dengan nyaman dan tenang!” pinta Naga yang tersenyum sambil membelai rambut Sasha dengan penuh kelembutan.
“Ga, aku mau minta maaf soal Tea dan Sasha.” kata Laxus yang merasa bersalah.
“Tidak perlu.” jawab Naga dingin.
“Syukur kalau kamu mengerti.” kata Laxus yang sedikit lega.
“Tidak, hanya saja kata maafmu tidak akan mengubah fakta bahwa kamu membiarkan Tea menyerang Sasha sampai Sasha hampir mati.” jawab Naga dingin dan langsung pergi ke arah lain untuk kembali bertugas.
...
“Kamu bilang kamu bertemu dengan dua zombie hybrid?” tanya sang Jendral Komando mengkonfirmasi.
“Ya, satu kubunuh dan satu lagi teman sekelasku saat bertugas di SMA BKS.” jawab Naga tegas.
“Aku tau apa yang anda pikirkan? Sebaiknya anda tidak mengusiknya karena dia akan jadi tanggung jawabku sampai hasilnya dapat dipastikan!” lanjut Naga dengan tatapan tajam tanpa mengenal rasa takut.
“Baiklah, dia akan menjadi tanggung jawabmu dan apa rencanamu?” tanya sang Jenderal Komando.
“Aku akan memastikan apa dia dan bagaimana dia di masa yang akan datang.” jawab Naga dingin.
“Lalu bagaimana kamu menemukannya?” tanya sang Jenderal Komando penasaran.
“Itu bukan hal yang sulit, jadi tolong rekomendasikan tim ku untuk memekai sarana lab yang ada.” jawab Naga penuh percaya diri.
__ADS_1
“Baiklah, kamu memiliki waktu tiga bulan sejak hari ini, jika tidak aku tidak bisa menjamin apa yang terjadi kepadanya karena kamu pun tahu kondisinya seperti apa kedepan.” balas sang Jenderal Komando tegas.