12 Detik!

12 Detik!
Kemunculan Zombie


__ADS_3

“Aduh, dasar temen - temen gak ada akhlak, udah gua bilang bangunin kalau pelajaran kimianya selesai malah ditinggal.” protes Sean ketus yang baru bangun dari tidurnya di kursi belakang lab kimia.


“Yah, gua sampai boloh jam pelajaran kedua.” keluh Sean sambil memegang dahinya.


... Ketika Sean hendak kembali ke kelas, tiba - tiba dia mendengar suara benturan dari ruang sebelah yang berada di dalam lab kimia. Sean yang penasaran langsung masuk untuk memeriksanya dan dia melihat sebuah box besi kecil mendadak tergeser. Dengan sangat berhati - hati Sean membuka box besi tersebut dan dia melihat seekor tikus yang berada dalam box kaca tebal di dalamnya....


“Hei!” panggil Sean kepada tikus yang berada dalam box tersebut.


“Hei tikus, kemarilah!” lanjut Sean sambil memasukan jarinya di salah satu lubang box kaca yang bermaksud untuk membelai sang tikus.


... Ketika jari Sean masuk ke dalam salah satu lubang box tersebut, sang tikus tiba - tiba menjadi agresif dan langsung menggigit jari Sean. “Arrgh, tikus nakal!” protes Sean yang kesakitan sambil melihat jarinya yang mengeluarkan darah....


... Sean yang kesakitan langsung berdiri untuk kembali ke kelas. Baru keluar dari lab kimia Sean langsung merasa tidak enak badan dan tiba - tiba mulai berkeringat. Sean berjalan perlahan menuju kelasnya dengan keadaan yang semakin tidak sehat, lemas dan berkeringat dingin. Ketika tiba dikelasnya Sean membuka pintu sambil mengeluarkan darah di hidungnya....


“Sean kamu kenapa?” tanya sang guru bahasa Indonesia yang terkejut melihat Sean dengan darah di hidungnya.


... Baru satu langkah Sean masuk ke kelas, tiba - tiba dia langsung jatuh pingsan dan membuat teman - temannya khawatir. Sang guru bahasa Indonesia dengan sigap mencoba mengangkat Sean untuk dibawa ke UKS (Unit Kesehatan Sekolah)....


“Biar saya gendong bu!” pinta Laxus yang langsung mengangkat Sean ke punggungnya dibantu oleh sang guru bahasa Indonesia, Intan dan Sasha.


... Mereka berempat berusaha secepat mungkin menuju UKS untuk memberikan pertolongan pertama pada Sean. Sang guru bahasa Indonesia, Intan, dan Sasha tidak menyadari bahwa Sean selama dalam perjalanan berusaha menggigit Laxus, namun gagal karena guncangan akibat dia digendong dalam keadaan Laxus berlari. Ketika tiba di UKS Sean langsung dibaringkan di tempat tidur yang tersedia dan perawat UKS langsung memeriksa suhu tubuhnya....

__ADS_1


“Suhu tubuhnya rendah sekali.” kata perawat UKS yang melihat angka 29,1 °C.


“Tahan selimutnya agar saat dia kejang tidak menendang selimutnya!” pinta sang perawat UKS sambil menutupi tubuh Sean dengan selimut yang langsung Sean berontak karena kejang - kejang.


“Tolong panggil ambulans!” pinta perawat UKS kepada guru bahasa Indonesia.


“Biar kubius dan kubersihkan lukanya!” lanjut perawat UKS yang langsung menyiapkan obat bius dan sang guru bahasa Indonesia langsung menghubungi ambulans.


... Beberapa menit kemudian ambulans datang dan langsung mengevakuasi Sean yang sudah diberi bius. Sang guru bahasa Indonesia juga menghubungi kedua orang tua Sean untuk memeriksa keadaan putrinya di rumah sakit. Setelah Sean dibawa ke rumah sakit oleh ambulans Sasha, Intan, dan Laxus langsung kembali ke kelas. Sang perawat UKS yang kembali ke ruang UKS tiba - tiba merasakan sakit di tangannya yang ternyata dia digigit oleh Sean ketika menyuntikan obat bius ketubuh Sean. Dia melihat luka yang aneh seperti menyebar ke seluruh bagian tubuh lainnya dan langsung memeriksa suhu tubuhnya yang menunjukan angka 31,5 °C....


... Saat dia berusaha mencari obat, tiba - tiba darah keluar dari hidungnya dan dia langsung kejang - kejang. Beberapa detik kemudian dia terjatuh dan bel istirahat makan siangpun berbunyi. Saat semua murid menuju kantin untuk makan siang ada 2 orang murid yang melewati ruang UKS dan melihat sang perawat UKS berdiri selayaknya orang mabuk. Salah satu siswa tersebut mencoba merekam sang perawat UKS dan tiba - tiba perawat UKS langsung berbalik menyerang dan mengigit siswa yang sedang tidak merekam. Melihat temannya yang digigit perawat UKS siswa yang sedang merekam langsung berhenti merekam dan memisahkan mereka....


... Setelah dipisahkan sang perawat mulai menyerang siswa lainnya secara membabi buta dan satu persatu siswa yang digigit berubah menjadi zombie. Beberapa menit kemudian banyak siswa yang berubah menjadi zombie dan terus bergerak mencari mangsa lain yang berada di sekitarnya. Juju, Ilham, dan Naga yang sudah berada di kantin langsung makan siang bersama, beberapa meja dari mereka Sasha dan Intan juga sedang makan siang bersama. Laxus yang melihat Tea sedang berjalan ke arah lain dari kantin langsung mengejarnya....


Tea yang mengetahui Laxus sedang berbicara padanya langsung melepas earphonenya.


“earphone tidak bagus untuk telinga jika dipakai terlalu lama.” ulang Laxus sambil tersenyum.


“Aku tahu.” jawab Tea dingin yang langsung memasang earphonenya kembali.


... Kemudian Laxus berusaha berbicara kembali dengan Tea sambil mengisyaratkan agar Tea melepaskan earphonenya terlebih dahulu. “apa kamu mau menjenguk Sean setelah pulang sekolah?” tanya Laxus malu - malu....

__ADS_1


“Kenapa?” tanya Tea dingin.


“Karena kamu seorang ketua kelas.” jawab Laxus sambil tersenyum.


“Ibuku membuatku menjadi ketua kelas setelah memberikan sumbangan ke sekolah, itu sebabnya tidak ada satupun yang menganggapku sebagai ketua kelas. Jadi untuk apa aku bersikap seperti seorang ketua kelas?” jawab Tea dingin yang membuat Laxus tersenyum.


“Kenapa?” lanjut Tea dingin.


“Aku hanya terkejut, aku tak pernah mendengarmu berbicara sebanyak tadi. Aku pikir kamu tidak bisa berbicara lebih dari lima kata.” jawab Laxus yang membuat Tea tersenyum sesaat dan kembali dingin lalu berjalan pergi sambil menggunakan earphone dan membaca buku.


... Zombie sudah mulai menyebar semakin luas dan menuju Tea yang fokus mendengarkan earphonenya dan membaca buku tanpa memperdulikan sekitarnya. Laxus yang menyadari hal itu langsung berlari untuk menarik Tea dan membuat Tea sadar akan situasi genting dihadapannya. Suasana kantin yang aman dan tentram tiba - tiba menjadi panik dan mencekam ketika banyak siswa berlarian berusaha masuk ke kantin hingga terjatuh menutupi jalan masuk menuju kantin. Intan yang hendak keluar kantin terdorong oleh siswa lain yang berlarian menyelamatkan diri dan membuat dia ketakutan. Saat dia tersungkur, dia melihat zombie yang sudah masuk ke area kantin dan mulai menyerang siapapun secara membabi buta....


... Ilham yang melihat seorang zombie berusaha menyerang Intan langsung menarik zombie tersebut dan melemparnya ke arah lain. Ilham memegangi pundak Intan berusaha membawa pergi dan menyelamatkan Intan dari serangan zombie di kantin. Ketika Ilham hendak mengeluarkan Intan dari kantin melalui jendela tiba - tiba ada siswa bernama Gian yang mendorong mereka hingga terjatuh....


“Minggir, gua yang duluan!” teriak Gian ketakutan.


“Intan, kamu gak apa?” tanya Ilham khawatir yang dijawab gelengan kepala.


... Saat Gian hendak keluar tiba - tiba zombie menyerangnya. Gian dengan egois melemparkan zombie tersebut ke arah Ilham dan Intan untuk mengalihkan perhatian agar dia bisa keluar. Namun belum keluar Gian terpeleset dan membuat dirinya terjatuh dari atas meja. Ilham dengan sigap melemparkan zombie dari Gian ke arah lain lalu membawa Intan untuk keluar melalui jendela. Saat Intan sudah berhasil keluar, tubuh Ilham ditarik oleh Gian agar dia bisa terlebih dahulu keluar. Ilham yang emosi langsung menonjok Gian dan membuat dia kembali terjatuh dari atas meja dan langsung di serang oleh zombie....


“Aaaarrrrrgggghhhh, sialan!” maki Gian kesakitan yang digigit zombie.

__ADS_1


“Tolong aku, Ilham sialan!” teriak Gian sambil menahan sakit.


Ilham yang melihat Gian diserang zombie merasa bersalah dan menyesal, namun teriakan Intan segera menyadarkannya dan membuatnya keluar dari kantin. “Aku akan membunuhmu, aku akan membunuhmu Ilham!” bisik Gian dalam hati dengan tatapan penuh dendam kearah Ilham yang sudah keluar dari jendela.


__ADS_2