12 Detik!

12 Detik!
Api Unggun


__ADS_3

...Sebelum naik ke atap gedung sekolah, Gian mengintip dan memastikan bahwa Laxus dan Ilham ada di atap sekolah terlebih dahulu sambil bergelantungan di dinding atap sekolah setelah dia berhasil memanjatnya melalui pipa drainase. Intan yang berada tidak jauh dari Gian langsung menyadari kedatangan Gian, sedangkan Tea dengan kemampuan hybridnya langsung menyadari kehadiran Gian. Gian langsung melompat naik ke atag gedung sekolah dan langsung menutup mulut Intan yang secara tidak sengaja membuat Intan berjalan mundur sehingga menghasilkan suara yang membuat teman - temannya menyadari kehadiran Gian....


“Intan!” teriak Ilham khawatir yang melihat Intan dibungkam oleh Gian sambil berlari ke arah Gian dan Intan.


...Gian yang melihat hal tersebut langsung mendorong Intan dan berlari ke arah Ilham. Ilham yang hendak menonjok berhasil dihindari oleh Gian dan Gian langsung membanting Ilham ke lantai. Intan berusaha membantu Ilham dengan menarik tangan kanan Gian, namun dengan kekuatan hybridnya Gian berhasil melempar Intan dengan satu tangan....


“Intan!” teriak Yona dan Sasha khawatir sambil menghampiri Intan dan membantunya untuk berdiri kembali.


...Laxus langsung datang dan menendang Gian hingga Gian tersungkur melepaskan cengkramannya pada Ilham. Laxus memeluk tubuh Gian untuk mendorongnya ke tepi atap gedung sekolah, belum bergerak dari posisinya Gian langsung memukul punggul Laxus dan menendangnya membuat Laxus terpental cukup jauh....


“Laxus!” teriak Juju yang langsung menghampiri Laxus yang sedang kesakitan.


...Melihat hal tersebut Tea langsung mengaktifkan kekuatan hybrid miliknya. Sedangkan Gian yang merasa tidak terkalahkan menatap remeh Ilham, Laxus, dan yang lainnya. Ilham, Laxus, Juju, Gari, Riki, Sasha, Intan, dan Yona hanya terdiam ketakutan melihat Gian yang berada di depan mereka....


“Siapa kalian?” tanya Gian yang hanya mengenali Ilham dan Laxus saja.


“Kamu sendiri siapa?” tanya balik Riki kesal.


“Kalian tidak mengenaliku?” tanya Gian sambil tersenyum sombong.


“Bagaimana bisa kalian tidak mengenaliku” protes Gian kesal.


“Aku tahu, kau hanya seorang bawahan dari tukang bully.” jawab Ilham yang membuat Gian kesal hingga mengepalkan tangannya.


“Jika kamu mengatakannya lagi, akau benar - benar akan membunuhmu!” ancam Gian kesal sambil menunjuk - nunjuk Ilham.


“Kau bukan preman ataupun siswa teladan dan sekarang kau juga bukan zombie ataupun manusia. Baik dulu ataupun sekarang kau bukan apa - apa!” kata Ilham kesal.


“Kau tidak boleh dibiarkan mati dengan mudah. Aku akan mengcongkel kedua matamu dan melemparkan tubuhmu kepada para zombie.” ancam Gian penuh amarah.

__ADS_1


“Selain Ilham, silahkan pergi! Kecuali jika kalian juga ingin mati” pinta Gian kesal dan tidak ada satupun dari mereka yang pergi.


“Nampaknya kalian semua ingin mati!” kata Gian yang langsung berlari dan ditahan oleh Ilham.


...Gari, dan Riki langsung membantu Ilham dengan cara menarik Gian, lalu Juju datang membawa sebuah balok dan memukul kepala Gian. Gian langsung melepaskan tangannya dari Ilham dan langsung menendang Juju hingga terpental beberapa meter yang membuat kacamatanya pecah. Kemudian Gian menghempaskan Riki dan melempar Gari ke arah Riki. Ilham yang melihat kesempatan langsung menonjok muka Gian dan langsung Gian balas sampai membuat Ilham tersungkur....


...Gian menendang perut Ilham yang sedang tersungkur hingga terpental beberapa meter. Ketika Gian berjalan menghampiri Ilham, dari belakang Laxus langsung menghajarnya dengan balok kayu. Gian yang tidak merasakan apapun langsung mengalihkan perhatiannya kepada Laxus lalu mencekek sambil mendorong Laxus. Dengan refleknya Laxus melompat dan langsung menendang tubuh Gian, namun kemampuan hybrid Gian membuatnya tidak merasakan apapun bahkan tidak terpental 1 incipun....


...Tea yang sudah dalam mode hybrib langsung mengambil balok kayu dan memukulkannya kepada Gian. Gian langsung mencekik Tea dan menamparnya hingga tersungkur. Gian yang kembali fokus kepada Ilham berjalan mendekati Ilham, namun Tea langsung merangkak dan menusukan balok kayu yang terpotong ke paha Gian. Gian langsung mencabut balok kayu tersebut dan mencoba menusukannya kepada Tea dan dengan sigap Tea menahannya....


...Naga yang sejak tadi memperhatikan gerakan Gian langsung berlari dan menendang belakang lutut Gian hingga membuat Gian berlutut dengan kaki kanannya. Lalu Naga menarik Gian agar melepaskan cengkramannya kepada Tea dan menendangnya ke dinding sisi atap gedung sekolah. Tea dan Naga saling bertukar pandangan yang membuat mereka langsung berlari ke arah Gian dan mengangkat kedua kaki Gian agar Gian terlempar dari atap gedung sekolah....


“Kamu gak apa apa Tea?” tanya Laxus cemas setelah menghampiri Tea dan langsung mengusap luka dibibir Tea.


...Setelah Gian terjatuh dari atap gedung sekolah mereka saling memeriksa dan mengkhawatirkan satu sama lainnya. Setelah memastikan tidak ada yang terluka parah mereka kembali duduk mengitari api unggun sambil memulihkan diri setelah pertarungan dengan Gian....


“Ada apa dengan bajingan bernama Gian itu?” tanya Juju kesal.


“Entahlah, sepertinya dia berubah menjadi makhluk yang lain.” jawab Ilham murung.


“Sepertinya dia juga tidak bisa mati.” tambah Laxus yang masih memulihkan dirinya.


“Bagaimana jika dia kesini lagi?” tanya Gari cemas.


“Bajingan itu mengerikan, tapi aku juga jadi takut kepada Tea.” komentar Yona cemas sambil tertunduk malu.


“Kalian lihat dia berkelahi tadi?” tambah Yona khawatir.


“Kau benar - benar baik saja kan Tea?” tanya Yona yang ketakutan.

__ADS_1


“Kamu tak akan menyerang kami kan?” tambah Yona ketakutan.


“Apakah kamu akan percaya jika aku bilang tidak akan begitu?” tanya balik Tea lirih.


“Haruskah kau bicara seperti itu? Bisakah kamu membuat kami percaya?” jawab Yona kesal namun juga takut.


“Tidak perlu khawatir, kontrak antara aku dan Tea masih berlaku.” kata Naga mencoba menenangkan suasana.


“Kamu saja tadi membantu saat - saat terakhir!” protes Yona kesal.


“Baiklah, untuk selanjutnya aku akan menjadi yang terdepan jika situasi seperti ini terjadi lagi.” jawab Naga tenang karena yang dia butuhkan sudah dia dapatkan ketika melihat Tea melawan Gian tadi.


“Aku tidak pernah melakukan apapun selain belajar kurasa bukan karena aku naif, tapi karena aku pengecut. Aku takut nilaiku akan turun dan ibuku akan marah, jadi aku tak pernah melakukan hal lain. Aku juga terlalu takut untuk berteman ibuku selalu bertanya padaku ‘dia peringkat berapa di sekolah?’, ‘apa pekerjaan ayahnya?’ Aku tak pernah mengira akan membuat api unggun dan mengobrol bersama kalian seperti saat ini. Aku senang sekali, karena aku tidak pernah melakukan hal ini. Jika berhasil keluar dari sini, kita harus membuat api unggun dan mengobrol lagi seperti saat ini. Aku harap kita bisa melakukannya.” kata Tea sambil tersenyum dan memasukan kayu untuk membuat api unggun tetap menyala.


“Baiklah, jika ada yang menyalakan api unggun lagi kita harus berkumpul.” jawab Sasha sambil tersenyum menatap Tea.


“Maafkan aku Tea.” jawab Yona yang merasa bersalah dan membuat Tea tersenyum.


“Wah Tea tersenyum, terlihat sangat aneh sekali.” canda Riki sambil tertawa jahil.


“Ya ampun, jaga perkataanmu!” pinta Intan kesal.


“kalian tidak mendengar sesuatu?” tanya Tea tiba - tiba.


“Dengar apa?” tanya Laxus terkejut.


“Ada apa? Apa ada yang datang lagi kesini?” tanya Yona panik.


“Ada yang datang!” jawab Tea sambil melihat ke arah langit dan membuat semua temanm - temannya ikut melihat ke arah langit mencari sesuatu yang datang.

__ADS_1


“Sebentar, ada suara helikopter.” kata Ilham yang melihat setitik cahaya di gelapnya malam dari kejauhan.


...Helikopter evakuasi yang sudah dijanjikan pun akhirnya tiba. Tea, Sasha dan teman - temannya langsung mengambil balok kayu yang terbakar dan mengangkatnya agar terlihat di gelapnya malam. Sang helikopter yang melihat hal tersebut langsung mendekati atap gedung sekolah SMA BKS sambil menyinari lampu kepada mereka untuk memastikan keadaan aman terkendali....


__ADS_2