12 Detik!

12 Detik!
Pulang


__ADS_3

... Setelah berhasil membunuh Gian, Naga langsung mencari gerobak bahan bangunan besar yang sempat dia temukan, lalu membalikkannya. Setelah terbalik, Naga mengangkatnya sedikit agar tubuhnya bisa masuk dan berlindung di dalam gerobak bahan bangunan. Tidak lama kemudian bom diluncurkan ke arah SMA BKS dan menciptakan ledakan yang besar....


...Api ledakan tersebut sampai ke proyek bangunan dimana Naga berlindung disebuah gerobak bahan bangunan besar dan membakar mayat zombie yang ada disana. Hempasan angin dari ledakan tersebut hingga ke gunung tempat Laxus, Ilham, Sasha dan yang lainnya berdiri dan langsung menunduk menutup mata mereka dan menutup kedua telingan mereka menggunakan tangan masing - masing....


“Kak Dara!” teriak Juju sambil mendorong yang membuatnya berguling bersama Dara ke arah lain untuk menyelamatkan nyawa kakaknya.


“Kakak tidak apa - apa?” tanya Juju khawatir belum sempat menjawab suara dan hempasan angin membuat mereka berdua kembali tertunduk sambil menutup mata dan kedua telinganya dengan tangan mereka masing - masing.


... Ilham, Laxus, dan Sasha ternganga melihat kobaran api dampak dari ledakan yang melenyapkan para zombie tanpa bisa berbicara sepatah katapun. Hari yang mulai malam membuat mereka memutuskan untuk beristirahat di tempat mereka berdiri. Saat mentari mulai bersinar mereka memeriksa keadaan teman - temannya satu sama lain....


“Aaarrrggghhh.” erang Riki kesakitan.


“Jangan bergerak!” pinta Juju yang melihat kaki Riki terluka.


... Sasha berdiri dan sedikit berjalan melihat matahari terbit dari arah sekolah mereka yang membuat Tea dan Laxus langsung memperhatikannya. Laxus yang menyadari keadaan Sasha langsung berdiri menghampiri Sasha....


“Ayo kita pergi!” ajak Laxus ramah.


“Ayo kita pergi, Sha!” ajak Laxus kembali sambil memegang pundak Sasha.


“Aku tidak bisa pergi begitu saja. Maaf apakah kamu bisa menungguku sebentar?” tanya Sasha memohon sambil berkaca - kaca kepada Laxus.


“Lupakan, tak perlu menungguku aku akan segera menyusul kalian!” tambah Sasha berubah pikiran yang berusaha tetap tegar dan mulai berjalan kembali ke proyek pembangunan yang belum selesai.


“Aku akan menemaninya.” kata Tea kepada Laxus yang bangun dari duduknya lalu berjalan menghampiri Laxus dan mengikuti Sasha pergi.


“Aku akan ikut denganmu.” jawab Laxus sambil menatap Tea.


“Aku ikut juga.” pinta Riki yang bangun dari duduknya sambil menahan rasa sakit.


“Tidak boleh, kakimu terluka.” cegah Juju sambil menahan Riki untuk duduk kembali.


“Ju, tolong jaga Riki!” pinta Laxus yang langsung pergi bersama Tea menyusul Sasha.


...


... Naga yang tertidur di dalam gerobak bahan bangunan sudah terbangun dan langsung keluar dari gerobak yang menyelamatkan nyawanya tersebut....


“Huaaa, rupanya sudah pagi.” kata Naga sambil meregangkan badannya.


“Ledakannya besar sekali sampai uap panasnya terasa hingga ke dalam, tapi itu cukup untuk menghangatkan ketika tertidur dimalam hari.” lanjut Naga sambil tersenyum senang dan melihat ke sekitarnya.

__ADS_1


“Sebaiknya aku bergegas menyusul Sasha.” tambah Naga yang langsung turun dan pergi untuk menyusul Sasha.


... Naga yang sebelum bertugas di SMA BKS sudah menjelajahi gunung tersebut dan mempersiapkan hal - hal yang perlu dipersiapkan jika kondisi memburuk mengambil jalan yang berbeda dengan Laxus, Ilham, Sasha dan yang lainnya. Sehingga ketika Sasha, Tea dan Laxus berjalan kembali menuju proyek pembangunan yang belum selesai tidak berpapasan dengan Naga. Sasha yang teringat ucapan Naga yang akan membawa para zombie ke lantai atas langsung menaiki tangga menuju lantai paling atas ditemani Tea dan Laxus....


“Naga!” panggil Sasha sambil berkaca - kaca.


“Naga!” teriak Sasha namun tidak ada jawaban juga yang membuat Laxus berjalan ke sekitar lantai paling atas untuk mencari kemungkinan keberadaan Naga.


“Naga, kamu benar - benar menjengkelkan!” teriak Sasha dalam tangisnya yang membuat Tea berjalan menghampirinya.


“Ayo kita pergi Sha!” ajak Tea lemah lembut.


“Aku tak mencium apapun dan tidak ada siapapun disini.” lanjut Tea sambil meneteskan air matanya.


“Mari kita ucapkan salam perpisahan untuk Naga, lalu pergi!” tambah Tea yang langsung memeluk Sasha sambil menangis.


... Setelah Tea, Sasha, dan Laxus kembali ke tempat teman - temannya beristirahat mereka langsung melanjutkan perjalan mereka menuju perbatasan. Laxus dan Juju membopong Riki yang kakinya terluka, Mira dan Dara yang berjalan didepan sebagai penunjuk arah....


“Para prajurit melihat kita di sekolah, mereka pergi tanpa membantu kita, lalu meledakan sekolah. Mungkin mereka ingin kita mati.” kata Tea kesal.


“Tidak mungkin begitu.” jawab Sasha optimis.


“Kurasa mereka begitu karena aku, karena kalian bersama zombie mereka pasti mengira bahwa kalian bukan zombie ataupun manusia sepertiku dan Naga berusaha menutupinya agar kalian tidak meninggalkanku.” kata Tea merasa bersalah.


“Apa tidak masalah jika aku terus bersama kalian sampai akhir?” tanya Tea yang mulai cemas.


“Kamu masih teman kami dan kami juga tidak akan bisa sampai sejauh ini tanpa dirimu.” jawab Sasha mencoba menenangkan Tea.


“Tetap saja.” sanggah Tea sambil berkaca - kaca.


“Kamu juga belum berubah sampai sekarang dan aku yakin seterusnyapun akan begitu.” jawab Sasha yang berjalan sambil menatap Tea dengan senyuman dan membuat Tea kembali tersenyum.


“Ayo kita buat api unggu lagi nanti, aku baru pertama kali duduk mengelilingi api unggun bersama teman - temanku, kita bisa melakukannya lagi kan?” tanya Tea ragu.


“Ayo kita buat api unggun malam ini!” ajak Sasha sambil tersenyum.


“Apa - apaan ini?” keluh Mira yang menyadari mereka kembali ke titik semula.


“Ada apa kak Mira?” tanya Yona penasaran.


“Sial sepertinya kita tersesat.” jawab Mira cemas.

__ADS_1


“Ah kalian baru tiba?” tanya Naga yang langsung berdiri ketika melihat Mira, Dara dan yang lainnya tiba tidak jauh dari tempat dia duduk.


... Sasha yang melihat Naga langsung berjalan menghampiri Naga sambil menahan tangis dan mengepalkan tangannya. “Bukankah saat ledakan di sekolah kamu masih ada di proyek pembangunan?” tanya Sasha sambil menahan tangis....


“Iya betul Sha.” jawab Naga sambil mengangguk membenarkan.


“Apakah kamu tidak terluka?” tanya Sasha yang masih menahan tangis.


“Tidak sama sekali.” jawab Naga sambil melihat dan memeriksa tubuhnya sendiri.


“Baguslah kalau begitu, jadi aku bisa menghajarmu!” kata Sasha yang langsung memukul - mukul dada Naga dengan penuh kelembutan.


“Apa kamu tahu betapa khawatirnya aku? Aku kira kamu sudah mati saat aku, Tea dan Laxus datang kesana memastikan keberadaanmu tapi kamu sudah tidak ada disana.” lanjut Tea setelah Naga memegang kedua tangan Sasha menahan pukulannya dengan lemah lembut.


“Maaf aku sudah membuatmu khawatir Sha.” jawab Naga yang langsung memeluk Sasha sambil membelai rambutnya penuh kelembutan.


“Bagaimana kamu bisa menyelamatkan dirimu saat ledakan terjadi?” tanya Mira penasaran sambil melihat ke arah Naga.


“Ah, aku berlindung di dalam gerobak besar yang biasa digunakan para pekerja untuk membawa bahan bangunan.” jawab Naga setelah melepaskan pelukannya dengan Sasha.


“Kamu benar - benar selalu memiliki rencana dalam kondisi apapun Ga.” kata Ilham sambil tersenyum kagum.


“Ya, kau benar - benar seperti seorang pasukan khusus terlatih.” puji Mira kagum.


“Ya semacam itulah pekerjaanku.” jawab Naga ramah.


“Ya semoga setelah lulus kamu bisa jadi seorang pasukan khusus.” kata Mira yang membuat Sasha, Laxus, Ilham, Riki, Juju, Yona, dan Tea menatap Mira keheranan.


“Kenapa kalian melihatku begitu?” protes Mira.


“Dia bukan seorang pasukan khusus tapi dia seorang mata - mata.” jawab Riki lelah.


“Sungguh? Kamu benar seorang mata - mata?” tanya Mira terkejut sambil melihat ke arah Naga tidak percaya.


“Ya.” jawab Naga sambil mengangguk.


“Kenapa seorang mata - mata ada di sekolah kita?” tanya Mira keheranan.


“Dia bertugas untuk mencegah hal ini terjadi, namun baru hari pertama dia bertugas zombie sudah menyebar ke setiap sudut sekolah.” jawab Juju mewakili Naga.


“Apa kamu tahu jalan turun dari gunung ini?” tanya Mira.

__ADS_1


“Ya, ke arah sana.” jawab Naga sambil menunjuk ke belakang Mira.


__ADS_2