
"Oke anak-anak, ibu ada amanat dari pembina ekstrakurikuler seni, katanya bulan depan akan di adakan beberapa lomba yang berhubungan dengan kesenian, diantaranya ada solo karier, tari, puisi, drama, nah mulai besok udah di buka pendaftaran yang akan menjadi kandidat perwakilan sekolah buat lombanya."
Jelas bu Rita guru fisika.
"Emang lombanya dimana bu?"
Tanya zidan ketua kelas.
"Lomba di adakan di SMA SMART 2, jadi bagi kalian yang minat untuk menjadi perwakilan sekolah, kalian bisa minta formulir nya ke ruangan ibu, terimakasih atas perhatiannya sekian dari ibu, sampai jumpa kembali."
Ujar bu Rita seraya pergi meninggalkan kelas Clara.
"Clar."Panggil Sera yang hanya di respon deheman oleh Clara.
"Lo gak ada niatan buat bales dendam gitu sama bad girl di SMA SMART."
Tanya Sera.
"Iya Clar, ini kesempatan bagus buat lo. Lo harus gunain kesempatan ini jangan sampe sia-sia Clar." Timpal Sia menyetujui.
"Lo semua ngomongin apaan sih ga ngerti gue." Cuek Clara.
"Yaelah Clar, tumben sih lo cemen begini." Ceplos Alika yang mendapat tatapan tajam Clara.
"Udah deh, gue males mikirin begituan. Udah ah kita cabut ke kantin aja." Ajak Clara.
Saat Clara, Sera, Alika dan Sia berjalan menuju kantin,
.DRRRTT....
"Bentar, gue ngangkat telfon dulu."
Ucap Clara meninggalkan teman-temannya.
"Halo, siapa ya?"
"Ini gue, Amel musuh bebuyutan lo."
"Mau ngapain lo nelfon gue? Kangen lo sama gue?"
"Gak usah banyak bacot, gue minta lo ikut lomba seni itu dan gue pastiin lo lawan gue, kalo lo nolak itu artinya lo pengecut."
"Heh, ga penting buat gue. Dan terserah lo mau beranggapan apa tentang gue."
"Ya kalo lo menang, gue bakal berenti buat gangguin hidup lo dan temen-temen komunitas motor lo itu."
"Oke gue terima."
__ADS_1
.
.
.
Setelah selesai dengan telfonnya, Clara kembali ke tempat teman-temannya menunggu tadi.
"Eh anter gue ke kantor yu."ajak Clara.
"Mau ngapain Clar?" Tanya Sia.
"Udah pokonya anter aja."
"Yaudah lo sama gue aja ke kantornya, Sera dan Alika ke kantin sekalian pesenin makanan buat kita, ntar gue sama Clara nyusul." Usul Sia yang di setujui semuanya.
.
.
.
TOK ...TOK...TOK....
"Permisi bu.."
Sapa Clara memasuki ruangan guru.
"Saya mau minta formulir perlombaan seni itu bu, saya ambil yang solo karier yah bu."
Ujar Clara dengan santainya.
"Yasudah ibu ambil dulu kamu duduk di sana yah."
Titah bu Rita menunjuk kursi yang ada di ruangan itu.
"Clar, lo serius mau ikutan lombanya?" Tanya Sia sedikit berbisik karna di hadapan mereka ada Adam yang sedang fokus dengan laptopnya.
"Iya, emang kenapa sih kan lu sama yang lain maksa gue tadi nyuruh ikutan lombanya." Jawab Clara sedikit keras mengabaikan tatapan intens Adam yang merasa terganggu dengan suaranya.
"Pelan-pelan ih, liat tuh pa Ardiansyah ngelihatin lo." Bisik Sia sekali lagi.
'hah? Ardiansyah? Bukannya Adam yah nama tuh guru baru.' lirih Clara dalam hati.
"Clara ini formulir nya, semangat yah semoga kamu menang jadi perwakilan sekolah." Ucap bu Rita dengan senyum tulusnya.
"Iya bu, doain aja yah biar Clara bisa bikin sekolah ini bangga dan gak malu-malu in terus mamih." Ucap Clara tak kalah tulusnya.
__ADS_1
Tanpa disadari, Adam tengah mencuri pandang dan tersenyum ke arah Clara.
Sampai akhirnya tatapannya bertemu dengan mata hanzel milik Clara.
Clara sedikit terpaku dengan tatapan dan senyuman dari Adam.
'ah bibirnya astaga, sexi banget berasa pengen gue ***** deh'
"Clar ayo ih keburu abis jam istirahat nya." Ajak Sia menyadarkan lamunan jorok Clara.
"Ah iya-iya ayo."
.
.
.
DIKANTIN....
"Nyet, lo ikutan juga lombanya." Kata Sera yang baru datang dengan nampan berisi 4 mangkuk mie ayam.
"Iya, gue ikutan soalnya si Amel janji ga bakal gangguin gue lagi kalo gue menangin lombanya." Ujar Clara cuek.
"Ih gaada capek-capeknya tuh anak gangguin lo, gak puas apa dia kemarin rusakin motor lo."
Kesal Alika seraya menyuapkan mie ayam kedalam mulutnya.
Clara hanya mengangkat kedua bahunya acuh.
"Oh iyah Clar, tadi gue liat pa Ardiansyah senyumin lo tau." Ujar Sia dengan tatapan menghayalnya.
"Hah seriusan lo." Tanya Sera tak percaya.
"Seriusan gue." Jawab Sia sungguh-sungguh.
"Heh temen lo kenapa tuh." Ucap Alika menunjuk Clara yang tengah senyum-senyum sendiri.
"Temen lo juga cunguk." Sergah Sia.
"Woy nyet lo kenapa." Ucap Sera menyadarkan lamunan Clara.
"Ish apaan si lo semua, aneh." Kata Clara dengan tampang watadosnya.
"Dih kok kita sih, perasaan lo sendiri deh yang senyum-senyum gak jelas." Sergah Sera.
'ah ya ampun gue lupa, gue kan punya Rafi, Rafi maafin gue yah, janji kok ga selingkuh, cuman bayangin yang enak-enak aja dikit.'
__ADS_1
Batin Clara menepuk jidatnya.
"Wah bener-bener gila nih anak." Ucap Alika menggeleng-gelengkan kepalanya.