
... Sasha yang melihat kertas bekas di lab kimia langsung membuat pesawat kertas dengan penuh semangat. Dengan melipat kertas membentuk pesawat selalu bisa membuat Sasha menjadi lebih tenang dalam menghadapi masalah apapun dan bisa membuat dirinya tersenyum. Setelah selesai membuat pesawat kertas Sasha tersenyum melihat hasil kerjanya dan Naga juga memperhatikan Sasha sejak Sasha memulai membuat pesawat kertas....
“Sha apakah kamu benar - benar bisa merasa tenang ketika bikin pesawat kertas?” tanya Riki penasaran.
“Ya.” jawab Sasha sambil tersenyum memegang pesawat kertas buatannya.
“Kok bisa gitu Sha?” tanya Gari keheranan.
“Sewaktu aku kecil, aku punya sahabat yang setiap kali aku bersedih atau dapat masalah dia selalu ngajakin aku untuk bikin pesawat kertas lalu menerbangkannya. Setiap aku melakukan hal itu, aku selalu jadi lebih tenang dan bahkan aku seperti bisa menghibur diri aku sendiri sampai saat ini.” jelas Sasha sambil melihat ke arah Naga.
... Ilham tiba - tiba berdiri yang membuat seiring ruangan terkejut, “ada apa Ham?” tanya Juju terkejut....
... Ilham tidak menjawab, melainkan langsung berjalan membuka jendela lab kimia dan langsung melihat ke bawah. “ruang penyiaran ada di lantai 2 tepat dibawah lab kimia.” kata Ilham dengan antusias....
“Disana ada telepon dan komputerkan ya Tea?” tanya Ilham mengkonfirmasi.
“Ya ada.” jawab Tea yang ikut dalam kegiatan ekstrakurikuler penyiaran.
“Kita pakai selang pemadan kebakaran untuk turun ke bawah!” usul Ilham penuh antusias.
“Gimana kita mau ambil selang pemadam kebakarannya Ham? diluar penuh zombie bahkan sekarang semakin banyak yang coba masuk.” tanya Juju sambil menunjuk zombie yang ada di depan lab kimia.
“Kita buka sedikit saja pintunya, yang penting selang pemadam kebakarannya bisa masuk!” pinta Ilham.
“Apakah kita tidak bisa menunggu bantuan saja?” protes Juju.
“Kita bisa mati terlebih dahulu jika hanya menunggu.” jawab Ilham mengingatkan.
“Tapi jika kita membukanya sedikit dan zombie masuk itu bisa membuat kita mati lebih cepat.” protes Juju.
__ADS_1
“Apa menunggu itu hal terbaik yang bisa kita lakukan?” tanya Ilham yang membuat Juju mengubah keputusannya.
... Juju langsung membuka pintu lab kimia sedikit dan Ilham langsung tengkurap berusaha mengambil selang pemadam kebakaran dari celah bawah kaki para zombie. Beberapa menit kemudian Ilham berhasil memasukan selang pemadam kebakaran ke lab kimia dan menariknya hingga panjang maksimal....
“Yona, Intan tolong bantu aku buat simpul!” pinta Ilham sambil memegang selang pemadam kebakaran.
“Gari, Riki tolong jaga kedua pintu masuk!” pinta Juju yang langsung membantu Ilham.
... Gari dan Riki langsung berjaga di depan masing - masing pintu lab kimia, sedangkan Intan, Yona, Ilham, dan Juju sibuk membuat simpul. Naga mengambil kursi dan membuka jendela bersiap untuk menurunkan selang pemadam kebakaran. Setelah selesai membuat simpul di selang pemadam kebakaran Ilham langsung menurunkan selang tersebut ke luar gedung sekolah....
“Aku akan turun duluan dan memastikan ruang penyiaran kosong, turunlah setelah aba - aba dariku!” pinta Laxus yang dijawab anggukan oleh semuanya.
... Laxus turun perlahan melalui selang pemadam kebakaran sampai di depan jendela ruang penyiaran. Sebelum masuk ke dalam ruang penyiaran Laxus memperhatikan dengan teliti ruangan tersebut. Setelah dipastikan aman Laxus langsung masuk dan kembali memeriksa ruang penyiaran sekaligus memastikan pintunya terkunci agar tidak ada zombie yang masuk....
“Ilham bisa mulai turun, disini aman!” teriak Laxus sambil mendongakan kepalanya ke atas.
“Ayo kita mulai turun satu persatu!” ajak Ilham.
... Setelah Yona berhasil masuk ke ruang penyiaran, Intan langsung turun, kemudian diikuti oleh Tea. Saat Sasha hendak turun Sasha menatap mata Naga, “hati - hati kalian, kami tunggu di ruang penyiaran!” pinta Sasha dan langsung mulai turun....
... Ketika Juju mulai turun zombie yang mencoba masuk semakin banyak dan semakin kuat mendobrak pintu yang ditahan oleh Gari dan Riki. “Biar aku yang tahan, kau turun duluan!” pinta Naga kepada Gari yang membuat Gari langsung turun....
“Riki kamu turun duluan!” pinta Ilham penuh antusias.
“Naga bersiap di dekat jendela, agar bisa segera turun! Tambah Ilham yang membuat Naga berdiri di dekat Ilham.
... Ketika Riki berhasil masuk ke dalam ruang penyiaran kedua pintu lab kimia mulai berhasil didobrak oleh para zombie. Ilham langsung segera turun sedangkan Naga berjongkok sambil memegang bingkai jendela yang terbuka. Ketika pintu lab kimia berhasil di dobrak oleh para zombie dan mereka langsung berlari ke arah Naga, dengan tenang Naga langsung melompat dan bergelantungan di dinding luar jendela lantai 3....
“Naga!” teriak Ilham yang panik dan membuat semua orang di ruang penyiaran mendekati jendela.
__ADS_1
... Sebelum orang - orang di dalam ruang penyiaran mendongakan kepala mereka ke atas, Naga sudah kembali melompat turun dan bergelantungan di dinding luar kaca ruang penyiaran. Dengan cepat Naga langsung naik dan masuk ke dalam ruang penyiaran yang membuat semua orang di dalam ruang penyiaran terkejut mengira Naga terjatuh. Tidak lama setelah itu Ilham berhasil turun dan masuk ke dalam ruang penyiaran....
“Wah hampir saja, aku kira kamu tadi nekat lompat!” kata Ilham yang masih terkejut melihat Naga yang bersikap tenang.
“Yah memang tadi aku melompat, karena itu cara tercepat untuk turun ke sini.” jawab Naga datar.
“Bagaimana kamu bisa menjawab setenang itu sementara semua orang disini mengira kamu terjatuh?” tegus Sasha yang membuat semua orang terkejut mendengarnya karena ini pertama kalinya Sasha menegur orang dengan nada tinggi.
“Maaf.” jawab Naga penuh penyesalan.
“Sudah yang penting semuanya selamat, sekarang kita coba nyalakan komputernya cari informasi dan bantuan.” usul Laxus yang langsung duduk dan menyalakan komputer di ruang penyiaran.
... Ketika berhasil menyalakan komputer dan mencari informasi terkait situasi yang terjadi mereka semua terkejut bahwa zombie sudah menyebar hampir ke setiap bagian kota. “Tampaknya yang Naga katakan di lab kimia benar.” kata Laxus setelah melihat berita yang ada....
“Itulah kenapa tidak ada satupun orang yang datang untuk membantu.” tambah Yona.
... Ketika semua orang mulai khawatir tiba - tiba moncong selang pemadam kebakaran yang mereka gunakan untuk turun bergelantungan hingga memecahkan kaca ruang penyiaran dan membuat semua yang ada di dalam ruang penyiaran terkejut....
“Apakah masih ada yang turun?” tanya Laxus.
“Tidak, aku dan Naga terakhir.” jawab Ilham sambil mendekati jendela perlahan.
“Sepertinya karena tertiup angin saja.” tambah Ilham yang merasakan semilir angin kencang di wajahnya.
... Ketika Ilham akan memeriksa selang pemadam kebakaran lebih lanjut, tiba - tiba muncul seorang zombie wanita yang tersangkut di simpul yang dibuat Ilham untuk turun dengan selang pemadam kebakaran. Melihat hal tersebut Ilham langsung mengambil tongkat pel yang berada di pojok ruangan untuk mendorong zombie tersebut agar terjatuh. Zombie tersebut memberikan perlawanan sampai tongkat pel yang dipakai Ilham terpotong di bagian ujungnya. Ilham ragu untuk menusuk tongkat tersebut kepada sang zombie karena ujung tongkat pel yang sudah terpotong menjadi lebih runcing....
“Apa yang kamu lakukan Ham?” teriak Laxus yang langsung mengambil tongkat pel dari Ilham dan menusukannya kepada sang zombie.
... Namun zombie tersebut tidak mati, bahkan memberikan perlawanan kembali dengan memegang bingkai jendela berusaha masuk. Melihat hal itu Juju reflek mengambil CPU komputer dan melemparkannya ke arah sang zombie hingga zombie tersebut terjatuh bersama CPUnya....
__ADS_1
“Ah CPU nya!” kata Gari sambil ternganga melihat CPU yang terjatuh bersama sang zombie.
“Mau bagaimana lagi? Aku reflek mengambil barang yang ada daripada zombie tadi masuk kesini.” jawab Juju sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.