
... Sasha yang tertidur di pundak Naga langsung bangun ketika matahari mulai menyinari ruang penyiaran dan dia menatap Naga sambil tersenyum. Sasha berniat membangunkan Naga, namun belum sampai tangan Sasha menyentuh pundak Naga dengan cepat tangan kanan Naga menarik kerah baju Sasha dengan tatapan nafsu membunuh....
“Maaf Sha.” kata Naga yang langsung melepaskan cengkramannya kekerah baju Sasha dan membuat Tea melihat ke arah mereka.
“Gak apa Ga, apa kamu mimpu buruk?” tanya Sasha sambil tangan kanannya memegang tangan kirinya yang gemetar ketakutan melihat Naga sebelumnya.
“Tidak, yang aku tahu kamu tertidur di pundakku, jadi aku pikir kamu seseorang yang mencoba menyentuh dirimu yang tertidur di pundakku.” jawab Naga yang membuat Sasha tersenyum senang dan berhenti gemetar ketakutan.
“Naga aku punya rencana untuk pergi ke atap!” kata Tea penuh antusias yang membuat semua orang fokus melihat ke arahnya.
... Sasha langsung mengambil whiteboard dan mulai menggambar bagian dalam gedung sekolah mereka lengkap dengan anak tangga dan ruang penyiaran tempat mereka saat ini berkumpul....
“Kita berada disini!” kata Tea sambil menunjuk raung penyiaran di dalam gambarnya.
“Semua zombie akan pergi ke sisi kiri gedung jika musik hanya diputar dipengeras suara bagian kiri saja. Lalu kita naik ke lantai 5 melalui tangga sisi sebelah kanan dan naik ke atap gedung melalui tangga dibagian tengah gedung.” lanjut Tea sambil menunjukan sisi kiri gedung, sisi kanan gedung, dan tangga menuju atap dibagian tengah secara bergantian.
“Apa zombie akan benar - benar pergi ke arah pengeras suara?” tanya Riki ragu.
“Ya mereka bergerak mengikuti suara. Saat aku berlari ke gedung ini, aku melihat seorang siswa laki - laki berlari dilapangan tanpa berteriak dan dia hanya dikerjar beberapa zombie. Sedangkan ada seorang wanita yang berlari ke luar melalui jalan masuk sambil berteriak histeris dikejar oleh segerombolan zombie dan terus bertambah.” jelas Naga.
“Benar, mereka akan langsung berlari begitu mendengar suara kita.” tambah Laxus.
“Apa kita bisa hanya menyalakan pengeras suara tertentu saja Tea?” tanya Intan mengkonfirmasi.
“Ya kita bisa mengaturnya dari sini.” jawab Tea penuh keyakinan.
“Itu ide bagus, tapi bagaimana caranya kita memutar lagu tanpa device apapun?” tanya Riki yang kebingungan.
__ADS_1
“Kita bisa pakai itu!” jawab Tea sambil menujuk sebuah kaset lama yang menempel di salah satu dinding ruang penyiaran.
“Bukankah cd ini sudah lama, apakah bisa diputar?” tanya Riki sambil mengambil cd yang ditunjuk oleh Tea.
... Cd yang diambil Riki langsung dimasukan kedalam pemutar cd yang ada di ruang penyiaran dan Tea langsung menguji coba terlebih dahulu pengeras suara yang ada di sekolah hingga menghasilkan suara berdenging yang mengganggu telinga. Setelah memastikan pengeras suaranya berfungsi Tea langsung mensetting pengeras suara bagian sisi kiri gedung untuk menyala, sedangkan sisi bagian kanan dalam keadaan mati....
“Jadi kau ada di ruang siaran ya Ilham.” kata Gian sambil tersenyum jahat yang langsung mengambil sebilah pisau dari dapur kantin.
“Tunggu aku Ilham, aku akan menemuimu!” kata Gian yang langsung berjalan menju ruang penyiaran dengan penuh dendam.
... Rekaman suara motivasi dari cd pun langsung berputar dan terdengar di sisi kiri gedung sekolah yang membuat para zombie bergerak ke arah pengeras suara terdekat dari tempat mereka masing - masing. Juju dan Ilham memeriksa suara dari cd tersebut ke luar gedung dan ke lorong depan ruang penyiaran....
“Suaranya berhasil mengalihkan perhatian mereka.” kata Ilham yang melihat para zombie bergerak ke arah pengeras suara di luar gedung sekolah.
“Benar, suaranya hanya terdengar di bagian kiri saja.” tambah Juju yang menguping sambil sedikit mengintip lorong depan ruang penyiaran.
... Laxus dan Riki mengintip sekali lagi untuk memastikan semua zombie telah bergerak ke sisi kiri setelah mereka semua telah selesai mempersiapkan diri....
“Baik.” jawab Riki yang hendak membuka pintu ruang penyiaran.
“Tunggu!” bisik Laxus yang membuat Riki terkejut.
“Kenapa? Ada apa lagi?” tanya Riki sedikit kesal.
“Masih tersisa 1 zombie lagi.” jawab Laxus setelah melihat zombie di lorong depan ruang penyiaran.
... Riki yang mengintip dari kaca kecil ruang penyiaran melihat zombie tersebut dan menunggunya hingga pergi. “Akan aku buka sekarang, zombienya telah pergi.” bisik Riki memberi aba - aba....
__ADS_1
... Ketika Riki sudah membuka pintu secara perlahan, dia langsung memeriksa bagian kiri gedung yang dipenuhi zombie di depan pengeras suara. Ketika hendak melangkahkan kaki dan bergerak ke kanan, dia langsung menghentikan langkahnya karena seorang zombie yang sedang membentur - benturkan kepalanya ke dinding dan membuat Riki kembali masuk ke dalam ruang penyiaran secara perlahan....
“Sial, aku hampir saja mati.” umpat Riki kesal dengan perlahan.
“Kenapa? Ada apa? “ tanya Laxus polos.
“Masih ada satu lagi didepan ruang penyiaran.” jawab Riki kesal.
“Lihatlah sendiri!” tambah Riki yang membuat Laxus kembali mengintip lorong di depan ruang penyiaran.
“Bagaimana ini?” tanya Laxus kepada Naga dan Riki.
“Kurasa zombie itu bodoh.” jawab Riki polos.
“Yang lain mengikuti suara, tapi dia tetap berdiri disana sendirian sambil membentur - benturkan kepalanya ke dinding.” lanjut Riki.
... Para zombie yang berada di SMA BKS terus sibuk berusaha menggapai pengeras suara yang berada di sisi kiri gedung baik yang ada di dalam ruangan ataupun di luar ruangan masing - masing lantai....
“Kita tidak punya banyak waktu, kita lewati zombie itu secara perlahan karena zombie itu melihat ke arah kaca sebrang jadi kita bisa berjalan dibelakangnya tanpa diketahui.” usul Naga setelah melihat kondisi sang zombie yang ada di depan ruang penyiaran.
“Aku setuju, aku akan melindungi kalian dari belakang.” usul Laxus yang disetujui oleh semuanya.
“Ayo keluar dengan perlahan dan hati - hati!” ajak Naga sambil menatap mata Sasha dan Riki langsung membuka pintu ruang penyiaran dengan perlahan.
... Naga berjalan paling depan dengan perlahan diikuti Yona, Sasha, Intan, Tea, Gari, Juju, Ilham dan Laxus. Saat Juju berada tepat dibelakang sang zombie dia tidak sengaja menabrak Gari didepannya dan membuat botol minumnya terjatuh yang mengeluarkan suaru cukup kencang. Mereka semua langsung terdiam dan melihat ke arah sang zombie. Tidak lama kemudian sang zombie memalingkan badannya dan melihat ke arah mereka....
“Lari!” teriak Laxus yang membuat semuanya berlari.
__ADS_1
... Laxus yang berada di bagian paling belakang langsung mendorong dan menendang zombie tersebut agar memberi kesempatan mereka untuk berlari menyelamatkan diri. Namun zombie tersebut langsung bangkit dan kembali mengejarnya, disisi lain teman - temannya sudah naik ke lantai 3 yang mulai naik tangga menuju lantai 4 dan Gian sudah tiba di ruang penyiaran. Gian melihat gambar Tea di white board yang menunjukan bahwa mereka berencana menuju atap dan Gian pun langsung berlari menuju atap. Saat naik tangga menuju lantai 5 tiba - tiba pengeras suara berhenti bersuara....
... Suara langkah kaki mereka yang berlari saat tiba di lantai 5 langsung membuat para zombie berfokus kepada mereka. Naga yang berada paling depan langsung berlari menuju para zombie yang datang dari sisi sebelah kiri gedung. Naga mulai memperlambat dan membunuh para zombie dengan cara mematahkan kaki mereka, melempar mereka keluar gedung sekolah, mematahkan leher mereka, dan menghancurkan kepala mereka baik dengan pukulan ataupun tendangan....