
... Setelah memastikan atap gedung sekolah SMA BKS aman helikopter evakuasi menurunkan seutas tali dan 3 orang pasukan khusus untuk membantu proses evakuasi....
“Mohon tenang, kami akan memeriksa suhu kalian terlebih dahulu!” pinta kapten dari pasukan evakuasi yang langsung mengeluarkan termometer telinga dan langsung memeriksa suhu dari semua siswa yang berada di atap gedung sekolah.
... Satu persatu mereka diperiksa suhu tubuhnya dan semuanya normal kecuali Tea yang menunjukan angkat 34,5 °C. “Berikan selimut penghangat!” pinta salah satu pasukan yang sedang memeriksa suhu tubuh Tea dan pasukan yang lain langsung mengeluarkan selimut penghangat untuk menyelimuti Tea....
“Satu orang mengalami hipotermia dan sisanya normal, Pak!” lapor sang kapten kepada Jendral Komandan yang berada di pusat karantina.
...
“Lapor komandan, ada sebuah insiden di pos karantina!” jelas salah satu prajurit sambil menghadap kepada sang Jendral Komandan di pusat karantina.
“Ada apa? Insiden apa?” tanya sang Jendral tegas.
“Tolong tampilkan monitor 34!” pinta sang prajurit kepada prajurit yang bertugas memonitor kamera keamanan.
“Baik Pak!” jawabnya singkat yang langsung menampilkan monitor keamanan ke layar utama.
“Tolong mundur 10 menit!” pinta sang prajurit setengah berbisik.
...
“Kami harus menarik kalian satu persatu dan kalian harus tetap diam meskipun takut, mengerti!” pinta sang kapten pasukan khusus yang dijawab anggukan oleh semuanya.
“Yona kamu duluan!” pinta Intan sambil memegang pundak Yona.
“Kau duluan cepat Yona!” tambah Juju sambil mengarahkan agar Yona bisa segera disiapkan untuk ditarik ke dalam helikopter.
...
Sang Jendral komandan bersama Kong melihat seorang gadis SMA BKS menggigit temannya selayaknya zombie namun dia tidak berubah seperti zombie dan tidak memiliki gejala selayaknya zombie yang berhasil mereka identifikasi.
“Ada apa ini?” tanya sang Jenderal Komandan terkejut.
“Sepertinya dia terinfeksi tapi tanpa gejala.” jawab sang prajurit yang melaporkan kejadian tersebut.
“Dia sudah terinfeksi tapi tak menunjukan gejalan apapun?” tanya balik sang Jenderal Komandan yang terkejut.
... Yona sedang dipersiapkan untuk segera ditarik ke dalam helikopter evakuasi dan tidak lama kemudian Yona mulai ditarik ke dalam helikopter evakuasi. Saat Yona sudah dekat dengan helikopter evakuasi tiba - tiba Yona di turunkan kembali....
“Itu artinya orang normal dan orang yang terinfeksi tidak bisa dibedakan.” kata Jendran Komandan sambil melihat layar utama proses evakuasi siswa dari SMA BKS.
__ADS_1
“Hubungkan dengan tim di SMA BKS, cepat!” pinta ajudan sang Jenderal.
“Baik pak!” jawab singkat prajurit yang bertugas dalam bidang komunikasi.
“Jangan selamatkan siapapun!” intruksi sang Jendral Komandan melalui radio.
“Jenderal!” sanggah Kong terkejut.
“Anda sudah tau keputusan seperti apa yang harus diambil disaat seperti ini dan tidak ada jaminan bahwa orangmu tidak terinfeksi.” tegas sang Jenderal Komandan.
“Aku akan bertanggung jawab penuh jika terjadi sesuatu akibat ulahnya!” jawab Kong dengan tegas.
“Aku tidak akan membahayakan ratusan, ribuan nyawa demi 1 orang!” teriak sang Jenderal Komandan.
“Tolong ulangi, maksud anda semuanya Pak?” tanya sang kapten pasukan evakuasi mengkonfrimasi.
“Kami baru saja menemukan orang terinfeksi tanpa gejala.” jawab sang Jenderal Komandan tegas.
“Namun suhu tubuh mereka normal semua.” lapor sang kapten evakuasi.
“Gadis yang dibawa kesini juga memiliki suhu tubuh orang normal, semua prajurit akan dalam bahaya jika mereka berubah saat di helikopter.” jelas sang Jenderal Komandan sambil berteriak tegas.
“Baik Pak, ganti.” jawab sang kapten evakuasi sambil menatap Tea, Laxus, Ilham, dan teman - temannya.
... Mendengar hal tersebut Naga langsung maju mendekati sang kapter evakuasi. “Izinkan aku bicara dengan Jenderal Komandan yang berwenang!” pinta Naga sambil menjulurkan tangan kirinya yang membuat sang kapten evakuasi terkejut melihat cincin ditangan kirinya dan langsung memberikan walkie talkie miliknya....
“Jenderal nampaknya anda telah mengetahui manusia yang terinfeksi tanpa gejala ya?” tanya Naga tenang melalui walkie talkie.
“Ya dan kamu tahu bukan keputusan apa yang harus saya ambil!” jawab Jendral Komandan tegas.
“Ya, saya akan tetap bersama mereka!” balas Naga yang membuat Kong terkejut.
“Naga kau harus kembali, banyak hal yang bisa kamu bantu disini!” pinta Kong melalui saluran komunikasi.
“Manusia selalu takut akan sesuatu yang tidak dia ketahui, maka aku akan mencari tahu sesuatu tersebut agar kita bisa saling mengetahui.” jawab Naga santai.
“Kau menemukan orang yang terinfeksi tanpa gejala lainnya?” tanya Jendral Komandan terkejut mengkonfirmasi.
“Ya dan aku akan terus mengamatinya.” jawab Naga santai.
“Baiklah, kamp karantina ada di sekitar kota, kau cukup berjalan kesana dan menjelaskan temuanmu dari hasil pengamatanmu tentang orang terinfeksi tanpa gejala!” intruksi sang Jenderal Komandan.
__ADS_1
“Dimengerti!” jawab Naga yang langsung mengembalikan walkie talkienya kembali.
“Kenapa? Ada apa ini?” saling tanya antara Tea dengan teman - temannya kompak.
“Kenapa evakuasinya dibatalkan? Ada apa ini?” tanya Yona setelah diturunkan kembali dan dilepas dari tali evakuasi.
“Kalian tidak akan menyelamatkan kami?” tanya Riki khawatir.
“Tim viper, segera naik ke helikopter!” intruksi sang kapten evakuasi dan mereka langsung naik satu persatu kembali ke helikopter.
... Akhirnya helikopter evakuasi pergi meninggalkan Tea, Ilham, Laxus, dan teman - temannya. “Mereka membuang kita kan?” tanya Yona sambil menangis kecewa....
“Tak akan ada lagi yang menyelamatkan kitakan?” lanjut Yona yang masih menangis kecewa.
“Kenapa mereka begitu?” tanya Gari keheranan.
“Mungkin mereka mengira kita adalah zombie.” tebak Juju yang juga kebingungan.
“Jika begitu, kita sudah dibunuh!” jawab Gari kesal.
“Naga apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Sasha lirih sambil meneteskan air mata dan membuat semuanya langsung melihat ke arah Naga berharap kejelasan.
“Mereka menemukan orang terinfeksi tanpa gejala sama seperti Tea dan Gian, jadi demi keselamatan masyarakat yang sudah berada di area karantina mereka menganggap kita adalah orang terinfeksi tanpa gejala juga.” jelas Naga santai.
“Apa ini semua karena Tea?” tanya Yona kesal sambil melihat ke arah Tea.
“Bukan, seseorang yang mereka temukan di tempat lain. Jika mereka mengetahui semua ini dari Tea maka Tea akan langsung dieksekusi seperti yang dikatakan Gari.” jawab Naga tenang.
“Memang tidak akan ada lagi orang yang datang untuk menyelamatkan kita, tapi kita bisa pergi ke perbatasan kota untuk masuk ke zona karantina. Ketika kita berhasil tiba disana, maka secara teknis kita terbukti sebagai manusia bukan orang terinfeksi tanpa gejala.” lanjut Naga.
“Aaarrrgggggh...” teriak Tea kesakitan yang langsung terduduk sambil memegang kedua telinganya.
“Kamu tidak apa - apa?” tanya Laxus cemas sambil memegangi Tea.
“Telingaku sakit sekali.” jawab Tea sambil menahan rasa sakit.
... Mendengar hal itu Laxus langsung menyobekan sedikit bajunya, lalu menggulungnya seperti penyuara telinga. “Sebagai ganti penyuara telinga.” kata Laxus sambil memberikan sobekan bajunya kepada Tea dengan lembut....
... Tea langsung menutup telinga dengan sumpal dari baju Laxus dan tidak lama kemudian petir mulai menyambar. Hujan mulai turun mengiringi tangis kekecewaan mereka semua sekaligus melepas dahaga mereka. Ilham melihat Tea yang sedang kesakitan di depan Laxus dan beberapa saat kemudia, Tea mulai membaik....
“Naga zombie akan mengejar kita ketika kita bersuara kan? Jika kita bergerak saat ada petik mungkin tidak akan terdengar oleh mereka.” usul Ilham penuh antusias.
__ADS_1
“Ya benar, itu layak dicoba.” jawab Naga sambil melihat ke arah Tea.