12 Detik!

12 Detik!
Juju


__ADS_3

... Saat Naga, Sasha, Laxus, Tea dan yang lainnya mulai masuk ke area perkotaan mereka menemukan bangkai binatang seperti habis digigit sesuatu dan tidak ada satupun manusia disana. Mira yang melihat hal tersebut kembali bersiap siaga untuk kemungkinan terburuknya....


“Tidak akan ada zombie disini kan?” tanya Yona cemas.


“Tidak mungkin, mungkin orang - orang disini sudah mengungsi karena area ini paling dekat dengan jalan keluar masuk kota.” jawab Ilham sambil melihat lihat sekitar yang tampak mencekam.


“Hei firasatku mulai tidak enak.” kata Mira khawatir.


“Tempat ini aman.” jawab Dara berusaha menenangkan Mira.


“Kenapa? Apanya yang aman?” tanya Mira cemas.


“Tak ada jendela yang pecah dan tidak ada noda darah dijalanan, tak mungkin sebersih ini jika para zombie sudah menyerang.” jawab Dara sambil memerhatikan area sekitar.


“Kenapa?” tanya Intan yang melihat Tea tiba - tiba berhenti melangkah.


“Tunggu sebentar!” pinta Tea yang fokus menatap lurus kedepan kemudian berbalik ke arah belakang.


“Ada apa Tea?” tanya Intan penasaran.


“Kenapa? Apa ada sesuatu?” tanya Laxus yang mengdekati Tea.


“Zombie.” jawab Tea khawatir.


“Darimana?” tanya Intan yang mulai panik.


“Dimana - mana.” jawab Tea yang mendengar pergerakan zombie mendekati mereka.


“Ada banyak zombie?” tanya Yona mengkonfirmasi.


“Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas ... Lari!” pinta Tea yang menyadari jumlah zombie yang tidak terhitung sedang berlarian.


“Hei sebelah sini!” pinta Mira mengarahkan pelarian mereka semua yang membuat semuanya berlari ke arah yang ditunjukan Mira.


... Ditengah pelarian, Riki yang dibopong oleh Juju dan Laxus terjatuh secara bersamaan. Melihat temannya yang terjatuh semua langsung berhenti dan mendekat untuk membantu. Laxus langsung segera bangkit mengambil skop yang ada di depan sebuah toko sambil siap siaga....


“Kamu gak apa apa Riki?” tanya Sasha cemas.


“Juju tolong bawa Riki pergi!” pinta Laxus waspada.

__ADS_1


“Tidak perlu!” jawab Riki yang langsung mengambil sebuah tongkat yang ada di depannya.


“Apa yang kamu lakukan? Larilah!” pinta Laxus sambil melihat ke arah Riki.


“Kubilang tak perlu!” jawab Riki sambil meletakan tongkat yang dia temukan dan membawa sekop sebagai gantinya.


... Juju, Ilham, Intan, dan yang lainnya juga mengambil peralatan yang ada disekitar mereka untuk digunakan sebagai senjata melawan para zombie. “Tetap dibelakangku!” pinta Juju kepada kakaknya....


“Berhenti bertingkah, mundurlah!” jawab Dara sambil menarik Juju kebelakangnya, namun Juju kembali berjalan dan berdiri di depan kakaknya.


... Naga menarik napas panjang sambil melakukan sedikit peregangan pada lehernya lalu dengan cepat Naga langsung berlari dan tidak lama kemudian para zombie muncul dan berlarian ke arah mereka. Naga yang terlebih dahulu berlari langsung membunuh para zombie yang berdatangan, namun karena jumlah mereka yang banyak beberapa diantara mereka ada yang berhasil melewati Naga dan berlari ke arah teman - temannya. Melihat para zombie yang mulai mendekat Laxus, Riki, dan Ilham langsung maju dan menghajar para zombie satu persatu. Mira, Dara, dan Juju juga ikut menyusul membantu Ilham, Laxus, dan Riki menghajar para zombie yang berdatangan....


... Sasha, Yona, dan Intan memberanikan diri untuk membantu menyerang, namun pukulan mereka terlalu lemah sehingga para zombie tidak menyadari pukulan dari mereka. Tea yang sudah kembali ke mode hybrid langsung membunuh para zombie dengan mematahkan leher mereka satu demi satu. Tea yang begitu kuat berhasil membunuh zombie lebih banyak daripada teman - temannya yang lain, sedangkan Naga sudah selesai menghabisi zombie yang berdatangan....


“Kak Dara!” teriak Juju yang melihat satu zombie tersisa berlari ke arah Dara namun berhasil dia halau.


“Sialan!” teriak Dara sambil menangis yang berusaha menjauhkan zombie dari adiknya yang berhasil melindungi dirinya.


... Mira dan Riki yang melihat hal tersebut langsung berlari berusaha membunuh sang zombie, namun mereka terlambat karena sang zombie berhasil menggigit Juju terlebih dahulu. “Juju!” teriak Riki dan Dara kompak yang mengkhawatirkan keadaan Juju sambil memegangi Juju....


“Aku tahu ini akan terjadi.” kata Juju sambil menahan sakit.


“Tidak apa Ju.” jawab Dara sambil meneteskan air mata.


“Ya, benar.” jawab Dara sambil mengangguk dengan penuh air mata.


“Bohong, kakak kembali ke sekolah karena gagal di babak penyisihan. Jika tidak, kakak seharusnya sedang bertanding. Jika kakak gagal, seharusnya kakak pulang, kenapa kakak kembali ke sekolah?” tanya Juju yang semakin sekarat.


“Maafkan kakak Ju.” jawab Dara menyesal sambil berurai air mata.


“Kak, kakak harus terus memanah ya kak!” pinta Juju yang napasnya mulai tidak stabil.


“Baik.” jawab Dara sambil mengangguk dengan berurai air mata.


“Jangan menyerah ya kak, kakak mengerti?” tanya Juju yang langsung tersentak.


“Ya.” jawab Dara sambil mengangguk berurai air mata.


“Juju maafin kakak.” lanjut Dara sambil menangis.

__ADS_1


“Jangan, tolong jangan sakiti Juju!” pinta Dara sambil melihat Mira dengan penuh air mata yang hendak menusuk Juju dengan tongkat yang dia pegang.


... Tidak lama kemudian Juju tersentak dan bangkit menjadi zombie. Ketika Juju mulai berlari hendak menyerang Dara, Tea langsung menarik Juju dan mematahkan lehernya hingga Juju benar - benar tewas. Melihat hal itu Laxus, Ilham dan Naga langsung kembali bergabung bersama teman - temannya yang lain....


“Laxus, Juju.” kata Riki sambil menangis di pundak Laxus yang membuat Laxus menatap Juju yang sudah tewas.


“Zombie terus berdatangan, kita pergi kesana yang tidak begitu banyak zombie!” ajak Tea sambil menunjuk arah yang dia maksud.


“Ayo pergi Riki!” ajak Laxus sambil meneteskan air mata.


... Dara langsung terbangun sambil membawa sekop, namun dengan cepat Mira menghentikan Dara. “Ayo Dara, kita harus pergi!” ajak Mira sambil meneteskan air mata....


“Lepaskan aku!” pinta Dara sambil menghentakan tangannya untuk melepaskan tarikan Mira, namun ketika Dara berjalan melewati Tea, Tea langsung menghentikan Dara dengan menggenggam tangan Dara dan melemparkan sekop yang Dara pegang.


“Jangan mati sia - sia!” pinta Tea sambil menahan tangis yang membuat Dara kembali menangis.


“Jika kita lari sekarang, kita bisa hidup.” kata Tea sambil membuang muka dari Dara karena dia merasakan hasrat ingin memakan Dara ketika melihat luka diwajah Dara.


“Kita punya cukup waktu.” tambah Tea sambil mengatur napas berusaha menahan dan mengontrol dirinya sendiri.


“Aku juga membunuh banyak zombie, tapi sebagai manusia harusnya meminta maaf ketika sudah membunuh adiknya dihadapannya.” protes Mira kepada Tea sambil meneteskan air mata dan langsung menarik Dara untuk segera pergi.


... Saat sedang berlari menyelamatkan diri, hasrat Tea untuk memakan manusia kembali muncul hingga dia berusaha menarik salah satu temannya. Namun akhirnya Tea berhasil menahan hasrat tersebut dan melampiaskannya dengan membenturkan kepalanya sendiri ke dinding terdekat sambil menggigit tangan kanannya....


“Hentikan.” kata Tea berbicara pada dirinya sendiri sambil menangis ketakutan akan dirinya yang akan mencelakai teman - temannya.


“Tunggu!” kata Laxus saat melihat ke belakang tidak ada Tea.


“Ada apa Laxus?” tanya Sasha cemas.


“Tea menghilang.” jawab Laxus panik dan membuat Sasha melihat ke arah belakang.


“Aku akan kembali.” kata Laxus yang langsung berlari mencari keberadaan Tea.


“Naga pergilah duluan, aku akan mencari Tea juga!” pinta Sasha yang langsung berlari menyusul Laxus.


... Naga tidak menjawab sepatah katapun langsung berlari menyusul Sasha dan Laxus untuk mencari Tea. Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat Tea yang sedang memakan zombie yang sudah mati dengan cara mengangkatnya hingga mencapai mulutnya sendiri....


“Tea!” panggil Sasha lembut yang membuat Tea tersadar dan kembali melepehkan daging dari zombie yang baru saja dia makan.

__ADS_1


“Kenapa kamu sendirian disini?” tanya Sasha yang berjalan perlahan penuh kehati - hatian sambil menahan tangisnya.


“Ayo pergi!” ajak Sasha lemah lembut.


__ADS_2