2 Hati 1 Cinta

2 Hati 1 Cinta
10. menjauh


__ADS_3

Merasa bosan dengan suasana perpustakaan, Clara memilih memasuki ruangan seni dan dengan asal memetik senar gitar.


Sampai akhirnya petikan asal itu berubah menjadi alunan indah ditambah dengan suara merdunya.


*Mencintai dalam sepi


Dan rasa sabar mana lagi


Yang harus kupendam dalam


Mengagumi dirimu


Melihatmu genggam tangannya


Nyaman didalam pelukannya


Yang mampu membuatku


Tersadar dan sedikit menepi


Kau yang pernah


Singgah disini


Dan cerita yang dulu


Kau ingatkan kembali


Tak mampu aku


Tuk mengenang lagi


Biarlah kenangan kita


Pupus di hati


Tak ada waktu kembali


Untuk mengulang lagi


Mengenang dirimu diawal dulu


Ku tahu dirimu dulu


Hanya meluangkan waktu


Sekedar melepas kisah sedihmu


Mencintai dalam sepi


Dan rasa sabar mana lagi


Yang harus kupendam dalam


Mengagumi dirimu

__ADS_1


Melihatmu genggam tangannya


Nyaman didalam pelukannya


Yang mampu membuatku


Tersadar dan sedikit menepi


Tak ada waktu kembali


Untuk mengulang lagi


Mengenang dirimu diawal dulu


Ku tahu dirimu dulu


Hanya meluangkan waktu


Sekedar melepas kisah sedihmu


Mencintai dalam sepi


Dan rasa sabar mana lagi


Yang harus kupendam dalam


Mengagumi dirimu.


Melihatmu genggam tangannya


Nyaman didalam pelukannya


Yang mampu membuatku


Mencintamu dalam sepi


Dan rasa sabar mana lagi


Yang harus kupendam dalam


Mengagumi dirimu*.


Di bait terakhir, tak terasa Clara menjatuhkan air matanya.


PROK..PROK..PROK..


"Bagus sayang." Puji seseorang yang tiba-tiba sedang duduk di bangku samping panggung musik.


"Rafi." Panggil Clara seraya turun dari panggung mendekati Rafi.


"Sayang, kamu nangis?" Tanya Rafi dengan raut khawatir dan mengusap air mata di pipi Clara.


"Asya sayang, aku gak ngijinin kamu nangis, kecuali nangis karena bahagia oke." Ucap Rafi seraya mengecup kening Clara.


Asya adalah panggilan kesayangan Rafi untuk Clara, hanya Rafi dan Rudianto ayah Clara yang memanggil nya dengan sebutan asya, diambil dari nama tengahnya Clara AnastASYA.

__ADS_1


'please raf, berhenti bersikap manis sama gue kaya gini. Kalo pada akhirnya lo bikin gue sakit hati' lirih Clara dalam hati dan segera menepis tangan Rafi di pipinya.


"Aku ada kelas, duluan." Ucap Clara meninggalkan Rafi yang kebingungan.


"Sayang kamu kenapa" lirih Rafi pelan.


.


.


.


"Lo aja sono."


"Ih lo aja deh, kan lo paling deket Sii sama Clara."


"Sera aja deh, gue juga takut nanya dia kalo dia lagi ngambek begitu, yang ada dipelintir leher gue."


Sedari tadi mereka hanya saling tuduh untuk bertanya pada Clara yang terus diam sejak pagi tadi.


KRING...KRING...


Clara hendak bangkit dari duduknya untuk segera pulang.


Namun tangannya di cekal oleh seseorang dari belakang.


"Clar, lo mau kemana." Tanya sera setelah melepaskan cekalannya.


"Balik." Jawab Clara singkat.


"Lo lagi ada masalah?" Tanya Sia.


"Iyah, lo kok ga cerita sih kalo lagi ada masalah." Tanya Alika bergabung.


"Gue gapapa, cuman lagi BT aja, gue balik duluan." Ucap Clara lalu pergi tanpa menunggu jawaban dari teman-teman nya.


.


.


.


Sesampainya di parkiran Clara melihat Rafi sedang menyenderkan tubuhnya di motor sport miliknya.


"Clara" panggil Rafi melihat Clara melewati nya begitu saja.


"Clar, clara, asya sayang." Panggilnya frustasi karena Clara sama sekali tak menggubris panggilan nya.


Clara langsung memasuki mobil jemputan nya. Karena tadi Clara sempat meminta mamihnya menjemput kesekolah.


' maafin gue raf, mungkin dengan kaya gini gue bisa mengobati rasa sakit hati gue, sebelum gue tau yang sebenernya terjadi antara lo sama Sera.'


Batin Clara.


Clara berniat menjauhi Rafi dan teman-temannya dulu, karena dia fikir, dia butuh waktu untuk memperjelas semuanya.

__ADS_1


__ADS_2