
...Setelah Juju melempat CPU untuk menjatuhkan zombie yang hendak masuk dari bingkai jendela yang mereka gunakan untuk masuk ke ruang penyiaran, Naga langsung mencari kabel lan (local area network) lalu menyambungkannya dengan telepon rumah lama yang ada di ruang penyiaran. Setelah terpasang Naga langsung memencet nomor Kong atasannya di Bin, sedangkan yang lainnya hanya terdiam dan terkejut melihat apa yang dilakukan Naga....
“Pak, ini saya Naga.” kata Naga setelah teleponnya diangkat Kong.
“Naga, posisi kamu dimana sekarang?” tanya Kong yang sedang berjalan.
“Aku berada di ruang penyiaran SMA BKS Pak, bagaimana kondisi siswa yang masuk ke rumah sakit Pak?” tanya Naga balik yang mana saat Sean dibawa ke UKS Naga langsung memberikan info tersebut kepada Kong.
“Pihak rumah sakit hanya melakukan prosedur standar akibatnya dia bangkit dan mulai menyerang di sekitar area rumah sakit dan penyebaran virusnya sudah cukup meluas. Saya sedang dalam perjalan untuk membahas keadaan darurat ini dengan semua pihak terkait yang kemungkinan akan dibuat darurat militer di Kota Jailolo. Apakah kamu memiliki informasi lain terkait para zombie?” jelas Kong.
“Ada beberapa Pak, pertama setiap manusia yang tergigit oleh zombie akan berubah menjadi zombie kurang lebih 12 detik kemudian setelah dia digigit. Kedua sekalipum mereka mayat hidup mereka bisa diperlambat jika kita mencederai kaki para zombie dan kita bisa membunuh para zombie dengan mematahkan lehernya atau menghancurkan otaknya. Ketiga saya belum menemukan jawaban dari informasi ini, tapi saat saya berlari mencoba menyelamatkan diri, saya melihat ada seorang siswa yang juga sedang berlari menyelamatkan diri, namun ketika dia terjatuh dan meringkuk para zombie hanya berlarian melewati dirinya selayaknya air yang melewati bebatuan di sungai.” jawab Naga lugas.
“Baik, kerja bagus Naga.” puji Kong.
“Pak apakah kondisi saat ini bisa mengirimkan helikopter evakuasi?” tanya Naga.
“Percayalah Naga saya sangat ingin mengevakuasimu saat ini dan membantu saya disini, tapi helikopter evakuasi paling cepat bisa dikirimkan besok malam. Ada berapa orang yang sedang bersamamu?” tanya balik Kong cemas.
“Total ada 10 orang bersama saya Pak.” jawab Naga sigap.
“Baik akan saya usahakan kirim helikopter evakuasi besok malam, mohon bertahanlah Naga.” balas Kong penuh harap.
“Terima kasih. Pak.” jawab Naga yang langsung meakhiri pembicaraan.
“Naga siapa kamu sebenarnya?” tanya Sasha dengan mata berkaca - kaca.
“Phi sahabat masa kecilku, aku menunggumu mengatakannya terlebih dahulu.” lanjut Sasha sambil tersenyum menutupi matanya yang berkaca - kaca.
“Phi?” celetuk Juju perlahan.
“Sahabat masa kecil Sasha yang dia ceritakan saat di lab kimia.” jawab Intan sedikit berbisik kepada Juju yang dijawab anggukan oleh Juju.
__ADS_1
“Maaf menyela, tadi aku sempet denger Naga ngomongin helikopter evakuasi saat di telepon, apakah akan ada helikopter evakuasi yang jemput kita Naga?” sela Gari yang sedikit canggung.
“Ya, tapi helikopter evakuasi baru bisa dikirimkan besok malam paling cepat dan mereka akan menjemput kita di atap gedung ini.” jawab Naga datar.
“Berarti kita harus naik ke atap gedung ini dong.” kata Yona lemas yang langsung terduduk.
“Maaf, aku pikir kita turun kesini bukan hanya bisa mencari bantuan tapi juga bisa pergi lewat dari sekolah.” kata Ilham yang sedikit menyesal.
“Gak apa Ham, kalau kita gak turun mungkin kita juga gak bisa dapat informasi evakuasi ini.” jawab Intan menghibur Ilham sambil tersenyum.
“Kita pasti bisa kok Yon ke atap untuk di evakuasi, sama seperti kita turun tadi, kita lakuin bersama!” lanjut Intan meyakinkan dan menyemangati Yona.
“Melanjutkan pertanyaan Sasha tadi, sebenarnya kamu siapa Naga?” tanya Riki canggunng.
“Aku seorang mata - mata dari BIN.” jawab Naga yang membuat semua orang yang ada di ruang penyiaran terkejut.
“Kenapa seorang mata - mata dikirim ke sekolah kami?” tanya Riki sambil terbata - bata.
“Jika atasan kamu berpikir seperti itu kenapa tidak langsung bertanya saja ke Pak Virli? Mungkin bisa mencegah hal ini terjadi.” tanya Gari penasaran.
“Saat anaknya hilang dari rumah sakit Pak Virli juga sempat dimintai keterangan, namun dia menjawab bahwa anaknya hilang dan dia belum bertemu anaknya kembali. Dia mengakui bahwa dia membawa anaknya pergi dari rumah sakit dengan alasan bahwa anaknya bisa dirawat dirumah. Tapi sebelum anaknya dibawa pergi dia menunjukan sikap seperti zombie, karena atasan saya tidak memiliki bukti apapun jadi atasan saya tidak bisa bergerak secara resmi dalam hal ini menangkap dan mengintrogasi Pak Virli karena itulah saya ditugaskan.” jelas Naga.
“Apa benar - benar tidak bisa dilakukan penangkapan sekalipun salah satu petinggi BIN yang memiliki dugaan tersebut?” lanjut Gari.
“Apa menurutmu orang - orang akan percaya jika dikatakan bahwa ada zombie sekalipun petinggi BIN yang berbicara hal itu?” tanya Tea kepada Gari.
“Benar juga ya.” jawab Gari yang langsung tertunduk lemas.
“Apa karena itu juga kamu berpura - pura tidak mengenali aku?” tanya Sasha sambil menatap Naga.
“Iya Sha, maaf aku tidak ingin melibatkanmu dalam hal berbahaya walaupun faktanya kau terlibat saat ini.” jawab Naga tulus.
__ADS_1
“Tidak apa, syukurlah akhirnya aku bisa bertemu denganmu walaupun dalam kondisi seperti ini.” jawab Sasha sambil tersenyum manis.
“Hei!” panggil Laxus ke semuanya yang membuat semua orang melihat ke arah Laxus.
“Aku tahu tidak seharusnya aku mengatakan ini.” lanjut Laxus sambil menahan buang air kecil.
“Kalau begitu, jangan katakan.” kata Juju sambil menepuk perut Laxus.
“Apa tak ada yang ingin ke toilet?” tanya Laxus sambil menahan buang air kecil yang membuat mereka saling bertukar pandangan satu sama lain.
“Apa hanya aku yang kebelet?” tanya Laxus kembali.
“Aku kebelet juga.” jawab Riki sambil mengangkat tangan kanannya.
“Kami juga perlu ke toilet, tapi kondisinya kita tidak bisa keluar.” tambah Yona.
“Saat aku ikut pelatihan penanggulangan bencana instrukturku berkata bahwa toilet dan tempat tidur harus terpisah.” jawab Intan.
“Lalu bagaimana kita membuat toilet dan dimana?” tanya Yona.
“Sebelah sana.” jawab Intan sambil menunjuk ruang rekaman yang berada di dalam ruang penyiaran.
“Karena helikopter evakuasi baru bisa datang besok malam, mari kita buat toilet darurat!” ajak Intan penuh antusias.
“Bagaimana Naga?” tanya Intan mengkonfirmasi.
“Tentu!” jawab Naga singkat.
“Tea, Yona, dan Sasha tolong cari sesuatu untuk menutupi kaca ruang rekaman dari ruang kita saat ini. Naga dan Ilham tolong buat sesuatu yang bisa menyerap urine dan feses sebagai toilet. Sisanya tolong buatkan sekat, semacam penghalang untuk toiletnya yang berada di ruang rekaman nanti.” intruksi Intan kepada semua teman - temannya.
...Setelah mendengar intruksi dari Intan semuanya langsung bekerja sama membuat toilet darurat sesuai tugas masing - masing. 15 menit kemudian toilet daruratpun sudah jadi dan siap dipakai untuk keperluan mereka sampai besok malam saat helikopter evakuasi tiba....
__ADS_1