
...Saat menunggu Dara dan Mira yang sedang memeriksa jalan untuk turun dan melarikan diri, beberapa dari mereka ada yang menyempatkan diri tertidur sejenak. Naga menyadari bahwa Tea sedang berusaha mengontrol dirinya agar tidak menjadi hybrid yang condong ke arah zombie dan memakan teman - temannya, namun Naga membiarkan Tea berusaha sendiri untuk mengontrol dirinya. Mata kanan Tea sudah berubah menjadi mode hybrid dan dia langsung melihat ke arah Laxus yang berada tepat disampingnya seolah - olah makanan yang siap dia santap....
“Makan!” bisikan hati Tea.
“Tak apa - apa, makan dia!” bisikan hati Tea yang membuat Tea semakin mendekat ke Laxus.
“Aku lapar!” bisik hati Tea yang membuat dirinya semakin dekat dengan leher Laxus, namun semakin dekat dengan leher Laxus, Tea berhasil mengontrol dirinya sendiri dan langsung menggigit pergelangan tangan kanannya sambil meneteskan air mata.
“Tak apa - apa.” bisik Laxus yang terbangun saat mendengar suara gigitan Tea pada lengannya sendiri sambil memegang bahu Tea berusaha menenangkannya.
“Sama sekali tidak apa - apa.” jawab Tea sedikit berbisik sambil meneteskan air mata penuh ketakutan dan kekhawatiran.
“Jika terjadi lagi, gigitlah aku jangan gigit dirimu sendiri!” pinta Laxus sambil berbisik dan berusaha menenangkan Tea yang dijawab gelengan kepala oleh Tea sambil menangis perlahan.
... Tea yang menyadari bahwa dirinya semakin berbahaya untuk teman - temannya dan orang yang disukainya berusaha pergi, namun Laxus berhasil menahannya. “Jika kamu menggigitku, aku hanya akan menjadi seperti dirimu.” lanjut Laxus menenangkan Tea sambil membelai lembut tangan kanan Tea.....
... Terdengar suara perancah ketika Dara dan Mira kembali, Laxus yang menyadari hal itu langsung menutup mata kanan Tea yang bermutasi agar tidak membuat teman - temannya khawatir....
“Sebelah sana langsung turun ke arah basement dan banyak batang baja mencuat terlalu berbahaya jika kita melompat kesana.” kata Mira menjelaskan temuanya sambil menunjuk arah kanan mereka.
“Sisi sebelah sana mengarah ke sekolah, jadi percuma jika kita turun lewat sisi sana.” lanjut Dara sambil menunjuk arah kiri mereka.
“Dibawah penuh dengan zombie jadi kita pasti akan berpapasan.” keluh Mira sambil memikirkan solusi lain.
“Dilantai satu ada pintu keluar yang langsung mengarah ke gunung kita harus kesana!” usul Dara yang cemas memikirkannya.
“Kak Dara di dalam gedung ini banyak zombie.” kata Riki cemas.
“Kalian dengar itu?” tanya Tea tiba - tiba.
“Dengar apa?” tanya Laxus sambil tersenyum.
“Kita disuruh berlindung!” jawab Tea yang membuat semua teman- temannya langsung melihat ke arah Tea.
“Oleh siapa?” tanya Laxus terkejut.
__ADS_1
“Akan ada ledakan kita disuruh berlindung!” jawab Tea khawatir.
“Ledakan? Ledakan apa?” tanya Yona yang mulai panik.
“Dengarkan sekali lagi!” pinta Laxus agar Tea memastikan informasinya.
“Sekolah kita akan diledakan.” jawab Tea khawatir.
“Apakah tentara akan menembakan rudal atau semacamnya?” tanya Juju yang mulai panik.
“Kapan?” tanya Riki penasaran.
“Mereka tidak menyebutkan waktunya, mereka hanya menyuruh kita untuk berlindung.” jawab Tea khawatir dan kebingungan apa yang harus dia lakukan.
“Sialan, kemana kita harus pergi?” keluh Mira kesal.
“Apa yang sebenarnya terjadi Naga?” tanya Sasha sambil melihat ke arah Naga.
“Pembersihan.” jawab Naga serius.
“Apa maksudnya dengan pembersihan?” tanya Dara penasaran.
“Aku akan memeriksa sesuatu dulu, kita harus segera turun dan pergi sejauh mungkin dari radius ledakan.” kata Naga yang langsung berdiri dan pergi ke arah kiri melalui perancah yang terpasang.
“Ilham!” teriak Gian yang sudah berada dalam gedung yang sama dengan mereka.
“Apa itu?” tanya Dara terkejut.
“Itu Gian.” jawab Ilham yang langsung berdiri dan diikuti oleh Laxus.
“Bajingan itu benar - benar tidak bisa mati.” tambah Riki ketakutan.
... Gian yang mengikuti bau mereka langsung menarik plastik yang menutupi jendela tempat mereka keluar dan membuat Ilham, Laxus, dan yang lainnya langsung berdiri. “Rupanya kalian disini.” kata Gian sambil tersenyum jahat....
... Gian langsung berusaha menyerang Gian, namun berhasil Gian hindari dan Ilham langsung dibanting ke dinding yang membuatnya tergelatak. Melihat Ilham yang tergeletak Gian langsung melompat dan menginjak dada Ilham. Laxus yang melihat hal tersebut mencoba mengharaj Gian, namun berhasil Gian hindari dan menghajar balik Laxus yang membuatnya hampir terjatuh kebawah....
__ADS_1
“Menunduk!” teriak Naga sambil berlari di perancah ke arah mereka, lalu menendang Gian dengan kedua lututnya hingga Gian terpental beberapa meter.
“Biar aku sendiri yang menghadapinya!” pinta Naga sambil berjalan mendekati Gian yang sudah berdiri.
“Siapa kamu sebenarnya?” tanya Gian kesal.
“Aku? Nobody.” jawab Naga sambil tersenyum.
... Tiba - tiba suara bising untuk menggiring para zombie mulai terdengar oleh Gian dan Tea yang membuat mereka berdua menggerang kesakitan. Disaat itulah dengan cepat Naga langsung melempar Gian ke bawah....
“Semuanya turun ke lantai satu dan pergi dari gedung ini, aku punya rencana.” kata Naga yang langsung melompat masuk ke dalam gedung.
“Tidak, Naga!” teriak Sasha sambil meneteskan air mata, namun ditahan oleh Dara agar tidak mengikuti Naga.
“Hei para zombie!” teriak Naga lantang.
“Semuanya ikuti aku!” teriak Naga yang membuat para zombie di gedung tersebut mulai berlarian ke arah Naga.
“Mari kita berpesta!” teriak Naga dan langsung berlari.
“Hei!” teriak Naga yang terus berusaha memancing semua zombie yang ada untuk mengejarnya naik ke lantai paling atas dari bangunan tersebut.
... Ketika Naga sudah mulai berlari menaiki tangga untuk ke lantai paling atas yang diikuti para zombie, Mira mengawasi dan memastikan tidak ada zombie lagi yang menanti kedatangan mereka....
“Dara, semuanya ayo pergi!” ajak Mira.
... Mira, Dara, dan yang lainnya langsung kembali masuk ke dalam gedung satu persatu dan mulai berlari ke lantai satu. Disisi lain Naga yang sudah berada di lantai tiga terus berteriak agar para zombie mengikutinya dan tidak menyadari pergerakan dari teman - temannya. Gian yang dilempar oleh Naga kebawah tidak butuh waktu lama untuk tersadar dan terbangun dalam keadaan sangat marah dan kesal. Kemudian Gian berjalan masuk kembali ke dalam gedung saat Laxus, Ilham, dan yang lainnya berhasil keluar....
... Di lantai kedua paling atas Naga berlari ke arah lift yang belum jadi dan langsung melompat ke perancah yang ada didalamnya dan membuat para zombie yang mengejarnya berjatuhan ke lantai paling bawah dan mati. Setelah semua zombie yang mengejarnya terjatuh Naga langsung melompat kembali keluar dari lorong lift yang belum selesai dan langsung bertemu Gian....
“Sepertinya aku harus membunuhmu terlebih dahulu karena kamu sangat merepotkan!” kata Gian sombong menatap rendah Naga.
“Begitukah? Kita lihat saja!” jawab Naga yang wajahnya kembali berubah dengan garis hitam dipipinya tersambung dengan kedua ujung bibirnya seperti luka jahitan.
... Gian yang terkejut melihat hal itu tidak menghiraukannya langsung berusaha menonjok Naga dengan tangan kirinya. Dengan cepat Naga menghindari serangan Gian dan menendang belakang lutut kanan Gian hingga Gian berlutut dibuatnya. Naga langsung mengcengkram rahang atas dan rahang bawah Gian dengan kedua tangannya....
__ADS_1
“Apa kau tahu, saat pertama kali bertarung denganmu aku sangat ingin membunuhmu karena kamu membahayakan Sasha, tapi aku juga tidak ingin Sasha melihat hal yang mengerikan.” kata Naga sambil tersenyum senang melihat Gian yang berusaha melepaskan tangan Naga dari kedua rahangnya menggunakan tangannya sendiri.
... Kekuatan Naga yang lebih besar daripada Gian membuat Naga dengan mudah memisahkan rahang atas dan rahang bawah Gian, hingga lehernyapun berhasil dipatahkan. Gian langsung tergelatak tak bernyawa dan Naga menyeretanya mendekati lorong lift yang belum selesai, lalu melemparnya ke bawah bersama para zombie yang mengejarnya....