
“Kamu Riki yang selalu memanggil adikku ‘adik ipar’?” tanya Dara sambil mendongak melihat ke arah Riki yang berdiri di depannya.
“Benar, rupanya kakak tahu, kamu yang memberitahu kakakmu Ju?” tanya Riki yang malu - malu sambil tersenyum senang.
“Bisa jadi.” jawab Juju sambil tersenyum tipis dan Dara langsung menjulurkan tangannya meminta Riki untuk membantunya berdiri yang langsung disambut oleh Riki dan membantu Dara untuk berdiri.
“Apakah kamu merasa lega setelah mengatakannya?” tanya Dara sambil tersenyum tipis.
“Ya.” jawab Riki yang tertunduk malu sambil tersenyum senang.
“Kamu tidak masalah jika matikan?” lanjut Dara sambil tersenyum melihat Riki.
“Ya, Apa? Sekarang?” tanya balik Riki terkejut sambil melihat ke arah Dara.
... Tiba - tiba Dara memukul perut Riki hingga terbungkuk lalu memukul belakang kepala Riki, “baguslah aku sangat kesal dan harus melampiaskannya.” kata Dara sambil tersenyum jahat....
“Juju tolong hentikan kakakmu!” pinta Riki sambil merangkak melarikan diri dari Dara namun Riki malah menghindar di tarik oleh Mira agar tidak ikut campur urusan Riki dan Dara sambil tertawa melihat mereka berdua.
... Riki langsung berdiri dan menarik kerangjang bola dari besi yang tersusun dua tingkat untuk membatasi dirinya dengan Dara. Melihat hal tersebut Dara berusaha menyingkirkan keranjang besi bola, namun gagal karena Riki terlalu kuat menahannya. Akhirnya Dara melemparkan bola yang ada di dalam kerangjang besi ke arah Riki satu demi satu yang membuat semua orang di dalam ruang penyimpanan tersebut tertawa melihat tingkah laku mereka. Laxus yang melihat hal itu langsung terpikirkan sesuatu. Setelah Dara dan Riki berhenti, Laxus langsung memeriksa daya tahan dari keranjang besi tersebut....
“Apa yang kamu lakukan Laxus?” tanya Gari penasaran.
“Kurasa kita bisa keluar menggunakan ini!” usul Laxus yang membuat semua orang di dalam ruangan tersebut melihat ke arah Laxus.
“Kau benar Laxus!” Naga setuju sambil jalan mendekati salah satu keranjang besi dan mengambil shinai.
“Maksudmu setuju dengan ide Laxus atau dengan shinai yang kamu ambil Naga?” tanya Riki yang kebingungan.
“Keduanya, kita bisa membuat barikade berjalan dengan menumpuk keranjang bola yang terbuat dari besi ini hingga cukup tinggi dan aku akan membuka jalan agar kalian bisa maju hingga ke pintu keluar dengan menggunakan shinai ini.” jawab Naga yang tersenyum gembira sambil melihat shinai yang berhasil dia temukan.
“Hitten mitsurugi ryu!” celetuk Sasha sambil melihat ke arah Naga.
“Apa itu Sha?” tanya Intan yang langsung melihar ke arah Sasha.
__ADS_1
“Itu teknik berpedang hitokiri batousai dalam komik samurai x.” jawab Sasha sambil menatap mata Intan.
“Kalau itu adalah teknik berpedang dari sebuah komik apa hubungannya dengan keadaan kita saat ini?” tanya Riki kebingungan.
“Teknik itu adalah teknik berpedang yang dikhususkan untuk melawan banyak orang.” jawab Naga sambil mencoba mengayunkan shinai yang dia pegang.
“Tapi Naga itu terlalu berbahaya jika kamu membuka jalan menggunakan shinai dengan teknik berpedang dalam komik, ini bukan saatnya bermain karena nyawamu yang jadi taruhannya.” kata Sasha cemas sambil berkaca - kaca.
“Tidak perlu khawatir Sha, aku janji aku tidak akan tergigit.” jawab Naga sambil tersenyum senang.
“Aku gak mau kehilangan kamu lagi Naga!” kata Sasha sambil meneteskan air mata.
“Seperti yang pernah aku katakan, aku tidak akan berjanji tentang sesuatu yang tidak bisa aku tepati Sha, jadi percayalah padaku.” pinta Naga sambil tersenyum.
“Ayo kita siapkan barikadenya!” ajak Naga.
... Laxus, Naga, dan yang lainnya langsung mulai membuat barikade dengan menumpuk keranjang bola besi dan mengikatnya agar menjadi sebuah kereta yang nantinya bisa untuk melindungi mereka dalam bentuk lingkaran. Setelah selesai merangkai semua barikadenya mereka langsung mengenakan alat pengaman olahraga yang ada dan membawa pemukul bisbol untuk berjaga - jaga....
“Ilham?” tanya Intan yang sedang dibantu Ilham memasang alat pengaman di sikunya.
“Kamu tidak membenciku?” tanya Intan tiba - tiba sambil menatap Ilham.
“Ya, aku tidak pernah membencimu.” jawab Ilham yang tetap fokus mempersiapkan Intan dengan alat pengaman.
“Semuanya sudah siap?” tanya Gari yang sudah berdiri di depan pintu.
“Tentu!” jawab Naga yang sudah bersiap siaga dan tiba - tiba Sasha memegang baju lengan atas Naga yang membuat Naga menatapnya.
“Aku mengerti kekhawatiranmu Sha, tapi aku pasti akan melindungimu karena aku bukan Naga yang dulu lagi.” Kata Naga sambil tersenyum.
“Jangan aneh - aneh, tetaplah bersamaku!” pinta Dara kepada adiknya sambil membantu mengecek persiapan adiknya.
“Aku yang akan menjagamu kak!” jawab Juju tegas.
__ADS_1
“Kubuka pintunya!” kata Gari sambil memegang gagang pintu ditemani Laxus dan setelah saling menatap memberi kode mereka langsung membuka pintu ruang penyimpanan tersebut.
... Setelah pintu ruang penyimpanan dibuka Naga langsung melesat dengan cepat menuju para zombie dan membunuh para zombie dengan menghancurkan kepala mereka menggunakan shinai yang dia pegang satu persatu. Melihat ada gerombolan zombie dari arah lain yang berlari ke arah teman - temannya dengan cepat Naga berlari dan menyeleding beberapa zombie hingga membuat para zombie tidak bisa bangkit lagi. Tidak berhenti disitu Naga langsung bangkit kembali dan berlari menuju para zombie dari arah yang lain, lalu melompat dan menghancurkan kepala zombie satu persatu....
“Luar biasa!” kata Gari yang terkagum melihat Naga membunuh para zombie.
“Cepat maju!” teriak Laxus dan teman - temannya langsung berlari sambil memegangi barikade keranjang besi sampai semuanya keluar dari ruang penyimpanan.
“Putar dan masuk ke dalam!” lanjut Laxus yang membuat mereka kompak memutar hingga membentuk lingkaran yang membuat mereka berada di dalam lingkaran barikade keranjang besi.
“Langsung ikat dan maju!” teriak Naga yang masih sibuk membuka jalan dengan cara membunuh para zombie.
“Naga benar - benar mengagumkan!” kata Riki yang terkejut melihat kehebatan Naga, begitu juga dengan yang lainnya.
“Tetap fokus, ayo dorong!” pinta Laxus yang membuat semuanya langsung mendorong barikade menuju pintu keluar.
... Jumlah zombie yang begitu banyak membuat para zombie terbagi dua kelompok, satu kelompok yang dibunuh oleh Naga dan kelompok lain yang mulai menyerang barikade Laxus, Ilham, dan teman - teman lainnya. Baru setengah perjalanan barikade mereka melaju semakin perlahan akibat banyaknya zombie yang menyerang hingga membuat mereka memukul para zombie yang ada agar mereka bisa kembali maju. Ada seorang zombie yang hampir berhasil memanjat barikade mereka dan mencoba menggigit Mira, namun dengan sigap Gari membantu Mira hingga tangannya tergigit oleh zombie....
“Aaarrrrggggh!” teriak Gari kesakitan dan langsung terduduk saat zombie yang menggigitnya berhasil dihajar oleh Mira dan Ilham.
“Hei kamu tidak apa - apa?” tanya Mira khawatir.
... Gari langsung melihat teman - temannya yang sedang berjuang dan menyadari kondisinya yang sudah digigit oleh zombie. Mengetahui dia akan berubah menjadi zombie, Gari langsung memanjat barikade untuk keluar dan menyerang para zombie agar barikadenya bisa maju hingga pintu keluar....
“Berhenti!” teriak Mira, Ilham, Riki, dan Juju kompak berusaha menghentikan Gari yang memanjat keluar barikade namun gagal.
... Gari langsung diserang dan digigit oleh beberapa zombie, namun dia terus melawan dan menghajar balik para zombie. Gari mulai melempar dan mendorong para zombie yang menghambat barikade....
“Ayo dorong!” teriak Gari dari luar barikade sambil meneteskan air mata.
“Cepat dorong!” lanjut Gari membantu mendorong dari luar sambil digigit oleh para zombie yang ada.
“Ayo, ayo kita pulang!” teriak Gari sambil menangis dan menangkis para zombie yang berusaha memperlambat barikade.
__ADS_1
... Riki, Mira, dan Juju yang mendorong dari dalam barikade ikut menangis melihat keadaan Riki. Naga yang melihat hal tersebut langsung berlari membantu Gari menyingkirkan para zombie yang menghambat laju barikade dengan shinainya. Sampai pada akhirnya Gari tidak sanggup menahan gigitan para zombie yang terus berdatangan....
“Tidak!” teriak Mira sambil menangis yang terus memegang tangan Gari hingga detik - detik terakhir Gari ditarik oleh para zombie.