12 Detik!

12 Detik!
Hybrid


__ADS_3

... Sasha, Ilham, Intan, Laxus, Tea, Riki, dan Yona saling bertukar pandangan cemas sambil menahan sekuat tenaga desakan para zombie yang semakin banyak. Gari yang sudah tidak melihat zombie berlarian di lorong depan ruang seni musik langsung membuka pintu secara perlahan....


“Sudah kosong! Kita harus pergi sekarang!” teriak Gari penuh percaya diri.


... Yona langsung berjalan keluar ruang seni musik dan Gari membawa stand partitur sebagai senjata. Disusul Intan, Juju, Tea, dan Sasha, sedangkan siswa yang lain masih sibuk menahan barikade agar tidak runtuh....


“Ilham!” panggil Intan khawatir.


“Kalian, pergilah!” pinta Naga yang masih menahan barikade.


“Ilham dan Laxus saja lebih dulu!” pinta Riki sambil menahan barikade sekuat tenaga.


“Cepat pergi!” teriak Riki yang membuat Laxus langsung pergi.


“Ayo, ayo cepat!” teriak Laxus mengajak semuanya untuk segera keluar.


... Ilham langsung berlari sambil menarik Riki agar ikut keluar ruangan seni musik, diikuti oleh Naga yang langsung menutup pintu ruang seni musik setelah mereka semua berhasil keluar. Para zombie tertahan oleh barikade yang mereka buat di dalam ruang seni musik dan mereka langsung berlari menuju atap gedung sekolah. Gian bersama zombie lainnya yang berasal dari lantai 1 sampai 3 terus berlari menaiki tangga untuk menuju atap gedung sekolah. Akhirnya para zombie di ruang seni musik berhasil menerobos barikade dan mendobrak pintu keluar dan langsung berlarian menuju atap....


“Sial terkunci!” kata Ilham yang mencoba membuka pintu menuju atap.


“Ilham, kodenya!” pinta Intan yang berdiri di depan alat untuk memasukan kode agar pintu terbuka.


“Mereka datang!” kata Tea sambil memegang tangan Laxus yang berdiri disampingnya.


... Naga yang mendengar hal tersebut langsung berdiri menghadap tangga menuju lantai 5 diikuti Laxus dan Ilham. Siswa lainnya bersiap siaga di depan pintu menuju atap sambil memegang terpal yang ada di depan mereka....


“Mereka datang!” kata Tea dan tidak lama kemudian para zombie berlari ke arah Naga, Laxus, dan Ilham.


... Naga, Laxus, dan Ilham menghajar satu demi satu zombie yang berusaha menyerang mereka dan naikmenuju siswa lainnya. Tea mengamati jumlah zombie yang berdatangan sambil menunggu waktu yang tepat untuk melemparkan terpal yang telah mereka siapkan....


“Lemparkan terpalnya sekarang!” teriak Tea yang membuat semua temannya yang memegang terpal melemparkan terpal ke bawah menutupi para zombie yang berusaha naik menuju atap sambil menahan agar terpal tersebut tidak tertarik oleh banyaknya para zombie yang berdatangan.


“Ilham sekarang kodenya!” pinta Intan lagi.


“Hmmmm 12 3kali!” teriak Ilham yang masih bersiap siga di depan terpal yang menutupi para zombie bersama Laxus dan Naga.

__ADS_1


“Kodenya salah Ham!” teriak Intan setelah mencoba memasukan kode untuk membuka pintu.


... Gian yang sudah tiba di lantai 5 berjalan santai menuju kerumunan zombie yang terhalang terpal. Kemudian dia menyingkirkan para zombie yang menghalangi untuk berjalan menuju atap sambil terus menaiki tangga untuk menuju atap....


“Gian!” teriak Ilham terkejut melihat sosok Gian.


“Ham kodenya!” teriak Juju yang menyadarkan Ilham.


... Gian tersenyum saat melihat Laxus, Ilham dan Naga, Gian juga membuka celah agar para zombie bisa melewati terpal yang menghalangi mereka. Laxus, Ilham, dan Naga langsung sibuk menghajar para zombie juga Gian secara bersamaan. Tea yang melilhat hal itu mulai mengeluarkan kemampuan hybrid setengah zombienya. Ilham yang mencoba menghajar Gian tidak pernah berhasil, jangankan untuk menjatuhkan Gian membuat dia merasakan sakitpun gagal. Ketika Gian menarik Ilham dan hendak mencongkel matanya Tea langsung mencekik leher Gian dan mengangkatnya....


“Apa - apaan ini?” kata Gian terkejut yang diangkat oleh Tea.


“Kenapa kamu tidak mati?” tanya Tea penasaran dalam mode hybrid.


... Gian yang merasa kesakitan karena dicekit Tea tidak berkutik dan tidak bisa menjawab pertanyaan Tea. Tea dengan kekuatannya langsung melemparkan Gian ke para zombie yang masih berada di balik terpal....


“Ilham kodenya!” pinta Intan yang semakin khawatir.


... Ilham langsung berlari untuk memencet kodenya. “121221” Benar notifikasi dari alat untuk memasukan kode dan pintu menuju atappun terbuka. Tea yang keheranan akan kekuatannya melihat ke arah tangannya sendiri....


“Naga ayo lemparkan mereka!” pinta Laxus yang sibuk menahan para zombie bersama Naga.


“satu, dua, tiga!” teriak Naga kompak bersama Laxus melemparkan para zombie dengan untuk memberikan waktu agar mereka bisa keluar menutu atap.


... Setelah semuanya berhasil keluar Naga langsung mengunci pintu tersebut dari luar agar tidak bisa dibuka. Gian yang berada di depan pintu menuju atap berusaha membukanya dengan cara memukulnya berulang kali. Para siswa yang mendengar hal tersebut langsung bersiap kembali di depan pintu menuju atap. Tidak lama kemudian Gian sadar bahwa kekuatannya tidak bisa untuk membuka pintu, akhirnya memutuskan berhenti dan mencari cara lain untuk menuju atap....


“Dia pergi!” kata Tea sambil fokus menatap ke arah pintu menuju atap.


“Siapa?” tanya Laxus penasaran.


“Gian, aku mencium baunya dan mendengar suara napasnya.” jawab Tea yang masih fokus menatap pintu menuju atap.


... Naga, Sasha, dan yang lain mulai membuat sinyal SOS untuk menandakan lokasi penjemputan mereka saat helikopter evakuasi yang direncanakan tiba di SMA BKS. Mereka membuat tanda SOS dengan barang seadanya yang berhasil mereka temukan di atap gedung sekolah. Ilham mengajak Laxus untuk berbicara 4 mata di pojok kiri atap gedung sekolah....


“Apa yang sebenarnya terjadi Laxus? Bukankan kamu bilang Gian terjatuh dari lantai 4?” tanya Ilham saat kondisi mulai tenang kembali.

__ADS_1


“Ya benar, aku melemparnya.” jawab Laxus.


“Bagaimana mungkin dia masih hidup?” tanya Ilham penasaran.


“Mungkin dia hanya tidak mati, atau bisa juga dia mati kemudian hidup kembali.” jawab Laxus ragu.


“Dia bukan zombie, tapi juga bukan manusia. Apakah Tea juga seperti itu?” tanya Ilham penasaran.


“Dia akan baik - baik saja, Naga juga berpendapat demikian dengan pengalaman dan pengetahuannya aku juga mempercayai apa yang Naga ucapkan.” jawab Laxus yang tersenyum sambil melihat ke arah Tea.


“Ayo kita buat tanda SOS!” ajak Laxus sambil menepuk pundak Ilham yang langsung berjalan menuju teman - temannya yang lain.


“Hei Laxus!” panggil Ilham yang menghentikan langkah Laxus.


“Jika hal seperti itu terjadi pada Intan, apakah kamu bisa meninggalkannya?” tanya Laxus yang langsung kembali berjalan menuju teman - temannya yang lain.


... Setelah berhasil membuat tanda SOS mereka semua langsung terduduk melingkar beristirahat sambil menunggu kedatangan helikopter evakuasi. “Ayo kita buat api unggun juga karena matahari mulai terbenam!” ajak Intan yang langsung bergerak mencari bahan untuk membuat api unggun....


... Intan langsung memutar batang kayu kecil dengan kedua telapak tangannya pada permukaan sebuah papan untuk menghasilkan api. Setelah beberapa saat Intan mencoba, namun api tak kunjung menyala. Intan mulai kelelahan dan prustasi melihat api yang tak kunjung menyala....


“Gantian!” pinta Intan yang langsungn berdiri memberikan ruang yang lain untuk mencoba menyalakan api.


... Juju yang menggantikan Intan dengan penuh semangat memutar batang kayu kecil dengan kedua telapak tangannya. “Kamu akan mudah lelah, lakukan perlahan Ju!” kata Riki yang melihat Juju memutar batang kayu terlalu cepat....


“Apinya tidak akan menyala jika diputar perlahan, benarkan Naga?” sangga Gari sambil menepuk pundak Riki dan melihat ke arah Naga.


“Biar aku yang membuatnya!” pinta Naga menawarkan diri.


“Tunggu, tunggu, aku ingin mencobanya!” pinta Laxus penuh antusias yang langsung duduk bersiap memutar kayu di atas permukaan sebuah papan.


“Hei!” panggil Tea yang sempat tidak terdengar.


“Hei!” panggil Tea lebih keras yang membuat semua teman - temannya menatap ke arah Tea.


“Pakai ini!” kata Tea sambil menawarkan sebuah korek api gas.

__ADS_1


__ADS_2