12 Detik!

12 Detik!
Virus Z.O


__ADS_3

...Setelah selesai berbicara dengan sang Jenderal Komando yang didampingi oleh Kong, Naga langsung bersiap pergi kembali ke kota untuk mencari keberadaan Tea. Sasha melihat kepergian Naga, namun dia tidak bisa melakukan apapun hanya berharap yang terbaik untuk Naga dan Naga bisa kembali pulang. Dengan kemampuan Naga tidak butuh waktu lama untuk menemukan Sasha yang sedang makan siang zombie yang sudah mati....


“Selamat menikmati makananmu!” sapa Naga yang melihat Tea sedang memakan daging zombie dengan cara mengangkatnya hingga ke mulutnya.


“Apa mau kamu Naga?” tanya Tea terkejut yang langsung menghentikan acara makannya dan langsung melihat ke arah Naga.


“Kita memiliki perjanjian dan aku adalah orang yang menepati janjiku.” jawab Naga dengan tatapan tajam yang membuat Sasha ingat akan perjanjiannya dengan Naga dan dia mulai pasrah atas takdir yang segera dia hadapi.


“Tidak perlu merasa pasrah begitu, perjanjian kita ada dua yang pertama aku akan membunuhmu jika kamu menyerang salah satu temanmu dan perjanjian kedua kamu akan menjadi tanggung jawabku selama masalah ini belum selesai. Aku bisa mengabaikan perjanjian pertama yang kamu langgar dengan syarat kamu harus memenuhi perjanjian kedua diantara kita.” lanjut Naga yang membuat Tea terkejut.


“Apa maksudnya?” tanya Tea terbata - bata.


“Aku bisa membantumu mencari tahu apa yang terjadi dengan dirimu entah apapun hasilnya dan mungkin aku bisa membantu memberikan solusi untukmu.” jawab Naga ramah yang membuat Tea mulai meneteskan air mata.


“Bagaimana kamu dapat membantu dan memberikan solusi jika kamu tidak pernah tahu apa yang aku alama?” teriak Tea sambil menangis.


“Apa kamu tahu bagaimana rasanya takut pada dirimu sendiri karena keinginanmu untuk memakan teman - teman yang kamu sayangi? Apa kamu pernah merasakannya?” lanjut Tea dalam tangisnya.


... Seketika Naga yang tertunduk langsung berubah ke mode hybrid yang ditandai dengan munculnya garis hitam di pipinya bersambung dengan ujung kedua bibirnya seperti bekas luka jahitan sambil menatap Tea dengan nafsu membunuh. Seketika Tea terkejut melihat Naga yang membuatnya berhenti menangis dan mulai gemetar ketakutan....


“Rasa takut apa ini, hanya dengan melihat Naga saja aku begitu ketakutan hingga tidak bergerak.” bisik Tea dalam hatinya yang ketakutan melihat Naga berjalan perlahan menghampirinya.


“Jika kamu melanggar perjanjian pertama lagi, kamu akan mendapatkan hal yang jauh lebih mengerikan daripada yang saat ini kamu rasakan.” kata Naga dingin yang sudah berdiri tepat di depan Tea dan membuat Tea terbungkuk dengan napas yang tidak beraturan dan mengeluarkan keringat dingin.


“Kapan kamu digigit?” kata Tea terbata - bata sambil melihat Naga secara perlahan.


“Aku tidak digigit, tapi aku disuntikan. Beberapa tahun yang lalu aku mengalamai nasib yang kurang beruntung sehingga aku menjadi salah satu manusia percobaan oleh Seungil Farmasi untuk virus Z.O ini. Aku disuntikan secara berkala, banyak orang mati akibat percobaan tidak manusiawi ini, namun aku bersama timku berhasil selamat dan memberikan keadilan kepada Seungil Farmasi dengan kesepakatan bersama para petinggi.” jawab Naga dingin sambil menunjuk ke atas.

__ADS_1


“Aku masih manusia, tapi kemampuanku bisa meningkat ketika berubah ke mode hybrid seperti dirimu. Jadi mungkin aku bisa membantumu memberikan solusi agar kamu bisa kembali hidup berdampingan bersama teman - temanmu, tapi pilihan masih ada di tanganmu.” lanjut Naga dingin.


“Berarti saat disekolah apa yang aku dengar dan aku ketahui, kamu juga mengetahuinya?” tanya Tea mengkonfirmasi.


“Bingo! Mungkin sedikit lebih baik.” jawab Naga sambil tersenyum.


“Apa maksudnya dengan sedikit lebih baik?” tanya Tea kebingungan.


“Saat kamu menyadari para zombie yang ada di gimnasium saat masuk kedalam gimnasium, aku sudah menyadarinya sejak di luar gimnasium beserta jumlah zombie yang ada di dalamnya. Aku juga mengkombinasikan indera penciuman, pendengaran dan perasa untuk merasakan hawa keberadaan seseorang dan memprediksi gerakan orang tersebut kurang lebih selama 5 detik ke depan. Hal yang sama juga aku lakukan saat aku mengintimidasimu beberapa saat yang lalu.” jelas Naga dingin.


“Nampaknya itu bukan sedikit lebih baik, tapi kamu benar - benar sangat menguasainya.” kata Tea terkejut.


“Lalu, bagaimana jawabanmu terhadap penawaranku sebelumnya?” tanya Naga mengembalikan topik pembicaraan.


“Aku akan bekerja sama dengamu, tapi tolong ajari aku ilmu bela diri!” pinta Tea penuh harap.


“Apakah yang kamu lakukan saat bersama kami hanya insting untuk mempertahankan diri?” tanya Tea penasaran.


“Bukan, aku tidak menguasai seni bela diri tapi aku menguasai seni untuk membunuh. Jadi aku tidak akan mengajarimu karea aku yakin kamu tidak ingin menjadi pembunuh, terlebih kamu pernah berniat membunuh Sasha.” jawab Naga dengan tatapan tajam.


“Tolong sampaikan permintaan maafku kepada Sasha!” pinta Tea yang tertunduk merasa bersalah.


“Kamu harus menyampaikannya sendiri, karena bagiku permintaan maafmu tidak akan mengubah fakta bahwa kamu pernah berniat untuk membunuh Sasha.” jawab Naga dingin yang membuat Tea berkaca - kaca.


“Apa tujuanmu ingin belajar seni beladiri?” tanya Naga penasaran.


“Meskipun pengeboman telah dilakukan zombie yang ada di kota ini masih sangat banyak. Aku ingin menghabisi mereka semua secepat yang aku bisa agar teman - temanku bisa kembali pulang ke rumah mereka masing - masing seperti sedia kala.” jawab Tea sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


“Aku akan meminta temanku untuk mengajarimu.” kata Naga yang membuat Tea terkejut.


“Mengajari ilmu beladiri?” tanya Tea mengkonfirmasi.


“Ya.” jawab Naga singkat yang membuat Tea tersenyum lalu kembali serius.


“Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Tea yang sudah memantapkan tekadnya.


“Untuk saat ini aku hanya memerlukan sampel darahmu dan aku akan mengambilnya satu minggu satu kali, hal itu juga berlaku untuk pelatihanmu baik tentang seni bela diri dan cara agar kamu bisa hidup berdampingan dengan teman - temanmu kembali.” jawab Naga sambil menatap Tea penuh tekad.


“Baik aku akan melakukannya.” jawab Tea penuh semangat yang membuat Naga balik badan untuk segera kembali berjalan menuju area karantina.


“Aku tahu kamu melakukan semua ini dengan Sasha kan?” tanya Tea yang seketika menghentikan langkah Naga.


“Tapi kenapa kamu tidak membunuhku? Bukankah itu lebih cepat untuk memastikan Sasha tidak dalam ancaman lagi?” tanya Tea keheranan.


“Ya itu memang lebih cepat, tapi aku memilih untuk jangka panjang. Melatihmu agar bisa memaksimalkan kemampuan hybrid dan mengontrolnya akan membuat Sasha lebih aman sekalipun aku sedang tidak ada. Meskipun jika pada akhirnya kamu gagal diterima oleh masyarakat secara umu, Sasha pasti akan menerimamu dengan kehangatan dan mungkin aku bisa memberikan penawaran kerjasama padamu di masa yang akan datang.” jelas Naga tanpa berpaling melihat Tea.


“Lalu bagaimana kamu menemukanku satu minggu kemudian? Apa aku harus menunggu di tempat ini lagi?” tanya Tea saat melihat Naga yang mulai berjalan kembali.


“Itu bukan suatu hal yang sulit, sama seperti hari ini.” jawab Naga yang terus berjalan.


“Hoo iya, aku memiliki saran untukmu.” tambah Naga yang membuat dia menhentikan langkah dan menoleh ke arah Tea.


“Apa itu?” tanya Tea penasaran.


“Buatlah api unggun di atap sekolah setiap malam, cepat atau lambat Sasha, Intan dan yang lainnya akan menyadari hal itu dan datang mengunjungimu.” jawab Naga datar yang kembali melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


__ADS_2